Jurnal Ilmiah Pendidikan Eksakta Volume III, Nomor 1, Maret 2017

PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA KELAS IIC

Oleh
Ermawati
SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai
Email : ermawati05@gmail.co.id

ABSTRAK
Di SD Negeri 005 Teluk Binjai cenderung menggunakan pembelajaran yang kurang memperhatikan kebutuhan dan pengembangan potensi siswa, serta cenderung bersifat teoritik. Peran guru masih sangat dominan. Pada saat pembelajaran guru tidak menggunakan pembelajaran tematik dikarenakan guru masih kesulitan untuk memahami bagaimana cara membelajarkan tematik, padahal dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006 sudah disebutkan bahwa pembelajaran pada kelas I s/d III menggunakan pembelajaran tematik. Metode pembelajaran seperti itu berakibat pada prestasi belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IIC SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai dengan pembelajaran tematik melalui Lesson Study.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIC SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai yang berjumlah 30 orang siswa dengan rincian 20 orang siswa laki – laki dan 10 orang siswa perempuan. Alat pengumpul data yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan rata – rata skor aktivitas guru pada siklus I adalah 2,81dengan kriteria baik dan siklus II adalah 3,55 dengan kriteria sangat baik. Hasil rata – rata aktivitas siswa pada siklus I adalah 2,90 dengan kriteria baik dan pada siklus II adalah 3,48 dengan kriteria sangat baik. Sedangkan rata – rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 76,33 dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 50%, dan rata – rata hasil belajar siswa pada siklus II adalah 83,83 dengan ketuntasan belajar secara klasikal adalah 80%.


MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN MEDIA MANIK – MANIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA
MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN

Oleh
Mardiana
SD Negeri 017 Buluh Kasap Dumai Timur
Email : mardiana17@gmail.co.id

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi penjumlahan bilangan sampai 500 setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media manik – manik pada siswa kelas IIA SD Negeri 017 Buluh Kasap Dumai Timur semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas IIA SD Negeri 017 Buluh Kasap Dumai Timur tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media manik – manik. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa: peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus masih rendah karena dibawah KKM yaitu rata – rata kelas mencapai nilai 70,19. Pada siklus I setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media manik – manik rata – rata kelas mengalami peningkatan menjadi 77,48 masih belum mencapai KKM tetapi mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar 57%, karena belum mencapai 70% maka dilanjutkan siklus II. Pada siklus II rata – rata kelas mencapai 84,29. Ketuntasan belajar siswa sudah mencapai 81%. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dapat diterima, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media manik – manik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IIA SD Negeri 017 Buluh Kasap Dumai Timur pada materi penjumlahan sampai 500 semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.


GAMBARAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA
MENCIT (Mus musculus) YANG DIBERI ROYAL JELLY PERORAL DIBANDINGKAN AMOXICILIN PERORAL

Oleh
Ayly Soekanto
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email : aylysoekantodr@gmail.com

ABSTRAK
Luka bakar, salah satu penatalaksanaan terapi adalah dengan pemberian antibiotik sistemik spektrum luas untuk mencegah infeksi. Salah satu terapi alternatif yang dapat digunakan untuk mengobati luka bakar yaitu dengan pemberian royal jelly peroral. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus) yang diberi royal jelly peroral dibandingkan amoxicilin peroral dan untuk mengetahui gambaran kecepatan penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik pada Mencit (Mus musculus) sebanyak 15 ekor dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol dengan luka bakar pada punggung, kelompok perlakuan I dengan luka bakar pada pungung yang diberi amoxicilin peroral 3 mg dan kelompok perlakuan II dengan luka bakar pada punggung yang diberi royal jelly peroral dosis 4 mg. Dilakukan penelitan selama 20 hari. Luka bakar pada Mencit (Mus musculus) dirawat sesuai kelompok perlakuan. Data yang diperoleh diolah dengan uji Anova, untuk membandingkan hasil dari gambaran penyembuhan luka bakar yang diberi royal jelly dan amoxicillin peroral dengan nilai signifikansi α < 0,05. Didapatkan perbedaan yang bermakna antara ketiga kelompok. Kelompok perlakuan yang diberi royal jelly lebih cepat sembuh karena royal jelly mengandung flavonoid yang memiliki sifat anti inflamasi dan dapat meningkatkan kekebalan pada tubuh dengan cara menghambat produksi sitokin proinflamasi oleh makrofag yang aktif dan mengandung royalisin yang berperan sebagai antibiotik polipeptida. Dapat ditarik kesimpulan bahwa gambaran penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus) yang diberi royal jelly lebih cepat daripada yang diberi antibiotik amoxicillin.


PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK
BERKIRIM SALAM DAN SOAL UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Oleh
Saniati
SD Negeri 003 Sukajadi Kecamatam Dumai Kota
Email : saniati@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VB SD Negeri 003 Sukajdi Kecamatan Dumai Kota pada materi Bangun Datar Segi Empat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik berkirim salam dan soal pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VB SD Negeri 003 Sukajadi Kecamatan Dumai Kota tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik berkirim salam dan soal. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa: peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus masih rendah karena dibawah KKM yaitu rata – rata kelas mencapai nilai 68,71. Pada siklus I setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif teknik berkirim salam dan soal rata – rata kelas mengalami peningkatan menjadi 74,67 masih belum mencapai KKM tetapi mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar 52,38%, karena belum mencapai 70% maka dilanjutkan siklus II. Pada siklus II rata – rata kelas mencapai 85,95. Ketuntasan belajar siswa sudah mencapai 85,71%. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dapat diterima, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik berkirim salam dan soal dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VB SD Negeri 003 Sukajadi Kecamatan Dumai Kota pada materi bangun datar segi empat semester genap tahun pelajaran 2015/2016.


EFEK SAUNA SINAR INFRAMERAH PADA PENAMBAHAN
BERAT BADAN TIKUS

Oleh
Emillia Devi Dwi Rianti
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email: mbak.devi@gmail.com

ABSTRAK
Penambahan berat badansebagai akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanganinya adalah dengan olahraga, diet, terapi psikologis dan operasi. Tetapi beberapa tahun belakangan ini, program-program pelangsingan dan pengencangan tubuh makin marak berkembang.Satu yang terbaru, yaitu terapi inframerah.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek dari sinar inframerah pada penambahan berat badan tikus. Metode penelitian dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratories dengan menggunakan rancangan penelitian the post test only control group design. Hewan coba tikus putih Rattus norvegicus galur Wistardiambil secara rando.Tikus yang digunakan adalah tikus dewasa berumur 3-4 bulan, dengan kisaran berat 150 – 200 gram.Kelompok K kelompok kontrol, P1perlakuan terapi inframerah 1 x 5 menit / hari 2 kali dalam seminggu, P2 perlakuan terapi inframerah sebanyak 1x 10 menit / hari 2 kali, P3 terapi inframerah 1x 15 menit / hari 2 kali dalam seminggu.
Kesimpulan penelitian yaitu, energi panas yang terdapat pada sauna infra merah dengan waktu 5 menit dan dengan jarak 16 cm lebih efektik menghasilkan keringat pada hewan coba. Sehingga berat badan hewan coba jantan pada kelompok perlakuan P1 memiliki selisih penurunan yang tinggi dan berarti.Adanya perbedaan pada setiap kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan yang diberi terapi sauna dengan perbedaan waktu terapi dan jarak antara sinar infra merah dengan posisis letak hewan coba.


PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
SISWA KELAS IVA SD NEGERI 005 TELUK BINJAI

Oleh
Siti Rubiah
SD Negeri 005 Teluk Binjai
Email : siti_rubiah@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar dan bangun ruang setelah diterapkannya pendekatan pembelajaran kontekstual pada siswa kelas IV A SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas IV A SD Negeri 005 Teluk Binjai tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa: peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus masih rendah karena dibawah KKM yaitu rata – rata kelas mencapai nilai 70,52. Pada siklus I setelah diterapkan pendekatan pembelajaran kontekstual rata – rata kelas mengalami peningkatan menjadi 77,10 masih belum mencapai KKM tetapi mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar 54,8%, karena belum mencapai 70% maka dilanjutkan siklus II. Pada siklus II rata – rata kelas mencapai 82,26. Ketuntasan belajar siswa sudah mencapai 80,6%. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dapat diterima, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVA SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai pada materi bangun datar dan bangun ruang semester genap tahun pelajaran 2015/2016.


POTENSI ANTIBAKTERI KULIT MANGGIS TERHADAP PERTUMBUHAN
M.TUBERCULOSIS H37RV

Oleh
Indah Widyaningsih
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email: indatamun@yahoo.co.id

ABSTRAK
Tuberkulosis merupakan penyakit bermasalah diseluruh dunia. Sedikitnya sepertiga penduduk dunia terinfeksi dan beresiko terjadinya penyakit ini. Kematian akibat TB merupakan 25% dari kematian yang dapat dicegah. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB dimana sebagian besar penderita TB adalah usia produktif.
Manggis (Garcinia mangostana Linn) merupakan tanaman buah yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, antara lain Indonesia. Kulit buah manggis telah digunakan dalam pengobatan di Asia Tenggara selama berabad-abad dalam mengobati penyakit infeksi kulit dan luka, disentri amoeba, diare, dan penyakit infeksi lainnya. Buah manggis mengandung polifenol antara lain xanton. Xanton sendir terdiri mengandung alfa mangosten dan beta mangosten. Senyawa xanton ini dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis(MTB) yang di tanam pada media padat middlebrook 7H10.
Metode penelitian eksperimen dengan menggunakan kuman M.tuberculosis H37RV (MTB) yang didapat dari TDC UNAIR. media padat middlebrook 7H10. Penelitian dikelompokkan menjadi 9 kelompok yaitu: K1(media + MTB); K2 (media + MTB+ DMSO); K3(media + MTB+INH); K4(media + MTB + ETB); P1 sampai P7 dengan penambahan ekstrak kulit manggis konsentrasi : 0.5%,1%,5%,10%,25%,50%,75%. Diamati ada atau tidak pertumbuhan kuman. Hasil : Terdapat pertumbuhan kuman MTB pada K1 dan K2, sedangkan tidak ada pertumbuhan MTB pada K3,K4,P1 sampai P7
Berdasarkan hasil diatas ternyata ada efek dari EKM terhadap pertumbuhan kuman MTB. Hal ini dikarenakan EKM akan menghambat pembentukan dinding sserta metabolisme protein dari kuman MTB. Perlu juga untuk dilakukan dosis yang lebih kecil untuk melihat dosis minimum dari EKM yang dapat menghambat MTB.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA

Oleh
Teti Dwi Maharani
SMP Negeri 02 Lamongan
Email : tetidwimaharani@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajan siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan metode kooperatif type Group Investigation (GI) dan mendeskripsikan respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan metode kooperatif type Group Investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII F di SMP Negeri 2 Lamongan Tahun Pelajaran 2015-2016.
Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Kemmis & Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdapat empat tahap (dan pengulangannya), yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan melakukan refleksi, yang disajikan dalam bagan berikut ini. Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 2 Lamongan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII F yang berjumlah 28 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Lamongan Tahun Pelajaran 2015-2016. Hal ini dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa, yaitu 42.85% pada siklus I dan 96.43%. pada siklus II.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA

Oleh
Yuslina
SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota
Email : yuslina@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) pada mata pelajaran IPA pada materi Konduktor dan Isolator Panas. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti sebelum melakukan tindakan diketahui bahwa hasil belajar IPA siswa kelas VIB SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota tergolong rendah. Oleh karena itu upaya peningkatan hasil belajar IPA siswa keals VIB SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota pada tahun pelajaran 2015/2016 sangat penting.
Berdasarkan hasil penelitin dapat disimpulkan, bahwa pada pembelajaran sebelum tindakan ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 8 orang dari 24 orang atau 33,33%. Pada pembelajaran siklus I siswa yang telah mencapai KKM meningkat menjadi 14 orang (58,33%) dan pada kegiatan pembelajaran siklus II meningkat menjadi 19 orang (79,17%). Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIB SD Negeri 001 Bintan Kecamatan Dumai Kota tahun pelajaran 2015/2016.


Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *