Mahasiswa UB Malang Bikin Alat Pendeteksi Kecelakaan Roda Dua

brt288332405Malang(beritajatim.com)-Ditengah melesatnya pengguna kendaraan pribadi, membuat jalan raya di kota-kota besar di Indonesia semakin padat, hal itu memicu meningkatnya kemungkinan terjadi kecelakaan.
Tak jarang, saat terjadi kecelakaan korban mengalami cedera dan tidak memungkinkan baginya untuk memberikan informasi pada keluarga.

Didasari hal itu sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Malang merancang alat yang berfungsi untuk mendeteksi penyebab dan lokasi kecelakaan pada kendaraan roda dua.
Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Ampelgading Lab tersebut diantaranya, Dienastya Galih P. Tezza Rangga, dan Imam Ghozali.

Ketiga Mahasiswa itu mencipatakn alat yang diberi nama Sistem Monitoring Kecelakaan Pada Kendaraan Bermotor atau disingkat SimMonik tersebut terdiri atas hardware dan software yang berfungsi menyerupai blackbox pesawat.

“Hardware pada perangkat SimMonik yang dipasangkan pada sepeda motor berungsi sebagai pendeteksi posisi lokasi, pendeteksi terjadinya kecelakaan, menyimpan rekaman gerak kendaraan, kemudian mengirimkan notifikasi pada keluarga secara otomatis jika kendaraan mengalami kecelakaan,” ujar Dienastya, Kamis (7/4/2016).

Mahasiswa jurusan informatika tersebut menjelaskan Hardware dalam SimMonik terdiri atas Adafruit Ultimate GPS untuk mengetahui posisi keberadaan kendaraan dan korban, ITG MPU untuk mengetahui kemiringan kendaraan dan Raspberry PI 2 sebagai alat komputasi.

Data pergerakan kendaraan akan dikirim ke server secara real time dengan memanfaatkan jaringan internet sim card GSM yang dipasangkan pada hardware.

“Sehingga jika ada kendaraan mengalami kecelakaan sampai membuat hardware SimMonik rusak, datanya tidak hilang dan masih dapat diakses via internet. Kami juga telah merancang agar data pada SimMonik dapat ditayangkan dalam bentuk simulasi 3D, sehingga kronologis kecelakaan dapat diketahui secara jelas,” imbuhnya.

Selain itu, untuk menerima notifikasi dari hardware tentang terjadinya kecelakaan pada kendaraan bersangkutan, maka penerima harus memiliki aplikasi mobile khusus yang telah dibuat pula oleh tim Ampelgading Lab.

“Namun hingga kini aplikasi tersebut masih belum diluncurkan di play store karena masih dalam proses pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Temuan SimMonik tersebut telah membawa tim Ampelgading Lab menjadi juara 1 kategori embedded system (Internet of Things) pada kompetisi E-TIME 2016 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) 2 April 2016 lalu.

Atas prestasi tersebut tim Ampelgading Lab berhak atas sejumlah dana pengembangan yang rencananya akan digunakan untuk mengembangkan SimMonik menjadi lebih baik.

“Kami akan mengembangkan dan memperbaiki hasil temuan kami sehingga bisa digunakan masyarakat luas,” tandasnya.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *