Monthly Archives: January 2016

SNMPTN, Dispendik Jatim Minta Pengecualian Sekolah Habis Masa Akreditasi

brt164238676Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah sekolah  yang belum terakreditasi atau yang telah habis masa akreditasinya mulai resah. Pasalnya terganjal dengan persyaratan mutlak pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016/2017 yang hanya memberi porsi pada sekolah yang telah terakreditasi.

Hal itu tersebut terkait dengan kebijakan pendaftaran SNMPT tahun ini dan itu juga dirasakan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim. Sebab, ribuan sekolah ini berada dibawah naungannya dan pada saat ini terkesan akreditasi tersebut tidak ada.

“Kami berharap pihak panitia bisa memahami kondisi ini. Kalau kuota pendaftaran SNMPTN hanya untuk sekolah yang masa akreditasinya masih aktif itu namanya tidak fair,” ujur Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman saat dikonfirmasi, Senin (18/1/2016).

Seperti diketahui, pendaftaran SNMPTN dibatasi menurut status akreditasi sekolah. Bagi sekolah dengan status akreditasi A, siswa yang didaftarkan sebanyak 75 persen terbaik di sekolahnya. Akreditasi B, sebanyak 50 persen terbaik di sekolah. Sekolah akreditasi C sebanyak 20 persen terbaik di sekolah dan akreditasi lainnya, 10 persen terbaik di sekolahnya.

“Kami setuju dengan jatah sesuai akreditasi tersebut. Karena dampak positifnya, sekolah akan terus berpacu meningkatkan kualitas mutunya. Namun, jika sekolah yang habis masa akreditasinya disamakan dengan sekolah yang belum terakreditasi sama sekali, maka itu tidak adil. Sebab, kekuatan pemerintah pusat dalam melaksanakan proses akreditasi setiap tahun juga sangat terbatas,” paparnya.

Hal tersebut menurutnya harus dicarikan solusinya agar semuanya dapat mencoba keberuntungan melalui SNMPTN dan berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Harus ada pengecualian. Kalau aturannya demikian, kita harus memperjuangkan nasib siswa di sekolah ini,” tuturnyaMenurut Saiful, badan akreditasi sekolah harus bisa meyakinkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bahwa sekolah yang habis masa akreditasinya sudah melakukan proses pengajuan. Termasuk Dispendik kabupaten/kota juga bisa memberikan surat keterangan yang bisa menguatkan posisi sekolah.

Selanjutnya, Ketua Pusat Informasi dan Humas Universitas Airlangga Sukowidodo mengatakan, aturan tersebut sudah baku. Di luar sekolah yang terakreditasi A, B dan C masuk pada kategori lain-lain. Yakni mendapat jatah 10 persen terbaik di sekolah. “Itu termasuk sekolah-sekolah yang tidak terakreditasi dan yang harus reakreditasi,” tutur Suko.

Sementara itu, Sekretaris Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP S/M) Jatim Soeparno mengakui, ada ribuan sekolah yang habis masa akreditasinya di Jatim. Secara rinci, untuk jenjang SMA/MA tahun ini mencapai 1.252 lembaga dan SMK sebanyaka 1.511 program keahlian yang status akreditasinya mati. Dengan habisnya masa akreditasi sekolah, pihaknya hanya dapat mengeluarkan surat perpanjangan selama satu tahun. Itu pun hanya untuk satu kali.

“Sekolah yang belum terakreditasi dengan sekolah habis masa akreditasinya tidak bisa disamaratakan. Banyak sekolah yang kualitasnya bagus tapi akreditasinya sudah mati,” tutur dia.

Mantan Kepala Dindik Surabaya ini membenarkan, selama ini kuoata akreditasi dari pusat belum mampu memenuhi kebutuhan akreditasi di Jatim. Ini bukan berarti sekolah tidak mau berusaha melakukan akreditasi. “Sekolah sudah berusaha, tapi kuotanya yang memang tidak ada,” tegasnya.

Sumber : beritajatim.com

Jurnal Mitra Guru Volume I, Nomor 4, Agustus 2015

PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3

TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh : Sukarmin
SMKN 3 Tanah Grogot
Email : amiensukarmin@yahoo.co.id

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi, kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan kerja secara simultan dan parsial terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Tanah Grogot Kabupaten Paser dan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dominan terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Tanah Grogot Kabupaten Paser.
Penelitian ini merupakan penelitian explanatian research yang menjelaskan pengaruh antar variabel. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi dan sampel pada penelitian adalah seluruh guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Tanah Grogot Kabupaten Paser sebanyak 54 orang terdiri dari laki-laki 26 orang dan perempuan 28 orang.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi, kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan kerja baik secara simultan maupan parsial mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Tanah Grogot Kabupaten Paser.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS MELALUI

UPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 2 PELAIHARI

Oleh : Fathurrahman Sidiq
SMP Negeri 2 Pelaihari
E-mail : smpn2plh@yahoo.co.id

Pengelolaan kelas yang merupakan salah satu faktor penentu terjadinya aktivitas belajar dipandang masih belum optimal diterapkan pada pembelajaraan oleh sebagian guru SMP Negeri 2 Pelaihari. Oleh karena ini diperlukan kegiatan pembinaan dan bimbingan melalui supervisi akademik.
Penelitian yang dilaksaanakan ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanaakaan dalam tiga siklus yang terdiri dari langkah-langkah perencaanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitiaan dilakukan di SMP Negeri 2 Pelaihari. Data yang dikumpulkan tentang aktivitas kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi dan data aktivitas guru dalam pengelolaan kelas dianalisis dengan skala ordinal sedangkan data tentang tanggapan guru dianalisis dengan persentasi.
Berdasarkan data yang dikumpulkan diperoleh gambaran adanya peningkatan aktivitas kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi dengan rata-rata 2,58 (Baik) pada siklus I, 3,17 (Baik) pada siklus II dan 3,60 (sangat baik) pada siklus III, akhirnya kemampuan yang ditunjukkan guru dalam pengelolaan kelas menjadi semakin meningkat dari rata-rata pengelolaan pada siklus I 2,75 (baik), menjadi 3,02 (baik) pada siklus II dan 3,39 (baik) pada siklus III. Disamping itu guru menunjukkan perasaan senang pada penerapan supervisi, menyatakan memahami komponen yang menjadi indikator pengelolaan kelas dan menyatakan mampu untuk menerapkan komponen itu pada pelaksanaan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penerapan supervisi dapat meningkatkan kemampuan Guru dalam pengelolaan kelas di SMP Negeri 2 Pelaihari diterima.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MENGGUNAKAN MEDIA KELERENG PADA ANAK KELOMPOK A TK KASIH BUNDA KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Ariyanti
TK Kasih Bunda Mojoroto Kediri
E-mail : ariyantisujarno@yahoo.com

Taman Kanak-kanak adalah merupakan pendidikan formal bagi anak usia 4-6 tahun. Dalam pendidikan di Taman Kanak-kanak ada bebrapa bidang pengembangan salah satu bidang pengembangan di TK adalah pengembangan kognitif yang didalamnya adalah pengembangan berhitung. Tujuan umum dari pengembangan kemampuan berhitung pada anak didik adalah, untuk mengetahui dasar-dasar pembelajaran berhitung sehingga pada saatnya nanti anak akan lebih siap mengikuti pembelajaran berhitung pada jenjang selanjutnya yang lebih komplek. Sedangkan tujuan khusus dari pengembangan kemampuan berhitung adalah: 1) Dapat berpikir logis dan sistematis sejak dini. 2) Dapat menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang dalam kesehariannya memerlukan ketrmpilan berhitung. 3) Memiliki ketelitian, konsentrasi, abstraksi dan daya apresiasi yang tinggi. 4) Memiliki pemahaman konsep ruang dan waktu serta dapat memperkirakan kemungkinan urutan suatu peristiwa yang terjadi disekitarnya. 5) Memiliki kreatifitas dan imajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan.
Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika, diperlukan untuk menumbuh kembangkan ketrampilan berhitung yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan dasar bagi pengembangan kemampuan matematika maupun kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar.
Hasil dari perbaikan pembelajaran pengembangan kemampuan berhitung pada anak didik menggunakan media biji salak, akan mencapai tingkat ketuntasan yang optimal, bila suasana belajar menyenangka,efektif dan menarik minat anak.Dari situasi tersebut akan mengembangkan dan meningkatka kemampuan berhitung pada anak didik .Dan kemampuan berhitung akan semakin berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III MELALUI PENERAPAN TEORI BRUNNER PADA POKOK BAHASAN MENGHITUNG LUAS DAN KELILING PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG DI SDN CANDIPURO 02 KECAMATAN CANDIPURO KABUPATEN LUMAJANG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

Oleh : Sutrisno
SD Negeri Candipuro 02
E-mail : sutrisnotrisno1505@gmail.com

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian siswa kelas III SD Negeri Candipuro 02 dengan jumlah 12 siswa, laki-laki 8 siswa, perempuan 4 siswa. Dilaksanakan pada semester genap tahun Pelajaran 2014/ 2015 Pelajaran Matematika materi pokok tentang Menghitung Luas dan Keliling Persegi dan Persegi Panjang. Hasil berlajar siswa dalam pembelajaran sangat rendah dan tidak antusias dalam menerima pelajaran, khususnya dalam materi Menghitung Luas dan Keliling Persegi dan Persegi Panjang. Akibatnya anak-anak prestasi belajar tidak maksimal bahkan rendah. Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III di SDN Candipuro 02 Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang melalui penerapan teori Brunner.
Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data meliputi observasi, tes akhir pembelajaran dan ulangan harian. Manfaat yang diperoleh Bagi siswa, mendorong siswa untuk menyenangi belajar matematika, meningkatkan motivasi belajar matematika, dan meningkatkan mutu proses dan nilai hasil belajar matematika siswa. Bagi guru, menambah pemahaman dan memperkaya pengalaman penggunaan pendekatan pembelajaran yang efektif, dan meningkatkan mutu proses pembelajaran matematika. Bagi lembaga, dapat memberikan informasi sebagai upaya peningkatan mutu proses pendidikan.

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU MELALUI KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI DI SMP DAN MTS KECAMATAN TAMBANG ULANG KABUPATEN TANAH LAUT

Oleh : Hervina Russanti
E-mail : ravinaafifah@yahoo.com

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fungsi Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara simultan terhadap kinerja guru SMP dan MTs di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut, dan untuk mengetahui pengaruh Fungsi Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara parsial terhadap kinerja guru SMP dan MTs di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut, serta untuk mengetahui variabel yang dominan terhadap kinerja guru SMP dan MTs di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini menggunakan metode Total Sampling atau menggunakan metode sensus dalam memperoleh hasil penelitian di SMP dan MTs di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut yang berjumlah 30 guru dan dikurangi kepala sekolah dan peneliti.
Adapun hasil yang diperoleh dalma penelitian ini yaitu secara simultan fungsi kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja guru di Sekolah hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 14.336. sedangkan secara parsial fungsi kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru di sekolah hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 2.324 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.028. dan motivasi kerja mempunyai pengaruh dominan terhadap Kinerja guru hal ini ditunjukkan nilai motivasi sebesar 3.160 lebih tinggi daripada fungsi kepemimpinan denga n nilai 2.324.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK KELOMPOK A TK DHARMA WANITA BANDAR KIDUL KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

Oleh : Wuryani
TK Dharma Wanita Bandar Kidul
E-mail : wuryanigurah@gmail.com

penetlitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui kegaiatan menganyam. Adapun metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah metode Pemberian Tugas. Subyek penelitian ini adalah anak didik kelompok A TK. Dharma Wanita Bandar Kidul Tahun pelajaran 2014 / 2015 yang berjumlah 22 anak
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui kegiatan menganyam kemampuan motori halus anak akan semakin berkembang dengan baik selain itu juga akan meningkatkan kreativitas anak dalam menganyam. Koordinasi antara tangan genggam dapat terlatih dengan baik, sehingga akan memudahkan anak dalam mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran lainnya.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN KALENG INDAH PADA KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA JEMBER

Oleh : Sri Wahyuni Ningsih
TK Negeri Pembina Jember
E-mail : tkpembinajember@gmail.com

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan konsep bilangan melalui permainan kaleng indah pada kelompok B TK Negeri Jember. Dan untuk mengetahui Seberapa tinggi peningkatan kemampuan konsep bilangan melalui permainan kaleng indah pada kelompok B TK Negeri Jember pada siklus I dan siklus II.
Adapun tempat penelitian tindakan kelas ini dilakukan di TK Negeri Pembina Jember dan Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh anak kelompok B TK Negeri Pembina Jember dengan jumlah anak 60 yang terdiri dari 33 anak laki-laki dan 27 anak perempuan.
Hasil dari penelitian menunjukan pad siklus I 56,25% anak yang mendapatkan nilai baik dan terjadi peningkatan pada siklus II 81.25% anak mendaptkan nilai baik. Dari haisl siklus I dan siklus II menunjukan melalui Permainan kaleng indah dapat meningkatkan kemampuan

UPAYA MENINGKATKAN MORAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA KELOMPOK B TK ROSELLA BARU LUMAJANG

Oleh : Supriyati
TK Rosella Baru Lumajang
E-mail : ananda.gusti2@gmail.com

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan moral anak melalui metode bermain peran.Sedangkan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di TK Rosella Baru Lumajang dan subyek dalam penelitian ini merupkan kelompok B TK Rosella Baru Lumajang, yaitu seluruh anak kelompok B yang berjumlah 25 siswa.
Hasil dari peneliltian ini menunjukan pada siklus I rata-rata anak yang mendapat nilai baik sebanyak 44%.Dan pada siklus II menunjukkan bahwa anak yang mendapat nilai baik mencapai angka keberhasilan sebesar 80%, sehingga dapat dikatakan melalui metode barmain peran dapat meningkatkan moral anak.

PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS PUISI DENGAN PENERAPAN STRUKTUR FISIK PADA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH SOE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Muhammad G. Arifoeddin
E-mail : muhammadarifuddin692@yahoo.co.id

Peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis puisi tampak pada persentase peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebagai berikut : (a) meningkatnya keaktifan siswa selama mengikuti kegiatan apersepsi; (b) meningkatkan keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran; dan (c) meningkatkan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, baik lisan maupun tertulis.
Peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis puisi juga berimbas pada kenaikan kualitas hasilnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kualitas puisi ciptaan siswa dengan memperhatikan aspek rima dan iramanya atau bentuk isinya dari setiap siklus yang dijalani.
Pada siklus I, siswa masih tampak kebingungan dengan metode yang diterapkan guru. Guru juga tampak canggung dalam menyampaikan materi. Hasilnya, puisi-puisi siswa belum sesuai dengan yang diinginkan. Banyak sekali siswa yang masih terjebak pada penggunaan diksi secara lugas. Selain itu, siswa juga kurang memperhatikan aspek pembacanya. Pada siklus II, terjadi peningkatan yang cukup signifikan karena siswa sudah mulai memahami maksud dan tujuan dari kegiatan yang dilakukan. Apalagi pada siklus II ini, guru mulai memperkenalkan konsep analogi dan merafora pada proses penulisan puisi.

PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MELALUI SUMBER DAYA MANUSIA DI SMP NEGERI 1 AMANATUN SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Oleh : Benyamin Mokoil
SMP Negeri 1 Amanatun
E-mail : nicsonkolloh@rocketmail.com

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah Sumber daya manusia secara Parsial berpengaruh signifikan terhadap strtaegi pengembangan kurikulum berbasis kompetensi di SMP Negeri 1 Amanatun Selatan. Untuk mengetahui apakah Sumber daya manusia secara simultan berpengaruh signifikan terhadap strtaegi pengembangan kurikulum berbasis kompetensi di SMP Negeri 1 Amanatun Selatan. Dan untuk mengetahui manakah faktor-faktor sumber daya manusia yang paling dominan berpengaruh terhadap strtaegi pengembangan kurikulum berbasis kompetensi di SMP Negeri 1 Amanatun Selatan.
Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru SMP Negeri 1 Amanatun Selatan Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampel diambil berdasarkan sensus sampling. Sampel penelitian sebanyak 23 orang. Metode pengumpulan data dengan kuesioner dengan menggunakan skala likert sebagai alat ukurnya.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa Secara parsial kinerja guru berpengaruh signifikan positif terhadap pengembangan KBK sedangkan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh tidak signifikan positif terhadap pengembangan KBK.
Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa Kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru secara simultan berpengaruh terhadap pengembangan KPK pada SMP NegeriI 1 Amanatun Selatan di Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan .6.130 sebesar 61.3%, oleh karena itu mutu sekolah sebesar 38.7% dipengaruhi oleh variabel lain. Selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja guru memiliki pengaruh dominan terhadap pengembangan KBK.

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN KREATIF MELALUI OPTIMALISASI SUPERVISI KELAS BAGI GURU SMP NEGERI 1 MUARA KOMAM

Oleh : Kholik Setiyawan
SMPN 1 Muara Komam
E-mail : kholik.setiyawan12@gmail.com

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh cara mengajar guru yang masih menggunakan metode ceramah dan mencatat. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Muara Komam Kabupaten Paser Kalimantan Timur serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi peneliti dalam melaksanakan kegiatan supervisi akademik (kelas) di SMP Negeri 1 Muara Komam Kabupaten Paser Kalimantan Timur.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengambil latar belakang pelaksanaan Supervisi Akademik di SMPN 1 Muara Komam Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi ( pengamatan ), dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan metode pendekatan induktif yang menganalisa masalah dari hal-hal yang bersifat khusus, kemudian diambil kesimpulan yang bersifat umum.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa : (1) Pelaksanaan supervisi akademik di SMPN 1 Muara Komam Kabupaten Paser Kalimantan Timur dilakukan oleh Kepala SMPN 1 Muara Komam. Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu. (2) Faktor pendukung pelaksanaan supervisi akademik di SMPN 1 Muara Komam yaitu adanya motivasi yang tinggi dari dalam diri Kepala Sekolah/peneliti untuk meningkatkan mutu pendidikan agar setara dengan sekolah negeri lainya serta motivasi dan peran aktif guru untuk meningkatkan kinerja mengajar. Faktor penghambat yaitu beban kerja dan terbatasnya waktu untuk melakukan kegiatan supervisi akademik secara berkala dan bertahap oleh kepala Sekolah/peneliti , adanya guru yang kurang memahami metode pembelajaran, guru kembali ke gaya mengajar yang lama. (3) Upaya yang dilakukan peneliti/kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 1 Muara Komam yaitu dengan mengirim/melatih guru dalam pelatihan pembelajaran berbasis teknologi, mengirimkan perwakilan guru untuk mengikuti seminar, menasehati guru untuk menggunakan metode yang kreatif dan tidak membosankan dalam mengajar, melakukan kegiatan supervisi akademik secara sungguh-sungguh, memotivasi guru serta memperbaiki kekuranganya dalam mengajar dan selalu memantau perkembangan guru dalam menjalankan kinerjanya.

PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI BATU PIJAKAN DARI LANGKAH AWAL MENUJU KESUKSESAN DI UNIT PRODUKSI SMKN 2 TANAH GROGOT

Oleh : Idris Sukarya
SMKN 2 Tanah Grogot
E-mail : idrissukarya@gmail.com

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apa yang menjadi tantangan bagi Organisasi Unit Produksi SMKN 2 Tanah Grogot, merumuskan rekomendasi dalam meughadapi tantangan perusahaan dengan perencanaan tenaga kerja. Analisis tantangan bagi sebuah perusahaan sangat diperlukan terlebih perusahaan dengan tingkat kompetitif tinggi, hal ini tidak bisa berdiri sendiri namun harus dibarengi dengan perencanaan tenaga kerja yang matang sebagai bentuk tuntutan perubahan pada suatu organisasi. Dalam menghadapi tantangan organisasi perencanaan tenaga kerja dapat membantu untuk inengidentifikasi pekerjaan dan persyaratan suksesi manajemen juga dapat digunakan sebagai senjata dalam menghadapi tantangan organisasi tidak hanya bagi Organisasi Unit Produksi SMKN 2 Tanah Grogot saja namun semua jenis perusahaan diduna. Terlibat dalam proses ini memungkinkan Organisasi Unit Produksi SMKN 2 Tanah Grogot dalam memenuhi tujuan untuk mempromosikan kepentingan perusahaan dalam basis bisnis yang sukses

Menteri Anies Imbau Sekolah Deteksi Bibit Radikalisme Sejak Dini

himbau sekolah deteksi radikalismeLiputan6.com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, sekolah perlu mendeteksi perilaku-perilaku siswanya yang dianggap menyimpang sejak dini. Ini dilakukan untuk mencegah tumbuhnya paham radikalisme dan terorisme, sebab, anak-anak atau remaja sangat rentan dipengaruhi.
“Jadi kalau Anda punya ideologi berbeda, sekolah bisa mendeteksi pada fase itu,” kata Anies usai pelantikan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Minggu (17/1/2016).
Guna mendukung tugas pihak sekolah itu, Kemendikbud telah membuat Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2015 tentang keharusan sekolah untuk berinteraksi aktif dengan orangtua. Dalam hal ini wali kelas berkomunikasi dengan orangtua untuk bisa mengetahui sejak dini bila ada gejala-gejala penyimpangan.
Ia menambahkan, orangtua dan pihak sekolah kemungkinan sudah mendeteksi perilaku siswa atau anak yang tak biasa. Namun, terkadang masih menganggap gejala penyimpangan tersebut sebagai persoalan kecil.
“Aturan itu sudah dibuat mulai Mei kemarin, jadi kita berharap dari situ bisa mendeteksi bila ada pikiran-pikiran yang menyimpang,” jelas Anies.
Tentu, kata dia, penyimpangan yang dimaksudkan bukan hanya soal pandangan ekstrim, tetapi juga kekerasan, narkoba dan pornografi.
‎”Jangan sampai satu perilaku disimpulkan. Anak pendiem itu ada jutaan, bisa enggak kita simpulkan anak pendiem melakukan kekerasan? Enggak. Jadi faktornya bukan di situ. Justru yang harus kita lihat lebih jauh adalah hulunya,” ucap dia.
“Jadi, saat semua orang membicarakan terorisnya, kita membicarakan orang-orang yang memerangi terornya dengan anak-anak,” tandas Anies.

Sumber : Liputan6.com
(By Hanz Jimenez Salim)
Editor : (beritapendidikan.net/sueb)

Jurnal Mitra Guru Volume I, Nomor 3, Juni 2015

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI KERJA MELALUI PENGHARGAAN DAN TEGURAN BAGI GURU SMP NEGERI 3 PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT

Oleh :Ayub
Kepala SMP Negeri 3 Pelaihari
Email : abahayub1217@gmail.com

Penelitian tentang upaya peningkatan motivasi kerja melalui penghargaan dan teguran bagi guru SMP Negeri 3 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja guru melalui penghargaan dan teguran sebagai guru SMP Negeri 3 Pelaihari serta mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan penghargaan dan teguran agar dapat meningkatkan motivasi kerja guru pada SMP Negeri 3 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 3 Pelaihari. Setelah semua data diperoleh kemudian diteliti dengan dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Hasil penelitian menjabarkan bahwa upaya peningkatan motivasi kerja dapat dilakukan melalui penghargan dan teguran bagi guru SMP Negeri 3 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Oleh karena itu peningkatan motivasi kerja sangat diperlukan oleh guru untuk menegakkan disiplin kerja sebagai insan pendidik.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERILAKU TERPUJI SISWA KELAS VII-H SMP NEGERI 1 BENJENG GRESIK MELALUI TEKNIK JIGSAW

Oleh : Amir Hamzah
SMP Negeri 1 Benjeng Gresik
Email : amirhamzah-ivan@gmail.com

Berbedanya kemampuan peserta didik dalam sebuah kelas berdampak pada keberhasilan sebuah pembelajaran. Seorang guru dituntut untuk dapat mengorganisasi hal tersebut menjadi sebuah irama yang hasilnya dapat membantu keberhasilan pembelajaran. Permasalahan yang terjadi adalah tidak maksimalnya hasil belajar perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti baik secara klasikal maupun secara individul. Disamping itu rendahnya kemauan untuk mengikuti pembelajaran serta motivasi untuk menggali lebih dalam materi yang dipelajari, kesiapan guru untuk melakukan pembalajaran serta belum menggunakan sarana dan prasarana yang sudah ada secara efektif. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas dalam rangka peningkatan hasil belajar perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti siswa kelasVII-H SMP Negeri 1 Benjeng Gresik melalui teknik jigsaw.
Penilaian untuk mencapai tujuan pembelajaran yang bersifat kemampuan kognitif dengan memberikan tes tertulis dan untuk mengukur kemampuan afektif siswa diminta mengidentifikasi tokoh-tokoh yang mempunyai karakter kerja keras, tekun, ulet dan teliti dan psikomotorik siswa diminta menampilkan sikap kerja keras, tekun, ulet dan teliti. Adapun siswa kelasVII –H berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 14 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.
Setelah penulis melakukan penelitian di kelasVII-H SMP Negeri 1 Benjeng Gresik maka dapat disimpulkan; Pertama, peningkatan hasil belajar perilaku terpuji; kerja keras, tekun ulet dan teliti bagi siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Benjeng Gresik dengan menggunakan teknik jigsaw dapat tercapai dengan hasil yang baik. Kedua, melalui teknik jigsaw hasil belajar siswa mengalami peningkatan terbukti dengan tercapainya ketuntasan klasikal yang semula 55,88% sebelum tindakan, meningkat setelah dilakukannya siklus 1 dengan ketuntasan klasikal 79,41% kemudian pada siklus 2 meningkat lagi dengan ketuntasan klasikal 100%. Ketiga, kematangan rencana proses belajar mengajar yang dipersiapkan guru sangat berpengaruh terhadap proses belajar itu sendiri. Keempat, perhatian dan bimbingan yang dilakukan setiap tahap pembelajaran sangat membantu siswa dalam mendapatkan solusi atas permasalahan yang sedang didiskusikan oleh siswa.

PENGARUH KOMPETENSI GURU, KOMUNIKASI DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA GURU PRODUKTIF DI SMK NEGERI 1 PROBOLINGGO

Oleh : Siti Muslipa
SMK Negeri 1 Probolinggo
Email : sitimuslipa@gmail.co.id

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompetensi guru, komunikasi dan komitmen guru produktif di SMK Negeri 1 Probolinggo secara parsial dan simultan terhadap kinerja guru.
Penelitian yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Probolinggo Jawa Timur ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini informasi dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner. Populasi maupun sampel dalam penelitian adalah seluruh guru mata diklat produktif pada 5 (lima) kompetensi keahlian di SMK Negeri 1 Probolinggo. Sehingga teknik pengambilan sampelnya menggunakan metode sensus. Analisa data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa secara simultan kompetensi guru, komunikasi dan komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi uji F kurang dari 0,05. Berdasarkan nilai t hitung di masing- masing variabel secara parsial kompetensi guru, komunikasi dan komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Dari hasil analisis data juga diketahui bahwa komunikasi mempunyai pengaruh dominan bila dibandingkan dengan variabel lain dalam penelitian ini.

PENGARUH FUNGSI PENGAWAS, KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA SEKOLAH SMK NEGERI 1 PROBOLINGGO

Oleh : Jetti Ernawati
SMK Negeri 1 Probolinggo
Email :jettiernawati29@gmail.com

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi pengawas, kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru SMK Negeri 1 Probolinggo dan menganalisis pengaruh secara simultan maupun parsial terhadap kinerja sekolah.
Penelitian ini adalah penelitian eksplanatory yang menyoroti pengaruh antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan guru SMK Negeri 1 Probolinggo berjumlah 91 orang. Sampel diambil dari keseluruhan populasi dengan teknik sensus sampling.
Hasil analisis data diketahui bahwa fungsi pengawas, kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru sudah baik. Secara simultan dan parsial juga fungsi pengawas, kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja sekolah.

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STRUKTURAL PADA SISWA ADMINISTRASI PERKANTORAN 1 KELAS X SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013-2014

Oleh : Syamsiyah
SMKN 1 Tanah Grogot
E-mail : syamsiyah_69@yahoo.co.id

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif model struktural terhadap hasil belajar PKn, untuk mengetahui penguasaan mata pelajaran PKn setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Struktural. Jenis penelitian ini adalah tidnakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian diskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Penelitian ini bertempat di SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Subjek penelitian adalah siswa-siswi Kelas X Administrasi perkantoran 1 yang berjumlah 43 siswa.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (67,44%), siklus II (81,39%), siklus III (94,74%)

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PBL) BERBANTUAN VARIASI PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS X-MIA-3 SMA NEGERI 4 BERAU

Oleh : Ahmad Bahruddin
SMA Negeri 4 Berau
Email : misterudien@yahoo.com

Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan membelajarkan peserta didik dengan menggunakan cara-cara atau langkah-langkah tertentu sehingga peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Namun, masih banyak ditemukan, kegiatan pembelajaran dilakukan hanya dengan cara mencatat, menjelaskan materi, memberi pekerjaan rumah dan lain sebagainya. Partisipasi peserta didik hampir tidak pernah dimaksimalkan. Terlebih lagi, pembelajaran yang mampu menuangkan ide dalam bentuk karya atau proyek yang mampu mengakomodasi minat belajar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik mengkonstruksi pengetahuan mereka secara mandiri.
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan : (1) bagaimanakah peningkatan penguasaan kosa kata peserta didik yang dibelajarkan dengan model Pembelajaran Berbasis Proyek berbantuan variasi permainan ?, (2) bagaimanakah kualitas proyek yang dihasilkan peserta didik setelah dibelajarkan dengan model Pembelajaran Berbasis Proyek berbantuan variasi permainan ?
Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua putaran/siklus. Setiap putaran/siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X-MIA-3 SMA Negeri 4 Berau Tahun Pelajaran 2014-2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan data bahwa penguasaan kosa kata bahasa Inggris peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (52%) dan siklus II (91%).
Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi model Pembelajaran Berbasis Proyek berbantuan variasi permainan dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan penguasaan kosa kata Bahasa Inggris peserta didik kelas X-MIA-3 SMA Negeri 4 Berau Tahun Pelajaran 2014-2015. Kualitas proyek yang dihasilkan, yaitu permainan kosa kata berbahan kertas karton sangat baik. Sehingga model pembelajaran dan hasil proyek ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggris.

MENINGKATKAN KINERJA WALI KELAS DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI KELAS MELALUI WORKSHOP DI SMA NEGERI AYOTUPAS

Oleh : Junus Tloim
Kepala SMA Negeri Ayotupas
Email : junus_tloim@yahoo.com

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan kegiatan penelitian tindakan sekolah terhadap peningkatan kinerja para wali kelas dalam melaksanakan tugas administrasi di kelas serta mengetahui dan mendiskripsikan sikap wali kelas melalui workshop di SMA Negeri Ayotupas.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan tindakan melalui workshop terstruktur ternyata bahwa hampir semua wali kelas mengerjakan tugas administrasi kelas mengalami peningkatan secara signifikan yang bervariasi,baik pada siklus I maupun pada siklus II. Terbukti bahwa pada tahap pratindakan, kinerja 12 orang wali kelas hanya 42,38%. Akan tetapi, pada siklus I meningkat menjadi 64,63% dan selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 96,58% dengan persentase rata-rata peningkatan adalah 28,88%. Oleh karena itu terbuktilah bahwa betapa pentingnya kegiatan penelitian tindakan sekolah terhadap peningkatan kinerja para wali kelas dalam melaksanakan tugas administrasi di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.

PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU MTS NEGERI TOMINI KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Oleh : Sunarti Muhammad
MTs Negeri Tomini Parigi Moutong
Email : sunarti.muhammad@gmail.com

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatory dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian sebanyak 32 orang dengan menggunakan metode sensus. Metode pengumpulan data tentang pengaruh komunikasi dan motivasi terhadap kinerja guru di MTs Negeri Tomini diperoleh melalui cara observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji F dan uji t serta menghitung koefisien determinasi dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menjabarkan bahwa secara simultan komunikasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai F hitung sebesar 624.336 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. Secara parsial komunikasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru di sekolah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung yang mempunyai signifikansi kurang dari 0,05. Jika dilihat dari hasil analisis dengan menggunakan uji t diketahui bahwa komunikasi mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja guru. Konstribusi komunikasi dan motivasi guru terhadap kinerja guru di sekolah ini sebesar 97.7%.

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA SMA NEGERI 1 MENGANTI GRESIK

Oleh : Hariono
SMA Negeri 1 Menganti Gresik
Email : hariono@gmail.com

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh secara simultan dan parsial budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja SMA Negeri 1 Menganti Gresik, serta untuk mengetahui diantara budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan yang berpengaruh dominan terhadap kinerja SMA Negeri 1 Menganti Gresik.
Penelitian ini merupakan penelitian Explanatory Research yaitu penelitian yang akan menjelaskan hubungan sebab akibat dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan SMA Negeri 1 Menganti Gresik yang berjumlah 17 orang karyawan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sensus sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini 17 orang yang selanjutnya disebut responden.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja SMA Negeri 1 Menganti Gresik.. Konstribusi budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja SMA Negeri 1 Menganti Gresik. sebesar 90.8%. Sedangkan sisanya sebesar 9.2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Secara parsial variabel budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi. Dijelaskan pula bahwa budaya organisasi berpengaruh dominan terhadap kinerja SMA Negeri 1 Menganti Gresik.

CERITA RAKYAT I LA GALIGODI KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN (Kajian: Kearifan Lokal, Fungsi, Kepercayaan, dan Pengaruh)

Oleh : Hasan Kamaruddin
SMKN 2 Tanah Grogot
E-mail : haskam42@yahoo.com

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kearifan lokal, fungsi, kepercayaan, dan pengaruh dalam masyarakat Palopo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada literatur ilmu dalam literatur umum dan lisan tertentu yang diterapkan pada pembelajaran literatur di sekolah. Studi ini memberikan gambaran kepada pembaca d cerita tentang cerita rakyat I LA Galigo Palopo pada pelayaran Batara Lattuq dari Tompotikkaq dengan tema perjodohan dan pernikahan dari anak Luwu Duke. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena hal ini didasarkan pada penelitian deskriptif yang berkaitan dengan pengamatan perilaku bentuk orang verbal, khususnya cerita rakyat I La Galigo di Palopo. Pengamatan dilakukan secara langsung di lapangan serta pemahaman masyarakat dari cerita rakyat I La Galigo. Lokasi penelitian adalah di Desa Ammasangeng dan Pontap dan Wara dan Kecamatan Wara Timur. Dalam penelitian ini membahas kearifan lokal, fungsi, kepercayaan diri, dan pengaruh cerita rakyat I La Galigo. Penelitian ini mencakup analisis cerita rakyat I La Galigo, analisis konsep, perumusan tujuan masalah dan desain. Studi ini menemukan bahwa: (1) kearifan lokal, musyawarah, saling membantu, Pangangadereng (sistem norma atau aturan adat), upacara maccerak tasik (2) fungsi cerita I La Galigo terdiri dari alat hiburan, sebagai instrumen lembaga ratifikasi dan lembaga lembaga kebudayaan, sebagai sarana pendidikan anak-anak, sebagai sarana pemaksaan dan supervisor sehingga norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektif (3) kepercayaan publik dalam cerita I La Galigo (percaya pada supranatural dan kesucian alam kucing (4) pengaruh cerita melakukan maddoja ritual Bine, dan penamaan. Berdasarkan pengamatan, analisis data dimulai dan diakhiri untuk cerita rakyat I La Galigo ini. Dapat disimpulkan bahwa kisah I La Galigo di antara orang-orang perkotaan masih dipengaruhi pada hal pendahulunya perilaku sehari-hari.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE MEMBACA CEPAT PADA SISWA KELAS V-B SDN SEMOLOWARU I / 261 KOTA SURABAYA

Oleh : Nur Laily
SDN Semolowaru I / 261 Kota Surabaya
E-mail : nurlaily@gmail.com

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh dari observasi aktifitas guru dan siswa serta penilaian tes hasil belajar siswa selama proses belajar berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara diskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa aktifitas guru dalam mengelola pembelajaran, aktifitas siswa dalam pembelajaran melalui metode membaca cepat yang dilakukan selama dua siklus mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat pada aktifitas guru siklus I mendapatkan nilai rata-rata 76,67 dan siklus II mendapatkan nilai rata-rata 79,17, aktifitas siswa dalam pembelajaran keterampilan membaca pemahaman, naik dari 65,20 % pada siklus I menjadi 84,21% pada siklus II. Begitu pula kemampuan membaca pemahaman pada siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata siklus I: 68,68 dan siklus II: 78,42. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui metode membaca cepat dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V-B SDN Semolowaru I/261 Kota Surabaya.

PENGGUNAAN POLA LATIHAN BERJENJANG UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PERHITUNGAN PANJANG GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN PADA KELAS VIII A MTS NEGERI WONGSOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh : Sugeng Maryono
MTs Negeri Wongsorejo Banyuwangi
E-mial : bwibandeng@yahoo.co.id

Kurangnya kemampuan siswa kelas VIII-A dalam memahami konsep-konsep Matematika dan keterampilan dalam menyelesaikan soal-soal sehingga prestasi belajarnya kurang memuaskan. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Pola Latihan Berjenjang dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran perhitungan panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran dikelas VIII-A MTs Negeri Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi.
Tempat penelitian dilaksanakan pada kelas VIII-A MTs Negeri Wongsorejo tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 39 orang. Jenis penelitian ini adalah PTK yang memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, dan (3) Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data proses kegiatan belajar mengajar diperoleh melalui metode observasi, sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes, selanjutnya data yang diperoleh dari hasil tes pada tiap-tiap siklus dianalisis dengan data statistik deskriptif. Sebagai indikator keberhasilannya adalah ketuntasan secara klasikal dalam kurikulum yaitu 85%.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan ketuntasan belajar klasikal yaitu dari 74.4% menjadi 89.7%, naik sekitar 15,3%. Pada siklus I ketuntasan belajar masih di bawah 85%, maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II tindakan yang diberikan adalah model belajar yang sama seperti pada siklus I namun disertai dengan penyempurnaan atau perbaikan terhadap kekurangan atau kelemahan maupun kendala yang dihadapi pada siklus I. Pada siklus II hasil tes yang diperoleh 89.7%, dalam hal ini persentase belajar yang diperoleh sudah melampaui ketuntasan belajar secara klasikal seperti yang diisyaratkan oleh kurikulum.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pola latihan berjenjang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII-A MTs Negeri Wongsorejo dalam pembelajaran perhitungan panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran.

Astaghfirullah, Gaji Insentif Guru Swasta Dipotong 10 Persen?

Sidoarjo (beritajatuang-rupiahim.com) – Para guru swasta, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Mdrasah aliyah (MA) se-Kabupaten Sidoarjo, mengaku resah saat menerima gaji insentif yang turun tri wulan dari pemerintah pusat itu, kabarnya dipotong 10 persen.
BM salah seorang guru tidak mengelak saat dikonfirmasi soal potongan gaji insentif tersebut. Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti, pihak manakah yang melakukan pemotongan tersebut. “Iya mas, gaji insentif dipotong 10 persen,” aku BM kepada
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD dan Pontren) Kemenag Kab. Sidoarjo Seksi Drs. Suhaji, M.Si mengelak melakukan pemotongan gaji insentif guru-guru itu.
Suhaji mengaku tugasnya hanya menyetujui administrasi pencairan insentif guru swasta tersebut. “Untuk keuangannya dipegang oleh Pemkab Sidoarjo, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo,” katanya.
Dia juga mengaku mencium adanya pemotongan gaji insentif guru swasta. Baru-baru ini stafnya dikumpulkan dan membahas masalah pemotongan itu. Suhaji juga mewanti-wanti kepada staf jangan sampai melakukan korupsi.
“Saya ini paling benci adanya praktek korupsi. Saya juga senang jika masalah dibongkar,” tukas pria yang pernah menjabat di Kemenag Jatim di Juanda.

Sumber : Beritajatim.com