Monthly Archives: August 2015

Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Guru

COVER TUTIK ASMARANI2Judul Buku : Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah
Dalam Meningkatkan Motivasi Guru
Penulis : Tutik Asmarani
ISBN :  978-602-0816-46-3
Cetakan pertama : Juli 2015
Tebal : 94 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima

Salah satu penentu keberhasilan pendidikan adalah kinerja guru yang direfleksikan dalam cara merencanakan, melaksanakan dan menilai proses kerja yang intensitasnya dilandasi oleh etos kerja, disiplin dan profesionalitas. Tugas guru bukan saja bekerja semata, tetapi dimulai dari perencanaan sampai dengan penilaian.
Menyadari peran dan tugas berat yang diemban, maka kinerja guru yang berkualitas sangat dibutuhkan karena guru merupakan faktor yang menentukan dalam rangka meningkatkan mutu pandidikan di lembaga pendidikan. Tugas tersebut tidak mudah dilakukan apabila guru tidak memiliki motivasi kerja yang baik serta koordinasi dari pimpinan lembaga pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat diketahui bahwa fungsi kepemimpinan dan gaya kepemimpinan secara bersama-sama dan parsial berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja guru.

TAHUN INI KEMRISTEKDIKTI BUTUH 10.000 DOSEN BARU

New Picture

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tahun ini mengajukan penerimaan 10.000 dosen baru.

“Kami sudah mengajukan penerimaan dosen baru. Jumlahnya dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 5.000,” ujar Menristekdikti Muhammad Nasir di Jakarta, Jumat.

Nasir mengusulkan agar ajuan ini dimasukkan kuota penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini dan menyebutkan kebutuhan tenaga dosen sangat banyak karena saat ini jumlah perguruan tinggi sudah mencapai 3.987, baik negeri maupun swasta.

Penerimaan dosen tidak hanya diperuntukkan perguruan tinggi negeri, tetapi juga perguruan tinggi swasta dengan minimal pendidikan strata dua.

“Ini yang kami bangun, dosen negeri yang diperbantukan di swasta,” kata Nasir.

Dia mengungkapkan saat ini doesen bergelar doktor kurang dari 15 persen. “Hal tersebut akan akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi di Tanah Air,” terang dia.

Dia menyebutkan dosen berkualifikasi doktor menjadi kunci keberhasilan Indonesia menghadapi MEA, sedangkan Kemristekdikti sendiri berupaya memberikan berbagai beasiswa untuk dosen yang ingin melanjutkan ke jenjang doktoral. beritapendidikan.net/JAKARTA, ANTARA News

Mendikbud : Wajah Pendidikan Sudah Jauh Meningkat

FOTO

Mendikbud Anies Baswedan (tengah) bersalaman dengan sejumlah pelajar saat melakukan kunjungan ke SDN 01 Pagi, Labak Bulus, Jakarta, Senin (27/7). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, mengatakan wajah pendidikan Tanah Air sudah jauh meningkat jika dibandingkan pada saat awal-awal kemerdekaan.
“Kalau dipandang dari nol tahun hingga 70 tahun Indonesia merdeka, kita sudah jauh berubah. Kalau dulu 95 persen, rakyat Indonesia buta huruf, sekarang hanya sisa enam persen. Itu merupakan hal yang fantastis,” ujar Anies di Jakarta, Minggu.
Kemudian, wajib belajar enam tahun juga sudah dituntaskan, yang diikuti dengan program wajib belajar sembilan tahun.

“Sekarang kita, beranjak ke wajib belajar 12 tahun,” tambah dia.

Selanjutnya, jumlah sekolah juga meningkat jauh. Jika dulu saat awal kemerdekaan, jumlah SD hanya 15.000 sekarang meningkat menjadi 150.000. Jumlah SMP hanya 320 meningkat menjadi 39.000 dan jumlah SMA meningkat jauh dari yang berjumlah 92 menjadi 26.000 unit.

“Dilihat dari angka-angka saja, sudah jauh mengalmi perubahan.”

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menambahkan jika dibandingkan dengan negara berkembang, maka wajah pendidikan Indonesia sudah baik.
Akan tetapi jika dibandingkan negara maju, memang masih banyak kekurangan.

“Misalnya dengan Korea Selatan, mungkin kita masih jauh ketinggalan.”

Menurut Mendikbud, jika berbicara mengenai pendidikan maka harus seimbang dalam membandingkannya.

“Berbicara mengenai akses pendidikan memang sudah layak, tetapi capaian kualitas memang belum. Begitu juga, kita masih banyak bicara mengenai infrasrtruktur bukan konten. Ke depan, yang harus diperbaiki adalah kualitas dari guru,” tukas Mendikbud. beritapendidikan.net/JAKARTA, ANTARA News

400 Peserta Ikuti Olimpiade Robot di UII

Dokumentasi Tim Robot Airlangga Strike Team Robotic and Instrumentation Univeristas Unair menunjukan Robot Pemadam Api di Gedung Rektorat Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/5). Tim robot tersebut berhasil mendapatkan juara 1 pada Kontes Robot Indonesia Regional IV Divisi Kontes Robot Pemadam Api Berkaki. (ANTARA FOTO/Herman Dewantoro)

Dokumentasi Tim Robot Airlangga Strike Team Robotic and Instrumentation Univeristas Unair menunjukan Robot Pemadam Api di Gedung Rektorat Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/5). Tim robot tersebut berhasil mendapatkan juara 1 pada Kontes Robot Indonesia Regional IV Divisi Kontes Robot Pemadam Api Berkaki. (ANTARA FOTO/Herman Dewantoro)

Sebanyak 400 peserta akan mengikuti International Islamic School Robot Olympiad IV/2015 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 19-21 Agustus 2015.
“Mereka merupakan siswa tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan SMA,” kata Ketua Panitia International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) IV/2015, Beni Suranto, di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, para peserta olimpiade robot yang mempertandingkan sembilan kategori lomba itu berasal dari beberapa negara di antaranya Malaysia, Singapura, Mesir, dan Indonesia.
“Sembilan kategori lomba yang diadopsi dari berbagai kompetisi robot bergengsi tingkat dunia itu adalah Sumo Robot, Transporter Robot, Theatre Robot, Soccer Robot, Low Cost Robot, Rescue Robot, Aerial Robot, Mission Challenge Robot, dan Under Water Robot,” katanya.
Ia mengatakan IISRO dijadwalkan akan dibuka Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selanjutnya akan diselenggarakan acara malam budaya, Kamis malam (20/8).
Acara tersebut akan menampilkan pemenang Theatre Robot dan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa UII bidang seni budaya yakni Tari Saman, Tari Borneo Malenggang, paduan suara mahasiswa, dan marching band.
“Pengumuman pemenang, pembagian hadiah sekaligus penutupan akan dilaksanakan Jumat (21/8) malam, dan akan dimeriahkan oleh penampilan Group Nasyid Syahada UII,” katanya.
Menurut dia, penyelenggaraan IISRO IV/2015 itu memperoleh dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah DIY.
“IISRO 2015 akan digelar di Kampus Terpadu UII dengan venue utama di Gedung Olah Raga (GOR) UII dan Auditorium Kahar Muzakkir,” kata Beni.
Wakil Rektor III UII Abdul Jamil mengatakan peserta sebanyak 400 siswa itu terdiri atas 70 siswa berasal dari luar negeri dan 330 siswa dari seluruh Indonesia.
“Sebetulnya Palestina akan mengirimkan sembilan siswa dan tiga guru untuk ambil bagian dalam olimpiade robot tersebut. Namun karena terkendala visa, tim Palestina yang bernama The Golden Brains itu akhirnya tidak jadi hadir,” katanya. beritapendidikan.net/YOGYAKARTA, ANTARA NEWS

Editor: Ade Marboen

Link

COVER SUBANDI 2Judul Buku : Pembelajaran Kontekstual Model Pengajaran
Pemberian Umpan Balik Mata Pelajar PPKN
Penulis : Subandi
ISBN : 978-602-0816-49-4
Cetakan pertama : Juli 2015
Tebal : 85 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima

Pemberian umpan balik merupakan salah satu model pengajaran di sekolah yang dimulai dengan menyampaikan tujuan dan juga kata kunci, diteruskan dengan pemberian materi yang sesuai dengan tujuan serta pemberian tugas berupa soal-soal yang dikerjakan di rumah. Sedangkan motivasi merupakan suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.
Dengan model pengajaran pemberian umpan balik diharapkan motivasi siswa dalam belajar akan meningkat sehingga hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai setelah siswa mengikuti pelajaran juga meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis diketahui bahwa pembelajaran kontekstual model pengajaran pemberian umpan balik memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn.