Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Instruksikan Tarik Buku Tak ISBN

brt72910782Mojokerto (beritajatim.com) – Sesuai Permendiknas No 2 Tahun 2008 tentang Buku dan Permendikbud No 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan Satuan Pendidikan, setiap buku non teks harus didaftarkan ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) atau ke Kemendikbud. Terkait hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto menginstruksikan agar buku ditarik dari siswa jika terbukti kode ISBN (kode standar buku internasional) palsu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono mengatakan, sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017, pihaknya telah mengimbau agar setiap sekolah memakai buku pendamping materi yang berkode ISBN. “Buku juga harus terdaftar di Perpustakaan Nasional dan mempunyai nomor ISBN. Jika terbukti tak terdaftar di Perpusnas dan tidak ISBN agar segera ditarik dari siswa,” ungkapnya, Senin (19/9/2016).

Namun, masih kata Yoko, kewenangan memilih buku pendamping materi berada sepenuhnya di tangan masing-masing sekolah. Menurut dia, untuk memastikan sebuah buku ber ISBN atau tidak, cukup mudah yakni dengan cara dewan guru bisa mengecek ke situs Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah mengumpulkan semua Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Namun, nampaknya imbauan itu belum sepenuhnya dilakukan oleh satuan pendidikan. Terbukti saat ini terjadi polemik di tengah penggunaan buku pendamping materi oleh satuan pendidikan. Sudah saya tegaskan agar tak pakai buku yang belum diajukan ke Kemendikbud, kalau beredar konsekwensinya dewan guru harus menarik,” tandasnya.

Sumber ; Beritajatim.com

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *