Publikasi Jurnal Nasional ISSN - Kresna BIP

Jurnal Mitra dan Teknologi Pendidikan Volume II, Nomor 4, Agustus 2016

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 1 RENGAT BARAT INDRAGIRI HULU
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
Hefnis Yarnelli
SMA Negeri 1 Rengat Barat
E-mail : hefnis_yar@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar Matematika siswa Kelas X.1 di SMA Negeri 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division), untuk mengetahui sejauh mana respons siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division).

Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan aktivitas kolaboratif siswa dalam belajar yang berbentuk kelompok kecil, mempelajari materi pelajaran dan memecahkan masalah secara kolektif. Model pembelajaran ini menganut prinsip saling ketergantungan, tanggung jawab perseorangan, interaksi tatap muka, komunikasi antar anggota, dan evaluasi proses secara kelompok.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan; (1) adanya peningkatan hasil belajar Matematika siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu yang sangat signifikan, hal ini terlihat dari ketuntasan nilai ulangan harian siswa pada pra penelitian, dimana sebanya 16 siswa yang tuntas dari 21 siswa (76,19%), dan pada siklus 1 sebanyak 20 siswa tuntas dari 21 siswa (95,24%), sedangkan pada siklus 2 sebanyak 21 siswa tuntas (100%); (2) adanya respon positip siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu terhadap Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division), Hal ini terlihat dari tingkat kehadiran siswa yang mencapai 100% dan juga peningkatan hasil belajar Matematika yang cukup signifikan.


PENGARUH PENGGUNAAN METODE TRAINING (LATIHAN) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.IIS1 SMA NEGERI 1 RENGAT BARAT TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh:
Hafrizal
SMA Negeri 1 Rengat Barat
E-mail : hafrizal19@gmail.com

ABSTRAK
Desain penelitian ini adalah berbasis penelitian tindakan kelas, yang dilatarbelakangi beberapa peramasalahan yang terjadi di sekolah tempat peneliti bertugas, yaitu (a) siswa tidak tertarik dan tidak termotivasi untuk mengikuti proses belajar pada mata pelajaran Ekonomi; (b) Dalam mengikuti pembelajaran Ekonomi siswa banyak melakukan kegiatan yang tidak relevan dengan materi yang diajarkan; (c) Nilai siswa pada mata pelajaran Ekonomi masih relatif rendah ; (d) Penyajian materi oleh guru masih bertumpuh pada metode ceramah. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah : 1) untuk melihat aktivitas siswa Kelas X.IIS1 SMA Negeri 1 Rengat Barat dalam pembelajaran Ekonomi dengan menerapkan metode training (latihan); 2) untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode training (latihan) dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X.IIS1 SMA Negeri 1 Rengat Barat dalam pembelajaran Ekonomi dengan menerapkan metode training (latihan).
Subjek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas X.IIS1 SMA Negeri 1 Rengat Barat Kecamatan Rengat Barat yang berjumlah 28 orang terdiri dari 18 orang siswa perempuan dan 10 orang siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 16 Maret 2016 hingga 2 April 2016. Prosedur pelaksanaan penelitian ini mengacu pada langkah-langkah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi serta refleksi.
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan: (1) terjadinya peningkatan hasil belajar siswa Kelas X.IIS1 SMA Negeri 1 Rengat Barat dalam pembelajaran Ekonomi dengan menerapkan metode training (latihan); (2) terjadinya peningkatan aktivitas siswa Kelas X.IIS1 SMA Negeri 1 Rengat Barat dalam pembelajaran Ekonomi. (3) siswa lebih semangat dan termotivasi dalam pembelajaran Ekonomi.


PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA
TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU SMK NEGERI 3
TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh
Wahyu Susilowati
Smk Negeri 3 Tanah Grogot
E-mail : wahyususilowati@gmail.com

ABSTRAK
Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah Motivasi, Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Disiplin Kerja Guru SMK Negeri 3 Tanah Grogot baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Disiplin Kerja Guru SMK Negeri 3 Tanah Grogot. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengujian hipotesa (explanatory research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah Guru SMK Negeri 3 Tanah Grogot. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan metode kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas dan reliabilitas.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Motivasi terhadap Disiplin Kerja Guru SMK Negeri 3 Tanah Grogot sebesar 20.3% yang dilihat dari nilai thitung sebesar 3.463 (> ttabel sebesar 1.68) pada signifikansi 5%. (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kepemimpinan terhadap Disiplin Kerja Guru SMK Negeri 3 Tanah Grogot sebesar 35.2% yang dilihat dari nilai thitung sebesar 5.056 (> ttabel sebesar 1.68) pada signifikansi 5%.(3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Disiplin Kerja Guru SMK Negeri 3 Tanah Grogot sebesar 54.0% yang dilihat dari nilai thitung sebesar 7.421 (> ttabel sebesar 1.68) pada signifikansi 5%. (4) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Motivasi, Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Disiplin Kerja Guru SMK Negeri 3 Tanah Grogot sebesar 65.3% yang dilihat dari nilai Fhitung sebesar 0.808 (> Fttabel sebesar 2.606) pada signifikansi 5%.Variabel bebas tersebut yang berpengaruh dominan terhadap disiplin kerja adalah variable Lingkungan Kerja karena ini memiliki nilai Beta yang terbesar yaitu 0,540 atau sebesar 54 % dibandingkan variable lainnya, artinya hipotesis ketiga terbukti kebenarannya.


