Monthly Archives: March 2016

Jurnal Manajemen Teknologi Pendidikan Volume II, Nomor 1, Februari 2016

COVER DEPAN JMTP VOL II NO 1 JANUARI 2016

PENGGUNAAN METODE POSTER COMMENT
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
SEBAGAI UPAYAPENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS
SISWA KELAS VIIISMP NEGERI 2 TANAH GROGOT
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Maskanah
SMP Negeri 2Tanah Grogot
Email : maskanahkana@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengetahui kemampuan menulis siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode Poster Comment ? (b) Untuk mengetahui aktifitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan metode Poster Comment ? (c) Untuk mengetahui respon siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode Poster Comment ?
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tanah Grogot. Penelitian ini dilaksanakan semester ganjil Tahun Pelajaran 2014/2015 pada bulan September. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas VIII B SMP Negeri 2 Tanah Grogot. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VIII. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (59.00%), siklus II (72,22%), siklus III (86.35%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode poster comment dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas VIII, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Bahasa Inggris.

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN THINK PAIRS SHARE
GUNA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS
PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 2 TANAH GROGOT

Oleh :
Romaida Lingga
SMP Negeri 2 Tanah Grogot
Email : romaida.lingga@yahoo.co.id

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran Metode Think Pairs Shareterhadap hasil belajar Bahasa Inggris . (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya Pembelajaran Metode Think Pairs Share
Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 2 Tanah Grogot Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser. Penelitian ini dilaksanakan Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 yang dilaksanakan pada bulan Maret 2015. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas VII tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action search) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (71%,), siklus II (80%), siklus III (94%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode Think Pairs Share dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SMP Negeri 2 Tanah Grogot, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Bahasa Inggris.

PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DALAM
KEGIATAN SUPERVISI AKADEMIK MELALUI PENERAPAN
PENDAMPINGAN PADA GUGUS SEKOLAH
KECAMATAN BAJUIN KABUPATEN TANAH LAUT

Oleh :
Aluh Rusihan Ulfah
UPT Pendidikan Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut
E-mail : aluhrusihan@gmail.com

ABSTRAK
Pendampingan dari pengawas dirasa sangatlah tepat untuk mengatasi kesulitan atau permasalahan yang dihadapi para kepala sekolah dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan supervisi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik melaui penerapan pendampingan; mengetahui persepsi kepala sekolah terhadap pelaksanaan penerapan pendampingan yang dilakukan pengawas pada kepala sekolah dalam peningkatan kegiatan supervisi akademik serta menambah wawasan pengawas sekolah terhadap penerapan pendampingan dalam penelitian tindakan sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang menggunakan bentuk kolaborasi dengan melibatkan seorang kolaborator. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dimulai pada awal bulan Oktober hingga akhir bulan November 2015. Subyek dari penelitian ini 7 orang kepala sekolah dari Gugus Kenanga dan 8 orang kepala sekolah Gugus Aster yang ada di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut Tahun Pelajaran 2015-2016.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Peningkatan kompetensi dari tiap aspek pengamatan yang dilakukan kepala sekolah mulai dari siklus pertama hingga siklus ketiga memperlihatkan bahwa penerapan pendampingan yang diberikan peneliti telah mampu meningkatan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik. Persepsi kepala sekolah terhadap penerapan pendampingan untuk membantu dan mengatasi kesulitan serta kebingunan dalam kegiatan supervisi akademik pada Gugus Kenanga dan Gugus Aster di Kecamatan Bajuin, dirasa sangatlah tepat.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELANJUTKAN ISI CERITA
MENGGUNAKAN METODE PREDIKSI SISWA KELAS VIII E
SMP NEGERI 5 NGAWI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Hari Sulistyowati
SMP Negeri 5 Ngawi
Email: harisulityowati66@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan diketahui bahwa kemampuan belajar Bahasa Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampuan melanjutkan isi cerita dengan metode prediksi pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Ngawi tahun pelajaran 2014/2015.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Ngawi. Subjek untuk penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Ngawi tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah sebanyak 34 siswa. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 10 Maret 2015 – 30 Maret 2015.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dari tingkat ketuntasan tampak bahwa dengan penggunaan metode prediksi mampu meningkatkan kemampuan melanjutkan isi cerita pada siswa. Peningkatan tersebut diindikasikan (a) ketuntasan mengalami kenaikan yakni jika refleksi awal sangat baik sebanyak 10 siswa = 28%. dan siswa berkualifikasi baik sebanyak 16 siswa = 44%. Dengan demikian, tingkat keberhasilan pembelajaran mencapai 62%. Maka pada siklus II siswa yang berkualifikasi sangat baik sebanyak 13 anak = 36%, baik sebanyak 18 anak = 51%. Tingkat keberhasilan pembelajaan mencapai 87%. Dengan demikian metode prediksi efektif di dalam meningkatkan kemampuan melanjutkan isi cerita pada siswa.

PENERAPAN PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR
DENGAN PEMBERIAN TUGAS GUNA MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS VII
SMP NEGERI 1 LONG KALI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Rokhani
SMPN 1 Long Kali
E-mail : rokhani.teacher@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap hasil belajar bahasa Inggis serta mengungkap pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas berdampak pada motivasi belajar bahasa Inggris siswa. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroomaction research) sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri I Long Kali tahun pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (77,78%), siklus III (88,89%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran terstruktrur dengan pemberian tugas berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa serta model pembelajaran ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Negeri I Long Kali.

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY)
GUNA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS
PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI I LONG KALI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Anjar Maisarroh
SMK Negeri 1 Long Kali
E-mail : anjarmaisarroh@gmail.com

ABSTRAK
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Inggris dengan diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery) serta bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan (discovery) terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Long Kali Kabupaten Paser Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September Semester Gasal 2014/2015. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas IX B SMP Negeri 1 Long Kali pada pokok bahasan dalam memahami makna teks tulis fungsional dan esei pendek sederhana berbentuk teks report.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri I Long Kali. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (67,57%), siklus II (78,38%), siklus III (89,19%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode penemuan (discovery) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar bahasa Inggris siswa kelas IX SMP Negeri I Long Kali, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran bahasa Inggirs.

IMPLEMENTASI PERMENDIKNAS NOMOR 24 TAHUN 2007
TENTANG STANDAR SARANA DAN PRASARANA
(Study di SMP Negeri 1 Kelayang)

Oleh :
Benillah
SMP Negeri 1 Kelayang
E-mail : benillah27@yahoo.co.id

ABSTRAK
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dimensi yang akan dikaji adalah kesesuaian dengan standar sarana dan prasarana yang meliputi : satuan pendidikan, lahan, bangunan gedung, kelengkapan sarana prasarana. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Kelayang pada Bulan Februari-April 2015. Informan dalam penelitian ini adalah : wakil kepala sekolah, kepala komite sekolah, waka sarana-prasarana, guru, siswa/wali murid. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif deskriptif dengan model interaktif (Interactive Model of Analysis). Hasil penelitiannya bahwa terdapat empat komponen pokok yang harus dipenuhi yaitu satuan pendidikan, lahan, bangunan gedung, kelengkapan prasarana dan sarana. SMP Negeri 1 Kelayang mengimplementasikan Permendiknas No. 24 tahun 2007 dengan cara memenuhi empat komponen pokok standar sarana dan prasarana sekolah tersebut. Untuk satuan pendidikan dan lahan seluruh SMP Negeri 1 Kelayang telah memenuhi syarat. Namun untuk bangunan gedung dan kelengkapan sarana prasarana ada sebagian SMP yang belum bisa memenuhi sepenuhnya. Untuk gedung yang belum terpenuhi erat kaitannya dengan kekuatan gedung dan pemeliharaan gedung. Untuk kelengkapan sarana dan prasarana tidak terpenuhinya karena sebagian peralatan telah rusak dan belum diganti. Keterlambatan perbaruan peralatan dikarenakan faktor alokasi dana. Hal-hal yang mempengaruhi implementasi Permendiknas No. 24 tahun 2007 antara lain: komitmen kepala sekolah dan jajaran pimpinan sekolah terutama dalam hal upaya pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, komitmen guru terutama dalam hal memotivasi siswa untuk pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana sekolah, komitmen siswa terutama dalam hal pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, komitmen komite sekolah dalam hal dukungan dan kerjasama, dana sangat mempengaruhi pengadaan, pemeliharaan dan pembaharuan ulang sarana dan prasarana sekolah.

LANGKAH AKTIF MEMECAHKAN MASALAH OTONOMI DAERAH
MELALUI METODE PEMECAHAN MASALAH
GUNA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX D
SEMESTER GANJIL PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI SMP NEGERI 1 KUARO KABUPATEN
PASER TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Delima Silalahi
SMP Negeri 1 Kuaro
E-mail : delima.silalahi60@gmail.com

ABSTRAK
Prestasi belajar siswa belakangan ini semakin merosot dikarenakan kurang mengertinya siswa akan pokok bahasan yang dipelajari. Hal ini banyak dikarenakan metode pembelajaran yang kurang sesuai sehingga membuat siswa kurang mengerti dan membuat sebagian besar siswa mendapat nilai ujian yang sebatas tuntas hingga tidak tuntas saat ulangan.Karena itu peneliti merasa perlu untuk mengubah hal tersebut, hingga penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa melalui penerapan Metode Pemecahan Masalah pada pokok pembahasan Otonomi Daerah.
Penelitian ini dilaksankan pada siswa kelas IX-D semester ganjil SMP Negeri 1 Kuaro Kabupaten Paser yang dilaksanakan selama 2 bulan yakni dari akhir bulan Juli hingga akhir bulan September 2014 dengan jumlah siswa sebanyak 28 murid. Penelitian ini diawali dengan pretest yang untuk mengetahui seberapa besar presentase sebelum penelitian dan sesudah.
Pada metode pemecahan masalah, peneliti memberikan pertanyaan – pertanyaan yang berhubungan dengan topik pembahasan yakni Otonomi Daerah, sehingga memudahkan siswa mengetahui langkah aktif dalam memecahkan masalah. Dari hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata ulangan harian siswa kelas IX-D dari sebelum penerapan metode Pemecahan Masalah sebesar 58,92 dan setelah penerapan metode pembelajaran pada siklus pertama nilai rata-rata ulangan harian siswa menjadi 71,07 di siklus kedua 81 dan pada akhir siklus ketiga naik menjadi 89,28. Hal ini menandakan keberhasilan dalam meningkatan minat maka secara langsung prestasi belajar pada siswa kelas IX-D di SMP Negeri 1 Kuaro Kabupaten Paser tahun pelajaran 2014/2015 meningkat dan penelitian ini dapat dikatakan berhasili.

IMPLIKASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI TERHADAP
PROFESIONALISME GURU DI KECAMATAN RENGAT
(Studi pada Guru yang Lulus Sertifikasi Tahun 2006 dan 2007 di Kecamatan
Rengat Kabupaten Indragiri Hulu)

Oleh :
Tiwi Royani
SMP Negeri 3 Rengat
E-mail : smpnegeri3rengat@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan Sertifikasi Guru di Kecamatan Rengat dan untuk mendiskripsikan Peran Sertifikasi Guru dalam Menunjang Profesionalisme Guru di Kecamatan Rengat (Studi pada guru yang lulus sertifikasi tahun 2006 dan 2007 di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus-Desember 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan Rengat, pengawas, wali murid dan guru di Kecamatan Rengat (Studi pada guru yang lulus sertifikasi tahun 2006 dan 2007 di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu). Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan terjadi secara bersamaan setelah masa pengumpulan data yaitu: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan verifikasi
Hasil penelitiannya adalah Pelaksanaan sertifikasi guru di Kecamatan Rengat sudah berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang ada. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sertifikasi guru mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya untuk menunjang profesionalisme guru. Artinya guru tidak boleh seenaknya dalam memberi materi pelajaran kepada siswanya. Seorang guru harus profesional dalam melaksnakan tugasnya. Profesionalisme guru sangat penting artinya dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. Semakin profesional seorang guru maka akan semakin meningkat. Selain profesionalisme yang dituntut, maka sekarang sudah mulai harus meningkatkan kompetensinya. Kompetensi guru meliputi : kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional.

SISTEM AUTOMASI PERPUSTAKAAN FAKULTAS
TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN

Oleh :
Muhammad Udin
Universitas Merdeka Pasuruan
E-mail : masterkacong28@gmil.com

ABSTRAK
Penelitian ini yang berjudul Sistem Automasi Perpustakaan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Merdeka Pasuruan bertujuan untuk memberikan solusi terhadap pengelolaan kegiatan administratif perpustakaan dengan mendesain sebuah aplikasi Sistem Automasi Perpustakaan.
Dalam perancangan sistem informasi perpustakaan ini digunakan beberapa alat perancangan sistem yaitu : Flowchart, IOFC, Context Diagram, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram. Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem ini berdasarkan dari konsep kuantitatif karena merupakan penelitian yang bersifat non ilmiah tetapi bersifat alamiah. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Merdeka Pasuruan yang dilakukan pada Bulan Januari – Maret 2015.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa aplikasi perpustakaan dapat membantu kegiatan pendaftaran dan transaksi peminjaman dan pengembalian di perpustakaan sehingga proses pendaftaran dan transaksi menjadi lebih cepat serta dapat meminimalisasi kemungkinan kehilangan data yang disebabkan oleh kehilangan atau kerusakan dokumen karena data transaksi disimpan dalam bentuk file, proses perhitungan denda yang sering dilakukan pada saat transaksi pengembalian akan lebih cepat dan akurat, karena perhitungan denda pada system informasi perpustakaan yang dibangun dilakukan secara otomatis, aplikasi perpustakaan yang dibangun didukung oleh fasilitas catalog atau media untuk pencarian buku sehingga informasi mengenai buku yang dibutuhkan oleh anggota mudah didapat, cepat dan akurat.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL DENGAN PENDEKATAN
MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS
TEKS BERBENTUK PROCEDURE PADA SISWA KELAS IX SMP
MUHAMMADIYAH TANAH GROGOT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh :
Lilik Mufarokah
SMP Muhammadiyah Tanah Grogot
E-mail : mufarokahlilik@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di Kelas IX SMP Muhammadiyah Tanah Grogot Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun teks procedure; mengembangkan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif,efisien, dan menyenangkan serta siswa dapat melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengungkapkan pendapat, gagasan dan perasaannya dengan sederhana secara tertulis.
Untuk mencapai tujuan itu penulis menggunakan model pembelajaran Make a Match dengan menggunakan teknik observasi atau pengamatan dan pemberian test performance siswa dalam bentuk tes tertulis. Aspek-aspek yang dianalisis dalam pengamatan atau observasi oleh observer adalah motivasi, aktifitas belajar dan kompetensi siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus,masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan dengan tahapan perencanaan,pelaksanaan,observasi dan refleksi, selama 6 bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2013. Penulis juga mengambil data aktifitas siswa pada tiap siklus. Data tes awal (pre test) dilakukan untuk memetakan kemampuan awal siswa sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh dari tes tertulis di akhir siklus.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran Make a Match berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan menulis (writing skill) pada pembelajaran materi teks procedure di kelas IX SMP Muhammadiyah Tahun Pelajaran 2013/2014. Model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan aktifitas dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran materi teks procedure siswa SMP Muhammadiyah kelas IX Tahun Pelajaran 2013/2014 serta model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis(writing skill) pada materi Teks Procedure.

PENGARUH ORIENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
DAN KINERJA GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN
PADA SD NEGERI TANJUNG 2 KABUPATEN TANAH LAUT

Oleh :
Majeri
SD Negeri Tanjung 2
E-mail : majerijeri@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Orientasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan pada SD Negeri Tanjung 2. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap Mutu Pendidikan pada SD Negeri Tanjung 2 dan variabel Kinerja Guru mempunyai pengaruh dominan terhadap Mutu Pendidikan pada SD Negeri Tanjung 2.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah para guru. Sampel diambil berdasarkan sensus sampling yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi, selanjutnya menjadi responden penelitian. Sampel penelitian sebanyak 12 guru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Desember 2015.Metode pengumpulan data dengan kuesioner dengan menggunakan skala likert sebagai alat ukurnya. Data dianalisis dengan menggunakan Regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 17.0.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara simultan Orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja guru berpengaruh signifikan terhadap Mutu pendidikan. Konstribusi pengaruh Orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja guru terhadap mutu sekolah sebesar 47.0%, sedangkan sebesar 53.0% mutu sekolah dipengaruhi oleh variabel selain orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan kinerja guru pada SD Negeri Tanjung 2.
Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa secara parsial orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan kinerja guru berpengaruh signifikan positif terhadap Mutu pendidikan SD Negeri Tanjung 2. Hasil analisis dengan menggunakan Uji t maupun koefisien korelasi parsial diketahui bahwa kinerja guru mempunyai pengaruh dominan terhadap Mutu pendidikan SD Negeri Tanjung 2.

Jurnal Mitra Pendidikan Volume III, Nomor 1, Januari 2016

Cover DEPAN JMP VOL III NOMOR 1 JANUARI 2015

DISCOVERY PLUS UNTUK APLIKASI HUKUM FARADAY 1
PADA SEL ELEKTROLISIS SISWA KELAS XII IPA
SMA NEGERI I KEDAMEAN GRESIK

Oleh :
Roy N. Handerson
SMA Negeri 1 Kedamean
E-mail : handerson@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I Kedamean Gresik. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan September-November 20015 Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas XII IPA pada pokok bahasan dalam discovery plus untuk aplikasi hukum faraday 1. Langkah-langkah yang dilakukan dengan model discovery plus dideskripsikan memberikan rangsangan/stimulus untuk memberikan motivasi sehingga siswa lebih fokus pada pokok bahasan; memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal yang terkait dengan pokok bahasan; membantu siswa dengan mengumpulkan informasi/ data jika diperlukan oleh siswa; memberi kesempatan pada siswa untuk mengolah data; melakukan pembuktian dengan menemukan sendiri jawaban/discovery plus atas pertanyaan yang timbul; membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya. Plus-nya menerapkan proses sel elektrosisis dengan melakukan penyepuhan logam, menghitung masa endapan yang menempel pada logam hasil elektrolisis, menuliskan reaksi sel yang terjadi pada katoda dan anoda. Dari hasil analisis penilaian, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa ada peningkatan dari 67,1 menjadi 74 dan ketuntasan belajar mencapai dari 69,3% menjadi 76,4% sedangkan ketuntasan belajar siswa dari 16 siswa menjadi 28 siswa yang tuntas belajar diantara 29 siswa sementara 1 siswa yang lainnya dinyatakan belum tuntas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada tahap kegiatan belajar dengan model discovery plus, secara klasikal siswa tuntas belajar mengalami kenaikan yang cukup drastis dari 55% menjadi 96% .

PENERAPAN METODE KOOPERATIF
MODEL GROUP INVESTIGATION SEBAGAI ALTERNATIF
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PADA SISWA KELAS VIII E SMPN 1 LONG KALI

Oleh :
Daroni
SMP Negeri 1 Long Kali
E-mail : daronimz161@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SMP Negeri 1 Long Kali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model group investigation serta mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model group investigation pada siswa Kelas VIII E SMPN I Long Kali Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014/2015. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus dapat ditarik simpulan pembelajaran dengan kooperatif model group investigation memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72,00%), siklus II (76,00%), siklus III (88,00%). Penerapan metode pembelajaran kooperatif model group investigation mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan beberapa siswa, rata-rata jawaban menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran kooperatif model group investigation sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.

MEMINIMALKAN KESULITAN BELAJAR MATERI
PERSAMAAN GARIS LURUS PADA SISWA
KELAS VIII SMP NEGERI 3 BATU ENGAU
DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS

Oleh:
Rekso Nurhadi
SMP Negeri 3 Batu Engau
Email : rekso_nurhadi@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan kesulitan belajar siswa dalam bidang studi matematika, kegiatannya dilaksanakan dalam proses pembelajaran dengan memaksimalkan keaktifan siswa, guru hanya sebagai fasilitator dan motifator. Dalam pembelajaran konstruktivis siswa belajar dengan mengalami sendiri dan membangun pengetahuan sendiri dari pengalaman yang dialaminya dan pada akhirnya belajarnya bermakna, bila belajarnya bermakna maka kesulitan belajar siswa teratasi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 dalam 3 siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi.
Berdasarkan hasil penelitian dengan pendekatan kostruktivis dengan materi persamaan garis lurus dapat meminimalkan kesulitan belajar siswa terbukti dengan meningkatnya hasil belajar dari siklus I sampai siklus III, dengan kata lain siswa yang mengalami kesulitan belajar semakin berkurang, sedangkan dari hasil observasi diperoleh peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Adapun dari angket diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan pendekatan kostruktivis meningkatkan respon siswa dalam pembelajaran, dan memacu siswa untuk belajar mengkonstruksi sendiri materi pelajaran yang sedang dipelajari dan bila mengalami kesulitan siswa dibantu teman sekelompoknya yang terlebih dahulu memahami materi yang dipelajari dan bila dalam suatu kelompok tidak ada yang bisa menyelesaikan kesulitan yang dihadapi langsung bertanya pada guru.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN
TEKNIK SKEMA PADA SISWA KELAS VIII B
SMP NEGERI I TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh :
Kurnia
SMP Negeri I Tanah Grogot
Email : niadjamal@ymail.com

ABSTRAK
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan teknik skema pada siswa kelas VIII B SMP Negeri I Tanag Grogot kabupaten Paser. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri I Tanah Grogot Kabupaten Paser sebanyak 33 siswa. Penelitian ini berlangsung pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2015. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi,wawancara dan tes. Teknik analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan teknik skema pada siklus I dikategorikan rendah, sedangkan kemampuan membaca kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan teknik skema pada siklus II dikategorikan sedang dan tinggi. Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri I Tanah Grogot. Persentase kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan teknik skema pada siklus I sebesar 35%, siklus II sebesar 92,5%. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman dengan teknik skema pada siswa kelas VIII B SMP Negeri I Tanah Grogot meningkat.

EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN DISKUSI
DALAM PENINGKATAN DAYA SERAP SISWA
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
DI SMP NEGERI 2 LONG KALI

Oleh :
Bambang Widodo
SMP Negeri 2 Long Kali
Email : bambangwidodo1964@gmail.com

ABSTRAK
Lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 2 Long Kali, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Pemilihan lokasi ini disebabkan karena penulis bekerja sebagai guru di SMP Negeri 2 Long Kali ini dan berasumsi bahwa PTK perlu dilakukan untuk meningkatkan daya serap siswa SMP Negeri 2 Long Kali khususnya kelas IX pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Long Kali, sedangkan sampel diambil dengan menetapkan kelas IX berjumlah 34 orang. Penelitian ini dilakukan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2014-2015. Data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan analisa data diketahui bahwa dari ketiga hipotesis diatas hasilnya adalah asumsi I yaitu lebih sering frekuensi dilakukannya diskusi kelompok maka prestasi siswa semakin meningkat. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok efektif digunakan dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan guna peningkatan prestasi belajar siswa khususnya siswa kelas IX SMP Negeri 2 Long Kali.

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR TOLAK PELURU
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MODIFIKASI TOLAK PELURU
DARI BOLA PLASTIK PADA SISWA KELAS X
SMA NEGERI 1 BATU ENGAU KABUPATEN PASER

Oleh :
Azan Syahbani
SMA Negeri 1 Batu Engau
E-mail : azansyahbani@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana media modifikasi bola plastik bisa meningkatkan efektivitas belajar di kelas X SMA Negeri 1 Batu Engau Kecamatan Batu Engau Kecamatan Paser. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil dari mulai 19 Juli – 19 Agustus 2015 tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA N 1 Batu Engau. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan media modifikasi tolak peluru dari bola plastik di kategorikan aktif. Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas siswa mengalami peningkatan keaktifan rata-rata sebesar 75%. Sedangkan untuk aktivitas mengajar guru pada siklus pertama mencapai tingkat pencapaian 95%, sedangkan pada siklus kedua setelah melakukan treatment pada proses pembelajaran, aktivitas guru mencapai 100%. Ini berarti ada kenaikan aktivitas guru sebesar 5%, sehingga rata-rata aktivitas guru pada dua siklus mencapai 97,5%. Nilai rata-rata Ketuntasan Belajar untuk aspek Awalan mencapai 97,5% putra dan putri mencapai 75%.

MENINGKATKAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA
MELALUI SANKSI BERJENJANG PADA SISWA KELAS VII
SMPN 3 PERANAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Irfandi
SMP Negeri 3 Peranap
E-mail : andistewart20@yahoo.com

ABSTRAK
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan sesuai dengan undang undang sistem pendidikan nasional pasal 3, maka salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah bila siswa selalu bersikap disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi disekolah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat disiplin dan rasa tanggung jawab siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu tahun pelajaran 2014/2015. Subyek penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 3 Peranap dengan jumlah siswa yang diteliti sebanyak 66 orang. Penelitian ini dilakukan bulan Juli sampai September pada tahun pelajaran berjalan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa melaui penerapan sanksi secara berjenjang kepada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Peranap dapat meningkatkan disiplin, rasa tanggung jawab, sikap dan pola tingkah laku siswa mengalami perubahan dari yang kurang berdisplin menjadi berdisiplin serta bertanggung jawab.

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA
SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU
SDN GUGUS II DI KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT

Oleh :
Sumarni
SDN Gugus II Kecamatan Jorong
E-mail : cucusumarni28@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah utnk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah terhadap kinerja guru, mengetahui hubungan antara motivasi guru terhadap kinerja guru, mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan situasional dan motivasi guru kepala sekolah terhadap kinerja guru SDN Gugus II di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian adalah seluruh guru pada SDN Gugus II di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Semua anggota populasi menjadi responden dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini termsuk penelitian sensus yaitu semua anggota populasi diuji atau dapat disebut total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan situasional dan motivasi guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru. Pengaruh gaya kepemimpinan situasional dan motivasi guru tersebut pada kinerja guru sebesar 56.2% oleh karena itu kinerja guru sebesar 43.8% dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan secara parsial gaya kepemimpinan situasional dan motivasi guru berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja guru pada SDN Gugus II di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Gaya kepemimpinan situasional memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja guru pada SDN Gugus II di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut.

UPAYAMENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA
MELALUI METODE PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS
ACHIEVEMENT DIVISIONS PADASISWA KELAS VIII B
SMP NEGERI 7 PELAIHARI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh :
Mahyudin
SMP Negeri 7 Pelaihari
E-mail : mahyudin964@gmail.com

ABSTRAK
Dalam penelitian ini peneliti mengambil subyek kelas VIII B SMP Negeri 7 Pelaihari semester I tahun pelajaran 2015-2016 yang berjumlah 27 anak yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus yang setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Adapun tujuan adari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan menulis dan peningkatakn aktivitas siswa dalam menulis teks berita melalui meode Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 7 tahun pelajaran 2015-2016. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran STAD dapat meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Hal ini ditunjukkan denga kenaikan hasil tes evaluasi siswa di tiap siklusnya. Nilai rata-rata siswa siklus I mencapai 62.96 dengan ketuntasan klasikal mencapai 25.92%, pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 70.37 dengan ketuntasan klasikal 55.56% dan pada siklus III nilai rata-rata siswa mencapai 83.15 dengan ketuntasan klasikal 100%. Sedangkan untuk aktivitas siswa ketika pembelajaran Bahasa Indonesia dengan model pembelajaran STAD diterapkan di kelas termasuk dalam kategori sangat tinggi.

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS
DAN PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
TERHADAP KINERJA GURU KECAMATAN GENENG NGAWI

Oleh :
Tatik Dwi Retnowati
Pengawas TK Kecamatan Geneng
Email : tatiksumarno@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh supervisi akademik pengawas terhadap kinerja guru, menganalisis pengaruh perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru serta menganalisis pengaruh supervisi akademik pengawas dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah secara bersama terhadap kinerja guru pada TK di Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif yang dilakukan pada Bulan Januari-April 2015. Populasi penelitian ini adalah semua guru TK di Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling . TK yang diteliti dalam penelitian ini 7 (tujuh) sekolahan dengan jumlah guru sebanyak 32 guru yang selanjutnya disebut sampel. Hasil dari penelitian ini adalah supervisi akademik dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru TK di Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Konstribusi supervisi akademik dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 34.4% kinerja guru dapat dijelaskan oleh supervisi akademik dan kepemimpinan kepala sekolah. Sedangkan sisanya sebesar 65.6% dipengaruhi / dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Secara parsial variabel supervisi akademik berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru sedangkan perilaku kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja guru TK di Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Supervisi akademik berpengaruh dominan terhadap kinerja guru pada TK di Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.

PENERAPAN PENDEKATAN TAKTIS
GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERMAINAN BOLA BASKET
PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TANAH GROGOT
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh :
Gunardi
SMPN2 Tanah Grogot
E-mail : gunardi123@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan permainan bola basket dengan diterpkanya Pendekatan Taktis. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari dua tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII dari data diperoleh berupa hasil tes praktik , lembar observasi kegiatan beolajar mengajar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September semester ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan pendekatan taktis dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (65%), siklus II (77%) dan siklus III (91%). Pendekatan taktis mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengna rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran ini sehingga mereka menjati termotivasi untuk belajar.

PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DALAM
KEGIATAN SUPERVISI AKADEMIK MELALUI PENERAPAN
PENDAMPINGAN PADA GUGUS SEKOLAH I
DAN III DI KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI

Oleh :
Djajadi
Pengawas SD
E-mail : jayadi1962@gmail.com

ABSTRAK
Pendampingan dari pengawas dirasa sangatlah tepat untuk mengatasi kesulitan atau permasalahan yang dihadapi para kepala sekolah dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan supervisi. Kesulitan ini apabila dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan kegiatan supervisi akademik yang harus dilakukan kepala sekolah demi peningkatan kualitas pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa, hanya sebatas ilmu kira-kira saja, tanpa adanya proses dan penilaian yang obyektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik melaui penerapan pendampingan; mengetahui persepsi kepala sekolah terhadap pelaksanaan penerapan pendampingan yang dilakukan pengawas pada kepala sekolah dalam peningkatan kegiatan supervisi akademik serta menambah wawasan pengawas sekolah terhadap penerapan pendampingan dalam penelitian tindakan sekolah.
Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dimulai pada awal bulan Oktober hingga akhir bulan Desember 2015. Subyek atau populasi dari penelitian ini 12 orang yang terdiri dari 10 orang kepala SD Negeri dan 2 orang kepala SD Swasta yang ada di Gugus Sekolah I dan III wilayah kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sedangkan yang menjadi obyek penelitian adalah kompetensi kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan supervisi. Melalui penelitian tindakan sekolah yang dilakukan selama 3 siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi atau pengamatan, dan refleksi dapat disimpulkan bahwa penerapan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik pada Gugus Sekolah I dan III di Kecamatan Mojoroto.

 

Jurnal Mitra Guru Volume II, Nomor 1, Februari 2016

COVER DEPAN JMG VOL 1 NO 1 Februari 2015

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PAI DENGAN DITERAPKANNYA METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 KUARO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Akhmad Supiani
SMP Negeri 1 Kuaro
Email :ahmadsupiani178@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya metode demonstrasi pada siswa Kelas VII SMPN 1 Kuaro tahun pelajaran 2014/2015, mengetahui pengaruh motivasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkan metode demonstrasi pada siswa Kelas VII SMPN 1 Kuaro tahun pelajaran 2014/2015 dan menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar pada siswa Kelas VII SMPN 1 Kuaro. tahun pelajaran. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Kuaro dengan subjek penelitian adalah siswa kelas siswa Kelas VII SMPN 1 Kuaro tahun pelajaran 2014/2015. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (65,85%), siklus II (78,00%), siklus III (87,80%). Metode demonstrasi dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan. Penerapan metode demonstrasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA
SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA
PADA MATERI POKOK LINGKARAN DI KELAS VIII-C
SMP NEGERI 1 KUARO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Rustam Simatupang
SMP Negeri 1 Kuaro
E-mail : rustam_simatupang67@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian yang berjudul ”Penggunaan Metode Tutor Sebaya Sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Pada Materi Pokok Lingkaran di Kelas VIII-C SMP Negeri 1 Kuaro Tahun Pelajaran 2014/2015” memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika di kelas VIII-C SMP Negeri 1 Kuaro Tahun Pelajaran 2014 / 2015 dengan metode tutor sebaya dan untuk mengetahui dampak metode Tutor Sebaya dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Kuaro Tahun Pelajaran 2014/2015 semester genap pada materi keliling dan luas lingkaran.
Penelitian ini dilaksankan pada siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Kuaro Tahun Pelajaran 2014/2015 semester dengan jumlah siswa 32 orang, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Pemilihan kelas VIII-C ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan partisipasi pada pembelajaran matematika di kelas VIII-C.
Dari hasil penelitian didapati hasil yaitu keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran tinggi, karena telah mencapai kriteria yang ditetapkan, yakni 100% Peserta didik terlibat aktif, frekuensi Peserta didik yang bertanya tinggi, karena melampaui kriteria yang ditetapkan, yakni 76%, sedangkan kriteria 75%, peserta didik yang mampu mengajukan pendapat sedang yaitu 72%, meskipun belum memenuhi kriteria 75%, tetapi dari segi kuantitas mengalami peningkatan, Peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan tinggi, karena melampaui kriteria yang ditetapkan yakni 83%, sedangkan kriteria 80% dan Kinerja kelompok tinggi, karena sangat kompak dan dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 100% sudah sesuai dengan criteria 100%.

MENINGKATKAN BELAJAR BAHASA INGGRIS TEKS RECOUNT MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOPERATIF MODEL NUMBER HEAD TOGETHER
PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 TANAH GROGOT

Oleh :
Suhartini
SMP Negeri 8 Tanah Grogot
Email : titin56@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan (1) Apakah menggunakan pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together berpengaruh pada hasil belajar Teks Recount Bahasa Inggris siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tanah Grogot ? (2) Seberapa jauh penguasaan materi Teks Recount dalam pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tanah Grogot ?
Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together terhadap hasil belajar Teks Recount pada Bahasa Inggris siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tanah Grogot serta dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan Materi Teks Recount pada pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tanah Grogot.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tanah Grogot yang berjumlah 27 orang dijadikan objek penelitian ini. Sedangkan guru dan supervisor pada penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dengan latar pendidikan/berijazah bahasa Inggris. Penelitian dilakukan di ruang kelas VIII SMP Negeri 8 Tanah Grogot Kabupaten Paser. Penelitian dilaksanakan pada saat pertemuan/tatap muka reguler selama 2 (dua) bulan yaitu Februari dan Maret 2014 semester 2 tahun pelajaran 2013-2014.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan model number head together pada siswa dapat meningkatkan kemampuan belajar dan dalam membentuk kerjasama yang baik dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Penguasaan siswa untuk berbicara dan dalam membentuk kerjasama yang baik dalam mata pelajaran bahasa Inggris termasuk kategori cukup baik.

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA
DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING
PADA SISWA KELAS VII SMPN 6 TANAH GROGOT
TAHUN PELAJARAN 2014-2015

Oleh :
Abdurrahman Sidik
SMPN 6 Tanah Grogot
E-mail : abdurrahmansiddik05@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA.
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran penemuan terbimbing? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan terbimbing terhadap motivasi belajar siswa?
Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran penemuan terbimbing. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran penemuan terbimbing. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMPN 6 Tanah Grogot. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober-Desember 2014. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,22%), siklus II (78,26%), siklus III (91,30%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran penemuan terbimbing dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SMPN 6 Tanah Grogot, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA SISTIM EKSKRESI MANUSIA
MELALUI PENERAPAN KOOPERATIF JIGSAW KELAS IX B
SMP NEGERI 2 TANAH GROGOT TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016

