JURNAL MANAJEMEN DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN VOLUME II, NOMOR 3 2016

COVER DEPAN JMTP JUNI 2016

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS SEJARAH MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PETA KONSEP PADA KELAS 9 B SMP NEGERI 1 BATU SOPANG

Oleh:

Simon Prasetyo

SMPN 1 Batu Sopang

E-mail: simon999@yahoo.co.id

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah  minat belajar siswa Kelas 9 SMP Negeri 1 Batu Sopang dapat meningkat menggunakan Media Pembelajaran Peta Konsep. Pada penelitian ini, menggunakan  metode Penelitian  Tindakan Kelas  (PTK) atau, Classroom  Action  Research (CAR). Dalam penelitian ini, prosedur penelitian yang peneliti laksanakan adalah prosedur penelitian tindakan kelas, yang secara garis besar terdapat empat tahapan dalam desain penelitian yaitu 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan,3. Pengamatan, dan 4. Refleksi. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Batu sopang Pada tahun. Waktu  pelaksanaan  penelitian  selama satu semester  bulan  yaitu mulai  bulan  Juli sampai dengan Desember 2015. Subjek  penelitian  yaitu  siswa kelas 9 B Tahun pelajaran  2015 Semester I dengan jumlah siswa 27 anak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui media pembelajaran peta konsep dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam belajar IPS. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar siswa.

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI BUDAYA PADA POKOK BAHASAN MENGGAMBAR ILUSTRASI DENGAN METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 PELAIHARI

Oleh :

Nurhayati

SMPN 2 Pelaihari

E-mail : nur_hayati@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan prestasi belajar seni budaya pada pokok bahasan menggambar ilustrasi dengan diterapkannya metode jigsaw pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pelaihari, untuk mengetahui peningkatkan aktivitas belajar seni budaya pada pokok bahsan menggambar ilustrasi dengan diterapkannya metode jigsaw pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pelaihari.

Penelitian ini berjenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Menurut Suharsimi Arikunto, dkk. (2012:3) mengartikan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Suharsimi Arikunto, dkk. (2012: 16) menjelaskan bahwa dalam penelitian ini terdiri dari empat tahapan yang dilalui, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Pelaihari. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas VIII yang berjumlah 26 orang siswa.

Berdasarkan hasil Penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar seni budaya pada pokok bahasan menggambar ilustrasi. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya ketuntasan belajar siswa disetiap siklusnya, pada siklus I ketuntasan belajar siswa sebesar 69.23% dan nilai rata-rata sebesar 76.6,  pada siklus II ketuntasan sebesar 100% dengan nilai rata-rata sebesar 89.26. Dengan menerapkan metode jigsaw berdampak positif pada aktivitas belajar siswa. hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengalami peningkatan disetiap siklusnya. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 73.75, siklus II nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 90,75.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE BELAJAR KELOMPOK (GROUP INVENTIGATION) PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 003 SEKAR MAWAR SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014

Oleh :

Masliana

SD Negeri 003 Sekar Mawar

Email: yusmahanni@mail.com

ABSTRAK

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu sajian mata pelajaran di Sekolah Dasar. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS, dirasa perlu dilakukan sebuah inovasi, salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran berkelompok, atau yang lebih dikenal dengangroup investigation. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Lokasi penelitian adalah di SD Negeri 003 Sekar Mawar kelas VI. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan tes formatif. Hasil penelitian adalah Pada siklus I nilai rata-rata siswa mencapai 69 dengan tingkat ketuntasan  59%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 73,37  dengan tingkat ketuntasan 89%. Pada siklus III nilai rata-rata siswa mencapai 82 dengan tingkat ketuntasan 100%. Untuk mencapai hasil yang maksimal, seorang guru dalam mengajar IPS sebaiknya dengan menggunakan metode group investigation sebagai metode pembelajaran. Diharapkan pihak sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran seperti media pembelajaran, buku-buku penunjang dan peralatan teknologi informasi yang memadai.

PENINGKATAN PENGUASAAN VOCABULARY PADA PEMBELAJARAN WRITING TEXT NARRATIVE MELALUI MIND MAPPING PADA SISWA KELAS IX A SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DI SMP NEGERI 1 TANAH GROGOT

Oleh:

Sri Utami

SMP N 1 Tanah Grogot

E-mail: sri.utami@ymail.com

ABSTRAK

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. PTK direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tanah Grogot pada semester genap  tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A sebanyak 35 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan vocabulary pada pembelajaran writing text narrative siswa kelas IX A semester II SMP Negeri 1 Tanah Grogot Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui media mind mapping.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mind mapping terbukti mampu membantu siswa dalam memahami vocabulary teks Narrative. Hal ini bisa dilihat dari perbandingan tabel tes kedua siklus. Dari siklus pertama sampai kedua diketahui bahwa kriteria sangat baik mengalami peningkatan 5 siswa atau 14%. Kriteria baik  juga mengalami peningkatan sejumlah 6 siswa atau 16%, sementara kriteria cukup ada 7 siswa atau hanya 20%. Pada siklus kedua tidak ada siswa yang memperoleh nilai kriteria  kurang. Dari analisa tes siklus ini, peneliti menyimpulkan bahwa mind mapping dapat membantu siswa dalam memahami kosakata teks Narrative.

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN DISKUSI DALAM MENJABARKAN PENTINGNYA PRESTASI DIRI BAGI KEUNGGULAN BANGSA PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 LUMAJANG

Oleh :

Niswatin Ainiyah

SMP Negeri 3 Lumajang

Email : eniniswatin@yahoo.co.id

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran diskusi dengan model pembelajaran jigsaw dalam menjabarkan pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa pada siswa kelas IX SMP Negeri 3 Lumajang. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016, tepatnya pada bulan Maret tahun 2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX E yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara diskriptif untuk setiap siklus sehingga didapatkan data analisis observasi dan analisis hasil tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa melalui metode pembelajaran diskusi dengan model pembelajaran jigsaw berdampak positif pada keefektifan siswa dalam menjabarkan pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa. Hal ini dapat dilihat dengan peningkatan hasil belajar siswa disetiap siklusnya pada siklus I ketuntasan belajar siswa mencapai 80% dengan nilai rata-rata siswa sebesar 78.6, pada siklus II mengalami peningkatan ketuntasan belajar mencapai 100% dengan nilai rata-rata siswa sebesar 86,4.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VII SMPN 2 PELAIHARI MELALUI METODE CTL

Oleh :

Marwiyah

SMPN 2 Pelaihari

E-mail : marwiyah40@yahoo.com

ABSTRAK

Pada penelitian ini, penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Mukhlis (2003: 5) PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk memperbaiki/meningkatkan pratek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru (Mukhlis, 2003: 5).

Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart  (dalam Arikunto, 2002), yaitu berbentuk spiral dari sklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi).

Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 2 Pelaihari. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pelaihari yang berjumlah 31 siswa, penlitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kualitas membaca puisi dan mengetahui peningkatan hasil belajar membaca puisi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pelaihari dengan diterapkannya metode CTL (Contextual Teaching and Learning).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode CTL (Contextual Teaching and Learning) dapat meningkatkan kualitas membaca puisi. Peningkatan kualitas membaca puisi ini ditunjukkan dengan meingkatnya nilai rata-rata siswa disetiap siklusnya dan berdampak positif terhadap aktivitas belajar siswa, siswa merasa tertarik untuk lebih bisa membaca puisi, memahami kandungan puisi dan mengetahui kondisi penyair ketika membuat puisi tersebut, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. peningkatan hasil ini ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa disetiap siklusnya pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebesar 19 siswa dari 31 siswa atau 61.3%, pada siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 26 siswa dari 31 atau 83%, dan pada siklus III semua siswa sudah tuntas belajar atau sebesar 100%.

PENGGUNAAN MULTI METODE DENGAN PENDEKATAN INQUIRI PADA MATA PELAJARAN PKN MATERI NORMA-NORMA DALAM MASYARAKAT PADA SISWA KELAS VII-B SMP NEGERI 4 TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh :

Suratmi

SMP Negeri 4 Tanah Grogot

E-mail: suratmi68@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan multi metode dengan pendekatan inquiri pada mata pelajaran PKn pada materi norma-norma dalam masyarakat dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 4 Tanah Grogot Kabupaten Paser semester I tahun pelajaran 2014-2015

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi tindakan dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa VII-B SMP Negeri 4 Tanah Grogot tahun pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi siswa dan hasil observasi aktivitas siswa saat pembelajaran berlangsung.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada siklus II prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dibandingkan pada siklus I baik secara individu maupun klasikal. Pada siklus I nilai rata-rata siswa mencapai 72,29 dengan ketuntasan klasikal sebesar 79,17%, meningkat menjadi 78,33 dengan ketuntasan klasikal 91,67% pada siklus II. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan multi metode dengan pendekatan inquiry materi norma-naorma dalam masyarakat memiliki kontribusi positif terhadap aktivitas maupun prestasi belajar siswa.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI SISTEM KOLOID MELALUI PENERAPAN METODE COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS XI IA. 2 SMA NEGERI 2 RENGAT

Oleh :

Helwiya

SMA Negeri 2 Rengat

E-mail: helwiya@gmail.com

ABSTRAK

Pengelolaan pembelajaran yang baik dari seorang guru dengan menyajikan metode yang tepat menjadi suatu hal mutlak yang harus dilakukan. Penggunaan metode yang tepat, berujung pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pembelajaran sains, khususnya kimia merupakan pelajaran yang harus disajikan dengan kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan atau cara yang disajikan dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh selama menggali pengalaman belajar yang bermakna. Penggunaan metode Cooperative Script, digunakan sebagai alternative untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Peningkatan aktivitas siswa terjadi dari setiap pertemuan pada masing-masing siklus, yaitu dari rata-rata 67,41 % pada pertemuan pertama siklus ke – 1 menjadi 72,32 % pada pertemuan kedua, dan meningkat lagi menjadi 86,16 % pada pertemuan pertama siklus ke – 2 , sehingga mencapai 97,76 % pada pertemuan kedua siklus ke – 2. Peningkatan hasil proses belajar dari siklus ke siklus ditunjukkan dari 48,28 % di atas kkm pada pertemuan pertama siklus ke – 1 menjadi 68,97 % di atas kkm pada pertemuan kedua. Dan meningkat lagi 93,10 % di atas kkm pada pertemuan pertama siklus ke – 2 sehingga mencapai 100 % di atas kkm pada pertemuan kedua siklus ke – 2. Peningkatan juga ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus ke siklus yaitu 75,86 % di atas kkm dengan rata-rata nilai 79,31 % pada siklus pertama, sehingga mencapai 100 % di atas kkm dengan rata-rata nilai 88,97 pada siklus kedua. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan Metode Cooperative Script berhasil meningkatkan hasil belajar kimia materi sistrem koloid pada siswa Kelas XI IA. 2 SMA Negeri 2 Rengat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA GURU SMK NEGERI 1 TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh:

Nurhayati

SMK Negeri 1 Tanah Grogot

E-mail: nurhayati28@yahoo.co.id

ABSTRAK

Penelitian ini di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan sampling jenuh yang termasuk dalam kategori non probability sampling. Model analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda (Multiple Regression Analisis).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel motivasi, kepemimpinan, kompetensi, disiplin kerja, budaya kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap  kinerja guru pada    Sekolah   Menengah   Kejuruan  Negeri 1  Tanah  Grogot Kabupaten  Paser. Untuk mengetahui variabel yang berpengaruh  dominan terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor motivasi, kepemimpinan, kompetensi, disiplin kerja, budaya kerja dan lingkungan kerja terbukti decara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanah Grogot Kabupaten Paser. hasil uji t menunjukkan bahwa variabel kompetensi adalah variabel dominan yang mempengaruhi kinerja terbukti dengan t hitung terbesar yaitu 7,295  dan > t tabel 1,6730 dan Sig 0,000 < 0,05.

MENINGKATKAN  MINAT SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN MENGGUNAKAN METAFORA PADA KELAS X SOSIAL 5 SMA NEGERI 1 PELAIHARI

Oleh :

Rab. Adawiyah

SMA Negeri 1 Pelaihari

E-mail : adawia@yahoo.com

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan minat siswa terhadap layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan metafora pada kelas X Sosial 5 SMA Negeri 1 Pelaihari. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Pelaihari selama tiga bulan yaitu pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Sosial 5 yang berjumlah 35 orang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian yang mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan  metafora dapat meningkatkan  minat siswa terhadap layanan bimbingan  klasikal pada kelas X  Sosial 5 SMA Negeri 1 Pelaihari. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa pada setiap siklus, siklus I siswa yang dalam kategori tinggi hanya ada 2 siswa .siklus II sebanyak 10 siswa dan siklus III sebanyak 33 siswa.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN PADA POKOK BAHASAN BERBUDI PEKERTI YANG LUHUR SESUAI DENGAN PANCASILA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN VCT PERCONTOHAN PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 7 KOTA BIMA

Oleh :

Siti Rahmah

SMP Negeri 7 Kota Bima

E-mail : siti_rahmah321@ymail.com

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn pada siswa kelas IX A SMP Negeri 7 Kota Bima pada pokok bahasan berbudi pekerti yang luhur dengan menerapkan model VCT percontohan dan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IX A SMP Negeri 7 Kota Bima dengan menerapkan model VCT percontohan.

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan akan dilakukan dengan dua siklus. Setiap siklus melalui 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri Kota Bima pada tahun pelajaran 2015/2016. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP Negeri 7 Kota Bima yang berjumlah 20 siswa.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka Peneliti mengambil kesimpulan bahwa model pembelajaran VCT Percontohan dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar disetiap siklusnya pada siklus I ketuntasan belajar sebesar 55% dengan nilai rata-rata siswa sebesar 77.45, pada siklus II ketuntasan belajar siswa meningkat sebesar 90% dengan rata-rata sebesar 86.35.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SDN 35 KOTA BIMA KECAMATAN RASANAE TIMUR KOTA BIMA

Oleh :

Eny

SDN 35 Kota Bima Kecamatan Rasanae Timur

Email : eny456@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini adalah penelitian yang berbasis pada pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 35 Kota Bima Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima untuk  mengetahui dan medeskripsikan pelaksanaan KTSP serta mengetahui faktor-faktor pendukung atau penghambat pada implementasi KTSP di SDN 35 Kota Bima Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Pemilihan SDN 35 Kota Bima dikarenakan dari prestasi-prestasi yang pernah diraihnya, sehingga karakteristik masyarakat Rasanae Timur akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan KTSP. Informan penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah pegawai UPTD Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, pengawas TK/SD Kecamatan Rasanae Timur, Kepala Sekolah SDN 35 Kota Bima, Komite Sekolah SDN 35 Kota Bima, para guru SDN 35 Kota Bima, para walimurid SDN 35 Kota Bima serta orang tua murid SDN 35 Kota Bima. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik interview, observasi dan dokumentasi.  Proses analisis data dilakukan pada waktu bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung. Analisis data dilakukan melalui tiga alur, yakni: (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan ataupun verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa implementasi KTSP di SDN 35 Kota Kec. Rasanae Timur Kota Bima dapat dikatakan berjalan dengan baik, meskipun beberapa indikator menunjukkan kurang maksimal. Langkah sosialisasi dan komunikasi pelaksanaan KTSP di lokasi penelitian berjalan maksimal, yaitu dengan menyusun silabus oleh para guru dan penyusunan RPP. Tingginya kualifikasi dari segi pengalaman dan tingkat pendidikan tenaga pengajar yang dimiliki serta adanya dukungan ketersediaan dana yang mencukupi meskipun dari segi jumlah personil, peralatan dan perlengkapan pembelajaran bisa dibilang sangat minim, hal tersebut masih mampu diatasi serta tingginya dukungan masyarakat sekitar sekolah dengan aktif menghadiri pertemuan, aktif dalam komite sekolah serta dukungan dalam pendanaan.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *