Jurnal Ilmiah Pendidikan Humaniora Volume III, Nomor 3, Mei 2017

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SENI ANAK DALAM MEWARNAI MELALUI METODE DEMONSTRASI KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA SUNGAI LALA

Oleh
Hetty Pujayani
TK Negeri Pembina Sungai Lala
Email : hettypujayani15@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas secara umum adalah untuk mengetahui kemampuan seni anak dalam mewarnai gambar melalui metode demonstrasi di TK Negeri Pembina Sungai Lala. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, di mana masing-masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari dua pertemuan (dua kali tatap muka), demikian pula halnya dengan Siklus II. Data aktivitas peserta didik digali dengan Lembar Pengamatan Aktivitas Peserta Didik, data Pengelolaan Pembelajaran oleh Guru digali dengan Lembar Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran, sedangkan data hasil belajar peserta didik digali dengan Tes Hasil Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa pada Pelajaran Materi tahun pembelajaran 2015/2016, untuk mewarnai gambar di siklus I penelitian tindakan kelas ini berada pada kategori baik tapi masih perlu perbaikan. Pada siklus 2 hasilnya meningkat, dengan Katagori baik . Dibanding tahun pelajaran 2014/2015, jauh lebih meningkat hasil pembelajaran Peserta didik.


PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA PADA SISWA KELAS IC

Oleh
Rasilawati
SD Negeri 003 Pangkalan Sesai
Email : rasilawati@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan media kartu pada siswa Kelas IC SD Negeri 003 Pangkalan Sesai Kota Dumai. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi yang dilakukan sebanyak dua siklus. Desain penelitian menggunakan model Kemmis Mc. Teggart dengan subjek penelitian siswa kelas IC yang berjumlah 32 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan 1) tes membaca lisan dan tertulis memahami bacaan; 2) observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu dengan mencari rata – rata. Indokator keberhasilan siswa yang harus dicapai dengan rata – rata kelas ≥ 75 dan ketuntasannya 80%.
Hasil penelitian menunjuukan bahwa pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan media kartu dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas IC SD Negeri 003 Pangkalan Sesai Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai. Keterampilan membaca pada sebelum tindakan sebesar 65 dan ketuntasannya 28,13%, pada siklus I meningkat menjadi 70,78 dan ketuntasannya 56,25%, sedangkan pada siklus II meningkat lagi menjadi 82,34 dan ketuntasannya 87,50%. Pada tindakan ini keterampilan membaca siswa dengan lafal, intonasi, dan membaca memahami meningkat hingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan yaitu dengan rata – rata kelas 75 dan ketuntasan kelas 80%. Pada siklus I digunakan kartu kata dengan ukuran 13cm × 6cm dan setiap kata dengan satu warna, pada siklus II digunakan kartu kata yang lebih besar 18cm × 6cm dan setiap kata terdapat pemenggalan kata yang dipisahkan dengan warna yang berbeda.


PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IPS

Oleh
Jibrael Kamlasi
SMA Negeri Santian
Email : jibrael_kamlasi@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar setelah penerapan metode diskusi, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Subjek dalam penelitian siswa kelas XI IPS SMA Negeri Santian yang berjumlah 32 orang. Dalam obyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: a) keaktifan belajar siswa, dan b) hasil belajar siswa, dan c) respon siswa terhadap proses pembelajaran Sosiologi dengan penerapan metode diskusi Instrumen penelitian ini menggunakan tes objektif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui melalui penerapan metode diskusi dapat meningkatkan keaktifan belajar sosiologi. metode diskusi juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari ketuntasan belajar siswa pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 21 siswa atau 66% dengan nilai rata-rata 73,63, pada siklus II siswa yang tuntas belajar naik sebanyak 28 siswa atau 88% dengan nilai rata-rata 81,44.


UPAYA MENINGKATKAN APRESIASI SISWA TERHADAP KARYA SENI LUKIS NUSANTARA DENGAN METODE DISKUSI KELAS IX.A

Oleh
Teti Yesni
SMP Negeri 3 Peranap
E-mail : tetyyezni@gmail.com

ABSTRAK
Keberhasilan dalam proses pembelajaran tergantung kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Kompetensi siswa yang ditingkatkan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah mengapresiasi karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi sehingga diharapkan dengan metode tersebut kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya seni lukis Nusantara meningkat sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: a) bagaimana meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi? b) apakah penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan apresiasi siswa dalam karya seni lukis Nusantara?. Adapun tujuannya untuk mengetahui peningkatan apresiasi siswa dalam karya seni lukis Nusantara dengan menggunakan metode diskusi, untuk mengetahui penggunaan metode diskusi dalam meningkatkan apresiasi siswa pada karya seni lukis Nusantara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode PTK dengan melakukan 2 siklus melalui tahapan: a) perencanaan (planning), b) pelaksanaan (action), c) pengumpulan data (observing), d) menganalisis data. Pengumpulan data pada PTK dilakukan dengan beberapa teknik yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan tes skala sikap.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengggunaan metode diskusi terbukti dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni lukis Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan proses pembelajaran pada siklus I dengan hasil rata-rata 70,31. Pada siklus II meningkat dengan hasil rata-rata 85,93 dan mendapat peningkatan sebesar 15,62. Demikian juga aktivitas siswa pada siklus 1 dengan hasil persentase 72,02 dan pada siklus II meningkat menjadi 85,31 dengan peningkatan sebesar 13,29. Adapun untuk hasil belajar siswa yang berupa tes skala sikap pada siklus I mendapat nilai dengan rata-rata 76,19 dan pada siklus II dengan rata-rata 85,47 dengan peningkatan 9,28. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan metode diskusi, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam mengapresiasi karya seni lukis Nusantara melalui metode diskusi pada pertemuan dan dari siklus I ke siklus II menunjukan kemajuan dan peningkatan.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT)
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA

Oleh
Nur’ain
SD Negeri 005 Teluk Binjai
Email : nurain@gmail.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini berawal dari rendahnya minat siswa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh data bahwa masih ada siswa yang belum tuntas denan Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 78. Berdasarkan hasi tersebut mendorong peneliti untuk melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitianini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIC SD Negeri 005 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tournament Game Team (TGT). Bentuk penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan melalui tiga siklus, yang tiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar pada siswa kelas VIC SD Negeri 005 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. hal ini terlihat dengan adanya motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran cukup baik. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil motivasi belajar siswa pada siklus I 57,6% dengan kategori cukup. Pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 73,6% dengan kategori sangat baik. Sedangkan pada siklus III motivasi belajar siswa meningkat lagi menjadi 82,5% dengan kategori sangat istimewa.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH (GAYA BERJALAN DI UDARA) MELALUI PEMANASAN PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES

Oleh
Wisnu Aditya Kurniawan
SMK Negeri 1 Brondong Lamongan
Email : wisnu.aditya_kurniawan@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pemanasan permainan pada hasil belajar belajar lompat jauh (gaya berjalan di udara) padaPeserta Didik Kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Brondong Kabupaten Lamongan Tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang rendah dalam belajar lompat jauh dengan menggunakan metode pembelajaran yang telah dimodifikasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus dengan dua (2) kali pertemuan persiklus nya. Peneliti melakukan observasi terhadap subyek sebelum dilakukannya penelitian. Subyek diberikan pemanasan permainan oleh guru dengan menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat sesuai dengan kendala yang dialami pada pembelajaran terdahulu, lalu dilakukan evaluasi pembelajaran pada ahir siklus.
Hasil penelitian ini siswa mampu meningkatkan hasil belajar lompat jauh (gaya berjalan di udara) setelah mendapatkan pemanasan permainan.Hal ini berdasarkan dari hasil observasi menunjukkan setelah dilakukan pemanasan permainan kemampuan siswa berada pada kategori sedang dan tinggi atau baik atau sudah berada pada kategori tuntas atau diatas Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu dengan nilai 70, yang mana dengan rincian sebagai berikut pada pra siklus tingkat ketuntasan adalah 59,09%, pada siklus II 72,73% dan pada siklus II 86,36%.


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI MELALUI METODE DISKUSI BERVARIASI DI SD NEGERI 016 SEKIP HULU

Oleh
Wilman
SD Negeri 016 Sekip Hulu
Email : wilman11@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas secara umum bertujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran untuk peserta didik Kelas VI SDN 016 Sekip Hulu, Inmdragiri hulu Riau. Secara khusus bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran oleh guru; dan (3) Mengetahui hasil belajar peserta didiksemester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 untuk materi Negara Negara Asean. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, di mana masing-masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari dua pertemuan (dua kali tatap muka), demikian pula halnya dengan Siklus II. Data aktivitas peserta didik digali dengan Lembar Pengamatan Aktivitas Peserta Didik, data Pengelolaan Pembelajaran oleh Guru digali dengan Lembar Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran, sedangkan data hasil belajar peserta didik digali dengan Tes Hasil Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa pada Pelajaran Pkn Materi Negara Negara Asean tahun pembelajaran 2016/2017, Bahan materi Negara negara Asean di siklus I penelitian tindakan kelas ini berada pada kategori baik tapi masih perlu perbaikan dengan nilai rata rata 67,4; (2) Pada siklus 2 hasilnya meningkat, dengan Katagori baik dengan nilai rata rata 80,5 .Dibanding tahun pelajaran 2015/2016 yang hanya melakukan metode ceramah dan tanya jawab, jauh lebih meningkat hasil pembelajaran Peserta didik


UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN LEMPAR TANGKAP PERMAINAN ROUNDERS DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT PERMAINAN

Oleh
Rahmaini
SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota
Email : rahmaini@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatnya prestasi belajar penjas pada aspek lempar tangkap permainan rounders dengan menggunakan modifikasi alat permainan pada siswa kelas VB SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VB SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang. Tindakan yang digunakan adalah lempar tangkap permainan rounders dengan menggunakan modifikasi alat. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan 1 kali pertemuan.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan program perbaikan pembelajaran, pada siklus pertama jumlah siswa yang telah mencapai KKM sebanyak 10 orang dengan persentase 45,45%. Sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 19 orang dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 86,4%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar lempar tangkap permainan rounders dengan menggunakan modifikasi alat alat pada siswa kelas VB SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota


MELEJITKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK USIA DINI MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF CERGAM DI TK MELATI BALIKPAPAN

Oleh
Masdiana
TK Melati Balikpapan
Email: bundadiana994@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan agar anak dapat termotivasi untuk mengembangkan berbahasa anak usia dini TK Melati Balikpapan melalui kemampuan bercerita dan merangsang daya khayalnya menggunakan alat permainan edukatif Cergam (cerita gambar). Metode bermain sambil belajar anak usia dini lebih menarik minat anak, karena dengan bermain anak akan bereksplorasi, berimajinasi, mendapatkan pengalaman atau bermacam peristiwa baru di saat terlibat dalam permainan yang akan berhubungan dengan apa yang dihadapi pada kehidupannya kelak. Pendidik yang kreatif dapat menciptakan alat Permainan Edukatif dan dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik minat anak. Berdasarkan batasan masalah dalam penelitian ini menunjukkan bahwa melalui alat permainan edukatif Cergam (Cerita Gambar) dengan metode bermain dapat melejitkan kemampuan bercerita anak usia dini di TK Melati Balikpapan


PENGGUNAAN TEKNIK ASSOSIASI BEBAS DAN PLAY THERAPY DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MEMBANTU MENGENTASKAN MASALAH SISWA KELAS 7-A

Oleh
Yetti Zahara
SMP Negeri 3 Peranap
Email : Yetizahara@gmail.com

ABSTRAK
Pendidikan yang bermakna bukan pendidikan yang bisa mengantarkan siswa mendapatkan nilai ujian nasional yang tinggi melainkan pendidikan yang bisa memfasilitasi perkembangan kepribadian siswa seutuhnya. Pengamatan dilapangan dengan instrumen DCM banyak ditemukan siswa yang mengalami masalah kepribadian, sehingga guru pembimbing/Konselor harus membantu memecahkan masalah siswa. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian siswa kelas 7A SMP Negeri 3 peranap dan waktu penelitian Februari-juni 2015. Dimana teknik analisis datanya menggunakan pendekatan kualitatif (Milles dan Huberman) yang meliputi Koleksi data,reduksi data,pemaparan data,triangulasi, dan penarikan kesimpun. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan disimpulkan bahwa penggunaan teknik assosiasi bebas dan play therapy dalam konseling kelompok dapat membantu mengentaskan masalah siswa.


Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *