Jurnal Ilmiah Pendidikan Humaniora Volume II, Nomor 1, Januari 2016

COVER DEPAN JIPH VOL II NO 1 JANUARI 2016

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI
MODEL KOOPERATIF STAD DAN MEDIA BENDA KONKRIT
PADA MATERI MENULIS DESCRIPTIVE TEXT SISWA
KELAS VIII SMP NEGERI 5 NGAWI

Oleh :
Sumiati
SMP Negeri 5 Ngawi
E-mail : sumiati7099@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Penelitian ini dilakukan semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SMP Negeri 5 Ngawi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F yang berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 18 putra dan 13 putri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan prestasi belajar siswa tentang menulis descriptive text dengan menggunakan model kooperatif STAD serta mengetahui peningkatkan prestasi belajar siswa tentang menulis descriptive text dengan menerapkan media benda konkrit.
Berdasarkan hasil penelitin menunjukkan bahwa melalui pembelajaran model kooperatif STAD dan penggunaan media benda konkrit dapat mendorong siswa untuk belajar tentang menulis descriptive text lebih bersemangat, meningkatkan proses pembelajaran, dan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan nilai ketuntasan belajar. Pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 siswa atau 54.84%, siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 20 siswa atau 64.82%, siklus III siswa yang tuntas belajar sebanyak 27 siswa atau 87.10%.

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS
MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER
PADA SISWA KELAS VII ‘A’ SMP NEGERI 1 KUARO
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Idah Rosilawati
SMP Negeri 1 Kuaro
E-mail : idah.rosilawati66@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa Kelas VII, mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together pada siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kuaro. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 1 Kuaro. Adapun kegiatan belajar kelompok bertempat di SMP Negeri 1 Kuaro Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas VIIA SMP Negeri 1 Kuaro tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015.
Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%), Penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar matematika, hal ini ditunjukan dengan antusias siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.

UPAYA MENINGKATKAN KEAHLIAN MENGGAMBAR BENTUK
MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL
DALAM PELAJARAN SENI BUDAYA
PADA SISWA KELAS VII
SMP NEGERI SATU ATAP 01 MUARA KOMAM

Oleh :
Tugiman
SMP Negeri Satu Atap 01 Muara Komam
E-mail : tugiman-44@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini berdasarkan permasalahan apakah pembelajaran Media visual berpengaruh terhadap hasil pelajaran Seni Budaya; seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Seni Budaya dengan diterapkannya metode pembelajaran Media visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Media visual terhadap hasil belajar pelajaran Seni Budaya serta mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Seni Budaya setelah diterapkannya pembelajaran Media visual.
Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65%), siklus II (77%), siklus III (91%). Media Visual dapat berpengaruh positif terhadap keahlian menggambar bentuk siswa Kelas VII , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Seni Budaya.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI
DENGAN STRATEGI KARYA WISATA PADA SISWA KELAS VIII A
SMP NEGERI 1 LONGKALI KABUPATEN PASER

Oleh :
Aminatun
SMP Negeri 1 Longkali
E-mail : amiborneochan@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dan dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Upaya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi dilakukan melalui tiga tahap pembelajaran, yakni tahap penggalian ide puisi, tahap penulisan dan perbaikan, dan tahap pemublikasian puisi.
Berdasarkan hasil penelitian peningkatan pembelajaran yang dilakukan siswa dapat dilihat dari semakin mudahnya siswa memunculkan ide penulisan puisi. Peningkatan juga dilihat dari intensitas dan aktivitas belajar siswa dari tahap memilih objek sampai mempublikasikannya. Peningkatan itu pada akhirnya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi, baik dilihat dari setiap aspek maupun dilihat dari keseluruhan hasil karya puisi yang dihasilkan siswa.

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR
TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA
MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI
PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 2 PELAIHARI

Oleh :
C.P.Diah Rahayu
SMP Negeri 2 Pelaihari
E-mail : diahrahayu@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) Karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Sedangakan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode demonstrasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Pelaihari yang pelaksanaannya dilakukan selama proses belajar mengajar semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII C yang berjumlah 39 siswa . Kompetensi dasarnya yaitu memperagakan teknik dasar permainan sepak bola. Metode pembelajaran menggunakan metode demonstrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitass belajar siswa. hal ini ditunjukkan dengan minat siswa terhadap metode demonstrasi. Metode demonstrasi juga dapat meningkat hasil belajar sisw, peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan ketuntasan belajar. Pada siklus I sebanyak 24 siswa atau 61.54 % siswa yang tuntas belajar, siklus II sebanyak 35 siswa atau 89.74 % yang tuntas belajar.

MENINGKATKAN PENGUASAAN PEMBELAJARAN PAKEM GURU PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR MELALUI SUPERVISI AKADEMIK SEKOLAH DASAR NEGERI PAMALONGAN 2 KECAMATAN BAJUIN TANAH LAUT

Oleh:
Saripah
SD Negeri Pamalongan 2
E-mail : ssaripah6@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan pengamatan beberapa guru hanya menggunakan beberapa metode pembelajaran saja dalam proses belajar mengajar. Padahal guru dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkobinasikan beberapa metode yang relevan agar siswa terdorong dan mampu berfikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penggunaan berbagai metode pembelajaran guru pada proses belajar mengajar melalui supervisi akademik Sekolah Dasar Negeri Pamalongan 2 Kecamatan Bajuin. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 September sampai dengan 27 Oktober 2014 yang bertempat di SDN Pamalongan 2 . Subjek penelitian ini adalah guru-guru SDN Pamalongan 2 yang terdiri 7 orang guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui supervisi akademik dapat meningkatkan penggunaan berbagai metode pembelajaran. Hal ini ditunjukkan melalui perolehan hasil nilai rata-rata hasil supervisi pada silus I sebesar 41.88 dan siklus II sebesar 81.43.

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS
MELALUIPEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TGT
PADA SISWA KELASVII F PADA SMP NEGERI 2
TANAH GROGOT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Heppy Herawati
SMP Negeri 2 Tanah Grogot
E-mail : heppyhera@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model TGT berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT?Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model TGT terhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 7F pada SMP Negeri 2 Tanah Grogot semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas VIIF pada SMP Negeri 2 Tanah Grogot, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Bahasa Inggris.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWUDHU SISWA
MELALUI METODE DEMONSTRASI
DI KELAS VII A SMP NEGERI 2
TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh:
Khadijah
SMP Negeri 2Tanah Grogot
E-mail: khadijah@yahoo.com

ABSTRAK
“Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Tata Cara Berwhudu Melalui Metode Demonstrasi Di Kelas VII A SMP Negeri 2 Tanah Grogot Kabupaten Paser. Metode memiliki kedudukan yang sangat signifikan dalam mencapai tujuan pendidikan Islam, karenanya, penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Sebaliknya, kesalahan dalam menerapkan metode akan berakibat fatal.
Dalam materi wudhu, kemampuan/keterampilan siswa SMPN 2 Tanah Grogot tergolong rendah. Hal itu bisa dilihat dari hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh guru pada saat akan melaksanakan sholat dzuhur dan shalat dhuha kebanyakan siswa melakukan wudhu asal asalan artinya asal basah.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tanah Grogot Kabupaten Paser pada Bulan Juli-September tahun 2014. Untuk mengatasi masalah ini dicoba mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan atau ketrampilan melakukan tata cara berwudhu dengan benarmaka digunakan nmetode Demonstrasi, Proses pelaksanaan penelitian dilakukan selama dua siklus, siklus 1 dan 2 ,masing masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa kelas VII A SMPN 2 Tanah Grogot setelah diterapannya metode demonstrasi pada materi wudhu. Hasil belajar siswa pada aspek penerapan meningkat dengan presentasi ketuntasan 100%, penelitian ini sudah cukup karena sudah mencapai target pencapaian pada mata pelajaran PAI.

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AUDIO LINGUAL
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS
PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TANAH GROGOT
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh :
Saipul Bahri
SMP Negeri 2 Tanah Grogot
E-mail :saipulbahri@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Pembelajaran Metode Audio Lingual berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode Pembelajaran Metode Audio Lingual?
Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran Metode Audio Lingualterhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya Pembelajaran Metode Audio Lingual
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tanah Grogot. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2015, semester Ganjil. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas IX D SMP Negeri 2 Tanah Grogot tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (67.6%,), siklus II (80%), siklus III (90%).Simpulan dari penelitian ini adalah metode Konstruktifistik dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX D, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Peengajaran Bahasa Inggris.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG
PERMULAAN MELALUI METODE JARIMATIKA
PADA ANAK KELOMPOK B TK DHARMA WANITA
CAMPUREJO KECAMATAN MOJOROTO
TAHUN AJARAN 2015/2016

Oleh :
Lilik Sukisti Yani
TK Dharma Wanita Campurejo
E-mail : lsukistiyani@gmail.com

ABSTRAK
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya meningkatkan kemampuan berhitung permulaan melalui metode jarimatika. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan berhitung anak dengan pendekatan metode jarimatika mudah dan menyenangkan. Sumber data penelitian ini adalah anak TK Dharma Wanita Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri sejumlah 15 anak. Penelitian dilakukan pada semester I Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian dilakukan selama 3 bulan. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan kriteria keberhasilan untuk mengetahui paham dan tidak paham hasil belajar anak. Hasil penelitian kemampuan berhitung anak melalui metode jarimatika pada studi awal anak paham hanya 4 anak atau 27% dari seluruh anak. Pada siklus 1 anak paham 7 anak atau 47%. Prestasi anak dari studi awal ke siklus I anak yang paham bertambah 3 anak atau 20%. Pada siklus II anak yang paham mencapai 80% atau 12 anak dari 15 anak. Kemampuan anak dalam pembelajaran berhitung permulaan melalui metode jarimatika pada kelompok B TK Dharma Wanita Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil pengamatan kemampuan berhitung anak pada studi awal hanya 4 anak atau 27% dan meningkat menjadi 47% atau 7 anak pada siklus I dan pada siklus II adalah 80% atau 12 anak yang paham dari 15 anak. Simpulan penerapan metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak dengan mudah dan menyenangkan.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PERDAGANGAN INTERNASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL SISWA KELAS IX B SMP NEGERI 7 PELAIHARI

Oleh :
Hajariah
SMP Negeri 7 Pelaihari
E-mail : hajariah78@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan media audio visual di kelas IX B SMP Negeri 7 Pelaihari. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, revleksi dan revisi.Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 7 Pelaihari yang dilaksanakan pada akhir semester ganjil bulan November 2015. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IX B yang berjumlah 26 orang, 16 laki-laki, 10 perempuan. Berdasarakan hasil penlitian dan pembahasan diketahui melalui model pembelajaran media audio visaul dapat meningkatkan hasil belajar IPS.Hal ini ditunjukkan denga kenaikan hasil tes formatif siswa dari siklus I, II dan siklus III menunjukkan terjadi peningkatan di tiap siklusnya. Pada siklus I nilai rata-rata siswa mencapai 70.38 dengan ketuntasan klasikal mencapai 65.38%, pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 78.85 dengan ketuntasan klasikal 73.08% dan pada siklus III nilai rata-rata siswa mencapai 86.35 dengan ketuntasan klasikal 100%.

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA
POKOK BAHASAN PANTUN DENGAN METODE JIGSAW PADA
SMP NEGERI 2 TANAH MERAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

Oleh :
Naning Ulfiyah
SMP Negeri 2 Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir
E-mail : naningulfiyah@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir , untuk mengetahui pelaksanaan metode jigsaw pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada SMP Negeri 2 Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir dan untuk mengetahui dampak penggunaan strategi pembelajaran dengan Metode Jigsaw terhadap prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada pokok bahasan pantun di SMP Negeri 2 Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir tahun pelajaran 2014-2015. Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan fungsi utama sebagai alat untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran dengan Metode Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir. Peningkatan prestasi belajar siswa ini menunjukkan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh strategi belajar yang diberikan guru. Motivasi belajar yang tinggi cenderung akan mempengaruhi prestasi belajar yang tinggi pula. Bukti peningkatan prestasi belajar siswa dari kegiatan pembelajaran dapat dijabarkan pada hasil kegiatan siklus 4 berdasarkan pada observasi yang dilakukan pada siklus sebelumnya dan pada siklus 4 didapatkan temuan sebagai berikut : Siswa sudah memahami dan siap dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru, sebagian besar siswa sudah berani menyampaikan pendapat pada saat diskusi kelas berlangsung, kegiatan berjalan dengan baik, suasana kelas lebih hidup, sehingga dalam proses pembelajaran terkesan menyenangkan.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *