Monthly Archives: July 2017

Jokowi: Jangan Sampai Anak-Anak Indonesia Dididik Medsos

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan buku tulis untuk anak-anak saat meninjau tenda pengungsian korban gempa Aceh di Pidie Jaya, Jumat (9/12). Selain buku tulis, Jokowi juga membagikan kotak pensil kepada warga. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Yogyakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para guru untuk mengantisipasi perubahan yang ada di dunia saat ini. Anak-anak harus mendapatkan pendidikan karakter sehingga tidak terkontaminasi pengaruh buruk media sosial (medsos).

“Jangan sampai anak-anak kita dididik oleh medsos. Jangan sampai anak-anak kita dididik oleh perubahan yang merusak karakter kita. Hati-hati, semuanya harus mempersiapkan ini,” kata Jokowi saat membuka Rakorpimnas PGRI di Sahid Jaya Hotel, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017). Baca Selengkapnya

Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru

Penulis : Jibrael Kamlasi, S.Sos.
ISBN : 978-602-6276-16-2
Cetakan : Juli 2017
Tebal Buku : 64 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima
Editor : Khamim Tohari
Desain Sampul : Siska Amelia
Desain Isi : Muhammad Sueb Junaidi

Buku Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru karya Jibrael Kamlasi ini adalah hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri Santian Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam menulis buku ini , peneliti terinspirasi dari kondisi beberapa guru di SMA Negeri Santian kurang maksimal dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Serta ada beberapa guru yang belum mendapatkan pelatihan pengembangan KTSP. Sehingga peneliti melakukan penelitian bagaimana dan apa saja upaya yang dilakukan agar kompetensi guru dapat meningkat terutama dalam menyusun RPP. Beberapa upaya telah dilakukan peneliti, dari menyiapkan format penilaian lengkap hingga mengikuti beberapa workshop kegiatan guru. Dari upaya-upaya tersebut, peneliti melihat bahwa beberapa guru telah termotivasi dalam menyusun RPP dengan lengkap dari siklus ke siklus.

Pembelajaran Matematika Barisan dan Deret Model Contextual Teaching & Learning

Penulis : Didi Pianda, S.T., M. S. M.
ISBN : 978-602-6276-18-6
Cetakan : Juli 2017
Tebal Buku : 85 Halaman
Penerbit : Kresna Bina Insan Prima
Editor : Khamim Tohari
Desain Sampul : Siska Amelia
Desain Isi : Muhammad Sueb Junaidi

Buku pengayaan Pembelajaran Matematika Barisan dan Deret dengan Model Contextual Teaching & Learning ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan bagi para guru dan untuk memudahkan dalam proses pembelajaran kepada siswa SMK semua kelompok.

Dengan format buku pembelajaran ini, diharapkan dapat lebih mudah dalam mempelajari materi tentang Barisan dan Deret khususnya bagi guru dan sebagai kelengkapan dalam belajar siswa, buku pembelajaran ini dilengkapi dengan sekilas tentang pembelajaran matematika dengan Model Contextual Teaching & Learning (CTL), skenario pembelajaran, materi Barisan dan Deret dilengkapi dengan Uji Kompetensi yang harus dijawab oleh siswa dan Lembar Kerja Siswa.

Membangun Sistem Perlindungan Anak : Bukan Sekedar Retorika Merawat dan Membesarkan Buah Hati

Rita Pranawati, MA. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Indonesia baru saja memperingati Hari Anak Nasional yang tepat jatuh pada tanggal 23 Juli 2107. Ada beberapa poin yang menjadi sorotan pemerintah tentang anak-anak di Indonesia, terutama kasus kekerasan yang masih marak terjadi pada anak. Data Kementerian Sosial (2013) menyebutkan, prevalensi kekerasan anak antara usia 13-17 tahun yaitu kekerasan fisik pada anak lakilaki 1 dari 4 anak dan 1 dari 7 pada anak perempuan; kekerasan psikologis anak laki-laki 1 dari 8 anak dan anak perempuan 1:9; kekerasan seksual untuk anak laki-laki sebanyak 1:12 dan 1:19 untuk anak perempuan.

Situasi ini menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki kerentanan yang lebih besar untuk menjadi korban kekerasan dibandingkan anak perempuan. Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bagi semua khalayak, baik pemerintah maupun orang tua. Maka dari itu, perlu sebuah sistem perlindungan anak yang mampu berjalan beriringan dengan perlindungan yang diberikan oleh orang tua terhadap anaknya. Baca Selengkapnya

Tradisi Tahun Ajaran Baru : Berebut Bangku Sekolah Sejak Pagi Buta

Hari pertama sekolah di Brebes (Liputan6.com / Fajar Eko Nugroho)

Brebes – Hari pertama masuk sekolah menjadi momentum paling berharga bagi siswa maupun orangtuanya. Mulai dari menyiapkan semua perlengkapan sekolah hingga strategi mencari posisi tempat duduk di kelas agar bisa nyaman dan mudah menerima mata pelajaran selama proses belajar mengajar.

Jesika, siswi kelas IV SD Negeri 10 Brebes contohnya. Dari pagi-pagi buta sudah berangkat ke sekolah yang berjarak 1 kilometer dari rumahnya. Saat itu, matahari belum terlihat dan adzan Subuh belum terdengar. Pukul 04.00 WIB pagi, Jesika telah tiba di sekolahnya. Baca Selengkapnya