Author Archives: admin

Jurnal Manajemen dan Teknologi Pendidikan Volume II, Nomor 6, Desember 2016

JMTP DESEMBER 2016

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN MODEL LESSON STUDY DI SD NEGERI KEPUH KIRIMAN II KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
Sri Indarti
SDN Kepuh Kiriman
Email : indiartisri12@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang bertujuan untuk mendiskripsikan Lesson Study guna dapat meningkatkan profesionalisme serta kemampuan guru dalam proses pembelajaran di SD Negeri Kepuhkiriman II Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Rumusan masalah yang tersusun dalam penelitian ini adalah apakah melalui Lesson Study dapat meningkatkan profesionalisme serta kemampuan guru dalam proses pembelajaran di SD Negeri Kepuhkiriman II Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.
Hasilnya adalah pada siklus II memperoleh skor sebesar 84%, sementara pada Siklus I mendapat skor 61%. Hasil pelaksanaan pembelajaran dalam simulasi PBM kenaikannya cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini terutama pembinaan terhadap guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Hasilnya adalah pada siklus II memperoleh skor sebesar 87%, sementara pada Siklus I mendapat skor 63%. Baca Selengkapnya

Dinas Pendidikan Tak Setuju UN Dihapus

brt778323656Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan menilai rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menghapus pelaksanaan Ujian Nasionl (UN) kurang tepat.
Sebab rencana penghapusan yang saat ini tengah menunggu keputusan Presiden RI, nantinya akan sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan di sejumlah daerah. Tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan.
“Memang kami mendengar informasi rencana penghapusan UN oleh kementerian pusat, namun hal itu kami nilai kurang tepat,” kata Plt Disdik Pamekasan Mohammad Tarsun, Minggu (27/11/2016).
Penghapusan UN akan berdampak terhadap proses pendidikan di daerah, apalagi nantinya akan menjadi prioritas Disdik masing-masing daerah. “Jika lembaga yang berada di kawasan metropolis, mungkin hal itu baik. Tapi pendidikan di daerah juga perlu dipikirkan,” ungkapnya. write my essay
“Bagaimanapun sistem pendidikan di kota-kota maju jelas berbeda dengan sistem pendidikan di daerah. Jadi jika UN dihapus, otomatis akan terjadi kesenjangan antar lembaga pendidikan itu sendiri,” jelasnya.
Selain itu pihaknya berharap agar rencana tersebut ditangguhkan, sebab hal itu nantinya juga akan berdampak kurang baik bagi sistem pendidikan di daerah. “Kami kira hal ini harus kembali dipertimbangkan, bisa saja akan berdampak kurang baik bagi pendidikan di daerah,” imbuhnya.
“Tapi apapun hasilnya, kami sebagai bawahan di tingkat daerah harus tetap bekerja sesuai dengan perintah atasan. Jika tetap UN dihapus, kita harus melaksanakan kebijakan tersebut dengan kembali melakukan sosialisi,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Jurnal Mita Guru Volume II, Nomor 4, Agustus 2016

COVER DEPAN JMG AGUSTUS  2016

PENERAPAN METODE DISKUSI DENGAN GAYA RECIPROCAL TEACHING (PEMBELAJARAN TERBALIK) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI SIFAT PERIODIK UNSUR

 Oleh :

Dani Kustriawanti

SMA Negeri 1 Manyar Gresik

E-mail : danikustriawanti@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kondisi hasil belajar mata pelajaran kimia pada siswa kelas X.4 semester I di SMA Negeri 1 Manyar kabupaten Gresik Tahun pelajaran 2011- 2012. Hasil penelitian ini untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi setelah menerapkan pembelajaran metode diskusi dengan strategi Reciprocal teaching pada materi sistem periodik unsur di kelas X 4 semester 1 di SMA Negeri 1 Manyar Gresik, dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa.instrumen berupa lembar tes tulis dan lembar observasi aktivitas siswa.Kesimpulan diperoleh hasil belajar siswa terjadi peningkatan dengan nilai rata rata sebesar 82,95 dengan ketuntasan 100%, di banding dengan siklus sebelumnya.

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SMK NEGERI 1 KUALA CENAKU

 Oleh :

Ahmad Bastari

SMK  Negeri 1 Kuala Cenaku

E-mail : ahmad_bastari1965@gmail

ABSTRAK

Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama sebagai berikut: 1) Membuat program tahunan, 2) Membuat silabus, 3) Membuat program semester, 4) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, dan 5) Membuat program ulangan/evaluasi. Dari kelima unsur tersebut di atas, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2012/2013 di SMK Negeri 1 Kuala Cenaku, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP.

Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan Team supervisi SMK Negeri 1 Kuala Cenaku yang terdiri dari Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Guru Senior.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya supervisi akademik secara berkelanjutan berdampak pada meningkatnya silabus guru yang baik dari 76% menjadi 83%, selain itu RPP yang dibuat semakin berkualitas dari 75% menjadi 97%.

PENINGKATAN PEMAHAMAN PRILAKU TAKABUR KELAS 1X-A SMP NEGERI 2 WRINGINANOM TAHUN 2015/2016 MELALUI TEKNIK TEAM GAMES TOURNAMENT

Oleh :

Sholeh

SMP Negeri 2 Wringinanom

E-mail  : sholehbahri@yahoo.id.com

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament terhadap peningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam, untuk mengetahui dampak positif metode pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament dalam peningkatan prestsi belajar dan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melaui metode pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action  researc )sebanyak tiga putaran. Setiap putara nterdiri dari empat tahap, yaitu : rancangan kegiatan, pelaksanaan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP 2 Wringinanom Gresik Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh berupa hasil ulangan harian, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III, yaitu siklus I (70%), siklus II (85,19%), siklus  III (100%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif melalui teknik Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan pemahaman perilku takabur pada siswa Kelas IX A SMP Negeri 2 Wringinanom Gresik Pada Semester Genap Tahun 2015-2016, serta teknik pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI METODE TEKHNIK BEDAH KASUS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEJAWAN KECAMATAN GRUJUGAN KABUPATEN BONDOWOSOSEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh

Syamsul Arifin

SD Negeri Kejawan

E-mail : syamsul_arifin@yahoo.com

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar anak dalam mata pelajaran PKn di SD Negeri Kejawan Kec. Grujugan dengan menggunakan teknik bedah kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kejawan Kec. Grujugan, semester II tahun pelajaran 2015/ 2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa 30 anak.

Hasil penelitian ini menunjukkan melalui Penerapan teknik bedah kasus dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pkn di SD Negeri  Kejawan Kec. Grujugan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh disetiap siklusnya pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 66.13 pada siklus II nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 78.86.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMES ACHIEVEMENT DIVISIONS) PADA MATERI SIFAT OPERASI HITUNG

Oleh :

Nuraini

SD  Negeri 47 Kota Bima

E-mail : nuraini@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dipilih oleh peneliti karena sesuai dengan karakteristik siswa  SD yang  senang  bekerja  berkelompok dengan teman  sebayanya.  Melalui  model  pembelajaran  tersebut  siswa  diharapkan akan saling membantu  melalui  tutor sebaya  dalam  menguasai  materi  sifat materi hitung sehingga  diharapkan  hasil  belajar  pada materi sifat materi hitung meningkat. Berdasarkan uraian di atas, penulis berupaya untuk meningkatkan hasil belajar  Matematika  pada  siswa  kelas  III SD Negeri 47 Kota Bima dengan langkah  melakukan  Penelitian  Tindakan  Kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Sisw

Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi sifat operasi hitung pada siswa kelas III SD Negeri 47 Kota Bima. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari peningkatan siswa yang tuntas belajar disetiap siklusnya, pada prasiklus siswa yang tuntas hanya 4 siswa atau 25% pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 9 siswa atau 56,25% dan pada siklus III siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan, dari 16 siswa sebanyak 14 siswa yang tuntas belajar atau 87,5% sedangkan yang belum tuntas belajar hanya 2 siswa atau 12,5%. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengoptimalkan proses pembelajaran yaitu ditandai dengan meningkatnya sikap kerjasama dan tanggung jawab siswa yang lebih baik dan siswa lebih bersemangat dalam belajar Matematika.

PENINGKATAN MOTIVASI DAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA KELAS XII IPA-2 PADA KOMPETENSI DASAR PROGRAM LINIER  MELALUI METODE PEMBELAJARAN BERVARIASI DI SMA NEGERI 1 PASIR PENYU TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 Oleh :

Asmisul

SMA Negeri 1 Pasir Penyu

E-mail : Asmisul05@gmail.co.id

ABSTRAK

Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, yang setiap siklusnya memiliki 4 tahapan yakni: (1) tahapan perencanaan, (2) tahapan perencanaan, (3) tahapan obervasi dan (4) tahapan refleksi. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Pasir Penyu pada tahun pelajaran 2014/2015. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII  IPA – 2 yang berjumlah 32 orang.

