Monthly Archives: December 2016

Bupati Jember Larang Sekolah Pungut Biaya Bimbingan Belajar

brt164238676Jember (beritajatim.com) – Kepala SMP Negeri 2 Jember Muhammad Subarno mengatakan, Bupati Faida sudah menegaskan soal program pendidikan gratis. Salah satunya mengenai larangan pungutan biaya untuk bimbingan belajar tambahan dari orang tua siswa.
“Intinya sekolah tidak menarik uang sepeser pun dari wali murid. Sehingga kalau bimbingan belajar sebenarnya untuk anak-anak boleh, tapi bisa menggunakan uang BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” jelas Subarno kepada wartawan.
Subarno meminta wali murid tak khawatir. “Sekolah masih memikirkan prestasi anak. Cuma kami melaksanakan bimbingan belajar tidak full, seperti kalau ada dana dari wali murid. Mungkin mendekati ujian nasional, akan diadakan bimbingan belajar, dengan cara dana diambilkan dari BOS. Kemudian menunda kegiatan lain,” katanya.
Saat pengambilan rapor, Subarno sempat menyampaikan wacana pembiayaan bimbingan belajar ini kepada wali murid. “Karena tidak boleh menarik dari wali murid, maka saya akan hentikan di semester genap. Memang ada gejolak dari wali murid,” katanya.
Subarno mengatakan, dana BOS memiliki keterbatasan. “Kalau menggunakan uang BOS, kemampuannya sampai kapan. Kami tidak mungkin fokus di kelas 9. Kelas 7 dan 8 juga perlu (dana) untuk peningkatan mutu prestasi anak, ekstrakurikuler, dan sebagainya. Itu juga memerlukan dana BOS,” jelasnya

Sumber : beritajatim.com

Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di Bidang Sains Tingkat Asia

pelajar-indonesia-raih-medali-emas-di-bidang-sains-tingkat-asia-H0pJAKARTA – Dua pelajar SD berhasil meraih medali emas di bidang sains dari ajang bergengsi di tingkat Asia yang digelar di Tangerang dengan dukungan PT Freeport. Prestasi tersebut berhasil diraih setelah para siswa bersaing ketat dengan peserta dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Taiwan.
Dua peraih medali emas dalam bidang sains yaitu John Howard Wijaya dari SD Darma Yudha (Riau) dan Mohammad Nabiel Shafa dari SD IT Mutiara (Riau). Perwakilan Indonesia juga berhasil membawa pulang tiga medali perak yang diraih oleh Christopher Ivan Budiwardhana dari SDK Penabur Gading Serpong Tangerang, Jonathan Tjandra dari SDK Calvin dari Jakarta dan M Nurihsan Arief dari SD Taruna Bangsa Bogor, Jawa Barat.
Sementara siswa perwakilan Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu adalah Raden Andika Wahyu Wardhana dari SD Al Azhar 14 Semarang, Jawa Tengah. “Pada bidang matematika, dua dari tiga siswa yang berhasil meraih medali emas merupakan siswa Indonesia,” ujar Executive Director Surya Institute Srisetiowati Seiful dalam siarang persnya, Selasa (20/12/2016).
Rencananya di 2017, Surya Instutite juga mempersiapkan Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS) ke-7. Persiapan ini menyusul kesuksesan Surya Institute menggelar ASMOPS ke-6 di Tangerang 25-28 November 2016 lalu.
Menurutnya Thailand sudah menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah ASMOPS 2017. Rencananya acara akan digelar di Bangkok.

