Tag Archives: publikasi jurnal pendidikan

PROMO MERAH PUTIH – LDP KRESNA BIP

PROMO MERAH PUTIH LDP KRESNA BIP. GRATIS PUBLIKASI JURNAL (Khusus Member). Info Selengkapnya Hubungi 085330834377

LDP Kresna BIP mengadakan program baru “PROMO MERAH PUTIH”. Daftarkan diri Anda sebagai Member LDP Kresna BIP dan dapatkan publikasi GRATIS.

Registrasi Member
Format : NAMA_ALAMAT_No. HP_EMAIL
Kirim ke 085330834377

*Biaya Registrasi Rp 200.000

Info Selengkapnya Hubungi
WhatsApp : 085330834377
BBM : 5F0E2986

Kriteria Utama Penerimaan Siswa : Bukan Prestasi Tapi Jarak Rumah

Sumber : Antara News. Ilustrasi Ratusan calon siswa melakukan proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang berlaku secara online di SMKN 4 Banjarmasin, Kalsel, Minggu (19/6). Proses PSB Online itu berlangsung pada 20-22 Juni 2001 di tiga sekolah kejuruan negeri di Banjarmasin, dengan daya tampung 900 siswa. (ANTARA/Herry Murdy Hermawan)

Dalam sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kriteria yang utama adalah jarak rumah antara siswa dengan sekolah. Prestasi di kriteria ketiga.

Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 menyebutkan kuota siswa berdasarkan zonasi wilayah sebesar 90%. Sedangkan alokasi siswa tidak mampu sebesar 20%.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamis Muhammad menyampaikan “Ya karena kriteria utama yang didahulukan itu justru rumah dengan sekolah siswa”, Selasa (!1/7).

Setelah jarak, kriteria selanjutnya kata Hamid adalah usia. Barulah prestasi dan hal-hal lain yang bisa menjadi pertimbangan sekolah menerima siswa baru.

“Itu tergantung daerah mengatur bobotnya berapa. Kalau (bobot) jarak misalnya 60, kemudian usia 20, berarti prestasi 20,” kata Hamid.

Dalam konteks Permendikbud Nomor 17 tahun 2017, Hamid meminta setiap daerah membuat zonasi dan menyesuaikannya dengan jumlah calon peserta didik. Sistem zonasi ini akan menjadi acuan Kemendikbud untuk merevitalisasi sekolah di berbagai daerah agar tidak ada lagi ketimpangan di setiap sekolah baik itu dari segi sarana dan prasarana, maupun kualitas tenaga pendidik.

“Itu kan tiap provinsi, kabupaten, kota sudah bikin zonasi. Kita akan cocokkan apakah ada perubahan atau tidak, kalau ada perubahan pada bagaian apa dan seterusnya. Kemudian baru kami akan melakukan langkah mana dari sekolah itu yang akan kami revitalisasi sekolahnya,” papar Hamid. Jika dirasa sistem zonasi ini nantinya kurang sesuai, bisa jadi akan direvisi oleh Kemendikbud.

Inspektur Jenderal Kemendikbud Daryanto mengemukakan bahwa sistem zonasi menempati posisi teratas dari seluruh aduan yang dikirim masyarakat ke Kemendikbud sebesar 240 aduan. Sementara aduan lainnya yang juga tinggi adalah terkait PPDB online, yaitu 40 aduan. Dan sisanya adalah aduan tentang kecurangan PPDB, dugaan calo, dan lain-lain. “Jual beli kursi sanksi paling berat oknum PNS atau struktural, dipecat atau dinonaktifkan. Tapi kalau oknum di luar struktural, orang luar, aparat penegak hukum yang bertindak, bisa pidana,” kata Daryanto.

Daryanto menegaskan sanksi bagi oknum yang melakukan kecurangan seperti itu ialah peserta didik dibatalkan penerimannya. “Waktu itu ketemu orang tuanya mampu tapi punya SKTM, di Depok. Wah ini dibatalkan, nangis orang tuanya,” kisah Daryanto.

Hamid Muhammad tidak menampik adanya oknum orang tua yang membuat SKTM palsu agar anaknya bisa masuk sekolah favorit melalui jalur tidak mampu. Oleh karena itu Hamid menjabarkan ke depannya persyaratan untuk mendaftarkan siswa tidak mampu ke suatu sekolah diganti dari SKTM menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau kartu keluarga Sejahtera (KKS), atau Pogram Keluarga Harapan (PKH).

Sumber : Tirto.id

Jurnal Mitra Pendidikan Volume IV, Nomor 2, April 2017

KEMAMPUAN PENGELOLA UNIT PRODUKSI DI
SMK NEGERI AIR HITAM SAMARINDA

Oleh
Husiniah Achmad
SMK Negeri Air Hitam
Email : husinah_achmad@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan penguasaan tugas pengelola unit produksi pada SMKN Air Hitam dalam mengelola dan mengembangkan unit produksi yang baik, sehingga dapat menjadi salah satu sumber finansial guna mendukung pembiayaan kegiatan operasional sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN Air Hitam yang terletak di Jalan Pandan Wangi Kelurahan Gunung Kelua Samarinda, merupakan lokasi yang dipilih sebagai tempat penelitian dimana terdapat fenomena yang menarik untuk diteliti yakni kemampuan Pengelola Unit Produksi sebagai suatu unit usaha yang ada disekolah ini yang merupakan sub sistem dari Sekolah Menengah kejuruan.
Hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan manajerial pengelola unit produksi listrik SMKN Air Hitam Samarinda dapat dibuktikan kualitasnya dengan terbinanya jaringan kerja dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, juga sebagai unit penerimaan pesanan barang dan jasa, jurusan listrik terakreditasi dengan nilai A dan bertaraf Nasional. Pengembangan kemampuan pengelola unit produksi berdampak pada kemampuan membangun kinerja efektif, kreatifitas mengembangkan ide-ide baru serta melakukan inovasi untuk perubahan seiring adanya pergeseran waktu dan tuntutan kemajuan teknologi. Baca Selengkapnya

Jurnal Mitra Pendidikan Online Edisi Juni 2017

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTUAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV

Oleh
Yunida Ika Nursanti
292013223@student.uksw.edu

Firosalia Kristin
Firosalia.kristin@staff.uksw.edu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan langkah-langkah model NHT dan meningkatkan motivasi dan hasil belajar menggunakan model NHT. Subyek penelitian siswa kelas IV SDN 01 Sendangharjo dengan jumlah 30. Penelitian tindakan kelas ini, melalui II siklus. Teknik pengumpulan data tes dan nontes. Analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari siklus I motivasi pada kategori Sangat Tinggi sebesar 56,67% pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 80%. Pada hasil belajar kognitif kondisi awal tuntas 16 siswa (53,34%) meningkat pada siklus I 20 siswa (66,67%) dan pada siklus II 30 siswa (100%). Baca Selengkapnya