Sedangkan tujuan dalam peneltian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa kelas XII IPA-2 melalui metode pembelajaran bervariasi, untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa kelas XII IPA-2 pada kompetensi dasar program linier melalui metode pembelajaran bervariasi, dan untuk mengetahui peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas XII IPA-2 pada kompetensi dasar program linier melalui metode pembelajaran bervariasi.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode pembelajaran bervariasi aktivitas peserta didik mengalami peningkatan secara bertahap, meningkatkan motivasi belajar siswa dan dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Hal ini terbukti dari penigkatan nilar rata-rata disetiap siklusnya Pada siklus I dengan rata-rata kelas 7,28 meningkat pada siklus II menjadi 8,25.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW KELAS VII i SMP NEGERI 5 REMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 Oleh :

Sri Moeljani

SMP Negeri 5 Rembang

E-mail : Sri_moeljani@yahoo.com

ABSTRAK

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika kompetensi dasar melakukan operasi hitung Bilangan Bulat melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam berpikir kritis, berkomunikasi dan berkerja sama melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Rembang. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII i  dengan jumlah 32 siswa.

Hasil penelitian menunjukkan dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan nilai rata-rata skor keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rata-rata skor keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 81,25 meningkat menjadi 87,50 pada siklus II. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 69,69  meningkat menjadi 78,75 pada siklus II. Sedangkan untuk ketuntasan klasikal juga terjadi peningkatan dari 56,25 % pada siklus I menjadi 78,13 % pada siklus II.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL QUR’AN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TARTIL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEJAWAN GRUJUGAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 Oleh

Siti Aisyah

SD Negeri Kejawan Grujugan

E-mail : sitiaisyah@gmail.co.id

ABSTRAK

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri Kejawan. Peneliti mengambil Kelas IV  sebagai sampel yang berjumlah 25 orang. Selanjutnya Kelas IV akan mendapat pembelajaran baca Al Qur’an dengan Tartil. Tujuan dari penelitihan ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode seni baca Al Qur’an (Tartil) dalam memotifasi siswa untuk senang membaca Al Qur’an pada Kelas IV SD Negeri Kejawan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016.

Jenis dalam penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas IV SD Negeri  Kejawan Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam khusunya dalam kemampuan membaca Al Qur’an denga Tartil.   Penelitian tindakan ini menggunakan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan merefleksi.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang diberi pembelajaran seni baca Al Qur’an (Tartil) pada siklus 2 dan tanpa pembelajaran seni baca Al Qur’an (Tartil) saat siklus 1. Ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh,  nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II  pembelajaran seni baca Al Qur’an (Tartil) yaitu 72,93 lebih besar daripada prestasi belajar tanpa pembelajaran seni baca Al Qur’an (Tartil) yaitu 64,23 pada siklus I hal ini berarti prestasi belajar siswa yang diberi pelajaran dengan pembelajaran seni baca Al Qur’an (Tartil) akan lebih baik prestasinya daripada siswa yang tanpa diberi pembelajaran seni baca Al Qur’an (Tartil).

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

 Oleh:

Suyono

SMK Negeri 1 Driyorejo

E-mail : suyonosw@gmail.com

ABSTRAK

Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak ini dapat menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami matematika. Hal ini menyebabkan rendahnya prestasi dikarenakan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Pembelajaran matematika yang tidak memperhatikan struktur kognitif dan konsep yang telah dimiliki siswa menyebabkan pembelajaran di kelas menjadi tidak bermakna.. Guru sebagai pengelola kelas harus mampu menentukan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap pembelajaran matematika.

 Pemilihan pembelajaran matematika realistik sebagai alternatif pemecahan masalah diatas dikarenakan pembelajaran matematika realistik adalah salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Siswa  diberi kesempatan yang luas untuk mengaitkan pengalaman kehidupan nyata dengan ide-ide matematika dalam pembelajaran di kelas agar pembelajaran matematika menjadi  bermakna.

Penelitian  dilaksanakan dalam tiga siklus yaitu siklus 1 , siklus 2 dan siklus 3. Pada tiap siklus terdapat tindakan utama yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data yang dikumpulkan terdiri dari data pemahaman konsep siswa yang diperoleh  dari hasil tes formatif dan data minat yang diperoleh dari angket minat. Data-data  tersebut digunakan sebagai bahan refleksi untuk pembelajaran siklus berikutnya dan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data minat dikumpulkan dengan angket ARCS (Attention, Relevansi, Confidence and Satisfaction) sedangkan data aktivitas siswa dalam pembelajaran dikumpulkan pada lembar pengamatan/observasi.

Subjek penelitian dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Siswa kelas XI TPM-2 SMK Negeri 1 Driyorejo tahun pelajaran 2016/2017 (bulan Maret sampai dengan Mei), karena berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siswa kelas XI TPM-2  ketika diberikan soal-soal yang berkaitan dengan materi pokok Peluang (pengisian tempat yang tersedia/ aturan perkalian) semester genap, hasil belajar matematika siswa masih rendah dengan nilai rata-rata yang diperoleh 52,5 dan 68% dari siswa tidak tuntas belajar yang artinya belum sesuai dengan kriteria ketuntasan belajar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hasil pengamatan yang kedua masih rendahnya minat siswa terhadap pelajaran matematika yang ditunjukkan rendahnya aktifitas dan motivasi yang tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini tentu saja akan jadi masalah pada pemahaman konsep berikut karena materi pengisian tempat yang tersedia/ aturan perkalian merupakan materi prasyarat dari topik permutasi , kombinasi dan peluang.

Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagai berikut, penerapan pembelajaran kooperatif  dengan pendekatan matematika realistik efektif meningkatkan ativitas dan pemahaman konsep. Pada pemahaman konsep terdapat kenaikan yang signifikan dari siklus I, II dan III sebesar 68,91, 78,28, dan 84,38 dan ketuntasan belajar terdapat kenaikan yang signifikan dari siklus I, II dan III sebesar 50,%, 71,9% dan 87,5%. Kenaikan yang signifikan terjadi pada aktivitas dan minat terhadap pembelajaran matematika. Pada aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran juga terdapat kenaikan yang signifikan yaitu berturut-turut pada siklus I , II dan III sebesar 72% (baik), 83% (sangat baik) dan  90% (sangat baik).

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TENTANG HUBUNGAN ANTARA KEADAAN AWAN DAN CUACA SISWA KELAS III SD NEGERI GRUJUGAN KIDUL 2 MELALUI METODE DISKUSI DAN MEDIA GAMBAR

 Oleh :

Kanik Widarsih

SD Negeri Grujungan Kidul 2

E-mail : kanik_widarsih@yahoo.com

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan dan memperbaiki kondisi praktik-praktik pembelajaran yang telah dilakukan.  Proses dalam penelitian terdiri dari 4 tahap yaitu : merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan merekflesi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode diskusi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, pada siklus 1 siswa yang tuntas belajar sebanyak 4 siswa dengan ketuntasan belajar 36, pada siklus II siswa yang tuntas belajar meiningkat menjadi 9 siswa dengan ketuntasan belajar sebesar 82.

EFEKTIFITAS KEGIATAN BELAJAR DI LUAR KELAS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEJAWAN KECAMATAN GRUJUGAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 Oleh

Tusiran

SD Negeri Kejawan

E-mail : tusiran@yahoo.com

ABSTRAK

Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas IV  dalam proses Pembelajaran Penelitian tindakan ini menggunakan 3 (tiga) siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan merefleksi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui Efektifitas kegiatan belajar di luar kelas dalam meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa Kelas IV  SD Negeri Kejawan Kec. Grujugan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016.

Hasil penelitian menunjukkan melalui Pembelajaran luar di halaman sekolah pada Pembelajaran mampu  meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini diketahui dengan rata-rata nilai aspek kognitif pada siklus I, sebesar 59,64; pada siklus II sebesar 64,07  dan siklus III sebesar dan 67,21, aspek afektif pada siklus I sebesar 27,87; pada siklus II sebesar 59,07 dan pada siklus III sebesar 68,18, Sedangkan aspek psikomotorik pada siklus I sebesar 60,25; pada siklus II sebesar 67,50 dan pada siklus III sebesar 77,10.

PENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN ORIGAMI PADA ANAK KELOMPOK B4 TK MUSLIMAT NU PASIRIAN 01

 Oleh

Asnifah

TK Muslimat NU Pasirian 01

E-mail : asnifah13@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motorik halus anak kelompok B4 TK Muslimat NU Pasirian 01 setelah penerapan origami. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yakni penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran dikelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Penelitian ini bertempat di TK Muslimat NU Pasirian 01. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelompok B4 yang berjumlah 16 orang.

Hasil penelitian diketahui bahwa dengan kegiatan melipat kertas atau origami kita dapat melatih motorik halus anak agar anak lebih terampil membuat lipatan dan bentuk yang dicontoh kan oleh guru, anak juga dapat membuat lipatan sendiri dengan lipatan yang lain. Kegiatan melipat kertas ini juga dapat dikembangkan dengan berbagai macam bentuk dan dapat juga diberi hiasan yang lain, anak dapat memberikan coretan dengan cat air pada kertas lipat

SMK dan SMA Dikelola Pemprov, Komisi D DPRD Surabaya Putar Otak

brt668172380Surabaya (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Surabaya memutar otak untuk mempersiapkan pengambil alihan pengelolaan Siswa SMK dan SMA di Surabaya. Para wakil rakyat ini menginginkan pendidikan gratis tetap berjalan.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan bahwa upaya Wajib Belajar 12 tahun yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya harus dipertahankan, salah satu sarana pendukungnya adalah bebas biaya pendidikan bagi siswa selama 12 tahun.
“Wajib belajar 12 tahun itu adalah program unggulan untuk mencerdaskan bangsa, sayang kalau harus terhenti lantaran berbeda pengelola,” ujar Agustin saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Senin (3/10/2016).
Lebih lanjut Agustin mengatakan, bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengupayakan pendidikan gratis bagi siswa SMK dan SMA di kota Surabaya.
“Kita masih terus mengupayakan pendidikan gratis dengan cara lain,” tegas wanita yang kerap disapa Titin ini.
Salah satu cara, lanjut Titin, dengan membuat semacam bantuan yang ditujukan langsung kepada siswa tanpa proses birokrasi yang berbelit.
“Kita usulkan bagaimana cara agar APBD Surabaya bisa mengucurkan bantuan langsung, by name by adress kepada siswa, seperti Kartu Jakarta Pintar,” bebernya.
Namun usulan itu saat ini masih dalam tahap kajian, apakah bantuan dari APBD Kota Surabaya tersebut melanggar aturan atau tidak.
“Kita masih kaji ulang, apakah itu melanggar hukum atau tidak. Intinya kita inhin salurka  bantuan langsung ke siswa yang bersangkutan,” pungkasnya.

sumber : beritajatim.com

Dindik Jatim Bentuk 150 Siswa Jadi Agen KPK

brt109478228Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menggandeng Pusat Pendidikan dan Latihan Pertahanan Udara Nasional (Pusdiklat Hanudnas) TNI Angkatan Udara, bentuk 150 kader perubahan menjadi agen Komunitas Pegiat Kebangsaan (KPK).

Sekretaris Dindik Jatim, Sucipto mengungkapkan kader ini dibentuk untuk membendung efek negatifnya dari derasnya teknologi informasi (TI) serta gaya hidup global.

“Jaman sekarang, gaya hidup globalisasi sudah tanpa batas, ruang, dan waktu. Meski begitu, siswa harus tetap punya karakter jati diri sebagai bangsa,” ungkap Sucipto di temui usai membuka pelatihan KPK di Pusdiklat Hanudnas Surabaya, Jumat (16/9/2016).

Selama dua hari, mereka akan mendapat wawasan dari Pusdiklat Hanudnas TNI AU, sebagai generasi penerus yang pintar dan berkarakter.

“Karakter sekarang sulit dicari karena pengaruh budaya luar. Padahal bangsa kita punya nilai adiluhung,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Cip ini melanjutkan, setelah mendapat pelatihan, mereka akan menularkan wawasan kebangsaan itu kepada teman sebayanya di lingkup sekolah maupun di tempat tinggalnya.

“KPK sudah dibentuk tahun 2012, anggotanya saat ini ribuan. Merekalah generasi penerus bangsa,” jelas Sucipto.

Ia menambahkan. Selain menggandeng Pusdiklat Hanudnas, pihaknya juga bekerjasama dengan banyak pihak untuk memberi wawasan kepada anggota KPK.

“Instansi lain seperti Polda Jatim, Badan Narkotika Nasional (BNN), Departemen Pertahanan Jatim, TNI AL, dan lain-lainya akan ikut membentuk pnerus bangsa yang teruji,” tambah Sucipto.

Sementara itu, Kasubdiklat Pusdiklat Hanudnas TNI AU, Mayor Lek Made Sukrawan mejelaskan materi yang diberikan kepada pelajar setingkat SMA/SMK yang akan dijadikan pilar bangsa adalah seputar pertahanan udara.

“Diharapkan, siswa dapat mengenal lebih dekat tentang TNI AU, akan kami sampaikan tentang tata cara masuk TNI AU atau Bintara. Barangkali ada sebagian siswa yang berminat,” ungkap Made.

Sumber : beritajatim.com