Jurnal Mitra Pendidikan Volume IV, Nomor 2, April 2017

KEMAMPUAN PENGELOLA UNIT PRODUKSI DI
SMK NEGERI AIR HITAM SAMARINDA

Oleh
Husiniah Achmad
SMK Negeri Air Hitam
Email : husinah_achmad@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan penguasaan tugas pengelola unit produksi pada SMKN Air Hitam dalam mengelola dan mengembangkan unit produksi yang baik, sehingga dapat menjadi salah satu sumber finansial guna mendukung pembiayaan kegiatan operasional sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN Air Hitam yang terletak di Jalan Pandan Wangi Kelurahan Gunung Kelua Samarinda, merupakan lokasi yang dipilih sebagai tempat penelitian dimana terdapat fenomena yang menarik untuk diteliti yakni kemampuan Pengelola Unit Produksi sebagai suatu unit usaha yang ada disekolah ini yang merupakan sub sistem dari Sekolah Menengah kejuruan.
Hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan manajerial pengelola unit produksi listrik SMKN Air Hitam Samarinda dapat dibuktikan kualitasnya dengan terbinanya jaringan kerja dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, juga sebagai unit penerimaan pesanan barang dan jasa, jurusan listrik terakreditasi dengan nilai A dan bertaraf Nasional. Pengembangan kemampuan pengelola unit produksi berdampak pada kemampuan membangun kinerja efektif, kreatifitas mengembangkan ide-ide baru serta melakukan inovasi untuk perubahan seiring adanya pergeseran waktu dan tuntutan kemajuan teknologi.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS)

Oleh
Nur Maida Sari
SMA Negeri 5 Langsa
Email : nurmaidasari@gmail.com

ABSTRAK
Kimia merupakan salah satu cabang ilmu IPA yang mendukung kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Oleh karena itu pemahaman dan penguasaan konsep kimia pada siswa harus terus ditingkatkan. Kenyataan yang terjadi sebagian besar proses kegiatan belajar mengajar cenderung menggunakan metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Interaksi antar siswa masih sangat rendah sehingga penguasaan konsep-konsep kimia menjadi sangat lemah dan mengakibatkan siswa kurang berminat mempelajari kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran SSCS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Di samping itu juga ingin diketahui bagaimana cara menerapkan agar terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa sehingga diperoleh hasil yang maksimum. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa dalam berdiskusi kelompok, bagi guru sebagai salah satu contoh model pembelajaran dan bagi sekolah sebagai kontribusi yang positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus dibagi dalam tiga pertemuan. Pada setiap siklus dilakukan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 5 Langsa pada kelas XI IPA-2 dengan jumlah siswa 31 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/ 2016 selama 3 bulan. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dilakukan tes hasil belajar, dan untuk mengamati perubahan aktivitas belajar siswa digunakan lembar observasi dan catatan lapangan. Data yang diperoleh pada siklus pertama kemudian dianalisis untuk penentuan perencanaan tindakan pada siklus kedua.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model pembelajaran SSCS dapat mengefektifkan proses belajar mengajar di kelas ditinjau dari (1) Meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 yaitu 71,37 dan meningkat pada siklus 2 menjadi 77,14. Ketuntasan klasikal dalam siklus I yaitu sebanyak 16 siswa atau (51,6%), pada siklus II ketuntasan siswa mencapai 24 siswa atau (77,42%). (2) Aktivitas siswa yang mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus II 53,57 % ( cukup aktif) menjadi 85,71 (sangat aktif)%.


PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TEKNIK INDEX CARD MATCH DALAM PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
SISWA KELAS VIB

Oleh
Nur Akmal
SD Negeri 005 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur
Email : nur_akmal@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya strategi belajar aktif teknik Index Card Match dalam pembelajaran langsung pada siswa kelas VIB SD Negeri 005 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur semester genap tahun pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VIB SD Negeri 005 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan strategi belajar aktif teknik Index Card Match dalam pembelajaran langsung mata pelajaran Matematika. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa hasil peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus hasil belajar siswa masih rendah di bawah KKM yaitu rata – rata 68,71. Pada siklus I setelah diterapkan strategi belajar aktif teknik Index Card Match dalam pembelajaran langsung rata – rata kelas mengalami peningkatan menjadi 76,79 tetapi masih belum mencapai KKM dan ketuntasan belajar mencapai 53,57% belum mencapai 70% maka dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II rata – rata kelas mencapai nilai 84,86. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga sudah tuntas dengan persentase ketuntasan 78,57% melebihi kriteria ketuntasan minimum yaitu 70%. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif dapat diterima, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar aktif teknik Index Card Match dalam pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIB SD Negeri 005 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur semester genap tahun pelajaran 2015/2016.


DESAIN MEMBANGUN IMAGE PEMERINTAH DAN MASYARAKAT TERHADAP SEKOLAH PINGGIRAN

Oleh
Sujanar
SMP Negeri 1 Pronojiwo Lumajang
Email: sujanar.hadi@gmail.com

ABSTRAK
Era reformasi yang digulirkan semenjak tahun 1989 membawa dampak yang luas dalam berbagai sendi kehidupan umat manusia. Tak terlepas dari kejadian yang menggetarkan itu dunia pendidikan ikut bergetar. Tatanan-tatanan kelembagaan pendidikan yang sudah terstruktur rapi menjadi kacau balau, para pelaku dan pemegang kebijaksanaan pendidikan kehilangan kendali. Masyarakat melejit dengan kendalinya masing-masing. Alhasil bangunan yang kokoh kuat menjadi rapuh. Pembaharuan dan renovasi dalam pendidikan harus segera kita lakukan, bila ingin masa depan pendidikan kita dapat bermakna bagi anak turun kita di dekade 10 hingga 20 tahun yang akan datang. Sementara itu kepercayaan atau Image pemerintah dan masyarakat atau orang tua murid semakin pudar terdap pengakuan sekolah. Untuk itulah tindakan serta jurus-jurus jitu harus segera kita mainkan untuk mebangun sebutan sekolah-sekolah pinggiran yang bernada miring, yang tak enak di dengar. Untuk itulah diperlukan suatu desain atau rancangan untuk membangun kredibilitas sekolah-sekolah pinggiran agar setara dengan sekolah-sekolah maju di kota. Hanya dengan desain-desain yang mantab dan terancang dengan menerapkan strategi Managemen Corporet MPMBS keterlibatan segenap unsur pendukung pendidikan dapat kita gerakan secara terarah.


PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM TATANAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Oleh
Rahmah
SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai
Email : rahmah05@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VB SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai pada materi Pecahan dengan menerapkan pendekatan kontekstual dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe TAI pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VB SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe TAI. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa: peningkatan hasil belajar siswa dari sebelum tindakan masih rendah karena dibawah KKM yaitu rata – rata kelas mencapai nilai 66,62. Pada siklus I setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif teknik berkirim salam dan soal rata – rata kelas mengalami peningkatan menjadi 74,97 masih belum mencapai KKM tetapi mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar 44,83%, karena belum mencapai 70% maka dilanjutkan siklus II. Pada siklus II rata – rata kelas mencapai 84,83. Ketuntasan belajar siswa sudah mencapai 79,31%. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dapat diterima, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VB SD Negeri 005 Teluk Binjai Kota Dumai pada materi pecahan semester genap tahun pelajaran 2015/2016.


PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN ALAT PERAGA
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
SISWA KELAS IIIC SD NEGERI 004 BAGAN TIMUR

Oleh
Ridawita
SD Negeri 004 Bagan Timur
Email : ridawita004@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatnya prestasi belajar matematika pada aspek bilangan pecahan dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas IIIC SD Negeri 004 Bagan Timur Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun Pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas IIIC SD Negeri 004 Bagan Timur Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Tindakan yang digunakan adalah menggunakan alat peraga dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan program perbaikan pembelajaran, diperoleh hasil bahwa pada tindakan sebelum siklus nilai rata – rata kelas 66, pada tindakan siklus I nilai rata – rata kelas adalah 71,83; dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 81. Dari aspek jumlah siswa yang tuntas dalam pembelajaran, pada kegiatan sebelum tindakan, jumlah siswa yang tuntas hanya 10 orang atau 33,33%. Pada tindakan siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 17 orang atau 56,67%. Pada tindakan siklus II, jumlah siswa yang tuntas meningkat lagi menjadi 23 orang atau 76,67%.
Dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas IIIC SD Negeri 004 Bagan Timur Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir dengan menggunakan alat peraga.


PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PECAHAN PADA KELAS VII G
SMP NEGERI 46 BANDUNG

Oleh
Ni Putu Candrawati
SMP Negeri 46 Bandung
Email : putu15candra@gmail.com

ABSTRAK
Matematika adalah pelajaran yang oleh banyak peserta didik dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan.Hal ini dapat dilihat dari hasil belajarmatematika yang relatif rendah. Kurangnya keberhasilan peserta didik dalam belajar matematika dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Satu di antara faktor eksternal yang mendukung adalah jalannya proses belajar yang menarik bagi peserta didik.
Model pembelajaran yang membuat peserta didik merasa senang dan membuat mereka termotivasi untuk belajar adalah model yang diharapkan oleh semua pihak. Salah satu model pembelajaran itu adalah model pembelajaran Make A Match (MAM)–membuat pasangan, dengan kartu-kartu yang berpasangan sebagai medianya. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.Instrumen yang digunakan adalah tes, observasi, dan angket. Penelitian ini terdiri dari dua siklus tindakan pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model MAM ini memiliki dampak yang sangat signifikan untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Hal ini terbukti dengan persentase pencapaian KKM meningkat cukup signifikan pada siklus I, yaitu sebesar 63,6% dengan nilai rata-rata 74,69 dan terdapat peningkatan kembali dengan nilai rata-rata dari tes akhir di siklus II para peserta didik adalah sebesar 80,29 dengan persentase pencapaian KKM, yaitu nilai 75 sebesar 75,8%.