Sumber : sindonews.com

Tim Robot Ichiro ITS Raih Juara Umum di Beijing

brt597823690Surabaya (beritajatim.com) – Tim robot Ichiro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, meraih juara umum serta delapan medali di Federation of International Robot-Soccer Association Humanoid Robot Cup (FIRA Hurocup) 2016 di Beijing.
Sebanyak enam dari 10 kategori lomba yang dilaksanakan selama lima hari (14 -18 Desember 2016) itu, para mahasiwa ITS berhasil membawa nama Indonesia berkibar di Beijing dan mengalahkan 23 tim dari 9 negara, diantaranya Tiongkok, Taiwan, Indonesia, Malaysia, India, Meksiko, Kanada dan Korea.
Ketua Tim Ichiro ITS, Satria Hafizuddhin melalui pesan online, Senin (19/12/2016), mengatakan, pada laga pertama kompetisi FIRA Hurocup 2016 tersebut timnya sempat mengalami kendala. Yakni tidak bisa menyesuaikan informasi dengan peraturan yang berlaku.
“Terdapat beberapa perbedaan peraturan yang berlaku pada hari pertama. Selain itu, lingkungan lomba juga berbeda dengan kondisi nyata, dan performa Ichiro dalam mengikuti pertandingan juga terpengaruh,” tutur Satria.
Mahasiswa Departemen Teknik Elektro ini, menambahkan, tim lawan dari negara lain pun melontarkan pendapat yang sama. Peserta FIRA banyak yang merasa kesusahan mendapatkan poin. “Kami dan tim lain pun merasakan hal yang sama. Meski demikian, kami tidak putus asa. Dan saya beserta tim tetap optimistis, serta menyesuaikan peraturan baru itu,” kata Satria.
Dipaparkannya, robot Ichiro I berhasil meraih tiga medali emas dan satu medali perak dengan perolehan juara 1 Kategori Marathon, juara 1 kategori Sprint, juara 1 kategori Soccer, dan juara 2 kategori halang rintang.
Tak hanya itu, dari sekian banyak juara yang diraih dengan total skor 38, robot Ichiro I pun memperoleh tambahan penghargaan sebagai juara umum III.
Pencapaian robot Ichiro II pun tak mau kalah. Robot ini mampu mengantongi tiga medali perak dan satu medali perunggu dengan perolehan juara 2 kategori marathon, Juara 2 kategori Sprint, Juara 2 kategori Soccer, dan Juara 3 kategori Weight Lifting.
“Atas pencapaian total skor 40, robot Ichiro II dinobatkan sebagai Juara Umum II,” papar Satria.
Dosen pembimbing, Muhtadin merasa bangga atas apa yang telah dicapai oleh anak didiknya. “Alhamdulillah, capaian ini sangat memuaskan. Terutama, kami bersyukur dapat mengharumkan nama Indonesia dan ITS, terimakasih atas dukungan yang kuat dari berbagai pihak,” tandas Muhtadin.

Sumber: beritajatim.com

Menristek Janji Bantu Biaya Pendidikan Santri

brt964516697Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah pusat melalui Menristek siap akan membantu biaya, bagi para santri yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, terkendala oleh biaya.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Menristek, Prof Mohammad Nasir, Phd saat menghadiri acara haul KH Abdul Hamid Pasuruan yang ke-35, di Ponpes Salafiyah Kota Pasuruan.
“Silahkan dicatat oleh Pak Bupati apabila di wilayahnya terutama para santri yang ingin melanjutkan tapi terhalang biaya. Saya akan cairkan biayanya,” ujar Menristek saat memberikan sambutan dalam acara haul KH Abdul Hamid ke-35, Sabtu (10/12/2016).
Dalam kesempatan tersebut, menteri di Kabinet Kerja itu juga menyampaikan, tentang berbagai informasi mengenai pentingnya pendidikan dan pengetahuan teknologi kekinian.
“Santri-santri harus mulai paham teknologi dan memiliki pendidikan yang tinggi. Dulu saya juga seorang santri dan alhamdulillah sekarang bisa menjadi menteri,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan kalau pihaknya saat ini telah menyediakan puluhan ribu beasiswa, khususnya bagi para santri yang terkendala biaya.
“Sekarang kami menyediakan sebanyak 95.000 beasiswa terutama bagi para santri tidak mampu yang berkeinginan untuk melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi,” terangnya.
Sementara itu, untuk diketahui bahwa dalam haul KH Abdul Hamid ke-35 ini, selain dihadiri Menristek juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, Bupati dan Walikota Pasuruan, serta sejumlah kiai pengasuh Ponpes di Jawa Timur.

sumber : beritajatim.com

Moratorium UN Disahkan, Kebijakan PTN Akan Berubah

brt44579660Malang (beritajatim.com) – Jika rencana moratorium atau penangguhan ujian nasional (UN) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017 resmi disahkan oleh Presiden Joko Widodo, dipastikan akan ada sejumlah perubahan dalam penerimaan mahasiwa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Menristekdikti (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Muhammad Nasir mengatakan, dalam seleksi SBMPTN selama ini, UN menjadi acuan oleh perguruan tinggi. “Nanti akan kita lihat kebijakan selanjutnya, setelah ketemu bapak presiden dalam rapat,” kata M Nasir di Malang, (5/12/2016)
Namun M Nasir mengaku masih menunggu hasil dari rapat terbatas yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi dan Kemendikbud terkait rencana moratorium UN 2017.
“Moratorium UN akan dibahas dengan presiden, minggu depan. Ada rapat untuk membahas UN. Seandainya terjadi moratorium, harus ada penyesuaian di penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri. Tergantung hasil rapat nanti,” tandasnya.

Sumber : Beritajatim.com