Jurnal Ilmiah Pendidikan Eksakta vol I, No 1 September 2015

METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 TANAH GROGOT KABUPATEN PASER TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Nurwinanto
E-mail : nurwin5690@yahoo.co.id

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang keaktifan belajar siswa pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen, untuk mendiskripsikan tentang penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan penguasaan konsep tentang penyesuaian diri makhluk hidup pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tanah Grogot. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas IX yang berjumlah 25 siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan.
Melalui penerapan pembelajaran metode eksperimen dapat meningkatkan aktifitas siswa hal ini terbukti adanya peningkatan yang konkrit, diantaranya meliputi, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan keaktifan siswa dalam diskusi kelompok. Dan meningkatkan penguasaan konsep tentang penyesuaian diri makhluk hidup hal ini terbukti dengan hasil belajar yang diperoleh pada akhir pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan siswa yang tuntas belajarnya dari 8 siswa atau 32 % pada tindakan 1 meningkat menjadi 21 siswa atau 84 % pada tindakan 2, ini berati terjadi peningkatan sebesar 52 %.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI PENDEKATAN EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI KEMAGNETAN (MEMBUAT MAGNET) PADA SISWA KELAS IX B SEMESTER II SMP NEGERI 1 LONGKALI

Oleh : Entin Martini
E-mail : entinmartinisanusi@yahoo.co.id

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pembelajaran kontekstual melalui pendekatan eksperimen dalam meningkatkan penguasaan materi kemagnetan (membuat magnet), mengetahui pengaruh pendekatan eksperimen terhadap efektivitas pembelajaran kontekstual dalam penguasaan materi kemagnetan (membuat magnet). Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Longkali. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas IX B yang berjumlah 28 anak. pada pokok bahasan Materi Kemagnetan (Membuat Magnet).
Berdasarkan hasil penelitin melalui pembelajaran kontekstual model pengajaran eksperimen memiliki dampak positif dalam meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (57,14%), siklus II (75%), siklus III (89,29%). Serta memiliki dampak positif terhadap pemahaman materi pelajaran yang diajarkan, dengan metode ini siswa dipaksa untuk memecahkan masalah yang beruhubungan dengan materi palajaran yang diajarkan.

IMPLEMENTASI STRATEGI INKUIRI TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI ZAT ADITIF DAN ADIKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 BATU ENGAU

Oleh : Warasiyanto
E-mail : warasiyanto.fiyan@gmail.com

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa, aktivitas siswa, respon siswa dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran IPA Materi zat aditif dan adiktif dengan menggunakan strategi inkuiri terbimbing pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Batu Engau. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Batu Engau . Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A sejumlah 29 siswa. Sumber data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah nilai hasil belajar yang diperoleh dari tes hasil belajar setiap akhir siklus pembelajaran, aktivitas siswa diambil dari lembar pengamatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran serta respon siswa diperoleh dari angket respon siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes dan angket. Setelah itu data diolah menggunakan analisis kriteria keterlaksanaan perangkat pembelajaran, analisis aktivitas siswa, analisis data respon siswa dan analisis tes hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Batu Engau tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya aktivitas siswa 65,51% pada siklus I dan 93,10% pada siklus II. Hasil belajar siswa 68,96% pada siklus I dan 89,65% pada siklus II. Respon siswa 72,41% pada siklus I dan 93,10% pada siklus II.

PEMANFAATAN ZEOLIT UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN AMONIUM SULFAT PADA BIBIT TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L) DI MEDIA PASIRAN

Oleh : Agus Trikoriantono
E-mial : agustrikorianto@ymail.com

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian dosis zeolit dengan saat/frekuensi pemberian pupuk amonium sulfat terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao; mengetahui pengaruh penggunaan zeolit terhadap serapan N dan pertumbuhan bibit tanaman kakao dan efisiensi penyerapan unsur N di tanah pasiran serta memperoleh saat/frekuensi pemupukan ammonium sulfat yang tepat pada bibit tanaman kakao.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan Randomized Complete Bloc Design (RCBD) dengan diulang 3 ulangan. Penelitian dilaksanakan di Green House Kebun Percobaan Kaliwining. Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan dosis zeolit dan perlakuan interval pemupukan amonium sulfat terhadap masing-masing parameter pengamatan. Zeolit berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, bobot basah daun, bobot kering akar, batang, daun dan kadar air batang. Perlakuan zeolit 5 % (Z1) adalah paling efisien dalam menggunakan pupuk amonium sulfat dibandingkan dengan perlakuan zeolit lainnya. Perlakuan pemupukan 3 minggu sekali (N3) adalah paling efisien dibandingkan dengan perlakuan N2 dan N1 serta tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan dosis zeolit dan perlakuan interval pemupukan amonium sulfat terhadap masing-masing parameter pengamatan.

KAJIAN JENIS PAKAN ALAMI DAN WAKTU PERPINDAHAN PAKAN ALAMI KE PAKAN BUATAN BERENZIM PADA PEMELIHARAAN LARVA IKAN BAUNG (MYSTUS NEMURUS CV)

Oleh : Siti Aysah
E-mail : aysahst@gmail.com

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan alami yang tepat bagi larva ikan baung dan untuk mengetahui waktu perpindahan pakan alami ke pakan buatan dengan penambahan enzim mix dalam pemeliharaan larva ikan baung. Hasil penelitian tahap I menunjukkan bahwa Artemia salina merupakan pakan alami terbaik bagi daya kelangsungan hidup (%) 3,767 + 0,55, Pertambahan bobot 0,1433 grm + 0,035, serta proksimat tubuh larva dengan kadar protein 53,22 % dan kandungan lemak 14,33%. Hasil penelitian tahap II menunjukkan bahwa daya kelangsungan hidup ikan baung tertinggi terdapat pada perlakuan E (pakan alami Artemia salina umur 3 hari sampai 7 hari dilanjutkan pakan buatan berupa pasta sampai umur 30 hari) , tidak berbeda dengan perlakuan A. Perlakuan A (pakan alami Artemia salina diberikan pada umur 3 hari sampai 8 hari kemudian dilanjutkan pakan buatan (tepung rebon + mix enzim) dari umur 9 hari sampai umur 15 hari dilanjutkan pakan buatan sampai umur 30 hari) menunjukkan pertumbuhan mutlak tertinggi yaitu 0,62 gram dan nilai laju pertumbuhan relatif 14,25 gram tidak berbeda dengan perlakuan B, C dan E. Bobot individu, kandungan protein dan aktivitas enzim protease tertinggi pada semua waktu pengukuran larva ikan baung terdapat pada perlakuan A.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE OBSERVASI YANG DIVARIASIKAN DENGAN LKS WORD SQUARE PADA MATERI KLASIFIKASI HEWAN DI KELAS VII SMP NEGERI 8 KUARO

Oleh : M Ridwan
E-mail : ridwansenang@yahoo.com

Pembelajaran biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Selama ini siswa kesulitan mempelajari materi Klasifikasi Hewan karena banyak menggunakan nama ilmiah dan pembelajaran yang bersifat abstrak dengan metode ceramah.Untuk membantu siswa dalam memahami materi, maka diterapkan pembelajaran dengan metode observasi yang divariasikan denganLKS Word square.
Penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi Klasifikasi Hewan melalui penerapan metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square di kelasVII A SMP Negeri 8. Subjek penelitian ini adalah kelas VII A SMP Negeri 8 dengan jumlah siswa 40 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting).Indikator keberhasilan penelitian ini adalah (1) peningkatan persentase siswa yang memperoleh nilai≥65 atau jumlah siswa yang belajar tuntas meningkat menjadi 85%, (2) ketuntasan keaktifan klasikal ≥75%.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data kenaikan prosentase pencapaian ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebanyak 77,5% dan siklus II sebanyak 87,5%, sedangkan keaktifan klasikal pada siklus I sebanyak 61,25% dan siklus II sebanyak 76,25%.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui penerapan metode observasi yang divariasikan dengan LKS Wordsquare pada materi Klasifikasi Hewan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dikelasVII A. Sedangkan saran penelitian ini adalah hendaknya metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square perlu diterapkan pada materi-materi biologi yang lain karena metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square memudahkan siswa dalam memahami materi yang dipelajari.

DAUR ULANG KALENG SEBAGAI ALAT PERAGA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR ANAK KELOMPOK B TK JENDERAL SUDIRMAN LUMAJANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh : Gamariah
E-mail : pharadisev3@gmail.com

Penelitian ini bertujuan untuk memantapkan penggunaan daur ulang kaleng sebagai alat peraga pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Subyek penelitian ini pada siswa TK Jenderal Sudirman yang berjumlah 32 anak. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan daur ulang kaleng sebagai alat peraga dapat mendeskripsikan aktifitas belajar anak didik dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi; berbicara lancar secara lisan dengan lafal yang benar; mengelompokkan menurut warna, bentuk, ukuran, jenis; membilang atau mengenal konsep bilangan 1 sampai 20; melatih keseimbangan dan keberanian; dapat mengekspresikan diri dan berkreasi membuat berbagai bunyi dengan alat sehingga membentuk irama dengan baik dan benar melalui prinsip bermain sambil belajar.

PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI DALAM MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 BENJENG GRESIK

Oleh : Cahya Nandahwarni
E-mail : cahyanandahwarni@gmail.com

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media animasi dalam pembelajaran langsung. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Benjeng Gresik, yang berlokasi di jalan Raya Benjeng 5 Benjeng Kabupaten Gresik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dengan jumlah siswa 32 orang yang terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.
Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan melalui penggunaan media animasi dalam model pembelajaran langsung meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Benjeng dari nilai rata-rata 70,32 menjadi 76,34.

UPAYA MENINGKATKAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK MELALUI BERMAIN “AMPLOP BENTUK DAN ANGKA” KELOMPOK A TK NEGERI PEMBINA JEMBER

Oleh : Sri Wahyuni Ningsih
E-mail : tkpembinajember@gmail.com

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana peningkatan perkembangan logika matematika anak melalui permainan amplop bentuk dan angka di kelompok A TK Negeri Pembina Jember. Dan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan perkembangan logika matematika anak melalui permainan amplop bentuk dan angka di kelompok ATK Negeri Pembina Jember pada siklus I dan siklus II.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanankn di kelompok A TK Negeri Pembina Jember dan subjek penelitian merupakan semua siswa kelompok A TK Negeri Pembina Jember, yang berjumlah 60 siswa 33 anak laki-laki dan 27 anak perempuan.
Melalui kegiatan bermain amplop bentuk dan angka dapat meningkatkan kemampuan logika matematika anak kelompok A TK Negeri Pembina Jember. Hal dibuktikan dengan hasil siklus I dan siklus II, pada siklus I peningkatan kemampuan logika matematika anak melalui bermain ampolp bentuk dan angka sudah mencapai tuntasan hal ini ditunjukan 16 orang dengan persentasi 80% sehingga telah mencapai indikator keberhasilan. Sedangkan pada siklus II terdapat peningkatan kemampuan logika matematika anak melalui bermain amplop bentuk dan angka hal ini ditunjukan siswa yang tuntas 18 dengan persentase 90 % dan ini menunjukkan hasil belajar siswa pada siklus II sudah mencapai indikator kinerja yaitu ketuntasan belajar minimal 80%.

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI POKOK TEOREMA PYTHAGORAS DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIIIA/1 MTS NEGERI WONGSOREJO BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Sugeng Maryono
E-mail : bwibandeng@yahoo.co.id

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan hasil belajar dan aktivitas Siswa Kelas VIIIA/1 MTS Negeri Wongsorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2014/2015 pada materi pokok Teorema Pythagoras melalui pemecahan masalah. Penelitian ini bertempat di MTS Negeri Wongsorejo Banyuwangi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A yang berjumlah 39 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas VIII-A MTS Negeri Wongsorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2014/2015 pada materi pokok Teorema Pythagoras dapat ditingkatkan.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMPN 4 KELAYANG MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh: Saptuju
SMP Negeri 4 Kelayang
E-mail : saptuju18@gmail.com

Tujuan penelitain ini adalah untuk melihat hasil belajar siswa Kelas IX SMPN 4 Kelayang pada semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah, untuk mengetahui aktivitas siswa dalam belajar matematika dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah dan untuk melihat aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 4 Kelayang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX.A yang berjumlah 20 orang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penggunaan pembelajaran berbasis masalah pada pembelajaran matematika, juga membuat aktivitas guru dalam menyampaikan materi yang berorientasi pada student center meningkat secara signifikan.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *