Monthly Archives: January 2016

Anies Baswedan Minta Sekolah Tak Memaksakan Beli Komputer

1458150Menteri-Anies-Baswedan780x390AMBON, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengajak sekolah untuk tidak memaksakan diri membeli fasilitas komputer hanya demi kepentingan ujian nasional (UN) berbasis online.
“Menyangkut fasilitas komputer, tadi saya katakan, jangan mengejar penambahan fasilitas komputer untuk UN,” katanya kepada wartawan di Ambon, Jumat (29/1/2016).
Namun, kata Anies, pengadaan komputer di sekolah hendaknya fokus untuk kepentingan belajar oleh para siswa.
Sebab, jika fasilitas komputer diadakan untuk belajar, sudah tentu saat UN nanti siswa akan lebih paham.
“Kalau ada fasilitas komputer untuk belajar, Alhamdulillah bisa dipakai untuk UN. Jadi jangan belanja komputer untuk UN. Jangan itu karena UN itu hanya 4-5 hari. Yang dibutuhkan itu untuk belajar,” katanya.
Dia pun meminta kepada sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer agar jangan memaksa sampai cari pinjaman untuk pengadaan komputer di sekolah. “Tidak boleh itu. UN secara manual juga tidak apa-apa. Pakai kertas aja,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengaku jika UN sejak tahun lalu mulai diubah penilaiannya. Bukan hanya soal indeks prestasi saja yang dinilai, akan tetapi juga soal indeks integritas para siswa. Kedua variabel itu nanti dilaporkan dan diumumkan ke kabupaten dan provinsi.
“Berprestasi saja tanpa kejujuran juga masalah karena itu kita ingin kedua-duanya jujur dan berprestasi,” sebutnya.
Menteri Anies Baswedan mengunjungi Kota Ambon dalam rangka membuka kegiatan Konferensi Kerja Nasional ke III Persatuan Guru Republik Indonsia (PGRI) yang dijadwalkan pada Jumat malam.

Sumber : Kompas.com

Pesona Air Terjun Madakalipura

DSC_0197Air Terjun Madakaripura adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 200 m dan berbentuk ceruk yang dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi yang meneteskan air membentuk tirai pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi. Ada sekitar lima terjunan air di lokasi ini dengan air terjun utama berada di ujung sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 25 m. Di balik air terjun utama terdapat sebuah goa dimana untuk mencapainya sangat sulit karena harus melewati kolam air seluas 25 m2 yang ada tepat di bawah air terjun tersebut. Kedalaman kolam ini sekitar 7 m dan memiliki arus air yang sangat deras.
Menurut penduduk setempat nama Madakaripura berarti ‘tempat terakhir’ yang diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di lokasi air terjun ini (di sebuah goa di air terjun utama tersebut). Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.

Penerapan K13 di Pamekasan Belum Maksimal

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, mengaku penerapan kurikulum 2013 (K13) di berbagai lembaga pendidikan belum maksimal.
Hal tersebut berdasar hasil monitoring dari Direktorat Pendidikan, yang menyebutkan pelaksaan K13 hanya berjalan sekitar 60 persen. Sehingga dibutuhkan berbagai perbaikan teknis guna menyamakan persepasi dengan pemerintah pusat.
“Jadi 60 persen itu kalau dinominalkan dari 1 sampai 10 kan sudah 6, artinya lulus dan tetap melanjutkan. Tapi masih diperlukan berbagai penyempurnaan,” kata Mohammad Tarsun, Plt Disdik Pamekasan, Minggu (24/1/2016).
Salah satu kesulitan dalam penerapan K13, yakni dalam aspek pembelajaran dalam kelas. “Semula guru mentransfer ilmu kepada murid, justru berubah murid yang harus mencari tahu. Itu yang menjadi kendala sekaligus keluhan guru di sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, kendala lainnya juga terdapat dalam aspek evaluasi yang harus diformat dalam bentuk narasi. “Yang dinilai sikap (siswa) dan berbentuk narasi, jadi bagi guru sangat memakan waktu dan memeras pikiran,” jelasnya.
Seperti diketahui, penerapan K13 di lembaga pendidikan di daerah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam. Dilaksanakan di 13 lembaga pendidikan di bawah naungan Disdik Pamekasan, masing-masing sebanyak 6 lembaga tingkat SMP dan 7 lembaga tingkat SMA.

SMPN 1 Singosari Kandidat Sekolah Rujukan Berbasis RSBI

brt51781059Malang(beritajatim.com)- Meski Mahkamah Konstitusi (MK), telah menghapus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), namun sejumlah sekolah akan ditunjuk sebagai sekolah rujukan (RSBI).
Nantinya setiap daerah hanya 1 sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah rujukan tersebut. Untuk di Malang SMPN 1 Singosari, saat inio bersaing menjadi sekolah rujukan berbasis RSBI mewakili wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Sekolah SMPN 1 Singosari, Ahmad Muzakin, mengatakan sejak RSBI di hapus kualitas sekolah diakuinya menurun. Sehingga dengan adanya sekola berbasis RSBI tersebut, nantinya pihak sekolah akan kembali menyisipkan pendidikan bertaraf internasional.
“Salah satunya, yakni dengan menerapkan kembali Bahasa Inggris menjadi bahasa sehari-hari. Di samping penggunaan Bahasa Indonesia,” ujarnya kamis (21/1/2016) .
Jika nantinya SMP 1 Singosari ditunjuk oleh pemerintah untuk mewakili Kabupaten Malang, sebagai sekolah rujukan RSBI. Muzakin berharap kualitas pendidikan di sekolahnya bisa lebih baik lagi.
“Karena kami adalah sekolah besar, kami berharap bisa terpilih di tingkatan SMP,” imbuhnya. Perlu diketahui ada dua sekolah di Kabupaten Malang, yakni SMPN 1 Singosari dan SMPN 4 Kepanjen, dan 3 sekolah di Kota Malang yang juga dirujuk menjadi kandidat sekolah berbasis RSBI. Sekolah tersebut adalah SMPN 1, SMPN3, dan SMPN 5 Malang.
Indikator sekolah tersebut dilihat dari tingkat kejujuran saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Serta jumlah prestasi sekolah selama lima tahun terakhir.

sumber : beritajatim.com

Oknum Guru di Situbondo Larang Siswa Hormat Bendera dan Rayakan Maulud Nabi

Situbondo (beritajatim.com) – SS, seorang oknum guru sekolah dasar di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, melarang siswa untuk menghormat bendera. Saat menjadi pemimpin upacara, ia menolak memberikan hormat ke bendera.
Sikap pria yang menjadi guru PNS sejak 2008 ini ditunjukkan saat upacara bendera, Senin (18/1/2016). Saat bendera dinaikkan, ia hanya mengangkat tangan kanan seperti tengah melambaikan tangan.
Tak hanya itu. Saat mengajar kelas lima, SS melarang siswa memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan SS melarang sang anak sungkem kepada orang tua sendiri. “Saya sudah memanggil SS,” kata Kepala UPTD Dinas Pendidikan Banyuputih Mardji.
Kepada Mardji, SS memberikan argumentasi larangan memperingati maulid nabi dan sungkem. Namun SS belum memberikan jawaban soal larangan menghormati bendera. UPTD akan melaporkan ini ke Dispendik Situbondo.

Sumber : Beritajatim.com