Monthly Archives: June 2016

Publikasikan Karya Tulis Ilmiah

Segera publikasikan Karya Tulis Ilmiah anda melalui Buku ISBN dan Jurnal ISSN melalui Lembaga Diklat dan Penelitian Kresna BIP
Hubungi: 085330834377
HP:081230255577; 085748655577
e-mail : ldp_kbip@yahoo.co.id
Facebook: KresnaBIP ; Pin BB 59D0055C

buku2DSC_0526

layanan tiket pesawat

Silahkah Bagi Bapak / Ibu sekalian yang membutuhkan Tiket Pesawat untuk mudik lebaran dan liburan yang mudah dan tidak ribet, Pemesanan dapat di lakukan hanya dengan melalui SMS ke nomor yang telah tercantum.

penawaran tiket bulan ramadan

Kresno Tour & Travel melayani Tiket Pesawat anda (Domestik maupun Internasional) harga maskapai untuk mudik Lebaran dan Liburan.
Untuk informasi dan reservasi, hubungi :
(031)7421067 ; 085330834377 (WA) atau 081230932178
Jl. Klakahrejo No. 77 Benowo – Surabaya

Mahasiswa Unair Ciptakan Otak Buatan dari Air Kelapa

brt763181231 16Surabaya (beritajatim.com) – Lima mahasiswa prodi Teknobiomedik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berhasil membuat duramater (lapisan otak) buatan dari air kelapa. Durameter tersebut berfungsi untuk menangani cedera kepala.

Selama ini, duramater dalam dunia medis terbuat dari silikon, dan bersifat toksik, sehingga tidak aman apabila diaplikasikan ke dalam tubuh.

Lima Mahasiswa Unair itu adalah Inas Fatimah (21, ketua tim), Fadila Nashiri (22), Karina Dwi Saraswati (22), Andini Isfandiary (22) dan Fathania Nabilla (20).

Inas Fatimah mengatakan, kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas itu 60 persen disebabkan karena robeknya lapisan otak, sehingga terjadi akumulasi darah antara duramater dan permukaan dalam tengkorak (inner surface). Untuk itulah dibutuhkan penggantian lapisan otak berupa duramater artificial.

“Kami mencoba memanfaatkan limbah yang selama ini dibuang, yaitu air kelapa, sehingga dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat untuk digunakan sebagai lapisan otak buatan,” ujar Inas Fatimah, Rabu (15/6/2016).

Prosesnya pembuatan, dijelaskan oleh Inas, langkah pertama air kelapa itu difermentasikan dengan acetobacter xylinum sehingga menjadi selulosa bakteri, kemudian ditambahkan kolagen untuk meningkatkan biokompabilitas, dan memicu pertumbuhan sel serta mengontrol kuat tariknya.

“Hasil Uji Sitotoksisitas Selulosa Bakteri – Kolagen – Gliserol menunjukkan persentase batas minimal sel hidup yaitu lebih dari 60%. Hal ini menandakan bahwa duramater artificial ini tidak bersifat toksik. Inas menambahkan, ke depannya duramater ini akan dikembangkan untuk uji coba aplikasi pada hewan,” urainya.

Diterangkan oleh Inas, hasil temuan ini telah diuji menggunakan uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dengan ditemukannya gugus C-O stretching yang merupakan penyusun kolagen. Hasil kekuatan tarik tersebut 12,942 Mpa, jadi sesuai dengan nilai tarik standar duramater artificial yaitu pada rentang 0,6 – 16 Mpa

“Tetapi berdasarkan hasil uji secara in-vitro, membran Selulosa bakteri – kolagen – gliserol memiliki potensi sebagai kandidat duramater artificial yang baik,” kata Inas yakin.

Penelitian yang dikemas dalam judul “Inovasi Duramater Artifisial Selulosa Bakteri – Kolagen Dengan Plasticizer Pada Kasus Trauma Kepala” ini berhasil menarik perhatian Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemenristek Dikti, yang kemudian memberi dana pengembangan penelitian melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE).

Sumber : Beritajatim.com

Ismail, Bukti Kuliah Online Tetap Bisa Berprestasi

juni 16JAKARTA, KOMPAS.com – Kuliah online tidak seperti umumnya dibayangkan orang-orang. Jarang bertemu dosen dan berada di kelas bukan berarti tak bisa berprestasi.

Salah satunya Muhammad Ismail, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Binus Online Learning, yang meraih juara pertama di ajang Final National Competition Augmented Reality (NCAR) 2016, yang diselenggarakan oleh Universitas Telkom, 21 Mei 2016 lalu.

NCAR merupakan ajang pertama tingkat nasional yang bertujuan untuk membangkitkan minat mahasiswa Indonesia untuk lebih aktif mengembangkan produk dan melakukan riset Augmented Reality (AR). Ada 27 universitas ambil bagian dalam kejuaraan ini dan masing-masing peserta mempresentasikan produk Augmented Reality d ihadapan para juri, diantaranya Alexandra Etienne (ARToolKit Evangelist of DAQRI), Senja Lazuardy (IT Director of AR&Co), dan Hasbi Asyadiq (CTO of Octagon Studio).

Ismail sendiri mempresentasikan aplikasi berbentuk game yang diberi nama ‘ARDungeon’. AR atau kepanjangan dari augmented reality, sedangkan dungeon adalah sebutan dari sebuah goa yang penuh dengan monster.

Dia mengatakan, cara memainkan game tersebut mudah. Pengguna cukup menyediakan sebuah marker (kertas) di hadapannya dan membuka aplikasi ARDungeon tersebut melalui mobile kita, lalu arahkan ke arah marker tersebut.

“Nantinya, kita dapat melihat sekumpulan musuh dan monster. User sebagai pengendali bertugas untuk membasmi monster-monster tersebut,” ujar Ismail, Selasa (14/6/2016).

Aplikasi yang dibuat oleh Ismail tentu berbeda dengan yang lainnya. Selain game yang dapat berinteraksi, aplikasi ini juga dapat dimainkan oleh lebih dari satu orang (multiplayer).

Ismail menuturkan, ada beberapa kriteria penilaian dalam kompetisi ini, seperti inovasi. Sebisa mungkin peserta yang mengikuti kompetisi ini dapat menghasilkan sebuah aplikasi berbeda dengan aplikasi AR biasanya.

“Lalu ada interaksi. Di sini permainan yang dibuat dapat melakukan aksi atau aktif. Ini bermanfaat, dan aplikasi yang dibuatkan dapat berguna bagi orang-orang,” ujarnya.

Menurut dia, apa yang ia pelajari selama ini di kampus sangat berpengaruh besar sehingga dapat diaplikasikan dalam bentuk aplikasi game.

“Seperti mata kuliah User Experience & Interactive Design and Prototype. Kita dapat mempelajari bagaimana membuat sebuah tampilan yang dapat memudahkan user untuk mengingat dan mendapatkan pengalaman dengan aplikasi design kita,” jelas Ismail.

Sementara itu, Bambang, selaku Head of Program Information System BOL sekaligus pembimbing Ismail, mengatakan bahwa prestasi yang diraih Ismail mampu menunjukkan bahwa kuliah online tidak seperti dibayangkan banyak orang.

“Walaupun kuliah online tidak bertemu dengan dosen dan jarang pergi ke kampus tentunya orang-orang ragu akan bagaimana nanti hasilnya. Tapi, Ismail bisa membuktikan bahwa tidak bertemu dosen setiap hari, namun mahasiswa masih bisa bertemu, diskusi dan bimbingan dengan dosen jika ada kebutuhan,” jelas Bambang.

Kuliah online juga memungkinkan untuk mahasiswa memiliki waktu yang lebih longgar untuk dapat mengekspresikan hobi, bakat dan keahlian yang selama ini dimiliki.

“Saya berharap para mahasiswa yang punya hobi maupun minat di bidang yang lain, mulailah membuat hal-hal atau karya yang baik sehingga nantinya dapat diuji dalam sebuah kompetisi,” tambah Bambang.

Sumber: Kompa.com

Inilah Nama 5 Siswa Peraih Unas Tertinggi di Ponorogo

brt78284944Ponorogo (beritajatim.com) – Siswa SMP yang berada di wilayah kota seperti tertampar. Pasalnya hasil capaian UNAS SMP kali ini, didominnasi siswa pinggiran. Hampir separo lebih siswa SMPN 1 Badegan mendominasi 10 besar tertinggi di Ponorogo.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Tutut Erliana, mengatakan, hasil Unas 2016 sedikit mengejutkan. “Nilai tertinggi 387 bahkan didapatkan SMPN 1 Badegan,” katanya kepada beritajatim.com, Senin (13/6/2016).

SMPN 1 Badegan, lanjut dia, mampu menaruh tiga siswa di posisi lima besar. Sementara SMPN 1 Ponorogo hanya mampu menaruh siswanya di posisi empat serta SMPN 2 Ponorogo di posisi tiga.

Tutut juga tak menampik bahwa nilai Unas Ponorogo jauh dari harapan. Tahun lalu Ponorogo mampu masuk 10 besar sedangkan tahun ini tidak ada masuk sama sekali.

Penurunan tersebut baik pencapaian nilai tertinggi maupub mereka yang belum mencapai nilai minimal 55. “Tapi jangan salah, hasil menurun ini secara nasional,” terangnya.

Tutut mengaku belum merinci hasil Unas secara keseluruhan. Sedangkan data yang ada masih sebatas nilai tertinggi.

Lima besar nilai Unas Tertinggi SMP di Ponorogo

1. Dimas Agung Prayogo (SMPN 1 Badegan) / 387
2. Egin Tohana Air Muqsiqin (SMPN 1 Badegan)/ 386
3. Intan Fransisca Fitriani (SMPN 2 Ponorogo) 383,5
4. Friska Meliniar Alvian (SMPN 1 Ponorogo) / 383
5. Yayuk Puji Lestari (SMPN 2 Badegan)/ 383

sumber : Beritajatim.com