Ribuan Siswa Surabaya Dibimbing Menjadi Teman Curhat Sebaya

indexSurabaya (beritajatim.com) – Mempersiapkan siswa yang bisa menjadi teman curhat sebanyanya. 5.460 siswa SMP, SMA dan SMK se Kota Surabaya ikuti kegiatan konselor sebaya, yang di gelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya di lima titik yakni SMAN 16, SMKN 5, SMPN 37, SMKN 2, dan TLC Pawiyatan, Selasa (20/9/2016).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan mengatakan melalui konselor sebaya, diharapkan tidak ada lagi anak-anak Surabaya yang mengalamai kekerasan dan exploitasi, sehingga bisa mendorong mereka belajar dengan sungguh-sungguh dalam menggapai masa depan yang gemilang.

“Melalui konselor sebaya para siswa yang telah dilatih, dihimbau agar bisa membantu teman-teman yang sedih, galau, serta baper (terbawa perasaan) untuk mau curhat sehingga masalah mereka terpecahkan dan tidak sampai salah jalan,” kata Ikhsan.

Selama empat tahun, tambahnya. Kegiatan Konselor Sebaya itu mampu berkembang menjadi ekstrakurikuler konselor sebaya dan juga telah menghasilkan 10 modul pembelajaran.

“Modul-modul itu, telah diajarkan kepada para pendamping, guru BK, dan Wakasek Kesiswaan pada semua sekolah di Surabaya,” tambah Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya itu.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Didik YRP dari Yayasan Genta Surabaya menuturkan Pelaksanaan program konselor sebaya untuk merespon tumbuh kembang setiap manusia sejak lahir sampai menjadi individu yang berbeda sesuai dengan gaya serta kemampuan berfikirnya.

“Untuk menjadi individu yang berbeda membutuhkan proses, upaya yang banyak. Bagaimana kita bisa mengendalikan potensi dan mengendalikan pengaruh eksternal yang dekstruktif serta mengubah pengaruh eksternal untuk mengembangkan kemampuan kita jika tidak dimulai sejak awal,” papar Didik.

Alur konselor sebaya, dijelaskan Guru Bimbingan Konseling SMPN 46 Surabaya, Dinika Tresnawati, S. Pd. Pertama melakukan identifikasi terhadap perubahan yang terjadi pada teman sebanyanya. Tahap kedua, menjadi teman curhat yang bisa dipercaya dan solutif.

Kemudian, mencatat segala permasalahan yang ditemui serta perkembangannya dan menyerahkan catatan permasalahan itu, kepada guru BK untuk tindaklanjuti sebagai penanganan sebuah masalah.

“Program ini upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalahan anak di kota-kota besar. Terkadang banyak informasi perubahan sikap siswa yang didapatkan dari para konselor sebaya ini, kemudian kami tindaklanjuti untuk dicarikan solusi pemecahan masalah,” papar perempuan yang akrab di sapa Dinika itu.

Sementara itu, Salah satu peserta Konselor Sebaya, Valen Indra Agustin mengungkapkan, selama mengikuti acara teserbut bahwa sangat banyak manfaat dan pengalaman karena dirinya dapat saling berbagi pengalaman serta mampu meningkatkan kepedulian dengan siswa lainnya.

“Pengetahuan yang didapatkan diharapkan dapat digunakan untuk membantu teman yang sedang mengalami sebuah masalah atau kesusahan,” terang Siswi kelas 7 SMPN 46 Surabaya itu

Sumber: Beritajatim.com

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *