Jurnal Mitra Guru Volume II, Nomor 6, Desember 2016

COVER DEPAN JMG DESEMBER 2016

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENYUSUN RPP MELALUI PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI PEPELEGI IKECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
Bambang Guridno
SDN PepeLegi
E-mail : guridnobambang@gmail.com

ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum semua guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sehingga proses belajar mengajar terarah dan prestasi belajar meningkat.
Berdasarkan hasil observasi penyusunan RPP pada siklus kedua di peroleh data peningkatan prosentase kesesuaian yaitu pada komponen penentuan metode pembelajaran sudah ada peningkatan yaitu : dari 75% meningkat menjadi 85% dan aspek penilaian dari 68% meningkat menjadi 85%, Indikator meningkat dari 73% menjadi 90%, tujuan pembelajaran meningkat dari 75% menjadi 90%, materi ajar dari 65% menjadi 95%.
Berdasar hasil analisis data diatas ditarik kesimpulan bahwa : pendampingan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.


UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH PIDATO BAHASA INDONESIA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PORTOFOLIO PADA PESERTA DIDIK KELAS VI-B SDN TAMBAK REJO
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh
Siti Sulneni
SDN Tambak Rejo
E-mail : sulnenisiti@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas VI-B SD Negeri Tambak Rejo tahun pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh berupa hasil tugas kelompok dan individu, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Penerapan metode pembelajaran pemberian tugasdapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik kelas VI-B SD Negeri Tambak Rejo tahun pelajaran 2015/2016. (2) Penerapan metode pembelajaran pemberian tugas memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu siklus I 82,86, siklus II 100%. (3) Penerapan penerapan metode pembelajaran pemberian tugas mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.


STRATEGI PENILAIAN KOMPETENSI BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF DI KELAS I-A SLB-C DHARMA PENDIDIKAN
TAHUN PELAJARAN 2005/2006

Oleh
Sri Suliyanti
SLB-C Dharma Pendidikan
E-mail : suliyantisri1@gmail.com

ABSTRAK
Realitas dari pengalaman belajar mengajar di kelas, terutama dalam pembelajaran yang menyangkut bidang materi pelajaran dalam bahasa Indonesia, banyak siswa kita yang masih menunjukkan kekurang beraniannya dalam mengemukakan pendapat, gagasan, pertanyaan maupun menceritakan tentang berbagai pengalaman pribadi yang lebih menarik dan pernah dialami dan sebagainya apabila mereka ditunjukkan oleh guru untuk maju didepan kelasnya.
Penilaian kompetensi berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa Kelas I-A SLB-C Dhama Pendidikan Candi Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo tahun pelajaran 2014/2015. Dibuktikan pada siklus I 6.50 dan sikuls II, 8.50.


UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn PADA KOMPETENSI DASAR NILAI JUANG DALAM PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DENGAN PEMBELAJARAN BERFIKIR MELALUI PERTANYAAN PADA SISWA KELAS VI-A SEMESTER I SDN TAMBAKREJO

Oleh
SUPARTI
SDN Tambak Rejo
E-mail : suparti@gmail.com

ABSTRAK
Dari permasalahan dan pembahasan pustaka diatas maka tujuan penelitian ini merumuskan: meningkatkan prestasisiswa terhadap Nilai Juang Dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara dengan pembelajaran berfikir melalui pertanyaan (PBMP) pada siswa Kelas VI-A SDN Tambakrejo Kec. Waru, Kab. Sidoarjo
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pola PBMP, khususnya yang diterapkan pada materi Nilai Juang Dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Komponennya dapat meningkatkan prestasi siswa terhadap Nilai Juang Dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara. Dalam penelitian ini juga dapat dibuktikan bahwa model pembelajaran dengan PBMP dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
Penerapan pembelajaran dengan pola PBMP perlu dikembangkan untuk mata pelajaran PKn di sekolah dasar, khususnya materi yang termasuk dalam kelompok Nilai Juang Dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara, agar dapat meningkatkan presta sisiswa dan perlu di coba melakukan kombinasi pola pembelajaran PBMP dengan model belajar yang lain.


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DENGAN PEMBELAJARAN MENYUSUN RPP MELALUI KKG MINI  DI SDN NGINGAS KEC.WARU

Oleh
Wiwik Sri Wigati
SDN Ngingas
E-mail : wigatisriwiwik@gmail.com

ABSTRAK
Sebagai tenaga profesional, selain mengetahui hal-hal yang bersifat konseptual dan filosofis, guru harus pula memahami dan mampu melaksanakan hal- hal yang bersifat teknis, seperti merancang dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Selanjutnya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal, tentu harus ada pula upaya-upaya yang dilakukan. Salah satunya adalah membuat rancangan kegiatan belajar mengajar yang benar benar melibatkan partisipasi aktif siswa.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan guru kelas dalam kegiatan belajar mengajar dengan menyusun RRP melalui KKG Mini di SDN Nginagas Kecamatan Waru dapat meningkatkan,hal ini dibuktikan dengan peningkatan pada siklus I Guru kelas memperoleh nilai 72,33 dan meningkat menjadi 80,33 pada siklus II.


PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN METODE BERMAIN PERAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIAMELALUI PERCAKAPAN SEDERHANA TERHADAP SISWA KELAS I-BSLB-C DHARMA PENDIDIKAN CANDI
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh
Yatun
SLB-C Dharma Pendidikan
Email : yatunku2016@yahoo.com

ABSTRAK
Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan Pembelajaran dengan metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Indonesia pada siswa I-BSLB-C Dharma Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Semester 1 Tahun PelPelajaran 2013/2014. Lokasi penelitian ini di SLB-C Dharma Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Hipotesis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pembelajaran dengan metode bermain peran pada pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Indonesia pada siswa I-BSLB-C Dharma Pendidikan KabupatenSidoarjo Tahun PelPelajaran 2013/2014. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Indonesia pada siswa I-BSLB-C Dharma Pendidikan (2). Menerapkan pembelajaran dengan metode bermain peran pada pelajaran Bahasa Indonesia (3). Membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
Dari observasi pada siklus I diperoleh data bahwa ketuntasan klasikal mencapai 66.67%. Dan nilai rata-rata kelas 71,00. Sedangkan pada siklus II diperoleh data bahwa ketuntasan klasikal mencapai 100% dan nilai rata-rata kelas 81,33.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran dengan metode bermain peran dapat meningkatkan Kemampuan berbicara Bahasa Indonesia siswa kelas I-BSLB-C Dharma Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Direkomendasikan bahwa pembelajaran dengan metode bermain peran perlu ditingkatkan oleh guru dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan berbicara siswa.


PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI METODE AUDIOLINGUAL DI KELAS XI SMA NEGERI 1 MANYAR

Oleh
Endang Suprihatiningsih
SMA Negeri 1 Manyar
E-mail : endang_suprihatiningsih2016@yahoo.com

ABSTRAK
Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang hampir tidak pernah digunakan dalam keseharian. Salah satu hal dasar yang penting untuk dikuasai dalam mempelajari bahasa Inggris adalah tentang pengetahuan kosakata. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis meneliti peningkatan kosakata melalui metode Audiolingual.
Penelitian ini bertujuan untuk, 1) mendeskripsikan penguasaan kosakata siswa dengan menggunakan metode audiolingual di kelas XI SMA Negeri 1 Manyar. dan 2) mendeskripsikan sejauh mana peningkatan penguasaan kosakata siswa dengan menggunakan metode audiolingual di kelas XI SMA Negeri 1 Manyar.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA-8 SMA Negeri 1 Manyar tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam dua siklus, sesuai dengan rancangan penelitian tindakan, pada setiap siklus dilakukan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi dan hasil-hasilnya. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan teknik lembar observasi dan teknik tes. Data diolah dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis data,Hasil rata-rata siswa pada tes awal yaitu sebesar 52%, hasil rata-rata siswa pada tes akhir siklus I yaitu sebesar 78,75% dan hasil rata-rata siswa pada tes akhir siklus II yaitu sebesar 90,06%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil rata-rata siswa dari tes awal hingga tes akhir pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 26,75% dan dari hasil rata-rata siswa pada tes akhir siklus I hingga tes akhir siklus II terjadi peningkatan sebesar 11,31%. Dari keseluruhan, dapat dilihat peningkatan yang terjadi dari hasil rata-rata siswa pada tes awal hingga hasil rata-rata siswa pada tes akhir siklus II yaitu sebesar 38,06%. Dapat di simpulkan bahwa peningkatan penguasaan kosakata dapat melalui metode audiolingual.


EVALUASI KINERJA KEPALA SEKOLAH BERDASARKAN PERMENDIKNAS NO. 13 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR KEPALA SEKOLAH
(Studi di SMA Negeri 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat
Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau)

Oleh
Tunas Harapan Sidauruk
SMA Negeri 1 Rengat Barat
E-mail : sidauruk_th88@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian dengan judul Evaluasi kinerja kepala sekolah Berdasarkan permendiknas no. 13 tahun 2007 Tentang standar kepala sekolah dilakukan di SMAN 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau mengacu pada Permendiknas No. 13 tahun 2007 tentang Stándar Kepala Sekolah, dengan hasil bahwa kompetensi kepribadian kepala sekolah SMAN 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau sesuai dengan standar berdasarkan Permendiknas No. 13 Tahun 2007. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil penelitian bahwa jumlah nilai yang diperoleh adalah 769 dari nilai yang diharapkan 888 atau sebesar 86 %. Sebagai kepala sekolah memerlukan kepribadian yang unik. Kompetensi manajerial kepala sekolah SMAN 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau sesuai dengan standar berdasarkan Permendiknas No. 13 Tahun 2007. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil penelitian bahwa jumlah nilai yang diperoleh adalah 2.075 dari nilai yang diharapkan 2.368 atau sebesar 88 %. Kompetensi kewirausahaan kepala sekolah SMAN 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau sangat sesuai dengan standar berdasarkan Permendiknas No. 13 Tahun 2007. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil penelitian bahwa jumlah nilai yang diperoleh adalah 668 dari nilai yang diharapkan 740 atau sebesar 90 %. Kompetensi supervisi kepala sekolah SMAN 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau sesuai dengan standar berdasarkan Permendiknas No. 13 Tahun 2007. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil penelitian bahwa jumlah nilai yang diperoleh adalah 383 dari nilai yang diharapkan 444 atau sebesar 86 %. Supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi atau syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Kompetensi sosial kepala sekolah SMAN 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau sesuai dengan standar berdasarkan Permendiknas No. 13 Tahun 2007. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil penelitian bahwa jumlah nilai yang diperoleh adalah 407 dari nilai yang diharapkan 444 atau sebesar 92 %.


PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN DI MI DARUL ULUM BENEM DUDUK SAMPEYAN

Oleh
Ah Fauzan
MI Darul Ulum
E-mail : fauzanpngws@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian yang akan diterapkan adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) adalah jenis penelitian yang dilakukan oleh pengawas madrasah/sekolah. Seperti yang dikemukakan Mulyasa bahwa Penelitian Tindakan Sekolah merupakan upaya peningkatan kinerja sistem pendidikan dan meningkatkan menejemen madrasah/sekolah agar menjadi produktif, efektif dan efisien. Adapun tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan kemampuan guru menggunakan media pembelajaran dan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran di MI Darul Ulum Benem Duduk Sampeyan Gresik.
Subyek penelitan adalah guru kelas IV, dan V, di MI Darul Ulum Benem Duduk Sampeyan Gresik. Subyek penelitian adalah sebanyak 3 orang. Secara keseluruhan pada umumnya guru-guru memiliki kemampuan yang sedang. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilakukan oleh peneliti selama 3 (tiga) bulan yaitu dari bulan September sampai dengan bulan November 2016 dengan 2 siklus kegiatan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, melalui penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan kreatifitas pembelajaran di kelas dan dapat dilakukan dengan cara peserta didik dibawa langsung ke objek (materi pembelajaran) sehingga proses pembelajaran berhasil melalui supervisi akademik terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemecahan masalah. Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran cukup menarik minat siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil skor rata-rata dari hasil observasi di kelas yaitu : siklus 1 : 40 sampai dengan 60 dan siklus 2 : 60 sampai dengan 80. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat mengaktifkan pembelajaran di kelas.


STUDI TENTANG TINGKAT KECERDASAN EMOSI (EQ) SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 RENGAT BARAT

Oleh
Jasmanita
SMA Negeri 1 Rengat Barat
E-mail : jasmanita@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosi siswa kelas XI dilihat dari segi kesadaran diri, dilihat dari segi mengelola emosi, dilihat dari segi memanfaatkan emosi secara produktif, dilihat dari segi empati, dan dilihat dari segi membina hubungan di SMA Negeri 1 Rengat Barat. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rengat Barat. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan selama 4 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai dengan November 2014. Yang menjadi populasi adalah keseluruhan objeks atau subjeks penelitian. Dalam penelitian ini populasi yang dimaksud adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rengat Barat dengan jumlah 318 orang. Sedangkan yang dimaksud dengan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili populasi tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan sampel sebanyak 94 orang atau 30% dari jumlah populasi.
Hasil penelitian diketahui bahwa Kecerdasan emosional siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rengat Barat tergolong sedang karena sebagian besar skor kecerdasan emosional siswa mengelompok pada kelompok sedang.


PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PENGGUNAAN METODE DISCOVERY PADA ANAK KELOMPOK A2 TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN YOSOWILANGUN
KABUPATEN LUMAJANG

Oleh
Sulistyowati
TK Negeri Pembina Lumajang
E-mail : sulistyowati981@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam mengenal warna dengan menggunakan metode discovery. Bagaimana penerapan metode discovery untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada Anak Kelompok A2 TK Negeri Pembina Kabupaten Lumajang serta untuk mengetahui peningkatan kemampuan dalam mengenal warna dengan menggunakan metode discovery pada Anak Kelompok A2 TK Negeri Pembina Kabupaten Lumajang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu penelitian yang melibatkan peneliti secara langsung kepada subjek penelitian untuk mengamati perkembangan kemampuan anak. Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian adalah anak TK kelompok A2 pada tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 13 orang, yaitu 5 anak perempuan dan 8 anak laki-laki.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TK Negeri Pembina Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang telah melakukan upaya perbaikan terhadap pembelajaran agar kemampuan siswa mengenal warna bisa meningkat dengan metode discovery. Metode discovery telah berdampak pada peningkatkan kualitas pembelajaran sehingga secara langsung mempengaruhi hasil pembelajaran mengenal warna pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang


PENGARUH KINERJA KOMITE SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN SMA NEGERI 3 PENAJAM PASER UTARA

Oleh
Budi Santoso
E-mail : budi88@gmail.com

ABSTRAK
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru SMAN 3 Penajam Paser Utara. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu dengan mengambil semua sample jumlah guru SMAN 3 Penajam Paser Utara. Sampel Sampel yang digunakan adalah seluruh guru pada SMAN 3 Penajam Paser Utara Selatan yang jumlahnya 55 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh parsial variabel Kinerja Komite Sekolah (x1) terhadap Peningkatan mutu pembelajaran, menganalisis pengaruh parsial variabel partisipasi kepeimpinan kepala sekolah (x2) terhadap terhadap Peningkatan mutu pembelajaran, menganalisis pengaruh simultan antara variabel-variabel Kinerja Komite Sekolah (x1) dan kepeimpinan kepala sekolah (x2) terhadap terhadap Peningkatan mutu pembelajaran SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Variabel Kinerja komite berpengaruh nyata terhadap mutu pembelajaran di mana semakin baik kinerja komite semakin baik juga mutu pembelajaran. Variabel Kepemimpinan kepala berpengaruh nyata terhadap mutu pembelajaran di mana semakin baik kinerja komite semakin baik juga mutu pembelajaran. Nilai koefisien regresi yang distandarisasi berdasarkan nilai koefisien regresi yang distandarisasi didapatkan bahwa variabel kepemimpinan kepala sekolah memiliki nilai koefisien yang lebih besar dibanding kinerja komite maka kepemimpinan kepala sekolah materiil terbukti berpengaruh dominan terhadap mutu pembelajaran.

Baca Juga