PENGGUNAAN MEDIA LIDI UNTUK MENINGKATKAN
KETERAMPILAN SISWA PADA PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT
DI KELAS IV SD NEGERI KEPUH KEMIRI

Oleh
Tu’ah Ainik
SD Negeri Kepuh Kemiri
Email : tuahainikspd@yahoo.co.id

ABSTRAK
Salah satu permasalahan yang menyangkut pengelolaan proses belajar mengajar mata pelajaran matematika di SD adalah kurangnya pengetahuan bagi guru SD, serta terbatasnya dana dan sarana tentang bagaimana cara membuat dan menggunakan media/alat peraga dalam pembelajaran matematika. Disisi lain pentingnya media/alat peraga dalam pembelajaran matematika telah diakui oleh semua jajaran pengelola pendidikandan para ahli pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah pembelajaran penjumlahan bilangan bulat di kelas IV SD Negeri Kepuh Kemiri semester I dengan menggunakan media lidi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV SD Negeri Kepuh Kemiri Kabupaten Sidoarjo semester I tahun pelajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data tentang keterampilan siswa menggunakan media pada penjumlahan bilangan bulat, dilakukan melalui tes lisan pada awal pelajaran, observasi, evaluasi proses pada waktu siswa memperagakan media dan evaluasi tertulis pada akhir pembelajaran.
Penelitian ini kami lakukan melalui tiga tahapan tindakan yaitu: menggunakan media lidi secara berpasangan, menggunakan media lidi yang berwarna secara berpasangan dan menggunakan media lidi yang berwarna secara perorangan. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut: Pertama, hasil evaluasi proses (pada waktu pelaksanaan pembelajaran) keaktifan siswa sangat aktif sebanyak 15%, Kedua, sebanyak 55%, dan Ketiga, sebanyak 98,3%. Penempatan alat tepat dan penggunaan benar sebanyak 20%, 60%, dan 90%. Penggunaan alat tepat dan hasil benar sebanyak 20%, 50% dan 91,5%. Hasil evaluasi tertulis dari 10 soal melalui lembar tes, rata-rata penguasaan materi sebesar 43,5%, 68,5% dan 81,5%. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media lidi, mulai tindakan I, II, dan III menunjukkan peningkatan baik keterampilan, maupun pemahaman subyek penelitian terhadap penjumlahan bilangan bulat.


UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP DENGAN SUPERVISI AKADEMIK DI
SD NEGERI 019 BASILAM BARU

Oleh
Supardi Rabuan
SD Negeri 019 Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan
Email : supradi_rabuan@yahoo.co.id

ABSTRAK
Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Proses perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama sebagai berikut: 1) membuat program tahunan; 2) membuat silabus; 3) membuat program semester; 4) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran; dan 5) membuat program ulangan / evaluasi.
Dari kelima unsur tersebut, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2015/ 2016 di SD Negeri 019 Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersbeut, dilakukan penelitian untuk melihat sejauh mana langkah supervisi akademik kepada sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan silabus dan RPP.


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE DENGAN METODE
PEMBERIAN TUGAS KELOMPOK A TK AMANAH

Oleh
Yasmiati
TK Amanah
Email : yesmita@gmail.com

ABSTRAK
Anak usia dini memilih berbagai kemampuan yang perlu dikembangkan, salah satunya kemampuan motorik halus, yaitu pengorganisasian penggunaan sekelompok otot-otot kecil seperti jari jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan dan koordinasi mata dengan tangan, di TK Amanah, pembelajaran pengembangan kemampuan motorik halus anak beluk maksimal. Anak biasanya diajak untuk menulis, menggambar dan mewarnai saja. Kegiatan pembelajaran yang monoton menjadikan anak kurag bersemangat dan kurang aktif dalam belajar, sehingga secara lansung juga akan menghambat perkembangan motorik halus diperlukan berbagai kegiatan alternative yang dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak, salah satunya adalah kolase
Penelitian ini menggunakan dua rumusan masalah yaitu proses pelaksanaan pembelajaran kolase, berbahan alam, pada anak kelompok A di TK Amanah dalam meningkatkan kemampuan motoril halus anak. Rumusan masalah yang lain yakni apakah ada peningkatan kemampuan motorik halus setelah dilakukan kegiatan kolase berbahan alam dari anak kelompok A di TK Amanah. Rancangan penelitian adalah ranvangan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Tanggant yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi, data penelitian ini meliputi yang diperoleh dari instrument lembar pengamatan, penilaian hasil karya dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang tampak dari perilaku anak yang lebih tertib, berprestasi aktif dan memberi respon yang baik, peningkatan juga terjadi pada perkembangan kemampuan motorik halus anak yang tampak pada jumlah anak yang mencapai ketuntasan. Dimana pada siklus I hanya (43,5%) yang dikategorikan cukup dan meningkat menjadi (82,6%) yang dikategorikan naik pada siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kolase berbahan alam yang berlansung dengan baik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *