Monthly Archives: May 2016

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Guru

Judul Buku : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Guru
Penulis : Hery Suharto
ISBN : 978-602-0816-84-5
Cetakan : Februari 2016
Tebal Buku : 88 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima
Editor : Khamim Tohari, S.Sos
Desain Sampul : Muhammad Ainul Firdaus, ST
Desain Isi : Muhammad Sueb Junaidi, S.Kom

Pada hakikatnya seorang didorong untuk berkreativitas karena yang bersangkutan berharap bahwa hal tersebut akan membawa pada keadaan yang lebih baik dari pada keadaan yang sekarang. Jadi bekerja adalah suatu bentuk aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan kerja. Demikian juga dengan guru, manifestasi perasaan ketidakpuasan guru dapat membuat suasana sekolah tidak menyenangkan, dapat pula membuat perselisihan antar guru, juga akan menciptakan terjadinya kelompok-kelompok yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja. Karena itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja guru.

LPMP Akan Latih Guru Kembali untuk Pelaksanaan K-13

brt721856486 27Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Bambang Agus Susetyo menuturkan, setelah adanya hasil revisi mengenai pelaksanaan K13, pemerintah berencana akan melatih kembali para guru-guru di sekolah terkait pelaksana K-13 pada tahun ini.

Dan sebagai penanggung jawab, pihaknya tengah mempersiapkan 6.200 Instruktur atau pendamping K-13 se 38 Kabupaten/Kota (IK) jenjang SD,SMP dan SMA, bagi guru 29 ribu sasaran.

“Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) belum juga menemui ujungnya. Hingga empat tahun berjalan, proses penyiapan guru untuk melaksanakan K-13 ternyata belum juga rampung. Bahkan setelah direvisi, guru yang sudah dilatih sebelumnya kembali harus dilatih ulang. IK itu diusulkan 38 kabupaten/kota. Selanjutnya kita yang melatih sebelum mereka diterjunkan kembali ke daerah,” ujar Bambang saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/5/2016).

Saat ini, tambahnya K-13 ini cukup memakan waktu. dan kalau semisal dengan adanya Reshuffle menteri apalagi mendikbut isunya terkena imbansya maka kebijakan-kebijakan yang selama ini sudah di susun oleh menteri tersbut otomatis akan terkena inbasnya.

Jika mengacu Permendikbud nomor 190 tahun 2014, road map K-13 baru akan rampung hingga 2020 mendatang. Karena itu, seluruh persiapan yang menyangkut SDM harus rampung pada 2019.

“Itu pun jika tidak ada pergantian menteri. Padahal sekarang sudah ada kabar soal pergantian menteri yang bisa saja membuahkan kebijakan baru,” tutur dia.

Mengenai pelatihan guru, pihaknya akan menerapkan in service learning (In) dan on service learning (On), selama tiga bulan di cluster masing-masing.

“Dalam satu cluster tersebut, terdepat sekolah pengimbas dan sekolah sasaran. Pada saat In, guru sasaran dilatih di sekolah pengimbas. Selanjutnya pada saat On, guru akan didampingi dan dinilai oleh IK ketika mengajar di sekolah masing-masing,” urai Bambang.

Setelah guru sasaran mengikuti pelatihan in-on, mereka akan mendapatkan sertifikat kelayakan melaksanakan K-13 yang ditandatangani langsung oleh Mendikbud. “Instruktur juga orang-orang pilihan yang memiliki sertifikat kelayakan langsung dari Mendikbud,” tutur dia.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, sejumlah perubahan dalam K-13 ini ditujukan untuk penekanan pendidikan karakter. Selain itu, setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan pendidikan jasmani. “Praktik GLS itu memberi waktu 15 menit sebelum pelajaran untuk membaca buku dan menyediakan pojok membaca di sekolah,” katanya

Ditanya mengenai dana yang akan di gunakan untuk Masing-masing cluster nanti pihaknya akan diberi anggaran dari kemendibud. “Tahun ini, dana yang kita dikucurkan dari Kemendikbud melalui LPMP untuk sekolah cluster sebesar Rp39 miliar,” tandas mantan Kepala SMPN 1 Tulungagung ini.

sumber : Beritajatim.com

Kegiatan Supervisi Akademik (Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah melalui Penerapan Pendamping)

COVER DJAJADI_FRONTJudul Buku : Kegiatan Supervisi Akademik (Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah melalui Penerapan Pendamping)

Penulis : Djajadi
ISBN : 978-602-0816-88-3
Cetakan : Februari 2016
Tebal Buku : 88 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima
Editor : Khamim Tohari, S.Sos
Desain Sampul : Muhammad Ainul Firdaus, ST
Desain Isi : Muhammad Sueb Junaidi, S.Kom

Penulis buku ini berpendapat bahwa keberhasilan pendidikan terkait erat dengan kompetensi dan profesionalisme kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikannya. Fokus tulisan penulis pada buku ini adalah pendampingan dan pendampingan pengawas sekolah dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik maupun menambah wawasan pengawas, terutama pada gugus sekolah I dan III di kecamatan Mojoroto, kota Kediri. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah.

Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Kegiatan Bercerita Dengan Media Boneka Tangan Pada Anak Di Taman Kanak-kanak

COVER BUKU DWI PERWITA H

Judul Buku : Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Kegiatan Bercerita Dengan Media Boneka Tangan Pada Anak Di Taman Kanak-kanak

Penulis : Dwi Perwita Handayani
ISBN : 978-602-0816 – 89 – 0
Cetakan : Februari 2016
Tebal Buku : 95 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima
Editor : Khamim Tohari, S.Sos
Desain Sampul : Muhammad Ainul Firdaus, ST
Desain Isi : Muhammad Sueb Junaidi, S.Kom

Terkait dengan kegiatan belajar yang bermaksud untuk mencapai tujuan pendidikan. Maka pada sekolah Taman Kanak-Kanak perlu menciptakan situasi yang aman dan menyenangkan bagi anak pada usia 4-6 tahun. Maka penulis mengangkat tema tentang bagaimana kegiatan bercerita dengan media boneka tangan pada di taman kanak-kanak dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak (peserta didik). Penulis menjelaskan aktivitas guru, aktivitas anak termasuk hasil belajarnya dalam kegiatan bercerita dengan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa

Hebat! 6 Siswa SMK Ini Buat Speed Boat

brt667169614 26Malang (beritajatim.com) – Dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional tahun 2016 di Universitas Negeri Malang, juga digelar pameran karya sejumlah siswa SMK se-Indonesia. Ada karya Speed Boat yang diciptakan oleh enam siswa SMK Nurul Rahma, Paiton, Probolinggo.

Karya itu dipajang disalah satu stand pameran LKS Nasional tahun ini. Speed Boat itu merupakan buah tangan dari Muhamad Jakfar Sodiq, Muhamad Yahya, Muhamad Imron Samsudin, Abdulrahman Hidayatullah, Muhamad Nurudin dan Bayu Agung. Keenam anak muda tersebut merupakan siswa kelas 10 SMK Nurul Rahma, dan angkatan pertama dari sekolah tersebut.

“Didampingi tiga guru kami mampu menyelesaikanya selama 20 hari. Kami memang sengaja membuat Speed Boat ini untuk LKS tahun ini,” ujarnya Rabu (25/5/2016).

Tugas pembuatan Speed Boat ini merupakan pengajaran muatan lokal jurusan pertanian dan perikanan SMK Nurul Rahma. Namun karena keterbatasan waktu Speed Boat ini belum sempat dicoba beroperasi di laut. “Belum dicoba karena waktunya mepet dipersiapkan untuk dibuat ke Kota Malang pameran LKS, pengerjaanya bulan 4 kemarin,” katanya.

Dibutuhkan resin, serat fiber, katalis, besi, triplek, stainless, dan mesin mobil untuk bahan pembuatan Speed Boat ini. Kendalanya adalah para siswa kesulitan saat menekuk besinya untuk dibuat dengan bentuk Speed Boat. “Yang susah itu menekuk besinya. Meresin, dan cat yang kadang luntur. Tapi kami senang bisa membuat kapal Speed Boat,” imbuhnya.

Kini ke enam siswa itu berharap Speed Boat ini bisa dioperasikan untuk wisata di laut. “Kapal ini bisa untuk 7 orang, 6 penumpang, 1 nahkoda,” tandasnya.

sumber : beritajatim.com