PEMBELAJARAN TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 2 ROWOKANGKUNG
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh:
Mohamad Syahroni
Guru SMP Negeri 2 Rowokangkung
Email: mohamadsyah72@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas di SMPN 2 Rowokangkung Lumajang tahun pelajaran 2013/2014 melalui Pembelajaran Tipe Giving Question And Getting Answer. Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas VII A di SMP Negeri 2 Rowokangkung Lumajang tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 32 orang dengan 18 orang siswa laki-laki dan 14 perempuan. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus dengan materi pelajaran pada siklus I tentang Kepulauan Indonesia tujuan satu, sampai empat sedangkan pada siklus II tentang Kepulauan Indonesia tujuan lima sampai sepuluh. Data hasil penelitian berupa hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dikumpulkan dengan menggunakan tes. Hasil penelitian berdasarkan analisis data menunjukkan terjadi peningkatan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (75.00 %), siklus II (90.63%), yang disertai peningkatkan rata-rata hasil belajar dan peningkatan ketuntatasan belajar secara klasikal, pada setiap akhir siklus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran Tipe Giving Question And Getting Answer. dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas VII A SMPN 2 Rowokangkung Kabupaten Lumajang semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).


PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X MIA I SMA NEGERI 1 MENGANTI SEMESTER 1 TAHUN 2016-2017

Oleh
Saad
SMA Negeri 1 Menganti
Email : saad71@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan penggunaan media Mind Map pada pelajaran sejarah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Menganti.
Pada Penelitian Tindakan Kelas ini yang menjadi subyek penelitian yaitu siswa kelas X MIA 1yang berjumlah 34 siswa.Penelitian termasuk jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Semua kejadian yang berhubungan dengan proses belajar mengajar akan dicatat, diteliti dan diadakan penyempurnaan seperlunya bagi hal-hal yang dirasa masih kurang
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajara Think Pair Share dengan media Mind Map dapat meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 1 Menganti tahun pelajaran 2016-2017. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan hasil belajar siswa dari sebelum diterapkan strategi pembelajara Think Pair Share dengan media Mind Map dan sesudah diterapkan srtategi pemebelajaran tersebut. pada siklus I dan siklus II Nilai rata-rata kelas sebelum diadakan penelitian adalah 52,85 dengan ketuntasan belajar hanya mencapai 32,14%. Hasil belajar siswa di kelas X MIA 1 setelah diadakan proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran Think Pair Share dengan media Mind Map terjadi peningkatan. Hasil belajar pada siklus I nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 62,32 dengan ketuntasan belajar mencapai 64,28%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan mencapai 69,10 dengan ketuntasan belajar mencapai 82,14%. Aktifitas siswa meningkat dari 80% pada siklus I menjadi 88,57% pada siklus II karena siswa mengalami proses pembelajaran yang berbeda yaitu dengan menggunakan media strategi pembelajaran Think Pair Share dengan media Mind Map dengan metode pembelajaran yang biasanya. Kinerja guru mengalami peningkatan yaitu 66,66% pada siklus I menjadi 83,33% pada siklus II karena guru telah mampu menerapkan strategi pembelajaran Think Pair Share dengan media Mind Map dalam meningkatkan hasil belajar siswa dapat dikatakan berhasil.


PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI BESARAN DAN SATUAN DI SMA NEGERI 2 RENGAT BARAT

Oleh
Marhendri
SMA Negeri 2 Rengat Barat
Email: hendhas@yahoo.co.id

ABSTRAK
Dalam Penelitian ini model pembelajaran inkuiri terbimbing diterapkan untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA pada materi Besaran dan Satuan. Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen dengan mengambil populasi siswa SMA kelas X SMA Negeri 2 Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau, yang terdiri dari 4 kelas. Dari populasi yang ada diambil secara random dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jumlah sampel adalah 31 orang siswa untuk kelas eksperimen dan 32 orang siswa untuk kelas kontrol Data penelitian berupa tes tertulis (pretes dan postes), angket, observasi dan wawancara. Data penelitian dilakukan dengan melihat normalitas dan homogenitasnya. Selamjutnya dilakukan uji rerata dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pembelajaran inkuiri terbimbing diterapkan terjadi peningkatan penguasaan konsep . Siswa yang diberikan model pembelajaran inkuiri terbimbing mengalami peningkatan yang lebih baik bila dibandingkan dibandingkan dengan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. N-gain pemahaman konsep yang diperoleh berdasarkan skor pretes dan postes untuk kelas eksperimen adalah 0,42 sedangkan untuk kelas kontrol adalah 0,25. N-gain keterampilan generik untuk siswa kelas ekperimen adalah 0,50 sedangkan siswa kelas kontrol adalah 0,28. Dengan hasil ini diharapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat diterapkan pada materi lainnya pada pelajaaran fisika.


PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS XII IPA-1
SMA NEGERI 1 PASIR PENYU TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh
Asmisul
SMA Negeri 1 Pasir Penyu
Email :asmisul13@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama mengajar di SMAN 1 Pasir Penyu ditemukan fakta bahwa masih cukup banyak siswa yang belum mampu menyelesaikan soal-soal yang penulis berikan. Upaya penyampaian materi secara jelas, detail, dan berulang-ulang dirasa masih belum optimal dalam meningkatkan kemampuan pemahaman siswa. Siswa terkesan diam dan kurang aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Kondisi inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian dengan memberlakukan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif berpikir, bertanya, dan berbagi pengetahuan terhadap teman sebaya. Siswa kelas XII.IPA-1 SMA Negeri 1 Pasir Penyu tahun pelajaran 2015/2016, pada UH sebelumnya hanya mencapai ketuntasan belajar matematika hanya 35 % siswa dan rata-rata hasil belajar 60,40 dengan KKM = 75. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa SMA negeri 1 Pasir Penyu menggunakan pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. Berdasarkan analisa data hasil penelitian, rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 73,06, dan pada siklus II adalah 79,03. Ketuntasan hasil belajar yang dicapai pada siklus I adalah 71 %, dan meningkat pada siklus II menjadi 90 %. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PEMANFAATAN LINGKUNGAN SOSIAL SEBAGAI
MEDIA BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI GELANG II
KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO

Oleh
Titik Sulistyowati
Kepala SD Negeri Gelang II
Email :Titiksulistyowati79@gmail.com

ABSTRAK
Pemanfaatan media dalam proses pembelajaran sangat penting yaitu untuk memperjelas penyajian dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru dan dapat juga mengurangi verbalisme. Dengan menggunakan media lingkungan, dapat bervariasi dalam pembelajaran anak-anak didik, menimbulkan semangat belajar siswa, adanya interaksi langsung antara anak didik dan guru memungkinkan anak didik dapat belajar sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dengan memanfaatkan lingkungan social siswa sebagai media belajar.
Media yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian selama tiga siklus nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat yang mengacu siswa lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam belajar dengan menggunakan materi penampakan alam yang dibuktikan dengan hasil belajar yang baik.Setelah tiga siklus ketuntasan belajar klasikal mencapai 83,7% dari kriteria ketuntasan klasikal uang ditentukan yaitu 80%, dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa (83,78%) dan yang tidak tuntas 6 siswa(16,22%) dari KKM yang ditentukan 75.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lingkungan sosial siswa sebagai media belajar IPS dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas secara signifikan.Sehingga disarankan guru menggunakan lingkungan siswa sebagai media belajar dalam pembelajaran IPS.


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII IPS 2
SMA NEGERI 1 RENGAT BARAT PADA MATA PELAJARAN PMPKn MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh
Akmalludin
SMA Negeri 1 Rengat Barat
Email : akmalludin@yahoo.com

ABSTRAK
Pembelajaran kooperatif Numbered Head Together disingkat dengan NHT, suatu pendekatan pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa untuk lebih aktif dan bertanggungjawab penuh dalam memahami materi pelajaran baik secara berkelompok maupun individual dan guru dapat mengecek pemahaman siswa dengan menyebut salah satu nomor anggota kelompok untuk menjawab masalah yang diberikan. Dengan dasar inilah yang mendorong peneliti mencoba melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran PMPKn kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Rengat Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Setelah penulis melakukan penelitian pada bulan oktober s/d nopember 2016, dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT pada mata pelajaran PMPKn, dengan subjek penelitian siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Rengat Barat semester ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017, di peroleh hasil, yaitu 1) Aktivitas siswa mengunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siklus I pada kategori aktif meningkat pada siklus II menjadi kategori sangat aktif; 2) Hasil belajar siswa rata-rata pada siklus I sebesar 84,09 dan meningkat pada siklus II sebesar 89,55; dan 3) Ketuntasan belajar secara klasial pada siklus I sebesar 75,75% (belum tuntas) dan meningkat pada siklus II menjadi 100% (tuntas).


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA1 SMAN 1 RENGAT BARAT
KABUPATEN INDRAGIRI HULU – RIAU

Oleh
Siti Hana
SMA Negeri 1 Rengat Barat
Email : sitihana02@yahoo.com

ABSTRAK
Dengan penerapan metode STAD dalam penelitian tindakan kelas diharapkan dapat meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa Kelas XI IPA 1 SMAN 1 Rengat Barat. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada mata pelajaran kimia, berlangsung sekitar tiga bulan dimulai sejak bulan September hingga November 2016, subjek dalam penelitian ini adalah siwa Kelas XI IPA 1 dan materi Kimia sebagai objek penelitian. Kegiatan penelitian ini dilakukan selama dua siklus, dengan empat kali pertemuan dan dua kali ulangan harian. Prosedur pelaksanaan penelitian ini sesuai dengan prosedur PTK, yang terdiri perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Dimana setelah melalui dua siklus perbaikan pembelajaran motivasi serta hasil belajar siswa meningkat dibuktikan dengan persentase ketuntasan hasil tes pada siklus pertama sebesar 73% dengan rata-rata kelas 74,83 sedangkan pada siklus kedua sebesar 87% dengan rata-rata kelas 77,33 dengan demikian rata-rata hasil belajar sudah berada diatas KKM (75) yang merupakan standar sekolah. Jadi dapat disimpulkan penerapan metode STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Kimia Siswa Kelas XI IPA 1 SMAN 1 Rengat Barat.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS V
SD NEGERI KARANG SATRIA 01 TAMBUN UTARA
KABUPATEN BEKASI

Oleh
Viyayantimala
SD Negeri Karang Satria 01
Email : viyantimala76@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas V SDN Karang Satria 01 Tambun Utara Kabupaten Bekasi, melalui pembelajaran kontekstual Problem Based Learning (PBL). Dengan materi subtema 1. Manusia dan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan MC.Taggart, Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yakni observasi untuk data proses dengan menggunakan lembar observasi, yang dibantu oleh kolaborator. Tes hasil belajar IPA terdiri atas tes awal yang dijadikan sebagai pijakan untuk menyusun rencana tindakan untuk mengimplementasikan melalui sintaks pembelajaran problem based learning (PBL) dalam siklus-siklus, guna meningkatkan hasil belajar IPA, dalam materi manusia dan lingkungan.
Data yang dianalisis adalah data kualitatif, yang diperkuat dengan penilaian tes hasil belajar IPA, guna membuktikan sejauhmana dampak dari tindakan yang diimplementasikan terhadap hasil belajar IPA. Peningkatan hasil belajar IPA diamati melalui proses pembelajaran dan tes yang diberikan pada setiap akhir siklus. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar peserta didik pada siklus I yaitu 59.38 % yang tuntas, meningkat pada siklus II mencapai 90.63% peserta didik yang tuntas. Aktivitas pendidik dan peserta didik sesuai sintaks pembelajaran ini mencapai 100% pada siklus II. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA peserta didik kelas V SDN Karang Satria 01 meningkat dengan penerapan model pembelajaran kontekstual problem based learning (PBL).


PENGUASAAN TEKNIK DASAR LEMPAR CAKRAM DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES MELALUI PENGGUNAAN MODIFIKASI ALAT PADA SISWA KELAS XI MIP A-1
SMA NEGERI 1 MENGANTI TAHUN AJARAN 2016/2017

Oleh
Ahmad Sudarko
SMA Negeri 1 Menganti
Email : sudarko_ahmad@yahoo.co.id

ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan penguasaan teknik dasar lempar cakram dalam pembelajaran penjasorkes melalui penggunaan modifikasi alat pada siswa kelas XI MIP A-1 SMA Negeri 1 Menganti. Bentuk penelitian ini dengan menggunakan penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan classroom action research yang terdiri dari beberapa siklus. Setiap siklus mempunyai 4 langkah yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Sebagai subjek adalah siswa kelas XI MIP A-1 SMA Negeri 1 Menganti yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan hasil tes, dokumentasi, observasi, dan perekam gambar atau foto dalam pelaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yang terdiri dari tiga buah komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan penguasaan teknik dasar lempar cakram pada saat sebelum tindakan, setelah adanya tindakan siklus I, dan setelah adanya tindakan siklus II. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata penguasaan teknik dasar lempar cakram yaitu nilai rata-rata sebelum tindakan adalah 13.08, nilai rata-rata pada siklus 1 adalah 15.03, dan nilai rata-rata siklus 2 adalah 16.97. Dalam penelitian ini ditentukan indikator keberhasilan yaitu apabila 80% dari jumlah siswa (34 siswa ) yaitu 30 siswa memperoleh nilai penguasaan teknik dasar lempar cakram sama dengan atau lebih dari KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ) yaitu 15.

Baca Juga