Oleh :
Farida Fatmawati Saragih
SMPN 2 Tanah Grogot
E-mail : farida.fatmawati@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tanah Grogot, Jalan D.I. Panjaitan No. 15 Tanah Grogot. Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Waktu prasiklus dilaksanakan pada 10 Agustus 2015, dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2015 sampai dengan 2 September 2015 dengan 2 siklus. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IXB SMP N 2 Tanah Grogot yang berjumlah 37 dengan jumlah laki-laki 10 dan perempuan berjumlah 27 orang tahun pembelajaran 2015/2016.
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IXB SMP N 2 Tanah Grogot Tahun Pembelajaran 2015-2016 pada Sistim Ekskresi pada manusia. Terbukti dari peningkatan hasil belajar siswa pada siklus 1 nilai pretes dari rata-rata 40 menjadi rata-rata 80,54. Lalu pada pelaksanaan posttes siklus 1 diperoleh hasil rata-rata 80,54, hanya 4 orang siswa yang tidak mencapai nilai KKM, berarti ketuntasan mencapai 89,19%. Dari nilai pretes yang rata-rata nilai adalah 40,00, dengan ketuntasan 2,70% , setelah proses pembelajaran diperoleh rata-rata nilai pada posttes menjadi 80,54, berarti memperoleh kenaikan sebesar 2 kali lipat lebih dengan persentase ketuntasan kenaikannya mencapai 86,49%. Pada siklus 2 yang diawali juga dengan dilaksanakannya pretes, siswa memiliki rata-rata nilai klasikal 54,32 dengan hanya 2 orang yang mencapai KKM. Pada evaluasi akhir pembelajaran pertemuan 1 hanya 2 orang yang tidak tuntas ,35 orang nilai di atas KKM setara dengan 94,59%,dengan rata-rata nilai 81,62. Selanjutnya pada evaluasi akhir pembelajaran pertemuan 2 diperoleh data rata-rata niali 85,95 dan 100% tuntas. Terakhir nilai posttes adalah rata-rata 88,38 dan juga 100% tuntas.

ANALISIS PENGEMBANGAN KINERJA GURU
SMP NEGERI 4 RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh :
Mailis
SMP Negeri 4 Rengat Kabupaten Indragiri Hulu
Email: smpn4rengat@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen pengembangan SDM dalam rangka meningkatkan kinerja guru SMPN 4 Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, mendiskripsikan kinerja guru serta menganalisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja guru SMP Negeri 4 Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini total informan sebanyak 8 orang dan teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan terjadi secara bersamaan setelah masa pengumpulan data yaitu : reduksi data, penyajian data,menarik kesimpulan/verifikasi, dilakukan secara longgar, tetap terbuka, tetapi dirumuskan secara rinci dan mengakar dengan kokoh.
Hasil penelitian ini adalah pengembangan SDM dalam rangka meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 4 Rengat Indragiri Hulu melalui kegiatan-kegiatan KKG dan kegiatan lainnya yang dapat menunjang kinerja guru yang berkaitan dengan kemampuan menyusun RPP, penggunaan metode pembelajaran yang tepat, melakukan evaluasi belajar dengan baik dan komitmen dalam menjalankan tugas. Kinerja Guru di SMP Negeri 4 Rengat Indragiri Hulu pada kategori baik. Namun komitmennya masih kurang. Hal tersebut dapat dilihat dari kurangnya motivasi dan disiplin guru.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DAN AKTIVITAS BELAJAR
DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
PADA MATERI KEMAGNETAN BAGI SISWA KELAS IX F SEMESTER 1
SMP NEGERI 2 BATANGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh :
Arum Subekti
SMP Negeri 2 Batangan
Email : arumsubekti123@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPA pada materi kemagnetan pada siswa kelas IX F Semester 1 SMP Negeri 2 Batangan tahun pelajaran 2015/2016 melalui pembelajaran model PBL (Problem Based Learning). Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX dengan sampel 1 kelas dari populasi siswa sebanyak 6 kelas. Hasil penelitian dari siklus I diperoleh rata-rata aktivitas siswa 81% dalam kategori baik, rata-rata nilai belajar 76,6 dengan ketuntasan belajar 81,25%. Pada siklus II diperoleh rata-rata aktivitas siswa 88% dengan kategori sangat baik, rata-rata hasil belajar 83,1 dengan ketuntasan belajar meningkat 96,86%. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak dua siklus diperoleh simpulan bahwa pembelajaran model PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar IPA siswa kelas IX F semester 1 SMP Negeri 2 Batangan tahun pelajaran 2015/2016 pada materi kemagnetan.

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA ( READING)
DENGAN METODE KOOPERATIF JIGSAW
PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 LONGKALI
TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

Oleh :
Endang Kartiningsih
SMP Negeri 1 Longkali
E-mail : astrimanies@yahoo.co.id

ABSTRAK
Permasalahan yang ingin dikaji dalam dalam penelitian tindakan ini adalah apakah pembelajaran kooperatif model jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris serta seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model jigsaw terhadap hasil belajar Bahasa Inggris serta mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Longkali
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Longkali . Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (56,00%), siklus II (72,00%), siklus III (88,05 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Longkali serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggris.

PENGARUH MEDIA KANCING GENETIKA TERHADAP HASIL
BELAJAR PEWARISAN SIFAT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL
KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IX B SMP NEGERI 2
PELAIHARI TAHUN AJARAN 2014-2015

Oleh:
Siti Norhamliah
SMP Negeri 2 Pelaihari
E-mail : siti.norhamliah@gamil.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar genetika dengan menggunakan media kancing genetika pada materi pewarisan sifat. Penelitian ini dilakukan tanggal 15 Januari sampai 29 Januari 2015. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX B SMPN 2 Pelaihari yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan yang pada umumnya mempunyai kemampuan sedang. Peserta didik sangat kurang memahami materi persilangan mono hibrid maupun dihibrid walaupun sudah dibekali dengan terminologi pewarisan sifat.
Hasil peneltian menunjukkan bahwa melalui media kancing genetika dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang pewarisan sifat pada makhluk hidup. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata tes sebagai hasil belajar setiap siklus yang semakin meningkat, yaitu 48,6 pada siklus I, 49,7 pada siklus II, dan 80,6 pada siklus III. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD juga efektif berperan meningkatkan berpartisipasi aktif dan kerjasama antar siswa terutama dalam kelompoknya, hal ini tampak dari antusias siswa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION
DAN PAMERAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL
BELAJAR SISWA KELAS VIIID SMPN 7 PELAIHARI
PADA MATERI AJAR SIFAT BAHAN DAN SISTEM PENCERNAAN

Oleh :
Yulia Purnama Rukmi
E-mail : yulia.purnama@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Meningkatkan aktivitas pada sifat bahan dan sistem pencernaan melalui model Group Investigation dan Pameran siswa kelas VIIID SMPN 7 Pelaihari. 2) Meningkatkan hasil belajar pada sifat bahan dan sistem pencernaan melalui model Group Investigation dan Pameran siswa kelas VIIID SMPN 7 Pelaihari.
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIIID SMPN 7 Pelaihari yang berjumlah 27 siswa, terdiri dari 14 laki-laki dan 13 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli sampai tanggal 6 Oktobert ahun 2015. Tindakan ini dilakukan dalam 2 siklus dengan materi sifat bahan dan sistem pencernaan. Data hasil penelitian berupa prosentasi aktivitas siswa menanya/menjawab, hasil uji kompetensi siswa dan hasil angket siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa dalam menanya/menjawab pertanyaan hingga 95%, yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa sebesar 77% siswa yang tuntas secara klasikal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui model Group Investigation dan Pameran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIID SMPN 7 Pelaihari.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTRUKTIVIS UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX D
SMP 1 TEKUNG PADA MATERI POKOK STATISTIKA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh :
Sri Hartati
SMP Negeri 1 Tekung Kabupaten Lumajang
E-mail : sri.hartati@gmail.com

ABSTRAK
Salah satu tujuan pembelajaran di sekolah adalah melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. Agar tujuan pembelajaran tercapai, maka guru dengan segaladaya upaya memilih model pembelajaran yang tepat untuk materi pelajaran yang akan disampaikan. Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah model siklus belajar (learning cycle) yang diharapkan dapat menumbuh kembangkan kemampuan penalaran matematika siswa terutama pada materi pelajaran statistika.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Tekung Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Tekung semester1 tahun pelajaran 2013/2014, yang berjumlah 30 siswa. Guru pengajar yang melakukan penelitian dibantu seorang guru sebagai pengamat. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Hasil penelitian pada siklus I adalah 50,00% siswa mendapat nilai lebih dari 75 berarti belum memenuhi target ketuntasan yang ingin dicapai yaitu 75% siswa mendapat nilai lebih dari 75. Nilai rata-rata sudah mencapai 71,67 ini menunjukkan ada beberapa siswa yang harus mendapat perhatian khusus. Sedangkan pada siklus II yang mendapat nilai lebih dari 75 sebanyak 86,67% dengan rata-rata kelas 84,00 jadi telah mencapai indikator keberhasilan, dengan demikian ada peningkatan hasil belajar siswa.
Dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan kontekstual yang dibangun melalui model siklus belajar (learning cycle) dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa kelas IX D semester I SMP Negeri 1 Tekung tahun pelajaran 2013/2014 pada materi Statistika. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan guru matematika dapat meningkatkan peran aktif siswa dan kegiatan belajar, salah satunya dengan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle).

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN
MENGGUNAKAN METODE DISKUSI DI KELAS XII IPA
SMA NEGERI 1 RENGAT BARAT INDRAGIRI HULU

Oleh
Haslinda
SMA Negeri 1 Rengat Barat
Email : haslinda_rengat@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini menghasilkan strategi belajar dengan kompetensi materi untuk membuktikan betapa pentingnya conversation dengan mengobservasi aktifitas siswa dalam interaktif antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa lainnya dalam bahasa inggris. Dengan interaktif dan aktifitas siswa berbicara dalam bahasa inggris dikelas maka kemampuan bahasa inggris siswa akan tercapai.
Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dilakukan dengan tujuan focus pada kelas atau proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (materi, silabus, dll) ataupun Output (Hasil belajar). Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 yang berlangsung bulan Februari-Maret 2015. Prosedur penelitian terbagi dalam 2 siklus.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa setelah diadakan latihan terus menerus dan saling berkomunikasi dengan topic yang diberikan oleh guru maka kemampuan siswa mengalami peningkatan. Dengan vocabulary yang digunakan dalam komunikasi maka siswa secara terlatih telah dapat membuat kalimat-kalimat sendiri sesuai dengan topik.

Usulan Gelar Guru Besar Hanya Lewat Sistem Online

brt97636100Surabaya (beritajatim.com) – Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti), Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc.,Ph.D. mengatakan, saat ini pihaknya telah mengeluarkan terobosan baru untuk pengusulan gelar guru besar dengan kurun waktu dua bulan dan caranya hanya melalui sistem pengajuan online.
”Berkas-berkas yang segunung itu tidak perlu dikirim ke Jakarta. Namun, pengurusannya cukup online dan proses penetapan guru besar bisa dipastikan hanya dua bulan saja” Ujar Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc.,Ph.D., Minggu, (20/3/2016).
Mantan wakil menteri kesehatan ini menjelaskan, Ketentuan ini dihitung sejak dokumen pengajuan sampai di meja tim Kementerian Ristekdikti dan dinyatakan komplit. Namun, proses pengajuan gelar guru besar juga butuh waktu di internal kampus masing-masing.
“Dengan sistem pengajuan online, dokumen-dokumen seperti karya ilmiah dan rekam jejak mengajar cukup dikirim via email. Untuk artikel di jurnal internasional, cukup email saja link-nya. Nanti kita cek sendiri,” kata guru besar Fakutas Kedokteran UGM itu.
Namun, lanjutnya. Tidak semua dokumen pengurusan gelar guru besar cukup dikirim via email. tetapi dokumen penting seperti ijazah dan surat resmi pengajuan guru besar dari kampus, harus dikirim secara fisik.
“Dulu semua dokumen yang dikirim bisa berkarung-karung, tetapi sekarang cukup 19 lembar atau paket kecil saja. dan Kita sederhanakan birokrasinya. tapi itu bukan memperlonggar syarat menjadi guru besar,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT menyambut baik tentang pemangkasan birokrasi pengurusan gelar guru besar itu. “Kementerian Ristekdikti benar-benar menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) peninjau yang mencukupi. Namun, itu Jangan sampai waktu pengajuan nanti masih saja butuh waktu bertahun-tahun,” katanya.