Jurnal Mitra Pendidikan Online Edisi Juni 2017

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTUAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV

Oleh
Yunida Ika Nursanti
292013223@student.uksw.edu

Firosalia Kristin
Firosalia.kristin@staff.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan langkah-langkah model NHT dan meningkatkan motivasi dan hasil belajar menggunakan model NHT. Subyek penelitian siswa kelas IV SDN 01 Sendangharjo dengan jumlah 30. Penelitian tindakan kelas ini, melalui II siklus. Teknik pengumpulan data tes dan nontes. Analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari siklus I motivasi pada kategori Sangat Tinggi sebesar 56,67% pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 80%. Pada hasil belajar kognitif kondisi awal tuntas 16 siswa (53,34%) meningkat pada siklus I 20 siswa (66,67%) dan pada siklus II 30 siswa (100%). Pada hasil belajar afektif siklus I dan II menunjukkan nilai rata-rata memberikan gagasan 77,5 meningkat menjadi 91,67, memberikan solusi 77,5 meningkat menjadi 88,3, partisipasi 78,33 meningkat menjadi 90, mendengarkan pendapat 80 meningkat menjadi 91,67. Hasil belajar psikomotor siklus I dan Siklus II nilai rata-rata ketepatan menjawab 72,5 meningkat menjadi 90, ketelitian 72,5 meningkat menjadi 90,83, menjelaskan materi 75 meningkat menjadi 91,67, menanggapi 75,83 meningkat menjadi 90. Dengan demikian model NHT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG PENYEBAB PERUBAHAN BENDA MELALUI METODE INKUIRI DI KELAS VIA SD NEGERI BEDAHAN 01 KECAMATAN SAWANGAN KOTA DEPOK

Oleh:
Triningsih, S.Pd.
NIP. 196508282014032001
triningsih8689@gmail.com

Dinas Pendidikan Kota Depok UPT TK/SD Kecamatan Sawangan
Sekolah Dasar Negeri Bedahan 01

ABSTRAK
Triningsih , 2017 Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang penyebab perubahan benda melalui Penggunaan Metode Inkuiri di Kelas VI SD Negeri Bedahan 01. Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Rumusan masalah yang disusun adalah “Apakah penggunaan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA terhadap konsep penyebab perubahan benda?”.
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas VI melalui penggunaan metode inkuiri dan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas VI melalui penggunaan metode inkuiri.
Prosedur Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan melalui proses beralur terdiri dari 4 tahap, yaitu: 1) perencanaan; 2) pelaksanaan; 3) Observasi; dan 4) refleksi.
Dari analisis data diketahui bahwa pada setiap siklus terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal, siswa yang mencapai ketuntasan baru 44,44%. Pada siklus I siswa yang mencapai ketuntasan mengalami kenaikan 50% dari kondisi awal menjadi 66,67%. Pada siklus II mengalami kenaikan 50% menjadi 100%. Hal yang sama juga terjadi pada kesungguhan belajar siswa.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan metode inkuiri mampu mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran; Penggunaan metode inkuiri mampu meningkatkan kesungguhan siswa dalam belajar; Penggunaan metode inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar siswa.


PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SD

Oleh
Fivi Nuraini
292013122@student.uksw.edu

Firosalia Kristin
Firosalia.kristin@staff.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan langkah-langkah penerapan model PBL dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 2 siklus. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes, data dianalisis menggunakan teknik diskriptif. Subyek penelitian adalah kelas 5 SDN Krandon Lor 01 Suruh berjumlah 16 siswa. Hasil penelitian menunjukkan, hasil belajar kognitif yang tuntas dari pra siklus 7 siswa (44%) meningkat menjadi 12 siswa (76%) pada siklus I dan meningkat menjadi 16 siswa (100%) pada siklus II. Hasil belajar afektif pada siklus I dan siklus II menunjukkan rata-rata sikap menghormati 88 meningkat menjadi 97, partisipasi 77 meningkat menjadi 91, bekerjasama 78 meningkat menjadi 86, tanggung jawab 83 meningkat menjadi 89. Hasil belajar psikomotor pada siklus I dan siklus II rata-rata aspek ketrampilan membawa alat dan bahan 72 meningkat menjadi 89, mengoprasikan alat 81 meningkat menjadi 89, ketelitian 81 menjadi 91, dan mendemonstrasikan 83 meningkat menjadi 97. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA, baik hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik.


EVALUASI TERHADAP UPAYA KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI MADURETNO KECAMATAN KALIANGKRI
KABUPATEN MAGELANG

Oleh
Makruf Sodikin
SD Negeri Pengarengan 1
Email : firja13@yahoo.co.id

ABSTRAK
Kepala sekolah memiliki peran yang sangat besar terhadap terwujudnya Kompetensi guru yang baik. Kompetensi guru memiliki peran yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan di sekolah. Kemajuan pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat besar terhadap penciptaan lulusan yang berkualitas. Oleh karena itu kepemimpinan kepala sekolah berperan terhadap penciptaan generasi bangsa yang berkualitas. Jika dilihat, kepemimpinan di SD Negeri Maduretno cukup baik. Namun, hal ini belum pernah di teliti di SD Negeri Maduretno secara lebih mendalam. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian mengenai “Evaluasi Terhadap Upaya Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Dasar Negeri Maduretno Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang”
Penggunaan pendekatan kualitatif dianggap cocokdenganjudulpenelitian ini karena dengan menggunakan pendekatan ini,maka peneliti akan dapat meneliti secara mendalam mengenai objek yang akan diteliti. Peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif, sehingga dapat menggambarkan objek yang akan diteliti secara sistematis sesuai dengan apa adanya.
Upaya Kepala Sekolah untuk meningkatkan Kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Sosial, dan Profesional Guru di SD Negeri Maduretno mendapat tanggapan baik dengan nilai 89,74 kemudian berdasarkan hasil wawancara bahwa kompetensi Guru di SD Negeri Maduretno sudah dikembangkan oleh Kepala Sekolah dengan supervisi dan pembinaan berkelanjutan mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Kompetensi kepribadian juga dikembangkan dengan pemberian motivasi dan pengembangan kepribadian. Kompetensi sosial dikembangkan dengan komunikasi yang baik dengan sejawat guru, siswa, masyarakat dan orangtua siswa. Kepala Sekolah juga mengembangkan kompetensi profesional guru dengan memberikan dukungan dalam keikutsertaan dalam KKG, mengikuti pelatihan dan workshop, melaksanakan penulisan karya ilmiah, dan lainnya. Dalam penelitian ini diketahui bahwa Kepala Sekolah sudah sangat berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru juga mengapresiasi dengan baik.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPS

Oleh
I’is Utami Nurhidayati
utaminuriis@gmail.com

Stefanus C. Relmasira
Stefanus.relmasira@staff.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Kristen Satya Wacana

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media gambar. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, dan (3) refleksi. Penelitian dilakukan pada kelas IV SDN Sumogawe 04 Kec. Getasan dengan jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes hasil belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru dan siswa juga soal tes evaluasi. Penelitian ini menggunakan analisis ketuntasan yaitu membandingkan nilai pra siklus, siklus I dan siklus II.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa yang mulanya pada pra siklus sebesar 44%. Pada siklus I meningkat dengan tingkat ketuntasan sebesar 60%. Kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 88% dari keseluruhan siswa. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media gambar, siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Siswa tidak lagi hanya duduk diam mendengarkan penjelasan dari guru, akan tetapi siswa harus mampu berfikir dan aktif untuk menyelesaikan permasalahan yang ia hadapi. Optimalnya partisipasi siswa dalam pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berhasilnya penelitian ini.


PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MATERI PECAHAN UNTUK KELAS 5 SD

Oleh
Carina Dewi Tri Utaminingsih
292013116@student.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
FKIP – Universitas Kristen Satya Wacana

Wasitohadi
wasitohadi@staff.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
FKIP – Universitas Kristen Satya Wacana

ABSTRAK
Salah satu topik dalam materi dalam mata pelajaran matematika adalah pecahan. Kendala yang dialami dalam pembelajaran ini adalah kurang menariknya bahan ajar yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mendeskripsikan cara mengembangkan Modul Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Pendekatan Saintifik untuk kelas 5 SD Negeri 01 Jumo Kecamatan Kedungjati khususnya pada materi pecahan. (2) mengetahui apakah Modul Pembelajaran Matematika layak digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Matematika yang diterapkan pada siswa kelas 5 SD Negeri 01 Jumo Kecamatan Kedungjati khususnya pada materi pecahan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau yang lebih dikenal dengan Research and Development. Model pendekatan yang digunakan menggunakan sistem yang dirancang dan dikembangkan oleh Borg &Gall yang dikombinasikan dengan prosedur penyusunan modul pembelajaran. Dari kombinasi tersebut diperoleh dengan cara mengembangkan modul pembelajaran matematika ini meliputi: 1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, 2) perencanaan, 3) pengembangan format produk awal, 4) evaluasi dan validasi, 5) uji coba awal, dan 6) revisi produk (penyempurnaan produk).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan enam yang diadopsi dari Model pendekatan yang digunakan menggunakan system yang dirancang dan dikembangkan oleh Borg &Gall lalu dikombinasikan dengan prosedur penyusunan modul pembelajaran terbukti layak digunakan sebagai bahan penunjang pembelajaran Matematika. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil validasi ahli memperoleh nilai rata-rata 53,40. Selain itu didukung dengan hasil pre-test dan post-test siswa yang ada peningkatan. Rata-rata nilai pre-test yang diperoleh oleh siswa sebesar 70,17. Sedangkan nilai rata-rata post-test yang diperoleh oleh siswa sebesar 80,17. Modul pembelajaran matematika ini dinyatakan layak digunakan untuk pembelajaran. Dengan demikian sekolah dan guru disarankan untuk mempertimbangkan untuk menggunakan modul pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan saintifik sebagai buku penunjang proses pembelajaran.


UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
KELAS 5 SDN NGAMPON

Oleh
Desy Kurniawati
292013022@student.uksw.edu

Wasitohadi
wasitohadi@staff.uksw.edu

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

ABSTRAK
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran IPA yang dilakukan guru hanya mengandalkan metode ceramah. Dalam proses belajar mengajar guru hanya menggunakan buku pegangan yang ada, tanpa menggunakan model yang sesuai dengan materi. Kondisi yang demikian menjadikan siswa sulit untuk memahami materi pelajaran, sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA rendah, hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai siswa yang berada di bawah KKM (70) sebanyak 14 siswa atau 52%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning siswa kelas 5 SDN Ngampon Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali pada Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus.Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi sesuai dengan model penelitian menurut Kemmis dan Mc Taggart, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Ngampon yang berjumlah 27 siswa.Teknik pengumpulan yang dilakukan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan hasilbelajar dari kondisi awal, siklus I dan siklus II.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar, hal ini dapat terlihat dari adanya peningkatan nilai rata-rata kelas 48% pada kondisi awal menjadi 59% pada siklus I dan 81% pada siklus II. Pada kondisi awal, siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 siswa (48%). Pada siklus I meningkat 16 siswa (59%) dan pada siklus II 22 siswa (81%). Penelitian dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 80 persen siswa tuntas dengan KKM ≥70.


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

Oleh
Putri Ardianti Feratinia
292013068@student.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
FKIP Universitas Kristen Satya Wacana

Wasitohadi
wasitohadi@staff.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
FKIP Universitas Kristen Satya Wacana

ABSTRAK
Hasil belajar matematika rendah karena siswa kurang aktif dan antusias saat pembelajaran. Selain itu, metode pembelajaran bersifat konvensional, yaitu guru menjadi pusat perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan langkah-langkah pendekatan saintifik melalui model pembelajaran PBL, (2) meningkatkan hasil belajar Matematika menggunakan pendekatan saintifik melalui model pembelajaran PBL pada siswa kelas 4 SDN Jambu 01 Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dan masing-masing siklus terdiri 3 pertemuan. Model yang diacu adalah model Kemmis dan Mc Taggart, terdiri dari empat tahap yakni perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), serta refleksi (reflection). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD dengan jumlah 29 siswa, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan observasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskripsi komparatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Langkah-langkah pendekatan saintifik melalui model pembelajaran PBL yang dapat meningkatkan hasil belajar Matematika adalah: mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membantu investigasi mandiri dan kelompok, mengembangkan dan mempresentasikan hasil diskusi, menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah; 2) Penggunaan pendekatan saintifik melalui model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada siswa kelas 4 SDN Jambu 01 Kecamatan Jambu, Ambarawa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya ketuntasan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal, presentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 48%, nilai rata-rata 63,1 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 50. Pada siklus I, presentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 52%, nilai rata-rata 66,5 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50. Kemudian pada siklus II, presentase ketuntasan hasil belajar siswa semakin meningkat menjadi 83%, nilai rata-rata 70,51 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 55. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan saintifik melalui model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada siswa kelas 4 SDN Jambu 01 Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.


PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 4
SDN KALINANAS 01

Oleh
Yudha Widhiatma
292013095@student.uksw.edu

Wasitohadi
wasitohadi@staff.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

ABSTRAK
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pada pembelajaran IPA kelas 4 yang dilakukan hanya berpusat pada guru dan menyebabkan siswa kurang begitu aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), mendapatkan penjelasan tentang alasan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar, dan mendiskripsikan langkah-langkah model pembelajaran PBL. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart, melalui terdiri dari 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi dan observasi, dan tahap refleksi dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Kalinanas 01 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes (observasi). Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Kalinanas 01 semester II tahun pelajaran 2016/2017. Selain itu pembelajaran PBL dapat merangsang siswa untuk lebih memahami pelajaran dengan memberikan suatu permasalahan untuk dipecahkan, dan Penerapan langkah-langkah model pembelajaran PBL sesuai sintaks dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya persentase ketuntasan hasil belajar. Pada prasiklus ketuntasan hanya 41%, setelah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siklus I ketuntasan meningkat menjadi 65,51 %, pada siklus II ketuntasan siswa mencapai 93,11 %. Nilai rata-rata kelas juga mengalami kenaikan dari 64 pada prasiklus menjadi 72,32 dan pada siklus II menjadi 79,82. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Kalinanas 01 semester II tahun pelajaran 2016/2017.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *