Jurnal Manajemen dan Teknologi Pendidikan Volume II, Nomor 6, Desember 2016

JMTP DESEMBER 2016

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN MODEL LESSON STUDY DI SD NEGERI KEPUH KIRIMAN II KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
Sri Indarti
SDN Kepuh Kiriman
Email : indiartisri12@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang bertujuan untuk mendiskripsikan Lesson Study guna dapat meningkatkan profesionalisme serta kemampuan guru dalam proses pembelajaran di SD Negeri Kepuhkiriman II Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Rumusan masalah yang tersusun dalam penelitian ini adalah apakah melalui Lesson Study dapat meningkatkan profesionalisme serta kemampuan guru dalam proses pembelajaran di SD Negeri Kepuhkiriman II Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.
Hasilnya adalah pada siklus II memperoleh skor sebesar 84%, sementara pada Siklus I mendapat skor 61%. Hasil pelaksanaan pembelajaran dalam simulasi PBM kenaikannya cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini terutama pembinaan terhadap guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Hasilnya adalah pada siklus II memperoleh skor sebesar 87%, sementara pada Siklus I mendapat skor 63%.


PEMBINAAN SUPERVISI OBSERVASI KELAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU SEKOLAH LUAR BIASA STUDI DESKRIPSI SLB/C DHARMA PENDIDIKAN CANDI
KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO

Oleh
Wirawan Chomsah
SLB / C Dharma Pendidikan
E-mail : chomsahwira@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini difokuskan pada : (1) Bagaimana pelaksanaan supervisi teknik observasi kelas sebelum dan sesudah dikembangkan? (2) Bagaimana kinerja guru sebelum dan sesudah supervisi dikembangkan?. Terkait dengan fokus penelitian diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknik supervisi observasi kelas dan kinerja guru. Sebagai informan penelitian ini adalah: Kepala Sekolah dan guru-guru yang disupervisi. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dukumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik simpulan.


IMPLEMENTASI STANDARD OPERATING PROCEDURES PADA KPRI “SERBA USAHA” SMK NEGERI 1 BOJONEGORO

Oleh
Sulis1, Hero Priono2 , Lukman Arif 3
Program Pasca Sarjana, Program Studi Magister Akuntansi, Universitas Pembangunan Nasional UPN “Veteran” Jawa Timur
E-mail : sulisje@gmail.com

ABSTRAK
Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan pedoman tertulis yang bermanfaat untuk memastikan bahwa setiap tindakan atau keputusan dapat berjalan dengan efektif dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku agar menjaga konsistensi dan kinerja yang maksimal. Koperasi yang merupakan salah satu bentuk usaha yang bertujuan untuk mensejahterakan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, akan membutuhkan SOP untuk menjaga lancarnya operasional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SOP penerimaan anggota, SOP Permohonan pijaman, Pembayaran angsuran dan simpanan pada Koperasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Tempat penelitian adalah di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Serba Usaha” SMK Negeri 1 Bojonegoro. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara terhadap informan, dan data sekunder yang didapat dari studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada SOP penerimaan anggota, pengawas tidak ikut terlibat dalam pembuatan keputusan penerimaan anggota dan tidak adanya buku anggota yang dipegang oleh anggota sendiri. Berkaitan dengan SOP permohonan pinjaman, bahwa otorisasi pencairan pinjaman dilakukan oleh bendaraha tanpa melalui rapat pengurus sehingga tidak ada otorisasi dari pengurus lain. Berkaitan dengan SOP Pembayaran Angsuran dan simpanan, bahwa bendahara tidak membuat dokumen pencatatan transaksi.
Saran yang diberikan adalah sebaiknya pengawas terlibat aktif dalam penerimaan anggota, anggota menyadari haknya untuk mendapatkan buku anggota, diadakan rapat pengurus secara rutin untuk membahas tentang pengajuan pinjaman anggota, dan bendahara yang membuat bukti tertulis, berupa BKM dan BKK, yang diotorisasi pula oleh pengurus lainnya. Untuk peneliti selanjutnya, sebaiknya mengkaji bidang lain, seperti Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Koperasi, dan lainnya sehingga memperluas khasanah wawasan tentang Akuntansi, baik di lembaga Koperasi maupun lembaga lainnya.


PENGARUH PROFESIONALISME GURU, SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMAN 1 RENGAT BARAT KABUPATEN INHU

Oleh
Siti Lestari
SMA Negeri 1 Rengat Barat
E-mail : siti_lestari@yahoo.co.id

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh profesionalisme terhadap Kinerja guru SMAN 1 Rengat Barat Kabupaten INHU, mengetahui pengaruh supervisi Kepala sekolah terhadap Kinerja guru SMAN 1 Rengat Barat Kabupaten INHU, mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap kinerja guru SMAN 1 Rengat Barat Kabupaten INHU, mengetahui pengaruh profesionalisme guru, supervisi Kepala sekolah dan lingkungan sekolah secara bersama-sama terhadap Kinerja guru SMAN 1 Rengat Barat Kabupaten INHU.
Jenis penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua guru di SMAN 1 Rengat Barat Kabupaten INHU yaitu sebanyak 48 orang yang terdiri dari 35 orang Guru Tetap, 2 orang penjaga sekolah serta 11 orang komite sekolah teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang diambil secara sengaja sesuai dengan kriteria yang diperlukan, pada penelitian ini sampel yang dimaksud adalah guru tetap maka jumlah sampel sebanyak 35 orang. Dalam penelitian ini metode analisis data menggunakan regresi linier berganda digunakan untuk mengestimasi pengaruh yang melibatkan variabel bebas terhadap variabel terikat dengan program SPSS.
Hasil penelitiannya, profesionalisme guru dan lingkungan sekolah dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SMA Negeri 1 Rengat Barat, Supervisi kepala sekolah dalam penelitian ini berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja guru SMA Negeri 1 Rengat Barat. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Uji F, secara simultan profesionalisme guru, supervisi kepala sekolah dan lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SMA Negeri 1 Rengat Barat. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Uji t, profesionalisme guru mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja guru SMA Negeri 1 Rengat Barat


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU BERDASARKAN PERMENDIKNAS NO. 16 TAHUN 2007 DI SMP SATU ATAP LUBUK BANGKO

Oleh
Agumpita
SMP Negeri Satu Atap Lubuk Bangko
E-mail : agumpita70@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah mendekripsikan penerapan standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru di SMP Satu Atap Lubuk Bangko Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu-Riau dan mengetahui kendala dalam penerapan standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru di SMP Satu Atap Lubuk Bangko Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu-Riau.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di SMP Satu Atap Lubuk Bangko Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu-Riau, dengan alasan,di SMP Satu Atap Lubuk Bangko Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu-Riau masih ditemukan sebahagian Guru yang mengajar tidak sesuai dengan Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2007.
Berdasarkan hasil penelitan diketahui bahwa Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan kompetensi Guru, di lihat Implementasinya khususnya di SMP Negeri Satu Atap Sungai Junjangan Kecamatan Batang Tuaka, belum di Implementasikan secara efektif, berbagai kendala dialami. Kendala yang dialami adalah kurangny guru tetap yang berstatus PNS, dari 10 orang guru hanya 2 orang yang berstatus guru tetap dan PNS, sedangkan yang 8 orang berstatus guru tidak tetap atau guru bantu.


IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMPN 5 RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh
Afrurazi
SMP Negeri 5 Rengat Barat
E-mail : afrurazi69@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk mengetahui kualitas pendidikan di SMPN 5 Rengat Barat dan untuk mengetahui implementasi Program Bantuan Operasional Sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di SMPN 5 Rengat Barat. Jenis penelitian dalam Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menjelaskan hasil penelitian dengan menggunakan diskriptif. Yang menjadi subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru, komite sekolah, masyarakat sekitar sekolah maupun walimurid yang dianggap mempunyai informasi kunci (key-informan).
Subyek penelitian yang dijadikan informan yaitu : 1 orang wakil kepala sekolah, 3 orang guru, 2 orang walimurid dan 1 orang staf administrasi. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang terdiri dari tiga alur, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di SMPN 5 Rengat Barat sudah mengimplementasikan program bantuan operasional sekolah (BOS) dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan.


EFEKTIVITAS PELATIHAN KOMPETENSI DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU DI SMPN 1 BATANG GANGSAL KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh
Saprinal
SMP Negeri 1 Batang Gangsal
E-mail : saprinal36@yahoo.co.id

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui efektivitas pelatihan peningkatan kompetensi guru dan untuk mengetahui adanya pelatihan kompetensi guru dapat meningkatkan kinerja guru SMPN 1 Batang Gangsal Indragiri Hulu. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif (qualitative research). Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang ada di SMPN 1 Batang Gangsal Indragiri Hulu
Berdasarkan hasil penelitian diketahui efektivitas pelatihan kompetensi dalam meningkatkan kinerja guru SMP Negeri 1 Batang Gangsal sudah berjalan efektif. Setelah mengikuti pelatihan kompetensi guru melakukan penyegaran proses belajar mengajar, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan serta kemampuan. Dengan begitu secara tidak langsung pelatihan kompetensi meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu.


IMPLEMENTASI PERMENDIKNAS RI NO. 19 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN PADA SATUAN PENDIDIKAN DI SMPN 2 RENGAT BARAT KECAMATAN RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh
Lisma Emizar
SMP Negeri 2 Rengat Barat
E-mail : lisma_emizar@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang dilaksanakan di SMPN 2 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan Implementasi Permendiknas no 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di SMPN 2 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau; 2) mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam Implementasi Permendiknas no 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di SMPN 2 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau; 3)menjelaskan upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala Implementasi Permendiknas no 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di SMPN 2 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau. Setelah dilakukan penelitian selama 3 bulan diperoleh hasil sebagai berikut: 1) SMP Negeri 2 Rengat Barat telah mengimplementasikan Permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan. Implementasi tersebut dengan berupaya memenuhi standar dalam Perencanaan Program, Pelaksanaan Rencana Kerja, Pengawasan dan Evaluasi, Kepemimpinan Sekolah, Sistem informasi manajemen dan Penilaian Khusus; 2) Kendala implementasi Permendiknas nomor 19 tahun 2007 di SMP Negeri 2 Rengat Barat antara lain : kurangnya fasilitas pelaksanaan program, kurangnya biaya pengelolaan pendidikan, kurangnya tenaga pendidikan yang memenuhi standar kualifikasi akademik dan keprofesionalan, kurangnya dukungan partisipasi masyarakat untuk mendukung pengembangan pendidikan; dan 3) Upaya untuk mengatasi kendala implementasi Permendiknas nomor 19 tahun 2007 di SMP Negeri 2 Rengat adalah dengan : merangkul seluruh dewan guru, komite serta masyarakat dan mengajukan permohonan penambahan tenaga pendidik tetap dan kependidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu, membuat program/rencana untuk pengadaan fasilitas dan mendayagunakan sarana prasarana sekolah, gerakan kekompakan, saling kerjasama antar tenaga pendidik, komite, masyarakat dan pemerintah yang terkait dengan pendidikan.


UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK BOLA MELALUI METODE PENAMPILAN PADA SISWA KELAS V SEMESTER I SD NEGERI KEPUHKIRIMAN II KECAMATAN WARU
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh
Li’anah
SDN Kepuh Putih II
E-mail : lianah@yahoo.co.id

ABSTRAK
Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar pendidikan jasmani bagi siswa dengan diterapkannya metode penampilan? (b) Bagaimanakah pengaruh metode penampilan terhadap motivasi belajar siswa?
Simpulan dari penelitian ini adalah metode discovery dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa Kelas V SD Negeri Kepuhkiriman II Kec. Waru Tahun Pelajaran 2016/2017, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pendidikan jasmani.


PENGARUH EFEKTIVITAS KERJA DAN KEKOMPAKAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh
Puji Leksono
E-mail : puji_leksono@yahoo.com

ABSTRAK
Tempat pelaksanaan dalam penelitian ini adalah SMK Negeri di kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser Propinsi Kalimantan Timur. Adapun waktu penelitian direncanakan akan dilaksanakan dari bulan Pebruari sampai bulan April 2011. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh guru SMK Negeri dikecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur sebanyak 153, sedangkan jumlah populasi lebih dari 100 orang, maka penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel secara acak (Random Sampling). Penelitian ini akan dilakukan dengan metode survey korelasional, yaitu ingin mengetahui secara alamiah tentang pengaruh efektivitas kerja dan kekompakan kerja terhadap produktivitas.
Hasil analisis deskriptif variable efektivitas kerja guru, kekompakan kerja guru dan produktivitas kerja guru dalam katagori baik. Pada pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara efektivitas kerja guru dan kekompakan kerja guru terhadap produktivitas kerja guru SMK Negeri di Tanah Grogot Kabupaten Paser sebesar 93,8% dan hipotesis diterima. Dengan demikian disimpulkan bahwa produktivitas kerja guru dapat ditingkatkan melalui peningkatan efektivitas kerja guru dan kekompakan kerja guru.


IMPLEMENTASI PERMENDIKNAS NO. 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN (STUDI IMPLEMENTASI KURIKULUM MUATAN LOKAL DI SMPN 2 PERANAP KECAMATAN PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROPINSI RIAU)

Oleh
Suryawati
SMP Negeri 2 Peranap
E-mail : suryawati12@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang dilatarbelakangi oleh terbitnya Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, serta implementasinya peraturan tersebut di lapangan yang telah berjalan selama 10 tahun. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui proses implementasi Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi di SMPN 2 Peranap Kecamat Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau, khususnya dalam pengembangan kurikulum Muatan Lokal; dan 2) Mengetahui faktor pendukung dalam implementasi Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi di SMPN 2 Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau, khususnya dalam pengembangan kurikulum Muatan Lokal. Setelah dilakukan penelitian dan dilakukan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: 1) lmplementasi Permendiknas No.22 / 2006 tentang Standar lsi, khususnya mata pelajaran Muatan Lokal di SMP Negeri 2 Peranap berjalan dengan baik. Sekolah tersebut mampu melakukan interpretasi kebijakan, pengorganisasian untuk implementasi dan mengaplikasikan kebijakan tersebut dalam bentuk konkrit, seperti Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, pembagian tugas mengajar dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah; dan 2) Beberapa variabel implementasi kebijakan menurut George Edwads lll, seperti komunikasi, sumber daya dan disposisi pelaksana merupakan faktor pendorong keberhasilan implementasi kebijakan Permendiknas No. 22 / 2006 tentang Standar lsi, khususnya mata pelajaran Muatan Lokal di SMP Negeri 2 Peranap. Sedangkan variabel struktur organisasi bisa menjadi faktor penghambat keberhasilan implementasi kebijakan Permendiknas No.22 / 2006 tentang Standar lsi di SMP Negeri 2 Peranap, karena adanya pembagian tugas yang rangkap sehingga akan menimbulkan beban kerja berlebih dan kurang fokus terhadap pekerjaan.


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS MASALAH MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IXB SMP NEGERI 2 ROWOKANGKUNG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
Mohamad Syahroni
Guru SMP Negeri 2 Rowokangkung
Email: mohamadsyah72@gmail.com

ABSTRAK
Ada kecenderungan dalam dunia pendidikan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi ‘mengingat’ jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangkan panjang. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah melalui pembelajaran Kontekstual berbasis dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa materi Permukaan Bumi pada siswa Kelas IXB SMPN 2 Rowokangkung semester genap tahun pelajaran 2014/2015?
Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa materi Permukaan Bumi dengan diterapkannya model pembelajaran Kontekstual berbasis masalah pada siswa kelas IXB SMPN 2 Rowokangkung semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IXB. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (81,25%), siklus II (93,75%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode belajar aktif model Pembelajaran kontekstual berbasis masalah dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IXB SMPN 2 Rowokangkung, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPS.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *