Monthly Archives: September 2017

Jokowi Harap Masyarakat Tak Perdebatkan Perpres Penguatan Pendidikan Karakter

Fokus, Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Penguatan Pendidikan Karakter. Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Kamis (7/9/2017), dia berharap semua pihak tidak mempertentangkan perpres ini, termasuk kebijakan lima hari sekolah atau full day school, yang ternyata hanya sebagai pilihan bukan kewajiban.

Pengumuman Perpres Nomor 87 Tahun 2017, berlangsung di Istana Merdeka pada Rabu, 6 September 2017 siang. Presiden bersama sejumlah pimpinan ormas keagamaan, termasuk PBNU, MUI dan ICMI, menegaskan Perpres tersebut telah digodok berdasarkan masukan berbagai pihak.

Perpres ini akan menjadi payung hukum bagi pemimpin daerah untuk menyiapkan anggaran penguatan pendidikan karakter, baik di madrasah, sekolah dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, mewakili ormas keagamaan menegaskan, perpres tidak mewajibkan sekolah menerapkan kebijakan lima hari sekolah atau full day schooll, melainkan hanya sebagai pilihan saja.

Sumber : Liputan6

Sekolah Internasional di Indonesia : Pilihan Para Siswa Asia Tenggara

Jakarta – Sekolah internasional di Indonesia sudah menjadi pilihan tempat menuntut ilmu bagi para pelajar di Asia Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian dari ISC Research, terdapat 192 sekolah di Indonesia yang menjadi tujuan para siswa di Asia Tenggara. Jumlah tersebut tertinggi untuk kawasan Asia Tenggara.
Hal tersebut menjadi alasan diadakannya konferensi Global Educational Supplies and Solutions (GESS) Indonesia 2017 yang akan berlangsung Jakarta Convention Center (JCC) pada 27-29 September 2017.
Menurut Matt Thompson, Event Director, F&E Education, penyelenggara GESS Indonesia, Indonesia merupakan pasar utama bagi operator sekolah internasional dan supplierpendidikan karena perkembangan sektor pendidikan.
“Ini merupakan kemunculan pusat pendidikan baru, dengan jumlah sekolah lokal dan internasional diperkirakan meningkat secara dramatis karena pertumbuhan populasi siswa,” katanya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (30/8/2017).
Thompson mengungkapkan, GESS Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk mendukung pertumbuhan ini, dengan mengumpulkan para pakar yang telah dikenal secara internasional untuk berbagi wawasan tentang peluang dan tantangan yang dihadapi sektor pendidikan di Indonesia.
“Sama pentingnya, para pengambil keputusan sektor pendidikan di Indonesia akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan supplier lokal dan global dari berbagai produk dan solusi khusus sektor penididikan, yang akan membantu meningkatkan efektivitas dan kinerja guru,” ucap dia.
Untuk diketahui, di belakang Indonesia, negara-negara di Asia Tenggara dengan jumlah sekolah internasional terbanyak meliputi Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Singapura, Filipina, Myanmar, Laos, dan Brunei.
Jumlah sekolah internasional di Asia Tenggara adalah 1.027, dimana 61 sekolah internasional baru bertambah hanya dalam kurun waktu satu tahun, mulai Januari 2016 sampai Januari 2017.

Sumber : Liputan6.com