Monthly Archives: December 2015

Jurnal Ilmiah Pendidikan Humaniora vol I, No 1 September 2015

PENERAPAN METODE INFORMASI SEARCH GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG DALAM PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TANJUNG HARAPAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Lukman Hasan
SMP Negeri 2 Tanjung Harapan
E-mail : hasanmoker3101@gmail.com

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh pembelajaran metode informasi search terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial, ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial setelah diterapkannya pembelajaran metode informasi search. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX yang berjumlah 34 siswa. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I , siklus II dan siklus III yaitu, siklus I (65 %,), siklus II (79 %), siklus III (88 %). Jadi melalui metode informasi search dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SMP Negeri 2 Tanjung Harapan, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif motede pembelajaran dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

PENERAPAN MODEL GABUNGAN CERAMAH DAN PENGAJARAN AUTENTIK DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILL UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA-SISWI KELAS IX SMP NEGERI 7 TANA PASER KABUPATEN PASER TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh : Syahbuddin
SMP Negeri 7 Tana Paser
E-mail : udin.syahbudin69@gmail.com

Sekolah berperan penting dalam mempersiapkan penduduk yang memiliki komitmen kuat untuk mempertahankan dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan adalah menyelenggarakan program pendidikan yang memberikan life skill siswa sebagai seorang warga negara melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Diperlukan model dan metode yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan siswa terutama pembentukan kecakapan hidup (life skill) siswa yang berpihak pada lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui peningkatan prestasi dan pengaruh motivasi belajar PKn setelah diterapkannya model Gabungan Ceramah dan Pengajaran Autentik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Obyek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tana Paser Kabupaten Paser Tahun Pelajaran 2013/2014. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis diketahui bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan rata-rata nilai tes formatif dari siklus I sampai siklus III dengan rincian siklus I sebesar 71,86%, siklus II sebesar 76% dan siklus III sebesar 85,42%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tana Paser Kabupaten Paser Tahun Pelajaran 2013/2014. Model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP 5 NEGERI PASIR BELENGKONG KABUPATEN PASER

Oleh : Anwar
SMP 5 Negeri Pasir Belengkong
E-mail : anwar-andien@yahoo.com

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam melalui penggunaan strategi pembelajaran kooperatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 7 yang berjumlah 32 siswa. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP 5 Negeri Pasir. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan) dan reflection (refleksi). Melalui strategi pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam. Hal ini dilihat dari meningkatnya hasil belajar di siklus I dan siklus II. Serta meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IX SEMESTER GENAP SMP NEGERI 3 TANJUNG HARAPAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Kasmuji
SMP Negeri 3 Tanjung Harapan
E-mail : kasmujibapake@yahoo.com

Keterampilan proses merupakan kemampuan siswa untuk mengelola (memperoleh) yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, mengkomunikasikan hasil perolehan tersebut. Selama ini proses pembelajaran IPS Kelas IX di SMP Negeri 3 Tanjung Harapan masih dikembangkan dengan pendekatan ekspositori, yaitu pendekatan yang berorientasi pada interaksi satu arah dimana guru memegang semua kendali atas proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang proses pelaksanaan pembelajaran dan mendeskripsikan besarnya pengaruh peningkatan prestasi yang dicapai siswa dengan model pembelajaran keterampilan proses dalam pembelajaran IPS untuk siswa Kelas IX Semester Genap SMP Negeri 3 Tanjung Harapan Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak 2 siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 3 Tanjung Harapan Kabupaten Paser. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa pembelajaran keterampilan proses dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu tahap pembukaan, tahap ini pelaksanaan dan tahap penutupan. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (60,00%) dan siklus II (77,10%). Simpulan dari penelitian ini adalah Pelaksanaan pembelajaran keterampilan proses untuk bidang studi IPS mampu meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas IX Semester Genap SMP Negeri 3 Tanjung Harapan tahun pelajaran 2014/2015.

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LONG KALI TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

Oleh : Tintin Setyowati
SMA Negeri 1 Long Kali
E-mail : tintinsetyowati30@gmail.com

Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Long Kali. Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas X SMA yang berjumlah 20 siswa. Pada pokok bahasan hubungan dasar Negara dengan konstitusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM, mengetahui pengaruh motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model PAKEM memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II dan III) yaitu masing-masing 66,67%, 80,00% dan 86,67%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klsikal telah tercapai

PENDEKATAN METODE PEMBELAJARAN IMAJINATIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS CERPEN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 PASIR BELENGKONG KABUPATEN PASER TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Oleh : Jamahsari
SMA Negeri Pasir Belengkong
E-mail : jamszabadi@yahoo.co.id

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini mengangkat permasalahan tentang (1) Seberapa jauh peningkatan prestasi belajar keterampilan menulis cerpen siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran imajinatif.dan (2) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran imajinatif terhadap motivasi belajar menulis cerpen mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Pasir Belengkong XI IPA 1. Dalam penelitian ini terdiri dari tiga siklus berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Siklus 1 ke siklus selanjutnya bersifat menyempurnakan hingga peneliti memperoleh data keberhasilan sesuai dengan tujuan penelitian yang diharapkan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari silabus, Rencana Pelajaran (RP) dan tes formatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dikethaui bahwa pembelajaran dengan cara belajar aktif metode pembelajaran imajinatif memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (68,18%), siklus II (77,28%), siklus III (86,35%). Penerapan cara belajar aktif metode pembelajaran imajinatif mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan model belajar aktif sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.

PENGARUH PROFESIONALISME GURU SUPERVISI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU UPTD PENDIDIKAN TK DAN SD KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI

Oleh :Sudarminah
UPTD Pendidikan TK dan SD Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri
Email : darminahpengawas@gmail.com

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh profesionalisme terhadap Kinerja guru, mengetahui pengaruh supervisi Kepala sekolah terhadap Kinerja guru, mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru, mengetahui pengaruh profesionalisme guru, supervisi Kepala sekolah dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap Kinerja guru UPTD Pendidikan TK dan SD Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Jenis penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua guru di UPTD Pendidikan TK dan SD Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 guru, selanjutnya disebut dengan responden. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa profesionalisme berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja guru, supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja guru, lingkungan kerja berpengaruh tidak signifikan positif terhadap kinerja guru, secara simultan profesionalisme guru supervisi kepala sekolah dan lingkuangan kerja berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja guru UPTD Pendidikan TK dan SD Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Pengaruh profesionalisme guru, supervisi kepala sekolah dan lingkungan kerja terhadap guru sebesar 89.9%. Dengan demikian kinerja guru hanya sebesar 10.1% dipengaruhi oleh variabel lain.

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MOTIVASI KERJA DAN EFEKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP PRESTASI KERJA GURU DI SMP NEGERI 1 KUNDUR

Oleh : Erna
SMP Negeri 1 Kundur
E-mail : erna@yahoo.co.id

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja Dan Efektivitas Kelompok Terhadap Prestasi Kerja Guru SMP Negeri 1 Kundur. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Diduga Kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, efektivitas kelompok secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja guru SMP Negeri 1 Kundur. Unit analisis dalam penelitian ini adalah para guru. Sampel diambil berdasarkan sensus sampling yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi, selanjutnya menjadi responden penelitian. Sampel penelitian sebanyak 30 guru. Metode pengumpulan data dengan kuesioner dengan menggunakan skala likert sebagai alat ukurnya. Data dianalisis dengan menggunakan Regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 17.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Kepemimpinan, motivasi guru dan Efektivitas kelompok kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja guru SMP Negeri 1 Kundur. Besarnya kontribusi Kepemimpinan, motivasi dan Efektivitas kelompok kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja guru sebesar 70.0%. Artinya bahwa sebesar 70.0% prestasi kerja guru dapat dijelaskan oleh Kepemimpinan, motivasi dan efektivitas kerja. Sedangkan sisanya sebesar 30.0% dijelaskan oleh selain Kepemimpinan, motivasi dan Efektivitas kelompok kerja. Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa Secara parsial kepemimpinan, motivasi dan efektivitas kelompok berpengaruh signifikan terhadap Prestasi kerja guru di SMP Negeri 1 Kundur. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung yang mempunyai signifikansi kurang dari 0,05.

ANALISA PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 PERANAP TERHADAP KELOMPOK PERKEMBANGAN KEBEBASAN PRIBADI DAN FILSAFAT HIDUP TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Oleh : Guntur Abri Salim
SMP Negeri 1 Peranap
Email : goentoer.ab66@gmail.com

Remaja dalam perkembangannya sering menyimpang dan mengalami kesulitan. Itu semua merupakan manifestasi adanya krisis dan salah suai pada diri remaja Muhammad Surya ( 1992 : 9) mengatakan bahwa remaja mengalami krisis atau salah suai disebabkan karena remaja pada masa transisi antara masa anak dan masa dewasa. Bila seseorang remaja berhasil melewati fase perkembangan dan dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya dengan baik, maka ia akan hidup dengan jiwa yang sehat dan kepribadian yang ideal. Sebaliknya kalau remaja tidak berhasil melewati fase tersebut dengan baik, ia akan menemukan berbagai macam kesulitan dalam pembentukan jiwa, sikap, mental dan prilaku dimasa yang akan datang. Dia akan cenderung kurang dapat menyesuaikan dirinya, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dari pengamatan penulis dilapangan khususnya di SMP Negeri 1 Peranap banyak ditemukan keluhan dari guru, orang tua dan masyarakat antara lain informasi dari guru agama, ketika waktu zuhur masuk pada umumnya anak-anak enggan melakukan sholat.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS 4 SDN SAMBIREJO I KABUPATEN NGAWI

Oleh : Jumintri
SDN Sambirejo I Kabupaten Ngawi
Email : Jumintri_spd@gmail.com

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan aktivitas pembelajaran oleh guru dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara dengan menggunakan media permainan ular tangga. Mendeskripsikan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan media permainan ular tangga. Mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam kemampuan berbicara setelah digunakan media permainan ular tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Ditinjau dari segi jenisnya, penelitian ini adalah studi kasus yang secara ilmiah menjelaskan kasus, dan berguna untuk menyempurnakan teori dan merekomendasikan aspek-aspek tertentu untuk penelitian berikutnya serta merupakan refleksi pengalaman manusia.Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas 4 SDN Sambirejo I Kabupaten Ngawi. Teknik pengumpulan data dengan Observasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Aktivitas Guru; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik, terbukti pada sebelum dan sesudah terjadi kenaikan dari nilai total 92 menjadi 98 atau rata-rata 3,83 menjadi 4,08. (2) Aktivitas Siswa; aktivitas siswa dalam pembelajaran kemampuan berbicara dengan media permainan ular tangga ini telah mencapai hasil yang maksimal. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 21 pada sebelum menggunakan media permainan ular tangga meningkat menjadi total 27 sesudah menggunakan media permainan ular tangga, atau dari rata-rata 3,0 menjadi 3,9. (3) Hasil Belajar Siswa; hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari total nilai 142 sebelum menggunakan media permainan ular tangga menjadi 176 sesudah menggunakan media permainan ular tangga. Atau dari rata-rata 5.92 menjadi rata-rata 8,0. Adanya peningkatan aktivitas siswa dan guru mampu memberikan motivasi dan percaya diri siswa sehingga kemampuan berbicara siswa meningkat.

Jurnal Manajemen dan Teknologi Pendidikan vol I, No 2 Desember 2015

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 6 LONG IKIS KABUPATEN PASER

Oleh: Bambang Tjiptadhi
SMP Negeri 6 Long Ikis
E-mail : tjiptadhi.marg@mail.com

           Penelitian ini dilatarbelakangi tidak efektifnya pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru di SMP Negeri 6 Long Ikis. Ketidakefektifan pengelolaan pembelajaran itu berdampak pada rendahnya rata-rata prestasi siswa pada setiap mata pelajaran. Penyebabnya adalah belum maksimalnya fungsi pengawasan yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam membantu kesulitan dan ”kekurangan guru”. Oleh karena itu, dengan supervisi akademik kekurangan dan kesulitan guru dalam mengajar dapat diatasi.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan gambaran bahwa ada peningkatan kemampuan guru, baik dalam menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran (RPP) maupun dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Peningkatan itu dilihat dari rata-rata prosentase penilaian pada kedua aspek tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan saran-saran. Pertama, kepada rekan-rekan kepala sekolah untuk mengefektifkan fungsi kepala sekolah sebagai supervisor melalui supervisi akademik untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang dilakukan guru. Kedua, kepada para guru untuk lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran dengan melakukan persiapan yang lebih baik. Ketiga, kepada Dinas Pendidikan agar meningkatkan kualitas sarana dan prasana pembelajaran yang ada di sekolah.

UPAYA PENINGKATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI AKTUALISASI TATA TERTIB SEKOLAH DI SMP NEGERI 3 LONG IKIS TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh : Syamsul Hadi
SMP Negeri 3 Long Ikis
E-mail : Syamsul.61.Hadi@gmail.com

            Penelitian ini dilakukan pada SMP Negeri 3 Long Ikis yang beralamatkan Desa Bukit Seloka – Krayan IIIA – Kecamatan Long Ikis – Kabupaten Paser. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah (PTS). PTS merupakan suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tindakan ini ialah pendekatan kualitatif. Penelitian ini ditindaklanjuti dengan menerapkan model pembinaan kepada guru berupa penerapan reward dan punishment yang dilakukan oleh kepala sekolah. Kegiatan tersebut diamati, dianalisis dan direfleksi. Hasil revisi kemudian diterapkan kembali pada siklus-siklus berikutnya.Waktu dan lama penelitian ini direncanakan selama 3 bulan. Subjek penelitian ini adalah pendidik dan tenaga kependidikan sejumlah 19 orang, dan siswa-siswi SMP Negeri 3 Long Ikis Tahun Pelajaran 2011/2012, yang keseluruhannya berjumlah 214 orang siswa.
Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar adalah dengan melalui aktualisasi tata tertib sekolah. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa diadakan tindakan aktualisasi tata tertib sekolah dengan memberikan hukuman yang lebih tegas guna meningkatkan kualitas dari proses belajar mengajar, maka tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pendidik, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh tenaga kependidikan, dan 21 pelanggaran yang dilakukan oleh siswa (kurang dari 10%) . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan aktualisasi tata tertib sekolah dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar pada SMP Negeri 3 Long Ikis.

UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN GURU DALAM KEHADIRAN MENGAJAR DIKELAS MELALUI PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT DI SMP NEGERI 4 PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh : Guntur Abri Salim
SMP Negeri 1 Peranap
E-mail : goentoer.ab66@gmail.com

          Peningkatan mutu pembelajaran disekolah sangat tergantung dari beberapa faktor. Faktor yang sangat penting antara lain adalah penerapan budaya sekolah kearah peningkatan mutu. Budaya sekolah merupakan hal yang positif yang harus dipertahankan dan dilaksanakan oleh semua warga sekolah tanpa merasa terpaksa. Budaya sekolah yang harus dipertahankan salah satunya adalah masalah kedisiplinan, termasuk disiplin para guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan disiplin para guru dapat diupayakan melalui bermacam-macam cara.
Dalam Penelitian ini, dicobakan tindakan berupa penerapan Reward and Punishment untuk para guru di SMP Negeri 4 Peranap Kabupaten IndragiriHulu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, karena dari hasil penelitian dan analisa data, ternyata pada siklus kedua, kedisiplinan guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar meningkat dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan sebesar 75%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran dikelas pada kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan penerapan Reward and Punishment kepada guru.

PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SURFACE DALAM MENINGKATKAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 PASIR PENYU

Oleh : R.A Endan Ratnawati
Guru SMA Negeri 1 Pasir Penyu
E-mail : ratnawati.endan@yahoo.co.id

             Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang mendukung kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Oleh karena itu pemahaman dan penguasaan konsep matematika pada peserta didik harus terus ditingkatkan. Kenyataan yang terjadi sebagian besar siswa tidak suka belajar matematika,persepsi mereka terhadap pelajaran matematika sangat buruk. Interaksi antar peserta didik masih sangat rendah sehingga penguasaan konsep-konsep matematika menjadi sangat lemah dan mengakibatkan peserta didik kurang berminat mempelajari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam meningkatkan persepsi siswa dan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar dengan Penerapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Surface pada kompetensi dasar Statistika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Action Research Classroom) yang dilaksanakan dengan enam kali pertemuan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berhasilnya guru mengajar dalam pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional-tradisional, yang dialami oleh peneliti justru kadang kala dapat merusak, persepsi dan motivasi siswa. Komunikasi antara gru dan siswa begitu juga antar sesama siswa juga terbatas karena terbatasnya kesempatan untuk berdiskusi. Untuk mengatasi masalah ini peneliti mencoba menggunakan pembelajaran dengan pendekatan surface. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan persepsi siswa terhadap pelajaran matematika siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pasir Penyu. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Pasir Penyu pada siswa kelas XI Bahasa yang berjumlah 22 orang dari Bulan Agustus sampai November tahun pelajaran 2012/2013.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa sebelum tindakan hingga setelah tindakan mengalami peningkatan. Dari hasil uji tanda diperoleh Z = 2,46 maka dari tabel distribusi normal diperoleh P = 0,0069 dengan α = 0,01 . Dari hasil analisis dapat dinyatakan bahwa P < (α = 0,01) berarti hipotesis (Ho) ditolak, jadi Hi diterima pada taraf kepercayaan 99% berarti terdapat peningkatan persepsi siswa terhadap matematika sesudah pembelajaran dengan pendekatan surface dikelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu.

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI KELAS XII ATPH2 SMK NEGERI 1 PASIR PENYU TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Erni
Guru Kimia SMK Negeri 1 Pasir Penyu
E-mail : ernismkpp@yahoo.co.id

             Siswa kelas XII ATPH2 SMK Negeri 1 Pasir Penyu tahun pelajaran 2014/2015, pada uji kompetensi dasar 13.1 yang mencapai ketuntasan belajar kimia hanya 44 % siswa dan rata-rata hasil belajar 60,40 dengan KKM = 78. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa SMK Negeri 1 Pasir Penyu dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw adalah pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang dan didalamnya ada kelompok tim Ahli. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus meliputi kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes akhir siklus dan angket.
Berdasarkan analisa data hasil penelitian, rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 75,20, dan pada siklus II adalah 82,40. Ketuntasan hasil belajar yang dicapai pada siklus I adalah 64 %, dan meningkat pada siklus II menjadi 88 %. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang diajukan adalah pembelajaran kimia dengan Model Jigsaw dapat digunakan oleh guru khususnya pada standar kompetensi memahami senyawa hidrokarbon dan kegunaannya.

PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN ETIKA PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN WALIMURID SMPN 1 MERAL DI KABUPATEN KARIMUN

Oleh : Reni Kuswanti
SMPN 1 Meral
E-mail : renikuswanti@gmail.com

                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan etika pelayanan secara bersama-sama (simultan) terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun, untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan etika pelayanan secara sendiri-sendiri (parsial) terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun, untuk mengetahui diantara variabel profesionalisme guru dan etika pelayanan yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun, Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah semua walimurid SMPN 1 Meral yang berjumlah sampel sebanyak 78 orang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru dan etika Pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun. Sedangkan secara parsial variabel profesionalisme guru dan etika pelayanan berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun. Berdasarkan uji t yang dilakukan diketahui bahwa profesionalisme guru berpengaruh dominan terhadap kepuasan walimurid pada SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun

IMPLEMENTASI CONTEXTUAL TEACHING and LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX SMPN 4 KELAYANG PADA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh: Saptuju
SMP Negeri 4 Kelayang
E-mail : saptuju18@gmail.com

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, yakni: 1) pembelajaran matematika masih bersifat teacher centered; 2) keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih sangat terbatas; 3) Pembelajaran dititikberatkan pada penguasaan fakta dan konsep, yang bersifat hafalan, kurang mengembangkan aspek-aspek yang lain seperti keterampilan berpikir, dan bekerjasama. Padahal pembelajaran matematika juga diharapkan dapat menanamkan aspek-aspek tersebut; dan 4) elaksanaan proses penilaian yang dikembangkan oleh guru lebih banyak berorientasi pada aplikasi tes formal dengan konsentrasi pengukuran pada aspek kognitif, sehingga menyebabkan siswa dipaksa untuk menghafal, sedangkan proses pembelajarannya berada di luar jangkauan penilaian guru. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX SMPN 4 Kelayang semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah subjeknya 24 orang, yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan khusus pada mata pelajaran matematika, dengan jumlah pertemuan sebanyak 6 kali. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Penggunaan metode contextual teaching and learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di Kelas IX SMPN 4 Kelayang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari hasil belajar dari hasil tes pertemuan 1 dan 2 siklus I dan juga hasil tes pada pertemuan 1 dan 2 siklus II. Peningkatan hasil belajar ini disebabkan karena siswa mengalami proses pembelajaran dimana siswa dapat menemukan jawaban dari permasalahan yang dirumuskan oleh guru berdasarkan data-data dan fakta-fakta yang diperolehnya serta dapat mengeneralisasi pengetahuan yang diperolehnya pada situasi yang lain; dan 2) Penggunaan metode contextual teaching and learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika di Kelas IX SMPN 4 Kelayang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Peningkatan terjadi dari sebelum siklus ke siklus I dan siklus II. Siswa dapat lebih tertarik da memperhatikan dengan serius dalam proses pembelajaran dan sudah berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari.

MANFAAT MANAJEMEN STRATEGI DALAM MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF SEKOLAH (Studi di SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar)

Oleh : Mudiono
SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar
E-mail : wonodadi@gmail.com

               Penelitian ini dilakukan di SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar yang bertujuan untuk memaparkan manfaat dan keunggulan Manajemen Strategi bagi Organisasi Non Profit (Pendidikan), sehingga dapat menjadikan acuan dalam mengadopsinya di lingkungan organisasi pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dengan menerapkan Manajemen Strategi, maka organisasi pendidikan (sekolah) akan memiliki keunggulan, antara lain : kinerja tinggi, memillki posisi kompetitif, keunggulan teknologi, keunggulan Sumber Daya Manusia, lklim keria yang kondusif, etika dan tanggung jawab sosial yang berkembang. Manfaat yang diperoleh dari implementasi manajemen strategi adalah lembaga pendidikan menjadi dinamis, fungsi kontrol berialan dengan efektif dan efisien, meniadakan perbedaan dan pertentangan pendapat dalam mewujudkan keunggulan, memudahkan dalam menyepakati perubahan atau pengembangan strategi yang akan dilaksanakan, mendorong perilaku proaktif bagi semua pihak untuk ikut serta mewujudkan keunggulan, meningkatkan perasaan ikut memiliki berpartisipasi aktif dan tanggung jawab bagi semua komponen organisasi.

ANALISIS PROFESIONALITAS GURU DI SMP NEGERI 1 RENGAT
KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh : Ardimis
SMP Negeri 1 Rengat
E-mail : Ardimis269@gmail.com

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dibandingkan dengan Kinerja Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional di SMP Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru di SMP Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu dan sampel penelitian adalah 12 Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dan 12 Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif, yaitu cara atau teknik yang mengungkapkan fakta yang jelas tentang perbedaan Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dan belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, yakni menanyakan secara lansung tentang tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran di sekolah meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sebagai gambaran kinerjanya di sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional adalah baik dengan skor rata-rata 85,08 dan Kinerja Guru belum Bersertifikat Pendidikan Profesional adalah kurang dengan skor rata-rata 64,92. Selanjutnya ada perbedaan antara Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dengan Kinerja Guru belum Bersertifikat Pendidik Profesional di SMP Negeri se- Kabupaten Indragiri Hulu. Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional lebih baik dari pada Kinerja Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Perbedaan ini diperkuat dari hasil analisis statistik menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 1 KUALA CENAKU

Oleh : Nur Airianto
SMP Negeri 1 Kuala Cenaku
E-mail : nurarianto@gmail.com

         Didalam strategi pembelajaran terkandung tiga hal pokok yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Perencanaan berfungsi untuk memberikan arah pelaksanaan pembelajaran sehingga menjadi terarah dan efisien. Namun sayang proses pembelajaran yang mestinya dapat diukur oleh kepala sekolah ini, tidak dapat diukur oleh kepala sekolah karena hanya direncanakan dalam pikiran sang guru saja.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuktikan secara ilmiah apakah supervisi akademik berkelanjutan dapat mening katkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran, mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan supervisi akademik agar mampu meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran
Penelitian tindakan sekolah ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepala sekolah dalam memecahkan masalah guru, meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga menjadi lebih professional, meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja dan mutu sekolah secara keseluruhan. Disamping itu langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik terutama dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran dapat menjadi referensi ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan guna penanganan kasus serupa bagi pembaca dan pihak –pihak yang berkepentingan.

Wartawan Raih Penghargaan Penulisan Iptek

Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada Senin (28/12) memberikan penghargaan kepada enam jurnalis terbaik kategori Berita Ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) dan pendidikan tinggi (Dikti), salah satunya dari harian sore Suara Pembaruan.
Wartawati Suara Pembaruan, Ari Surpiyanti Rikin menjadi pemenang kategori berita Iptek, dalam penghargaan yang mencakup peenrbitan media cetak, media online dan media elektronik.
Untuk kateogori Dikti di media cetak, pemenangnya direbut oleh Koran Sindo.
Sedangkan kategori online, penghargaan Iptek diberikan kepada Kompas.com dan penghargaan Dikti diraih oleh Kabar24.com.
Dalam kategori televisi, penghargaan Iptek diraih oleh Kompas TV dan penghargaan Dikti oleh Metro TV. Sementara itu, untuk jurnalis favorit diraih oleh Detik.com.
Para jurnalis terbaik dari dua kategori ini masing-masing menerima hadiah uang tunai senilai Rp 7 juta, yang akan dibayarkan oleh Bank Mandiri senilai Rp 4 juta dan dari Kemeristekdikti Rp 3 juta.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya sama sekali tidak melakukan intervensi dalam proses penjurian dan penilaian untuk independensi pemilihan pemenang.
Menurutnya, dia baru mengetahui kemudian kalau ada tim khusus yang ditunjuk untuk menggelar apresiasi tersebut.
“Oh, ini ada tim khusus. Jadi penilaian ini tidak ada intervensi dari kami. Saya malah baru tahu tadi,” kata dia dalam acara jumpa pers “Refleksi Akhir Tahun 2015” Kemristekdikti di Gedung Kemristekdikti, Jakarta.
Sumber : BeritaSatu.com (Maria Fatima Bona/HA)

Judul Buku : Prestasi Kerja Guru ditinjau dari Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Motivasi

BUKU ISBN SUGENG MARYONO 100 dpi

Judul Buku : Prestasi Kerja Guru ditinjau dari Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Motivasi
Penulis : Sugeng Maryono
ISBN : 978-602-0816-81-4
Cetakan Pertama : Desember 2015
Tebal : 100 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima

Pada proses pembelajaran, prestasi kerja guru memegang peran yang cukup dominan dan strategis. Dikatakan dominan karena guru sebagai penggerak proses pembelajaran merupakan orang yang terlibat dalam berinteraksi dengan subyek didik, dan dikatakan strategis sebab guru sebagai tenaga pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana proses pembelajaran dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dihadapi. Pada penelitian ini penulis ingin membahas faktor-faktor sehubungan dengan prestasi kerja guru antara lain kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi. Diharapkan dengan ketiga faktor tersebut pengelolaan guru menjadi lebih diprioritaskan dalam rangka menciptakan proses pembelajaran yang bermutu.