Category Archives: JMTP

Jurnal Manajemen dan Teknologi Pendidikan vol I, No 2 Desember 2015

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 6 LONG IKIS KABUPATEN PASER

Oleh: Bambang Tjiptadhi
SMP Negeri 6 Long Ikis
E-mail : tjiptadhi.marg@mail.com

           Penelitian ini dilatarbelakangi tidak efektifnya pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru di SMP Negeri 6 Long Ikis. Ketidakefektifan pengelolaan pembelajaran itu berdampak pada rendahnya rata-rata prestasi siswa pada setiap mata pelajaran. Penyebabnya adalah belum maksimalnya fungsi pengawasan yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam membantu kesulitan dan ”kekurangan guru”. Oleh karena itu, dengan supervisi akademik kekurangan dan kesulitan guru dalam mengajar dapat diatasi.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan gambaran bahwa ada peningkatan kemampuan guru, baik dalam menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran (RPP) maupun dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Peningkatan itu dilihat dari rata-rata prosentase penilaian pada kedua aspek tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan saran-saran. Pertama, kepada rekan-rekan kepala sekolah untuk mengefektifkan fungsi kepala sekolah sebagai supervisor melalui supervisi akademik untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang dilakukan guru. Kedua, kepada para guru untuk lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran dengan melakukan persiapan yang lebih baik. Ketiga, kepada Dinas Pendidikan agar meningkatkan kualitas sarana dan prasana pembelajaran yang ada di sekolah.

UPAYA PENINGKATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI AKTUALISASI TATA TERTIB SEKOLAH DI SMP NEGERI 3 LONG IKIS TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh : Syamsul Hadi
SMP Negeri 3 Long Ikis
E-mail : Syamsul.61.Hadi@gmail.com

            Penelitian ini dilakukan pada SMP Negeri 3 Long Ikis yang beralamatkan Desa Bukit Seloka – Krayan IIIA – Kecamatan Long Ikis – Kabupaten Paser. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah (PTS). PTS merupakan suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tindakan ini ialah pendekatan kualitatif. Penelitian ini ditindaklanjuti dengan menerapkan model pembinaan kepada guru berupa penerapan reward dan punishment yang dilakukan oleh kepala sekolah. Kegiatan tersebut diamati, dianalisis dan direfleksi. Hasil revisi kemudian diterapkan kembali pada siklus-siklus berikutnya.Waktu dan lama penelitian ini direncanakan selama 3 bulan. Subjek penelitian ini adalah pendidik dan tenaga kependidikan sejumlah 19 orang, dan siswa-siswi SMP Negeri 3 Long Ikis Tahun Pelajaran 2011/2012, yang keseluruhannya berjumlah 214 orang siswa.
Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar adalah dengan melalui aktualisasi tata tertib sekolah. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa diadakan tindakan aktualisasi tata tertib sekolah dengan memberikan hukuman yang lebih tegas guna meningkatkan kualitas dari proses belajar mengajar, maka tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pendidik, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh tenaga kependidikan, dan 21 pelanggaran yang dilakukan oleh siswa (kurang dari 10%) . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan aktualisasi tata tertib sekolah dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar pada SMP Negeri 3 Long Ikis.

UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN GURU DALAM KEHADIRAN MENGAJAR DIKELAS MELALUI PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT DI SMP NEGERI 4 PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh : Guntur Abri Salim
SMP Negeri 1 Peranap
E-mail : goentoer.ab66@gmail.com

          Peningkatan mutu pembelajaran disekolah sangat tergantung dari beberapa faktor. Faktor yang sangat penting antara lain adalah penerapan budaya sekolah kearah peningkatan mutu. Budaya sekolah merupakan hal yang positif yang harus dipertahankan dan dilaksanakan oleh semua warga sekolah tanpa merasa terpaksa. Budaya sekolah yang harus dipertahankan salah satunya adalah masalah kedisiplinan, termasuk disiplin para guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan disiplin para guru dapat diupayakan melalui bermacam-macam cara.
Dalam Penelitian ini, dicobakan tindakan berupa penerapan Reward and Punishment untuk para guru di SMP Negeri 4 Peranap Kabupaten IndragiriHulu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, karena dari hasil penelitian dan analisa data, ternyata pada siklus kedua, kedisiplinan guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar meningkat dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan sebesar 75%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran dikelas pada kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan penerapan Reward and Punishment kepada guru.

PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SURFACE DALAM MENINGKATKAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 PASIR PENYU

Oleh : R.A Endan Ratnawati
Guru SMA Negeri 1 Pasir Penyu
E-mail : ratnawati.endan@yahoo.co.id

             Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang mendukung kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Oleh karena itu pemahaman dan penguasaan konsep matematika pada peserta didik harus terus ditingkatkan. Kenyataan yang terjadi sebagian besar siswa tidak suka belajar matematika,persepsi mereka terhadap pelajaran matematika sangat buruk. Interaksi antar peserta didik masih sangat rendah sehingga penguasaan konsep-konsep matematika menjadi sangat lemah dan mengakibatkan peserta didik kurang berminat mempelajari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam meningkatkan persepsi siswa dan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar dengan Penerapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Surface pada kompetensi dasar Statistika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Action Research Classroom) yang dilaksanakan dengan enam kali pertemuan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berhasilnya guru mengajar dalam pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional-tradisional, yang dialami oleh peneliti justru kadang kala dapat merusak, persepsi dan motivasi siswa. Komunikasi antara gru dan siswa begitu juga antar sesama siswa juga terbatas karena terbatasnya kesempatan untuk berdiskusi. Untuk mengatasi masalah ini peneliti mencoba menggunakan pembelajaran dengan pendekatan surface. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan persepsi siswa terhadap pelajaran matematika siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pasir Penyu. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Pasir Penyu pada siswa kelas XI Bahasa yang berjumlah 22 orang dari Bulan Agustus sampai November tahun pelajaran 2012/2013.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa sebelum tindakan hingga setelah tindakan mengalami peningkatan. Dari hasil uji tanda diperoleh Z = 2,46 maka dari tabel distribusi normal diperoleh P = 0,0069 dengan α = 0,01 . Dari hasil analisis dapat dinyatakan bahwa P < (α = 0,01) berarti hipotesis (Ho) ditolak, jadi Hi diterima pada taraf kepercayaan 99% berarti terdapat peningkatan persepsi siswa terhadap matematika sesudah pembelajaran dengan pendekatan surface dikelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu.

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI KELAS XII ATPH2 SMK NEGERI 1 PASIR PENYU TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Erni
Guru Kimia SMK Negeri 1 Pasir Penyu
E-mail : ernismkpp@yahoo.co.id

             Siswa kelas XII ATPH2 SMK Negeri 1 Pasir Penyu tahun pelajaran 2014/2015, pada uji kompetensi dasar 13.1 yang mencapai ketuntasan belajar kimia hanya 44 % siswa dan rata-rata hasil belajar 60,40 dengan KKM = 78. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa SMK Negeri 1 Pasir Penyu dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw adalah pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang dan didalamnya ada kelompok tim Ahli. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus meliputi kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes akhir siklus dan angket.
Berdasarkan analisa data hasil penelitian, rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 75,20, dan pada siklus II adalah 82,40. Ketuntasan hasil belajar yang dicapai pada siklus I adalah 64 %, dan meningkat pada siklus II menjadi 88 %. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang diajukan adalah pembelajaran kimia dengan Model Jigsaw dapat digunakan oleh guru khususnya pada standar kompetensi memahami senyawa hidrokarbon dan kegunaannya.

PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN ETIKA PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN WALIMURID SMPN 1 MERAL DI KABUPATEN KARIMUN

Oleh : Reni Kuswanti
SMPN 1 Meral
E-mail : renikuswanti@gmail.com

                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan etika pelayanan secara bersama-sama (simultan) terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun, untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan etika pelayanan secara sendiri-sendiri (parsial) terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun, untuk mengetahui diantara variabel profesionalisme guru dan etika pelayanan yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun, Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah semua walimurid SMPN 1 Meral yang berjumlah sampel sebanyak 78 orang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru dan etika Pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun. Sedangkan secara parsial variabel profesionalisme guru dan etika pelayanan berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan walimurid SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun. Berdasarkan uji t yang dilakukan diketahui bahwa profesionalisme guru berpengaruh dominan terhadap kepuasan walimurid pada SMPN 1 Meral di Kabupaten Karimun

IMPLEMENTASI CONTEXTUAL TEACHING and LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX SMPN 4 KELAYANG PADA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh: Saptuju
SMP Negeri 4 Kelayang
E-mail : saptuju18@gmail.com

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, yakni: 1) pembelajaran matematika masih bersifat teacher centered; 2) keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih sangat terbatas; 3) Pembelajaran dititikberatkan pada penguasaan fakta dan konsep, yang bersifat hafalan, kurang mengembangkan aspek-aspek yang lain seperti keterampilan berpikir, dan bekerjasama. Padahal pembelajaran matematika juga diharapkan dapat menanamkan aspek-aspek tersebut; dan 4) elaksanaan proses penilaian yang dikembangkan oleh guru lebih banyak berorientasi pada aplikasi tes formal dengan konsentrasi pengukuran pada aspek kognitif, sehingga menyebabkan siswa dipaksa untuk menghafal, sedangkan proses pembelajarannya berada di luar jangkauan penilaian guru. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX SMPN 4 Kelayang semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah subjeknya 24 orang, yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan khusus pada mata pelajaran matematika, dengan jumlah pertemuan sebanyak 6 kali. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Penggunaan metode contextual teaching and learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di Kelas IX SMPN 4 Kelayang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari hasil belajar dari hasil tes pertemuan 1 dan 2 siklus I dan juga hasil tes pada pertemuan 1 dan 2 siklus II. Peningkatan hasil belajar ini disebabkan karena siswa mengalami proses pembelajaran dimana siswa dapat menemukan jawaban dari permasalahan yang dirumuskan oleh guru berdasarkan data-data dan fakta-fakta yang diperolehnya serta dapat mengeneralisasi pengetahuan yang diperolehnya pada situasi yang lain; dan 2) Penggunaan metode contextual teaching and learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika di Kelas IX SMPN 4 Kelayang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Peningkatan terjadi dari sebelum siklus ke siklus I dan siklus II. Siswa dapat lebih tertarik da memperhatikan dengan serius dalam proses pembelajaran dan sudah berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari.

MANFAAT MANAJEMEN STRATEGI DALAM MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF SEKOLAH (Studi di SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar)

Oleh : Mudiono
SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar
E-mail : wonodadi@gmail.com

               Penelitian ini dilakukan di SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar yang bertujuan untuk memaparkan manfaat dan keunggulan Manajemen Strategi bagi Organisasi Non Profit (Pendidikan), sehingga dapat menjadikan acuan dalam mengadopsinya di lingkungan organisasi pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dengan menerapkan Manajemen Strategi, maka organisasi pendidikan (sekolah) akan memiliki keunggulan, antara lain : kinerja tinggi, memillki posisi kompetitif, keunggulan teknologi, keunggulan Sumber Daya Manusia, lklim keria yang kondusif, etika dan tanggung jawab sosial yang berkembang. Manfaat yang diperoleh dari implementasi manajemen strategi adalah lembaga pendidikan menjadi dinamis, fungsi kontrol berialan dengan efektif dan efisien, meniadakan perbedaan dan pertentangan pendapat dalam mewujudkan keunggulan, memudahkan dalam menyepakati perubahan atau pengembangan strategi yang akan dilaksanakan, mendorong perilaku proaktif bagi semua pihak untuk ikut serta mewujudkan keunggulan, meningkatkan perasaan ikut memiliki berpartisipasi aktif dan tanggung jawab bagi semua komponen organisasi.

ANALISIS PROFESIONALITAS GURU DI SMP NEGERI 1 RENGAT
KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh : Ardimis
SMP Negeri 1 Rengat
E-mail : Ardimis269@gmail.com

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dibandingkan dengan Kinerja Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional di SMP Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru di SMP Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu dan sampel penelitian adalah 12 Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dan 12 Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif, yaitu cara atau teknik yang mengungkapkan fakta yang jelas tentang perbedaan Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dan belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, yakni menanyakan secara lansung tentang tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran di sekolah meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sebagai gambaran kinerjanya di sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional adalah baik dengan skor rata-rata 85,08 dan Kinerja Guru belum Bersertifikat Pendidikan Profesional adalah kurang dengan skor rata-rata 64,92. Selanjutnya ada perbedaan antara Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dengan Kinerja Guru belum Bersertifikat Pendidik Profesional di SMP Negeri se- Kabupaten Indragiri Hulu. Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional lebih baik dari pada Kinerja Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Perbedaan ini diperkuat dari hasil analisis statistik menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 1 KUALA CENAKU

Oleh : Nur Airianto
SMP Negeri 1 Kuala Cenaku
E-mail : nurarianto@gmail.com

         Didalam strategi pembelajaran terkandung tiga hal pokok yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Perencanaan berfungsi untuk memberikan arah pelaksanaan pembelajaran sehingga menjadi terarah dan efisien. Namun sayang proses pembelajaran yang mestinya dapat diukur oleh kepala sekolah ini, tidak dapat diukur oleh kepala sekolah karena hanya direncanakan dalam pikiran sang guru saja.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuktikan secara ilmiah apakah supervisi akademik berkelanjutan dapat mening katkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran, mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan supervisi akademik agar mampu meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran
Penelitian tindakan sekolah ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepala sekolah dalam memecahkan masalah guru, meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga menjadi lebih professional, meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja dan mutu sekolah secara keseluruhan. Disamping itu langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan supervisi akademik terutama dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran dapat menjadi referensi ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan guna penanganan kasus serupa bagi pembaca dan pihak –pihak yang berkepentingan.