Monthly Archives: July 2015

Kemdikbud Atur Budi Pekerti ; Sekolah Menerapkan Sesuai Kreativitas

Posting ; 25 Juli 2015
Dok/***

Dok/***

Beritapendidikan.net/JAKARTA, KOMPAS — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 mengenai Penumbuhan Budi Pekerti. Dalam peraturan itu, pendidikan karakter juga ada dalam kegiatan nonkurikuler agar menjadi kebiasaan hidup siswa dan masyarakat sekolah.

“Penumbuhan budi pekerti berbeda dengan penanaman karena penumbuhan memandang siswa, guru, dan anggota masyarakat sekolah sudah memiliki karakter baik. Tugas kita semua ialah menciptakan iklim sekolah yang baik agar semua perangkat sekolah turut berbudi pekerti,” jelas Anies Baswedan dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (24/7).

Gerakan penumbuhan budi pekerti itu memiliki enam tahap, yakni diajarkan, dibiasakan, dilatih konsisten, menjadi kebiasaan, menjadi karakter, dan akhirnya menjadi budaya. Di dalam permendikbud itu, ada beberapa hal wajib, seperti mengharuskan siswa membaca buku nonpelajaran pilihan mereka selama 15 setiap hari sebelum belajar untuk menumbuhkan minat membaca. Lainnya, pertemuan orang tua dan guru secara rutin untuk menjaga silaturahim dan memastikan pendidikan serta pengasuhan anak di sekolah sejalan dengan di rumah.

Sesuai kondisi
“Cara mempraktikkan kebiasaan itu diserahkan sepenuhnya kepada sekolah agar bisa dikembangkan sesuai kondisi serta adat-istiadat,” tutur Anies.
Salah satu contohnya ialah kewajiban upacara bendera demi menumbuhkan kembali rasa cinta Tanah Air serta merupakan kesempatan bagi kepala sekolah untuk mengumumkan rencana pembelajaran sepekan kepada seisi sekolah. Anies mengatakan, teknis upacara memang sudah diatur oleh Tentara Nasional Indonesia. Namun, ada pula bentuk-bentuk upacara yang berbeda dan masih tetap mengusung semangat cinta Tanah Air.

“Di salah satu SD yang saya kunjungi, bendera tidak dikerek, melainkan dikibar-kibarkan oleh siswa, sementara teman-temannya menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’. Jadi, bentuk penerapannya lebih fleksibel,” ujarnya. Ia mengharapkan, jika kepemilikan gerakan itu ada pada sekolah, praktiknya lebih personal.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad mengungkapkan, gerakan tersebut membutuhkan proses dan tidak bisa dirasakan langsung. “Yang penting, kegiatannya dimulai dulu daripada menunda-nunda,” katanya.

Ia menuturkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan mengumpulkan contoh-contoh praktik terbaik dari berbagai sekolah di Nusantara yang akan disebarluaskan agar bisa dijadikan inspirasi.

Salah satu dari sekolah yang dianggap memiliki praktik terbaik ialah SMAN 26 Jakarta Selatan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Herawati Sihombing menjelaskan, sekolah tersebut tidak menerapkan orientasi siswa baru yang menggunakan atribut konyol. Kakak-kakak kelas beserta pengurus Osis dan Majelis Permusyawaratan Kelas justru harus memberi teladan, seperti datang ke sekolah lebih awal, menjalankan piket membersihkan sekolah, dan membantu para adik kelas. “Sentimen bersifat sukuisme juga tegas dilarang,” katanya. Beritapendidikan.net/JAKARTA, KOMPAS/(DNE)

Tim Olimpiade Biologi Indonesia Siap Berkompetisi di 26th International Biology Olympiad, Aarhus, Denmark, 12-19 Juli 2015 ; “Indonesia Boyong Empat Medali “

Posting : 25 Juli 2015 / Beritapendidikan.net

International Biology Olympiad (IBO) adalah ajang kompetisi bagi para siswa setingkat SMA dari seluruh dunia yang meliputi tes praktikum dan tes teori di Bidang Biologi. Kegiatan ini adalah ajang kompetisi tahunan yang dilaksanakan tiap Bulan Juli. Setiap negara peserta diwakili oleh empat (4) siswa yang diseleksi secara nasional. Indonesia telah mengikuti IBO sejak tahun 2000 di Antalya, Turki. Selama 15 tahun berpartisipasi di IBO, siswa-siswa Indonesia berhasil meraih total 8 medali emas, 22 medali perak dan 18 medali perunggu.

Siswa-siswa yang menjadi peserta IBO 2015 merupakan hasil seleksi berjenjang yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional pada tahun 2014 di Mataram, NTB.

IBO 2015 akan diselenggarakan di Aarhus, kota terbesar kedua di Denmark setelah Kopehagen pada tanggal 12-19 Juli 2015. Acara pembukaan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Juli 2015 di Concert Hall, Aarhus. Pada tanggal 14 Juli 2015, siswa peserta IBO akan melaksanakan tes praktikum yang meliputi 4 topik yaitu: 1) Mikrobiologi dan Biologi Molekuler, 2) Anatomi, Sistematik dan Evolusi Tumbuhan, 3) Morfologi dan Fungsional Hewan, 4) Biokimia dengan masing-masing waktu selama 90 menit. Selanjutnya pada tanggal 16 Juli 2015, siswa akan mengerjakan 2 set soal teori yang masing-masing membutuhkan waktu 210 menit (3,5 jam). Soal praktikum dan teori akan dikerjakan dengan menggunakan komputer tablet. Sistem penilaian berdasarkan pada bobot yang sama antara tes praktikum dan tes teori. Semua kegiatan tes (praktikum dan teori) akan dilakukan di Aarhus University.

Silaturahmi sebelum keberangkatan

Silaturahmi sebelum keberangkatan

Pada kesempatan ini, Tim Juri Indonesia juga harus mempresentasikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan 25th IBO 2014, dimana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah IBO di Bali. Tim pendamping IBO 2015 terdiri atas:
Dr. Agus Dana Permana – Leader (Staf Pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung)
Dr. Ahmad Faizal – Deputy Leader (Staf Pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung)
Fenryco Pratama, M.Si. – Anggota (Staf Pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung)
Ida Bagus Made Artadana, M.Sc. – Anggota (Staf Pengajar Universitas Surabaya)
Judo Priswanto – Anggota (Direktorat Pembinaan SMA, Kemdikbud)

Selama pelaksanaan IBO 2015, siswa akan menginap di hotel yang berbeda dengan tim juri/pendamping. Selain itu, alat komunikasi siswa, termasuk semua perangkat elektronik yang dapat terhubung dengan internet (internet connected-devices) akan disita setelah acara pembukaan sampai pelaksanaan tes selesai. Hal ini dilakukan untuk menjamin kerahasiaan soal tes serta mencegah terjadinya kecurangan selama pelaksanaan tes berlangsung. Informasi lengkap tentang IBO 2015 dapat dilihat di laman web: http://ibo2015.org/

Kontingen Indonesia akan mendarat pada tanggal 9 Juli 2015 pukul 13.10 CET (Central European Time, GMT+2) di Kopenhagen atau 3 hari lebih awal dari jadwal pelaksanaan IBO untuk melakukan adaptasi dan membiasakan siswa dengan kondisi di Denmark yang memiliki perbedaan waktu 5 jam dengan Jakarta. Tim rencananya akan menginap di Kopenhagen sebelum melanjutkan perjalanan ke Aarhus yang berjarak 187 km dari Kopenhagen.

Tim Olimpiade Biologi Indonesia juga dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan KBRI setempat dan akan dijamu langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Denmark dan Republik Lithuania, Prof. Dr. Bomer Pasaribu pada tanggal 10 Juli 2015. Bapak Dubes juga berkenan akan menghadiri acara pembukaan pada tanggal 12 Juli serta acara penutupan dan penganugerahaan medali bagi pemenang pada tanggal 18 Juli 2015.

Pelaksanaan IBO 2015 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan akan menjadi tantangan tersendiri khususnya bagi tim Indonesia karena jadwal puasa di Denmark berlangsung lebih dari 20 jam. Selain itu, pelaksanaan IBO 2015 bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah yang kemungkinan jatuh pada hari Jumat, 17 Juli 2015 atau sehari sebelum acara penutupan. Namun demikian, dengan tekad yang bulat disertai dengan persiapan yang matang selama pembinaan, siswa Indonesia siap mengharumkan nama bangsa di IBO 2015 dengan membawa pulang medali emas. Sebagai gambaran, pada IBO ke-25 tahun 2014 di Bali, siswa Indonesia berhasil meraih 3 medali emas dan 1 medali perak dan menduduki peringkat ke-5 dari 61 negara peserta. Tim Olimpiade Biologi Indonesia berharap mudah-mudahan prestasi yang sama dapat terulang di IBO ke-26 tahun 2015 di Denmark.

Tim Olimpiade Biologi Indonesia 2015 akan diwakili oleh empat siswa(i) SMA yaitu:
Hana Fauzyyah Hanifin (Siswi Kelas XII SMA Semesta, Semarang)
Nagita Gianty Annisa (Siswi Kelas XII, MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang)
Maria Patricia Inggriani (Siswi Kelas XII, SMA Kharisma Bangsa, Tangerang)
Valdi Ven Japranata (Siswa Kelas XII, SMAK IPEKA Sunter, Jakarta)

Keempat siswa tersebut akan bersaing dengan 244 siswa dari total 62 negara peserta untuk memperebutkan medali. Selain siswa peserta, kontingen Indonesia juga terdiri dari tim pendamping yang selama ini juga berperan sebagai tim pembina pusat yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan siswa Indonesia sebelum berkompetisi di IBO. Tim pendamping juga akan bertindak sebagai juri yang akan berperan aktif pada saat diskusi materi tes serta penerjemahan materi tes dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Secara umum, tim juri IBO 2015 merupakan Professor ataupun staf akademik dari universitas-universitas termuka diantaranya University of Bern (Switzerland), University of Dresden (Jerman), Wagenigen University (Belanda), NTU dan NUS (Singapura), University of Tsukuba (Jepang), dan Purdue University (USA). Sumber ; Tim Olimpiade Biologi Indonesia Homepage: http://www.tobi.or.id

TOBI 2015 (ki-ka): Valdi Ven Japranata, Nagita Gianty Annisa, Maria Patricia Inggriani, dan Hana Fauzyyah Hanifin

TOBI 2015 (ki-ka): Valdi Ven Japranata, Nagita Gianty Annisa, Maria Patricia Inggriani, dan Hana Fauzyyah Hanifin

JAKARTA, KOMPAS — Tim Indonesia untuk Olimpiade Biologi 2015 di Denmark berhasil membawa pulang satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Hal itu menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki bakat dan potensi untuk berprestasi di bidang sains tingkat dunia.
“Indonesia sudah 16 kali mengikuti Olimpiade Biologi dan selalu memenangi medali,” kata Wakil Pemimpin Tim Indonesia Ahmad Faizal ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (22/7). Indonesia juga merebut medali emas ketika menjadi tuan rumah Olimpiade Biologi 2014 di Denpasar, Bali.
Olimpiade tersebut diikuti oleh empat siswa SMA yang merupakan pemenang Olimpiade Sains Nasional. Penerimaan mereka di tim nasional tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses ujian dan seleksi. Dari 30 kandidat, hanya empat yang berhak maju ke taraf internasional.

Masih hafalan
Faizal mengatakan bahwa tren siswa menyukai sains terus meningkat. Namun, umumnya masih terkendala di level sekolah karena pelajaran biologi masih diberikan dalam bentuk hafalan. Padahal, seharusnya 90 persen biologi ialah praktikum dan logika mengamati fenomena alam sekitar.

Kurangnya kebiasaan praktikum membuat para siswa kagok ketika memasuki pelatihan nasional. Mereka belum pernah melihat alat-alat laboratorium yang lengkap. “Mereka harus benar-benar dibiasakan sampai akhirnya nyaman praktikum,” ujar Faizal.
Ia juga mengungkapkan, para anggota tim nasional tidak hanya siswa-siswa yang berasal dari sekolah favorit. Seleksi nasional dalam bentuk ujian turut memberi kesempatan bagi para siswa dari sekolah reguler untuk unjuk prestasi.
Latihan soal

Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suharlan menjelaskan, para peserta dilatih selama empat bulan dan tidak menggunakan cara latihan soal intensif (drilling). Mereka masih menerima pelajaran sekolah yang umum dan diberi kesempatan untuk kembali ke sekolah.

Selain itu, mereka juga diberi pendidikan karakter, kebhinekaan, serta bimbingan psikologis. Hak-hak mereka untuk berekreasi juga tidak diabaikan. “Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memasukkan metode drilling sebagai cara mendidik yang baik,” katanya.

Suharlan menambahkan, pemenang akan mendapat beasiswa dari pemerintah dan bebas untuk memilih perguruan tinggi di Indonesia. Pemenang medali emas akan dibiayai kuliahnya hingga sarjana Strata 3. Beritapendidikan.net/JAKARTA, KOMPAS (DNE)

Profil Akademi Kresna Pesepakbola

Document1

SEKAPUR SIRIH

Presentation1

Dr. H. Hidayat, MM.

Salam Sepakbola
Akademi Kresna Bina Pesepakbola (AKBP) memiliki komitmen dalam mencetak pemain masa depan lewat pembinaan usia dini. Saat ini Akademi Kresna berlatih di lapangan Made Sambikarep dan lapangan Pusaka Karangan memang sudah berjalan menggenjot pembinaan pemain kelompok umur. Kita menjalankan sistem pendidikan di Akademi ini lewat program dan kurikulum seperti halnya di dunia pendidikan. Disamping itu yang tepenting pelatih wajib memiliki lisensi.
Untuk bisa menghasilkan pemain yang bagus, saat ini tak bisa lepas dari pengetahuan dan teknologi. Sehingga sudah tidak jamannya pelatih hanya mengandalkan pengalaman saja untuk menyiapkan kebutuhan pemain bisa menjadi pemain. Secara periodik mereka juga diharapkan terus menaikkan jenjang lisensinya.

Para siswa yang berlatih di AKBP akan diberi kesempatan mengikuti kompetisi kelompok umur di naungan asosiasi PSSI kota Surabaya dan Asosiasi Provinsi Jawa Timur, bahkan di kompetisi U-15 tahun dan U-17 tahun. AKBP mampu berbicara dengan prestasi membanggakan baik dilevel kota Surabaya maupun provinsi Jawa Timur, bahkan U-14 tahun sudah pada level nasional. Terpenting dalam kegiatan di AKBP, strategi bisa menumbuhkan kesenangan dalam bermain sepakbola. Bahkan bisa menjadi pengganti sekolah non formal untuk siswa yang hobi sepakbola.

AKBP berusaha mencetak dan mengkader siswa menjadi pemain bola yang profesional. Oleh karena itu pelatih/asisten pelatih memiliki catatan perkembangan keterampilan para siswa secara periodik. Para siswa Akademi harus terus berlatih dengan pelatih, berkualitas dan materi latihan yang terstruktur, sehingga nanti keterampilan individu dalam bermain bola dan permainan dalam tim terus meningkat. Hal itu merupakan output dari education.
Asumsinya jika latihan dilakukan dengan metode yang baik, materi (kurikulum) jelas dan pelatih yang mumpuni, maka karakter pemain akan terbentuk. Jika para siswa sudah bergabung pada satu tim dan mengikuti kompetisi atau turnamen yang terencana dengan baik, maka akan terbentuk sportainment.

AKBP memiliki komitmen mendidik, para siswa menjadi pemain yang berprestasi. Bicara sepakbola bola, logika yang mengalir dengan sendirinya adalah game, fairness, kemenangan dan kesenangan. Jika hal itu bisa dimiliki oleh para siswa sebagai pemain yang berkarakter dan berprestasi, maka kegiatan berikutnya melakukan entertainment.
Selamat bergabung di kawah Candra di muka Akademi Sepakbola Kresna Bina Pesepakbola.

SEJARAH SINGKAT
” Tapak Tilas “Akademi Kresna Bina Pesepakbola (AKBP) ”
Akademi Kresna Bina Pesepakbola (AKBP) lahir sebagai jawaban atas pengelolaan akademi sepakbola yang berbasis teori dan konsep manajemen. Hal tersebut didasari banyaknya pemain usia dini yang potensial tidak bisa menjadi pemain profesional ketika remaja, akibat dari akademi/sekolah sepakbola yang mereka ikuti dikelola secara asal-asalan. Oleh karena itu AKBP lahir dikelola dengan paradigma baru pengelolaan akademi sepakbola berbasis manajemen.

AKBP secara resmi didirikan pada tanggal 14 Januari 2012 dengan akta notaries Ribka Avie Alreta,SH.M.Kn nomor 19 tahun 2012. AKBP ini berdiri asal mulanya untuk memperbaiki tata kelola pemain kelompok usia dini dari binaan PS Kresna Indonesia (Anggota Asosiasi PSSI Kota Surabaya). Kegiatan tersebut berlangsung sejak tahun 2010.

Hasil evaluasi akhir tahun 2011, menunjukkan bahwa kinerja organisasi pada kategori rendah, tata kelola semrawut, tidak jelas tupoksi dan masing-masing individu syarat dengan kepentingan. Oleh karena itu dilakukan strategi perubahan secara radikal total dalam visi/misi, struktur organisasi dan sistem tata kelola termasuk ketrampilan dan kualitas personil individu yang terlibat didalamnya. Setelah dua tahun, tepatnya awalnya tahun 2012 merevolusi diri menjadi Akademi sepakbola dengan nama Akademi Kresna Bina Pesepakbola (AKBP).

Awal pengelolaan membagi siswa-siswa dan pelatih pada kelompok umur tertentu sebagaimana SSB atau akademi lainnya tetapi pemakainnya pada standar atau ukuran pada setiap materi latihan. Awal mula latihan di Citra Mandiri Made Sambikerep hingga sekarang. Pada tahun 2013 juga menggunakan Lapangan Pusaka Karangan Wiyung. Dengan menggunakan 2 (dua) lapangan secara otomatis AKBP latihan selama 7 (tujuh) hari dalam seminggu, tidak ada waktu libur.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir tahun 2013, maka pada tahun 2014 melakukan penataan administrasi siswa dan program latihan pelatih termasuk kurikulumnya. Program utamanya melakukan penyamaan visi/misi untuk pengurus, pelatih, wali siswa dan siswa dalam mencapai target jangka panjang dan jangka pendek baik AKBP maupun siswa. Oleh karena secara periodik para siswa menerima progress hasil latihannya.

Usaha yang gigih dan serius serta pelaksanaan perencanaan stretegis Tahun 2013-2016. Pada tahun 2014 AKBP bisa meloloskan siswanya ikut seleksi Timnas U-14 dan Tim Pelajar Nasional Indonesia U-15 untuk tahun 2015. Secara tim U-14 (kelahiran 2000) Juara Piala Menpora wilayah Surabaya dan Juara Harapan I Tingkat Nasional serta Runner Up pada International National Champion (INC). Para pemain tim U-17 menjadi pemain inti Reedo FC (Mitra AKBP) masuk rangking 4 fase penyisihan group kompetisi internal asosiasi PSSI Kota Surabaya. Disamping itu aktif mengikuti dan memperoleh juara pada turnamen-turnamen di tingkat regional jawa timur.
Pelatih AKBP adalah para pelatih yang berlisensi PSSI dan mantan pemain professional. Disamping itu juga aktif melatih di klub-klub professional dan amatir. Oleh karena itu para pelatih tahu persis materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa sesuai usianya. Perkembangan jumlah siswa juga mengalami kenaikan secara signifikan. Pada tahun 2012 sebanyak 58 siswa, tahun 2013 sebanyak 86 siswa dan pada tahun 2014 menjadi lebih dari 100 siswa.

Berkaitan dengan pengembangan, secara terus menerus AKBP melakukan peningkatan kualitas pelatih dan pengadaan serta pengelolaan sarana prasarana, serta rasio pelatih dengan pemain.
Mulai pada tahun 2015 pengembangan yang dilakukan membuka latihan kelas pagi, menerima siswa kelompok umur U10, U11, U12 dan U13. Dalam menjawab tantangan kedepan AKBP akan meningkat menjadi Akademi Sepakbola Terpadu. Fokus pembinaan tidak haya bermain bola tetapi sudah pada tahapan membentuk karakter siswa berkarakter professional.

PENDIRI AKBP
Berdasarkan akta notaris akta Notaris Ribka Avie Alreta, SH. M.Kn nomor 19 tahun 2012 Tanggal 14 Januari 2012 para pendiri dan susunan organisasi pertama kali terdiri dari:
Ketua : Dr. H. Hidayat, MM.
Sekretaris : Bambang Sumantri
Bendahara : Khamim Thohari, S. Sos.
Berikut gambaran sinergitas profil para pendiri.

hidayatDr. H. Hidayat, MM, Doktor manajemen (S3) lulusan Universitas Brawijaya yang ahli dalam manajemen strategi pengelolaan organisasi. Berpengalaman dan akademisi yang memahami betul strategi pengelolaan organisasi menjadi unggul.
Disamping itu telah berpengalaman menjadi manajer dalam mengantarkan tim amatir yang dihuni pemain muda berprestasi dalam kompetisi. Oleh karena itu AKBP dirancang sehingga menjadi akademi sepakbola yang memiliki keunggulan kompetitif.
bambang

Bambang Sumantri, pelatih berlisensi B Nasional. Sejak muda meniti kariernya mulai mulai liga remaja dan amatir hingga menjadi pemain Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro, PSIM Jogjakarta dan sejumlah tim lainnya. Sangat mumpuni dalam mengelola pelatih dan pemain. Berhasil membawa Perssu Sumenep promosi dari Divisi III ke Divisi II tahun 2013. Mantan asisten pelatih Persebaya 2012 dan pelatih Persebo Bondowoso Tim Divisi Utama mulai tahun 2013 sampai sekarang. Ahli dalam menyusun strategi pertandingan dan membentuk karakter pemain.

kamimKhamim Tohari, S.Sos. Lulusan Sarjana Administrasi Negara Universitas Jember menjadi pengelola administrasi. Pengelolaan administrasi AKBP dilakukan dengan tertib sehingga data terdokumentasi dengan baik. Dengan demikian kebijakan manajemen tepat dan akurat karena dukungan data valid. Progress hasil latihan siswa pun juga terdokumen dengan baik.

MAKNA LAMBANG
Document1Ligkaran luar berwarna biru bermakna kedamaian dan ketenangan.
Lingkaran dalam berwarna putih berarti kesucian dan ketulusan
Lingkaran luar bermakna dunia pesepakbolaan tidak pernah berakhir.
Lingkaran dalam bermakna Akademi Kresna Bina Pesepakbola merupakan bagian dari asosiasi sepakbola tingkat regional, nasional, dan dunia.
Tulisan Akademi Kresna Bina Pesepakbola merupakan identitas organisasi.
Lambang bintang dua diantara tulisan Akademi Kresna Bina Pesepakbola mencerminkan keseimbangan antara usaha dan capaian hasil karena ridho Allah SWT
Lambang pusaka cakra merupakan spirit untuk menjadikan para terdidik (siswa akademi) memiliki ketrampilan skill yang sekuat dan seampuh senjata cakra.
Bola ditengah-tengah senjata cakra melambangkan cita-cita untuk mencetak pesepakbola berkarakter profesional.

KOMITMEN PADA MUTU
Sangatlah penting bagi sebuah organisasi untuk memiliki visi dan misi yang mantap sebelum menentukan langkah menyongsong masa depan. Dalam hal ini AKBP menggenggam visi dan misi yang jelas, realistis, namun luwes dan antisipatif. Tidak hanya itu AKBP juga menerapkan kebijakan dan sasaran mutu yang konsisten.

Visi
Menjadi AKBP terdepan dalam pembinaan pesepakbola yang berkarakter profesional.

Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, AKBP menetapkan misi sebagai berikut:
Mendukung tujuan pendidikan nasional dibidang pelatihan khususnya sepakbola
Menjadi pioner pengelola akademi / Sekolah Sepakbola
Menjadi pilihan utama kawula muda dalam mengembangkan bakat bermain sepakbola
Membangun jejaring yang saling menguntungkan sesama pemerhati dan pengelola sepakbola

Tujuan
Mencetak dan mengorbitkan pemain sepakbola handal ke tingkat regional / nasional
Menciptakan keunggulan kompetitif
Menjadi rujukan anak usia dini dan usia muda yang akan berlatih sepakbola
Mencetak dan mengembangkan pesepakbola profesional

Strategi
Menjalankan kegiatan berorientasi pada keberhasilan siswa (terampil bermain sepakbola).
Pengelolaan akademi melalui pendekatan manajemen
Memiliki perencanaan strategi secara taktis dan teknis
Mendekatkan tempat latihan (lapangan) dengan tempat tinggal siswa
Memberikan kesempatan pada para siswa memilih alternatif pilihan waktu latihan
Memberikan banyak kesempatan terhadap siswa untuk mendapatkan pengalaman berkompetisi maupun turnamen sepakbola sekola lokal, regional maupun nasional

Kebijakan Mutu
Dalam rangka meningkatkan komitmen AKBP terhadap mutu ketrampilan siswa dalam bermain sepakbola ditetapkan kebijakan mutu yaitu sebagai Akademi Sepakbola yang bertekad menghasilkan pemain berketrampilan tinggi dan menjadi pemain profesional.

Sasaran Mutu
Target AKBP sebagai sasaran mutu pengelolaan adalah :
semua pemain bisa berkompetisi di level amatir mulai yunior
minimal 80% menjadi pemain amatir paling lambat usia 20 tahun
setiap tahun harus mempromosikan minimal 2 (dua) pemain menjadi pemain profesional

Metode Pembelajaran Pendekatan Kontekstual Menggunakan Media Pembelajaran Mata Pelajaran IPA Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SD

0003Judul Buku : Metode Pembelajaran Pendekatan Kontekstual Menggunakan Media Pembelajaran Mata Pelajaran IPA Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SD Penulis : Lilis Setiyani ISBN : 978-602-71935-1-2 Cetakan Pertama : Desember 2014 Tebal : 72 Halaman Penerbit : Kresna Bina Insan Prima Sejauh karirnya yang di dapat, Lilis Setiyani. Kini, telah membuat satu buku berjudu “ Metode Pembelajaran Pendekatan Kontekstual Menggunakan Media Pembelajaran Mata Pelajaran IPA Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar “. Dengan di bekali pengalaman yang cukup, buku yang merupakan cetakan pertama . Dan buku yang ditulis memiliki muatan-muatan yang berinovasi. Sebab dalam buku tersebut menjelaskan tentang guru selaku agen pembelajaran mempunyai peran ganda yaitu disamping sebagai pengajar juga sebagai pendidik. Sehingga segala perilakunya harus mencerminkan sebagai pendidik yang dapat menjadi contoh bagi anak didiknya. Pembelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut aktivitas, kreatifitas, dan kearifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan, secara efektif dan menyenangkan. Dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar, apakah kegiatan pembelajaran dihentikan, diubah metodenya, atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. Guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran pemilihan dan penggunaan media pembelajaran, pemilihan dan penggunaan metode mengajar, keterampilan menilai hasil belajar, serta memilih dan menggunakan strategi dan pendekatan pembelajaran. Berdasarkanhasil penelitian pada siklus I dapat berjalan dengan lancar. perencanaan dibuat berdasarkan pedoman RPP guru IPA kelas II SDN Banjaran 6 dan memperhatikan karakteristik siswa serta berpedoman pada konsep pembelajaran kontekstual. Pelaksanaan pembelajaran dengan konsep kontekstual dapat dinilai berhasil berdasarkan hasil tes yang di peroleh, akan tetapi dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala-kendala yang menuntut peneliti untuk mengatasi kendala tersebut pada siklus berikutnya. Perencanaan pada siklus II dibuat berdasarkan pedoman RPP guru IPA II SDN Banjaran 6 dan memperhatikan karakteristik siswa serta berpedoman pada konsep pembelajaran kontekstual. Tidak ada permasalahan dalam pembuatan perencanaan pada siklus II. Pada pelaksanaannya juga Sangat berhasil terbukti dari prestasi belajar siswa yang mengalami peningkatan jika dibandingkan pada siklus I. Adanya peningkatan prestasi belajar pada siswa dapat terlihat dari antusias siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Penerapan pembelajaran menggunakan metode kontekstual dengan media dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPA yang telah dipelajari.  Judul Buku : Metode Pembelajaran Pendekatan Kontekstual Menggunakan Media Pembelajaran Mata Pelajaran IPA Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SD
Penulis : Lilis Setiyani
ISBN : 978-602-71935-1-2
Cetakan Pertama : Desember 2014
Tebal : 72 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima
Sejauh karirnya yang di dapat, Lilis Setiyani. Kini, telah membuat satu buku berjudu “ Metode Pembelajaran Pendekatan Kontekstual Menggunakan Media Pembelajaran Mata Pelajaran IPA Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar “. Dengan di bekali pengalaman yang cukup, buku yang merupakan cetakan pertama . Dan buku yang ditulis memiliki muatan-muatan yang berinovasi. Sebab dalam buku tersebut menjelaskan tentang guru selaku agen pembelajaran mempunyai peran ganda yaitu disamping sebagai pengajar juga sebagai pendidik. Sehingga segala perilakunya harus mencerminkan sebagai pendidik yang dapat menjadi contoh bagi anak didiknya.
Pembelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut aktivitas, kreatifitas, dan kearifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan, secara efektif dan menyenangkan. Dalam hal ini guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika peserta didik belum dapat membentuk kompetensi dasar, apakah kegiatan pembelajaran dihentikan, diubah metodenya, atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. Guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran pemilihan dan penggunaan media pembelajaran, pemilihan dan penggunaan metode mengajar, keterampilan menilai hasil belajar, serta memilih dan menggunakan strategi dan pendekatan pembelajaran.
Berdasarkanhasil penelitian pada siklus I dapat berjalan dengan lancar. perencanaan dibuat berdasarkan pedoman RPP guru IPA kelas II SDN Banjaran 6 dan memperhatikan karakteristik siswa serta berpedoman pada konsep pembelajaran kontekstual. Pelaksanaan pembelajaran dengan konsep kontekstual dapat dinilai berhasil berdasarkan hasil tes yang di peroleh, akan tetapi dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala-kendala yang menuntut peneliti untuk mengatasi kendala tersebut pada siklus berikutnya. Perencanaan pada siklus II dibuat berdasarkan pedoman RPP guru IPA II SDN Banjaran 6 dan memperhatikan karakteristik siswa serta berpedoman pada konsep pembelajaran kontekstual.
Tidak ada permasalahan dalam pembuatan perencanaan pada siklus II. Pada pelaksanaannya juga Sangat berhasil terbukti dari prestasi belajar siswa yang mengalami peningkatan jika dibandingkan pada siklus I. Adanya peningkatan prestasi belajar pada siswa dapat terlihat dari antusias siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Penerapan pembelajaran menggunakan metode kontekstual dengan media dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPA yang telah dipelajari.

Prestasi Kerja Guru Ditinjau Dari Disiplin Kerja, Kemampuan Komunikasi dan Pelatihan

11701055_1623610397919311_66191974669421648_nJudul Buku ;
Prestasi Kerja Guru Ditinjau Dari Disiplin Kerja, Kemampuan Komunikasi dan Pelatihan
Penulis : Sugeng Maryono
ISBN : 978-602-71814-8-9
Cetakan Pertama : Januari 2015
Tebal 85 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima

penulis dapat menyelesaikan buku yang berjudul “ Prestasi Kerja Guru Ditinjau Dari Disiplin Kerja, Kemampuan Komunikasi dan Pelatihan”. Guru agar dapat menjalankan tugas dengan baik harus mempunyai jiwa pengabdian dan disiplin kerja yang tinggi. Guru diharuskan mampu mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan khususnya sekolah serta mampu meningkatkan semangat kerja dan berprestasi kerja yang tinggi tidaklah gampang, maka sudah selayaknya diberlakukan dengan adil, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab serta memiliki rasa disiplin yang tinggi. Prestasi kerja yang baik merupakan satu langkah awal untuk menuju tercapainya tujuan organisasi atau lembaga pendidikan khususnya sekolah.
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang berkaitan dengan permasalahan dan tujuan penelitian, maka dapat disimpulkan adalah secara bersama-sama disiplin kerja, kemampuan komunikasi dan pelatihan berpengaruh terhadap prestasi kerja guru MTS Negeri Banyuwangi dan secara parsial kemampuan komunikasi dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja guru, sedangkan disiplin kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap prestasi kerja guru MTS Negeri Banyuwangi.
Saran dari buku ini yang berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang telah diuraikan diatas, Penulis mengajukan beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam upaya peningkatan prestasi kerja pada MTS Negeri Banyuwangi yaitu disiplin guru pada prinsipnya sudah baik sehingga tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja. Oleh karena itu perlu dipertahankan seabagai upaya untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan melalui variabel selain disiplin, kemampuan komunikasi