Monthly Archives: October 2016

1.557 Guru SMA/SMK di Mojokerto Akan Ikut Pemprov Jatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.557 guru dan tenaga kependidikan tingkat SMA/SMK di Kabupaten Mojokerto akan ikut Pemerintah Propinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Menyusul SMA/SMK yang akan dialih kelola oleh Pemprov Jatim sesuai UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono mengatakan, tanggal 1 Oktober lalu sudah dilakukan MoU dengan Pemprov Jatim. “Efektifnya baru bulan Januari 2017 mendatang karena ada masa transisi tiga bulan. Jadi tidak langsung diserahkan ke Pemprov Jatim,” ungkapnya, Jum’at (21/10/2016).

Yang dikelola Pemprov Jatim, lanjut Yoko yakni SMA, SMK dan sekolah pendidikan khusus. Menurutnya, jika dialih kelola Pemprov Jatim maka seluruhnya menjadi kewenangan propinsi. Baik itu guru, tenaga kependidikan maupun aset yang dimiliki SMA, SMK dan sekolah pendidikan khusus tersebut.

“Untuk guru dan tenaga kependidikan SMA dan SMK ada 1.557 orang dengan rincian guru SMA sebanyak 666 orang dan tenaga kependidikan sebanyak 168 orang, total 834 orang. Guru SMK sebanyak 571 orang dan tenaga kependidikan sebanyak 152 orang, total 723 orang. Jumlah seluruhnya sebanyak 1.557 orang,” katanya.

Yoko menambahkan, untuk aset SMA yang diserahkan ke Pemprov Jatim senilai Rp123,4 miliar, untuk aset SMK senilai Rp73.721.913 dan sekolah pendidikan khusus senilai Rp766 miliar. Sedangkan untuk anggaran gaji guru dan tenaga kependidikan mencapai Rp82 miliar dalam satu tahun.

“Sesuai UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pengganti UU No 32 Tahun 2004, ma­najemen pengelolaan SMA/SMK berada di tangan pemerintah provinsi dan sesuai UU tersebut, pelimpahan kewenangan pendidikan ini selambat-lam­batnya diterapkan dua tahun mendatang,” katanya.

Sampai saat ini, lanjut Yoko, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan UU pendidikan menengah yang kewenangannya berada di pemprov tersebut.

sumber:beritajatim.com

Siswi MTs NU Gresik Temukan Obat Nyamuk Elektrik

brt836000633Gresik (beritajatim.com) – Berawal dari banyaknya alang-alang yang tumbuh liar di Sekolah MTs NU Gresik dan menbulkan nyamuk. Tiga siswi tergugah menciptakan obat nyamuk elektrik dengan berbahan dasar dari gulma.
Ketiga siswi itu adalah Hazinatut Daulah (13), Syivana Mutiyastika (13), dan Rosyi Nur Firdausi (13). Mereka adalah siswa kelas 8 MTs NU Trate, Gresik.
“Ide kami berawal dari banyaknya ilalang yang tumbuh liar. Pada saat kami mencari literatur tentang ilalang menemukan bahwa tanaman ilalang mengandung asam sitrat dan flavonoid,” kata Rosyi, Rabu (19/10/2016).
Menurut Rosyi, kandungan asam sitrat merupakan musuh utama nyamuk dan serangga. Pasalnya, jika dihisap merusak trakhea, atau jalur pernafasan sehingga saat dihirup membuat nyamuk dan serangga mati.
Contoh lainnya lanjut Rosyi, penggunaan alang-alang yang dipakai petani untuk mengusir nyamuk. Mereka membakar alang-alang di kandang ternaknya agar terhindar dari nyamuk.
Dari ide itu, Rosyi dan dua temannya Hazinatut Daulah, dan Syivana Mutiyastika untuk membuat obat nyamuk. Ide tentang obat nyamuk bakar mentah karena asap yang dihasilkan dianggap sebagai polusi. Sedangkan obat nyamuk elektrik kemudian dipilih karena lebih ramah lingkungan.
Alasan dipilihnya obat nyamuk elektrik. Selain lebih ekonomis, bahan baku yang digunakan adalah alang-alang, soda kaustik (NaOH), tepung kanji, air, gunting, kompor, wajan, blender, screen sablon.
“Cara pembuatannya pertama, alang-alang yang sudah dipetik dipotong dengan gunting. Potongan alang-alang kemudian diblender kering hingga menjadi halus. Hasilnya lalu dimasak. Alang-alang dimasukkan ke wajan berisi air. Soda kaustik lalu dicampurkan ke dalamnya,” paparnya.
Selanjutnya cetakan alang-alang itu dijemur di panas matahari lebih kurang 6-7 jam. Setelah kering benar, cetakan besar itu dipotong-potong menjadi kepingan kecil. Kepingan kecil itu lah yang digunakan sebagai mat pada alat obat nyamuk elektrik.
Sementara itu, pembina karya ilmiah remaja (KIR), MTs NU Gresik, Muhammad Faiq Rofiqi yang menjadi pembimbing ketiga siswi ini menuturkan, obat nyamuk elektrik alang-alang ini mempunyai nilai ekonomis yang jauh dibanding produk yang dijual bebas.
“Obat nyamuk elektrik ciptaan siswa kami bisa digunakan selama dua malam. Bila sudah berwarna coklat, itu indikator bahwa asam sitratnya sudah habis,” tandasnya.
Obat nyamuk elektrik ciptaan siswi tiga MTs NU  merupakan karya ilmiah yang dilombakan dalam National Creativity Competition (NCC) 2016 di SMA Darul Ulum I Unggulan BPPT Jombang. Di kompetisi tersebut produk ini berhasil menjadi juara 2 untuk tingkat SMP/MTs Sederajat Tingkat Nasional cabang lomba LKTI.

Sumber : Beritajatim.com

Dindik Jatim Kekurangan Katas untuk SMA-SMK

brt357253146Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur masih kerepotan mencari SDM pengisi jabatan kepala administrasi (Katas) di SMA/SMK dan PK negeri.
Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman mengungkapkan, menjelang pelantikan pada November 2016, hingga kini pihaknya hanya memiliki 50 persen kepala administrasi yang diperuntukkan mengelola SMA/SMK se-Jatim.
“Namun, hingga saat ini baru sekitar 50 persen sekolah yang memiliki kepala administrasi sekolah yang sudah berstatus PNS eselon IV-B. Karena itu, sekarang kita sedang memetakan kekurangannya dan mencarikan solusinya,” terang Saiful, Minggu (16/9/2016).
Dia menambahkan, ada beberapa sekolah daerah yang sengaja tidak mengangkat TU (Tata Usaha). Padahal dari kekurangan itu tidak mungkin diambilkan dari ligkup Dindik Jatim. “Itu masih sementara, tapi nanti seiring dengan pengelolaan, kami pasti memenuhi kekurangan tersebut. Dengan cara mengambilkan tenaga TU dari sekolah terdekat,” kata Saiful.
Jika cara itu belum mencukupi, lanjut mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat agar memutasi pegawainya yang berada di kabupaten/kota. Tujuannya, untuk mengisi posisi sebagai Katas.
“BKD setempat bisa minta rekomendasi bupati/walikota untuk memutasi beberapa pegawai agar mengisi pos Katas,” jelas Saiful.
Ia menerangkan, Katas memiliki tugas untuk mengurus administrasi keuangan, operasional sekolah, kepegawaian, dan lain sebagainya. Dengan begitu, keberadaan Katas cukup penting bagi SMA/SMK dan PK negeri.
“Karena, nantinya Katas ini bertugas untuk mengurus bantuan operasional sekolah (BOS), yang semula dipegang oleh kepala sekolah,” terang Saiful.
Sementara itu, Sekretaris Dindik Jatim, Dr Sucipto menambahkan, kekurangan Katas ini akan dikoordinasikan dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) setempat agar merekomendasikan SDM berpangkat minimal PNS golonga III-B.
“Jika memang ada usulan, maka Dindik akan melakukan penempatan. Dan penempatan itu, bisa saja ditempatkan di luar kabupaten/kota. Karena wilayah kewenangan kita mencakup provinsi,” terang Sucipto.
Terpisah, Kepala SMKN 1 Surabaya Bahrun mengaku telah memiliki Katas. Bahkan personel di sekolahnya ada beberapa orang yang mumpuni untuk dijadikan sebagai Katas.
“Kami memiliki empat orang yang kompetensinya sesuai untuk menjadi Katas. Kami akan tawarkan kepada Dindik Jatim atau sekolah-sekolah lain yang belum memiliki katas,” kata Bahrun.

Sumber : Beritajatim.com

Ponpes Bata-Bata Gelar National Competition Event

Pamekasan (beritajatim.com)Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan menggelar berbagai macam lomba tingkat nasional bertajuk National Competition Event 2016.

Program tersebut akan digelar selama tiga hari, terhitung mulai Kamis hingga Sabtu (1-3/2/2017). Sekaligus sebagai momentum Pekan Ngaji ke-2 Pondok Pesantren MUBA yang akan digelar mulai Minggu hingga Jum’at (4-10/2/2017) mendatang.

“Dalam momentum Pekan Ngaji Kedua nanti, kita menggagas untuk mengadakan berbagai jenis perlombaan yang kita buka untuk umum. Meliputi tingkat pesantren, SMP/MTs, maupun SMA sederajat,” Kata Ketua Pengurus Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata Ahmad Khusairi, Sabtu (15/10/2016) malam.

Dalam perlombaan yang mengusung tema ‘Pesantren dan Peradaban’ tersebut, nantinya akan dibagi menjadi tiga kategori. Masing-masing musabaqah fahmi al-kutub, debat ilmiah dan karya tulis.

“Musabaqah fahmi al-kutub kita fokuskan pada kita Fathu al-Wahhab dan Alfiyah Ibnu Malik, debat ilmiah bahasa Arab dan Inggris. Karya tulis meliputi karya tulis ilmiah, cerpen, resensi buku, majalah atau buletin dan mading 3 dimensi,” ungkapnya.

Sementara untuk persyaratan lomba tersebut, peserta bisa langsung melakukan pendaftaran terhitung mulai Kamis (15/12/2016) hingga Senin (15/1/2016) mendatang. “Untuk ketentuan lomba bisa di update di situs kami, bata-bata.net,” jelasnya.

“Jadi lomba ini ketentuannya untuk umum dengan usia peserta 17 hingga 25 tahun, baik dari pesantren, SMP/MTs maupun SMA dan sederajat. Bahkan dari internal pesantren sendiri (Ponpes MUBA) tidak boleh ikut, lomba ini untuk umum,” tegasnya.

sumber: beritajatim.com