Jurnal Ilmiah Pendidikan Humaniora Volume II, Nomor 3, Mei 2016

COVER DEPAN JIPH Vol II No 3 Mei 2016

PENGARUH METODE BELAJAR AKTIF MODEL PENGAJARAN
TERARAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI DAN PEMAHAMAN
PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SDN SUMBEREJO 01
KECAMATAN CANDIPURO KABUPATEN LUMAJANG
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh:
Wido Herini
SDN Sumberejo 01
E-mail : wido_herini@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah: a) Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS setelah diterapkannya metode belajar aktif model pengajaran terarah. b) untukmengetahui pengaruh motivasi belajar IPS setelah diterapkan metode belajar aktif model pengajaran terarah.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sumberejo 01 Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai Siklus III yaitu Siklus I (65,63%), Siklus II (75%), siklus III (87,5%).
Simpulan dari penelitian ini adalah metode belajar aktif model pengajaran terarah dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa SDN Sumberejo 01, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran IPS.


DIALOG SUPERVISI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU
BAHASA INDONESIA MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN
INOVATIF DI SMP NEGERI 1 BULU KABUPATEN REMBANG

Oleh :
Sri Harini
SMP Negeri 1 Bulu
E-mail : sriharini@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana prestasi, pemahaman dan Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian tindakan sekolah (PTS). Variabel penelitian meliputi variabel bebas yaitu dialog supervisi dan variabel terikat yakni kemampuan menerapkan model pembelajaran inovatif.
Hasil penelitian ini adalah dialog yang dapat meningkatkan kemampuan guru adalah dialog yang akrab, mendalami kondisi guru, menghargai guru, empatik, manusiawi, interaktif, rasa kesejawatan, tercipta suasana demokratis, dan terfokus pada unsur yang harus diperbaiki. Namun, betapa sukar melakukan dialog semacam itu. Kendala yang dialami dalam proses dialog adalah kendala psikologis, budaya, karakter, dan pengetahuan yang kurang.
Kemampuan guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Bulu menerapkan model pembelajaran inovatif setelah mendapatkan perlakuan dialog supervisi mengalami peningkatan signifikan. Nilai rata-rata kinerja guru sebelum diberi tindakan yaitu sebesar 51,33% dari target ketuntasan penelitian 75%. Pada siklus I, nilai rata-rata kinerja guru mengalami peningkatan sebesar 22%, yaitu menjadi 73,33%. Setelah dilaksanakan tindakan siklus II, nilai rata-rata kinerja guru mengalami peningkatan menjadi 85,22%. Peningkatan hasil kinerja pada tiap siklus menunjukkan proses dialog dalam supervisi telah efektif bagi seluruh guru. Pembelajaran di kelas menjadi aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan setelah berdialog dalam supervisi.


UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI
METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH
PADA SISWA KELAS VII.1 SMP NEGERI 1 KUNDUR SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh :
Erna
SMP Negeri 1 Kundur
E-mial : erna@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penlelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan prestasi belajar IPS materi manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi dengan metode pembelajaran kooperatif model make a match pada siswa Kelas VII.1 SMP Negeri 1 Kundur Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Tempat penelitian ini adalah di SMP Negeri 1 Kundur. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII.1 dengan jumlah 30 siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif metode make a match dapat meningkatkan prestasi belajar IPS materi mendiskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi pada siswa Kelas VII.1 SMP Negeri 1 Kundur Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016, hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar kondisi awal diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 33.3%, siklus I nilai rata-rata sebesar 71.5 dan ketuntasan klasikal sebesar 63.3%, dan siklus II nilai rata-rata sebesar 81.8 dan ketuntasan klasikal sebesar 86.6%.


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MEDIA
CROSSWORD PUZZLE PADA SISWA KELAS VII A
SMP NEGERI 4 TANAH GROGOT SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2014 /2015

Oleh :
Suyud
SMP Negeri 4 Tanah Grogot
E-mail : suyud@gmail.com

ABSTRAK
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah Media Crossword puzzle dapat meningkatkan hasil belajar IPS Sejarah kelas VII A SMP Negeri 4 Tanah Grogot Semester II tahun pelajaran 2014/2015 Pada materi perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa kolonial Eropa?
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui hasil belajar IPS kelas VIIA SMP Negeri 4 Tanah Grogot tahun pelajaran 2014//2015 melalui media crossword puzzle.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi tindakan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa VII A SMP Negeri 4 Tanah Grogot, Kabupaten Paser tahun pelajaran 2014/2015 Data yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi siswa dan hasil observasi aktivitas siswa saat pembelajaran berlangsung.
Hasil dari penelitian ini adalah media crossword puzzle dapat eningkatkan hasil belajar IPS kelas VII A tahun pel ajaran 2014/2015 Nilai rata-rata tes evaluasi hasil belajar pada siklus I mencapai 71,96 dengan ketuntasan klasikal 75%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata mencapai 77,50 dengan ketuntasan klasikal 89,29%. siklus II indikator keberhasilan tindakan telah tercapai dan terjadi peningkatan hasil belajar baik secara individu maupun klasikal sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian ini telah berhasil atau hipotesis yang diajukan di awal penelitian ini dapat diterima.


PENERAPAN PENEMUAN TERBIMBING
GUNA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI BUDAYA DAN
KETERAMPILAN MATERI KERAJINAN ANYAMAN DAN MAKRAME
PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL
DI SMP NEGERI 4 TANAH GROGOT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
Danik Muljani
SMP Negeri 4 Tanah Grogot
Email : danik.muljani@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar Kerajinan Anyaman dan Makrame siswa setelah diterapkannya pembelajaran Terbimbing. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Terbimbing.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VIII. Tahun Pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu siklus I (70%), siklus II (83%), siklus III (96%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Terbimbing dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VIII. Pelajaran 2014/2015, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan.


UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
MELALUI PENERAPAN METODE CERAMAH BERVARIASI DAN
PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA
KELAS X-2 SMA NEGERI 1 TANAH GROGOT
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh:
Normayanti
SMA Negeri 1 Tanah Grogot
E-mial : normayanti@yahoo.com

ABSTRAK
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 (dua) siklus tindakan dan di setiap siklusnya terdiri empat langkah yaitu planning (perencanaan), action (tindakan perbaikan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-2 SMAN 1 Tanah Grogot pada Semester II tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 28 orang , terdiri dari 14 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra siklus aktivitas belajar siswa hanya mencapai (35,7 %) saja dan hasil belajar siswa yang nilainya telah mencapai KKM (≥ 7,00) hanya sebesar 25 % (7 siswa). Pada siklus I setelah peneliti menerapkan metode ceramah bervariasi dan media audiovisual sebagai media pembelajaran, aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 59,4 % dan peningkatan tersebut berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yang juga meningkat menjadi 46,4 %. Pada siklus 2 prosentase aktivitas belajar siswa meningkat lagi menjadi 81,9 % dan hasil belajarnya yang juga meningkat yaitu menjadi 89,3 %. Penggunaan metode ceramah bervariasi dan media audiovisual dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.


UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH
MELALUI METODE MODIFIKASI PERMAINAN BOLA VOLI PADA
SISWA KELAS VII.B SMP NEGERI 1 PASIR BELENGKONG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh :
Widiyanta
SMP Negeri 1 Pasir
E-mail : widiyanta@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar dasar-dasar Permaianan Bola Voli pada siswa dengan diterapkaknya Modifikasi Permainan, dan unutk mengetahui pengaruh motivasi belajar dasar-dasar Permaianan Bola Voli pada siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, pelaksanaan. Refleksi dan refisi sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas VII B yang berjumlah 28 orang.
Dari hasil analisa didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatakan dari siklus I sampai II yaitu, siklus I (61%), siklus II (86%). Berdasarkan penjelasan tersebut menunjukkn bahwa Modifikasi Permainan berpengaruh terhadap kemampuan Permaianan Bola Voli pada siswa kelas VII B serta model pembejalaran dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penjas.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN
WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH
DI SMP NEGERI 1 KANDANGAN REMBANG

Oleh :
Darmayanti Zhafira
SMP Negeri 1 Kandangan
Email : darmayanti.zhafira@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kandangan Rembang untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Student Team Achievment Divisions (STAD) dan Word square serta mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe model pembelajaran kooperatif Student Team Achievment Divisions (STAD) dan Word Square dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Kandangan Rembang. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada kelas VIII-A di SMP Negeri 1 Kandangan Rembang yang berjumlah sebanyak 38 orang siswa. Penelitian ini dilakukan pada semester awal pada bulan September 2014. Dalam penelitian ini melibatkan peneliti, observer (pengamat). Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdapat 4 tahapan, antara lain perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasrakan hasil penelitian diketahui model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Divisions (STAD) dan Word square mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut terlihat dari pencapaian rata-rata nilai yang sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas pada kompetensi dasar 1.2 nilai ratarata hasil belajar siswa mencapai 65.47 kemudian meningkat menjadi 72.3 setelah dilaksanakannya PTK pada siklus I untuk kompetensi dasar 1.3 dan kompetensi dasar 1.4 pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar sejarah siswa mencapai 78.2. Sehingga hasil tersebut apa siklus telah melebihi batas kriterian nilai minimum (KKM) yang telah ditentukan yaitu 76 di SMP Negeri 1 Kandangan Rembang. Model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Divisions (STAD) dan Word square dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini terlihat bahwa dalam proses pembelajaran tidak hanya diperlukan nilai individu maupun nilai kelompok saja untuk meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi diperlukan kerjasama yang baik antar anggota kelompok sehingga menghasilkan tim berprestasi atau kelompok terbaik (super).


PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT KELAS IV SD NEGERI 09 PONTIANAK TENGGARA

Oleh :
Kaswari
SD Negeri 09 Pontianak Tenggara
E-mail: deby.yuti@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan Kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.
Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berbicara siswa sebesar 53,76 % dengan kategori peningkatan “sedang”. Kemampuan berbicara siswa pada aspek kebahasaan dengan rata-rata persentase peningkatan keseluruhan sebesar 50 % dengan kategori “sedang” dan kemampuan berbicara siswa pada aspek nonkebahasaan dengan rata-rata persentase peningkatan keseluruhan sebesar 47,51 % dengan kategori “sedang”.


PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
PADA MATERI KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA
DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 BALI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :
Fariza Pahlevi
SMP Negeri 1 Bali
E-mail : Farizapahlevi123@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Bali untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan penerapan pendekatan metode pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran materi karya seni rupa terapan nusantara pada siswa kelas VIII A dan mengetahui peningkatan aktivitas siswa kelas VIII A pada saat pembelajaran materi karya seni rupa terapan nusantara dengan pendekatan metode pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Bali . Penelitian ini dilaksanakan pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014/2015 pada bulan November-Desember 2014. Subyek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Bali kelas VIII A. Siswa kelas tersebut berjumlah 30 orang terdiri dari 16 siswa putri dan 14 siswa putra. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan maksud untuk mengetahui perkembangan perubahannya dan dapat melakukan tahapan perbaikan dengan baik. Masing-masing siklus memiliki beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Sumber data penelitian ini diperoleh dari siswa, guru dan peneliti. enis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif yaitu hasil belajar tes tertulis, tes praktik dna hasil obeservasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pendekatan metode pembelajaran kontekstual pada materi karya seni rupa terapan nusantara dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Bali Tahun Pelajaran 2014/2015. Sebelum diterapkanya metode pembelajaran kontekstual prosentase ketuntasan belajar siswa hanya 16,7%, pada siklus I prosentase ketuntasan belajar siswa mencapai 90% dan pada siklus II prosentase ketuntasan belajar siswa telah mencapai 100%. Penerapan pendekatan metode pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Bali . Pada siklus I aktivitas belajar siswa dalam kategori baik dan pada siklus II aktivitas belajar siswa dalam kategori sangat baik.


PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE DALAM PENINGKATAN MOTIVASI DAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD NEGERI ARGOPENI
KABUPATEN KEBUMEN

Oleh :
Yani Lestarini
SD Negeri Argopeni
Email : lestari45@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cara penggunaan model pembelajaran word square yang dapat meningkatkan pembelajaran penguasaan kosakata Bahasa Inggris, meningkatkan motivasi dan penguasaan kosakata Bahasa Inggris melalui model pembelajaran word square. Penelitian ini menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas.
Prosedur penelitian tindakan kelas berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian siswa kelas IV SDN Argopeni semester 2 sejumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan datanya observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model pembelajaran word square dapat meningkatkan motivasi dan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas IV SD.


PENGARUH METODE BELAJAR JIGSAW TERHADAP KETERAMPILAN HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN KERJASAMA KELOMPOK PADA SISWA SMA NEGERI 1 CERME GRESIK

Oleh:
Agustina Maharani
SMA Negeri 1 Cerme
E-mail : agustin.maharani@gmail.com

ABSTRAK
Metode pembelajaran kooperatif berdampak bukan saja pada ranah akademik, tapi juga pada keterampilan hubungan interpersonal dan kerjasama kelompok. Penelitian ini bertujuan menguji dampak salah satu metode pembelajaran kooperatif, yaitu metode jigsaw, terhadap keterampilan hubungan interpersonal dan kerjasama kelompok pada siswa Kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Cerme Gresik.
Metode penelitian yang dipilih adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre and posttest design. Sebanyak 40 siswa yang merupakan siwa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Cerme Gresik menjadi responden penelitian. Perangkat skor keterampilan hubungan interpersonal dan kerja sama kelompok yang diperoleh responden sebelum dan setelah pembelajaran dibandingkan, dan diuji perbedaannya dengan paired samples t test. Hasilnya menunjukkan, dengan membandingkan skor pretes dan postes variabel keterampilan hubungan interpersonal, diperoleh nilai t sebesar -1,748 dengan p = 0,043 (p<0,05). Ini berarti bahwa metode pembelajaran Jigsaw secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan hubungan interpersonal siswa. Hasil analisis terhadap variabel kerjasama kelompok dengan membandingkan skor pretes dan postes, diperoleh nilai t sebesar -3,50 dengan p = 0,001 (p<0,01). Ini berati bahwa metode pembelajaran Jigsaw secara sangat signifikan mampu meningkatkan keterampilan kerjasama kelompok siswa.

Baca Juga