Monthly Archives: July 2016

Dea Aulia, Peraih Beasiswa Fisika Nuklir ASEAN

1642242dea780x390KOMPAS.com– Dea Aulia Kartini (23 tahun) mungkin satu dari sekian juta anak Indonesia yang beruntung bisa meraih beasiswa. Alumni Fakultas Teknik dan Sains jurusan Fisika Universitas Nasional (Unas) bukan hanya akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2, tapi langsung mendapat akses hingga S-3 selama 5 tahun di Suranaree University of Technology (SUT), Thailand.

Dea tercatat sebagai satu dari 9 orang penerima beasiswa yang terpilih dari seluruh ASEAN di bidang fisika nuklir. Dia bersaing dengan para pelamar dari 10 negara ASEAN yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei Darusalam, Filipina, Myanmar, Laos, Indonesia dan Kamboja.

“Sempat tidak menyangka bisa mendapat beasiswa langsung S-3 di luar negeri. Ini mimpi yang menjadi kenyataan sekaligus tantangan, karena bidang yang saya ambil fisika nuklir. Ini sesuatu yang berbeda dengan yang saya ambil ketika masih menjadi mahasiswa,” ujar perempuan kelahiran Bogor 21 April 1993.

Awalnya, Dea harus mengikuti tahapan seleksi yang diadakan oleh SUT. Setelah melalui seleksi berkas, Dea lolos ke tahap seleksi wawancara yang dilakukan melalui skype dengan pihak SUT. Pada akhir Juni 2016 lalu dia mendapatkan email yang menyatakan dirinya mendapatkan beasiswa tersebut.

“Di email itu saya diminta untuk datang ke Thailand pada 6 Juli lalu. Sempet bingung, soalnya kan Lebaran, waktunya juga mepet. Ternyata, setelah emailnya saya baca ulang kembali, ternyata ada kesempatan untuk dapat bergabung pada term kedua, yaitu pada November 2016,” katanya kepada www.unas.ac.id.

Dea mengaku sangat bangga dengan capaiannya tersebut. Pasalnya, SUT sendiri masuk dalam jajaran 10 universitas terbaik se-ASEAN dan nomor 5 terbaik di Thailand.

Ihwal kecintaannya terhadap fisika, lanjut Dea, bidang yang selama ini selalu menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang, dianggapnya sebagai sebuah tantangan. Dari situlah dia akhirnya tertarik mendalami bidang fisika. Pilihannya jatuh ke program studi Ilmu Fisika Fakultas Teknik dan Sains di Universitas Nasional, lantaran tidak banyak universitas swasta yang membuka program studi tersebut.

Selain meraih beasiswa, ternyata Dea juga tercatat sebagai mahasiswa terbaik Fakultas Teknik dan Sains dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,95. Dia telah diwisuda pada September 2015 lalu.

sumber : kompas.com

Anas Imbau Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

brt897361109Banyuwangi (beritajatim.com) – Imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan tentang Hari Pertama Sekolah yang tertuang dalam surat edaran nomor 4 tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah. SE itu mendorong seluruh aparatur sipil daerah untuk mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama. Untuk itu perlu diberikan dispensasi bagi PNS untuk dapat memulai kerja sesudah mengantar anaknya ke sekolah.

“Kami mendukung sepenuhnya imbauan Mendikbud tersebut. Kami pun berharap agar semua orang tua yang anaknya pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru ini bisa mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bupati mengimbau kepada semua wali murid untuk  mengantarkan anaknya ke sekolah pada hari masuk pertama sekolah, 18 Juli 2016. Bahkan pihaknya meminta, semua pimpinan kantor baik di lingkup pemkab maupun instansi swasta di Banyuwangi diinstruksikan memberikan dispensasi kepada pegawainya untuk memulai kerja sesudah mengantar anaknya ke sekolah pada hari tersebut.

“Hari pertama sekolah akan terekam jelas dalam ingatan setiap siswa. Dan itu sangat mempengaruhi kondisi anak dalam menjalani masa-masa sekolah berikutnya. Sehingga, sangat perlu menciptakan situasi positif yang bisa menumbuhkan kepercayaan anak agar bisa bersekolah dengan baik,” ujar Anas.

Selain itu, kata Anas, hari pertama sekolah akan didorong sebagai momen untuk menumbuhkan interaksi antara orang tua dengan guru di sekolah. Keterlibatan orang tua secara langsung di hari pertama sekolah anak juga akan menjadi momen yang istimewa bagi anak. “Ini dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya serta menambah semangat setiap anak untuk bersekolah,” cetus Anas.

Untuk itu, lanjut Anas, pihaknya akan menginstruksikan kepada semua sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat untuk bersiap menyambut kedatangan murid baru beserta orang tua mereka dengan suasana yang penuh kekeluargaan.

“Setiap guru, terutama wali kelas bisa lebih mengenal lebih jauh anak didiknya berdasar keterangan orang tuanya. Sehingga masing-masing pihak bisa saling mendukung,” ujar Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono menambahkan, pada hari pertama tersebut pihak sekolah akan menjelaskan banyak hal. Mulai dari peraturan sekolah, pengenalan guru serta semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di sekolah. Selain itu orang tua juga akan mendapatkan informasi berbagai kegiatan baik intra maupun ekstrakurikuler yang bisa dipilih sesuai bakat dan minat anak.

“Kami berharap dengan pertemuan antara sekolah dan orangtua bisa meneguhkan komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak selama setahun ke depan,” kata Sulih. (rin/kun)