Indonesia Minim Penulis Produktif

brt149895919Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Mulla Sadra Jakarta Humaidi menilai bangsa Indonesia sangat minim atau bahkan kekurangan penulis produktif.
Hal itu diungkapkannya saat mengisi materi program Pekan Ngaji ke-2 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang mengangkat tema ‘Menjadikan Santri Penulis Produktif’, Senin (6/2/2017).
“Memang Indonesia negara dengan status rangking keempat dari banyaknya jumlah penduduk, namun jumlah penulis justru masih belum mewakili dari jumlah penduduk yang ada,” kata Humaidi kepada ratusan santri yang mengikuti program ‘Ngaji Menulis’.
Bahkan dari aspek penulisan tersebut, Indonesia justru jauh tertinggal dari negara tetangga yang notabene memiliki jumlah penduduk jauh lebih sedikit. Hal itu tentu menjadi polemik tersendiri sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk jutaan.
“Diakui atau tidak, karya tulis masyarakat Indonesia kalah dengan Malaysia, Singapura, Thailand dan sejumlah negara tetangga lainnya,” ungkap Ketua Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) Provensi Banten itu.
Selain itu pihaknya berharap agar program Ngaji Menulis bisa menjadi motivasi bagi para santri untuk meningkatkan produktivitas. Khususnya saat keluar dari dari pesantren. “Kami berharap setelah kegiatan ini, para santri bisa meningkatkan jumlah penulis di Indonesia,” harapnya.
“Sebab hingga saat ini, kaya tulisan masyarakat Indonesia hanya berjumlah sekitar 10 ribu. Jumlah tersebut jelas jauh lebih sedikit dari karya masyarakat Malaysia yang mencapai sekitar 125 ribu karya tulis,” pungkasnya.

sumber : beritajatim.com

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *